
"Loh.. kalian sedang pada apa? " tanya Yudha melihat Ayu, Aksana, Mirna, Pak Danang dan Mauren berkumpul di dapur.
"Kamu tidak tahu ya? hari ini Ibu Adinda ulang tahun. " ucap Ayu.
"Ulang tahun? " ucap Yudha.
"Iya, ini saya buat kan spesial tumpeng buat ibu. " ucap Mirna.
"Kok saya tidak tahu. "
"Saya saja baru tahu. " ucap Aksana.
"Saya lupa, kasih tahu kalian. Saya kemarin bicara sama Mirna, kasih kejutan.Dan kado nya beli mendadak. " ucap Ayu.
"Om Yudha, mau kasih hadiah buat Mami? " ucap Mauren.
"Kado apa ya cantik. " ucap Yudha sambil tersenyum.
Ekhem....
Pak Danang berdehem, dan langsung menatap ke arah Yudha, dan Yudha hanya tersenyum ke arah mereka.
"Apaan sih? " tanya Yudha.
"Kode itu, kode. " jawab Pak Danang.
"Kagak ngerti ah. " ucap Yudha.
Adinda keluar dan langsung menuju ke meja makan, tapi belum ada satu pun makanan di atas meja.
"Mirna...!!! Mirna...!!! " panggil Adinda.
Namun Mirna tidak kunjung datang, dah Adinda pun langsung berjalan menuju ke arah dapur, tapi saat akan masuk kedalam dapur di kejutkan dengan Mauren, Yudha, Mirna, Ayu, Aksana dan Pak Danang, mengucapkan selamat ulang tahun.
"Selamat ulang tahun....!!" ucap semua nya.
Adinda terpaku melihat mereka, tanpa reaksi Adinda diam, dan mereka pun merasa bingung. Mirna menyerah kan sebuah tumpeng berukuran sedang pada sebuah nampan ke Adinda.
"Selamat ulang tahun Bu. " ucap Mirna.
"Mami selamat ulang tahun." ucap Mauren sambil menyerah kan sebuah kado.
"Siapa yang ulang tahun? saya bukan tanggal dan bulan sekarang. " ucap Adinda.
Semua nya menoleh ke arah Ayu, dengan menatap tajam. Dan Ayu, langsung membuka ponsel nya, dan lalu berjalan melihat kalender.
"Benar, tidak salah. " ucap Ayu.
"Hahahahha... makasih. " ucap Adinda tertawa dan langsung menerima tumpeng berukuran sedang.
"Ah.. kamu ngerjain saya saja." ucap Ayu.
"Hahahaha.. kena prank kalian."
"Selamat Bu. " ucap Aksana.
"Makasih."
"Selamat Bu. " ucap Pak Danang.
"Makasih."
"Selamat say. " ucap Ayu sambil memeluk Adinda namun terhalang oleh tumpeng.
"Makasih."
"Ibu Selamat. " ucap Mirna.
"Makasih." ucap Adinda.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun." ucap Yudha.
"Makasih."ucap Adinda.
"Makasih semua nya. " ucap Adinda terharu.
"Mami, ini dari mereka. " Mauren memberikan sebuah kado kecil, untuk Mami nya.
"Apa ini? saya buka ya. " ucap Adinda, membuka bungkus kado tersebut.
"Wah.. ini bagus banget. " ucap Adinda saat melihat sebuah bros mutiara.
"Makasih semua nya. "
"Ibu, potong tumpeng nya ya. " ucap Mirna.
"Mauren mau, potong tumpeng. " ucap Mauren antusias.
"Mauren mau ya, yuk potong sama - sama." ucap Adinda lalu memotong tumpeng nya di bantu oleh Mauren.
"Nah sekarang potongan tumpeng nya buat siapa? " ucap Ayu.
"Saya kasih buat Mauren. " ucap Adinda langsung menyuapi Mauren.
****
Yudha memilih sepatu wanita, hingga Yudha menyuruh pelayan untuk mencoba nya. Beberapa sepatu Yudha pilih, dan satu pilihan pada sepatu berhak 5 cm warna cokelat.
"Yang ini saja mba. " ucap Yudha.
"Baik Pak, saya bungkus ya. "
"Mba, tolong di bungkus kertas kado ya, yang cantik. "
"Baik Pak. "
"Ini Pak. " ucap pelayan toko sepatu, sambil menyerah kan nya.
"Terima kasih mba. "
"Sama - sama. " ucap Yudha.
****
"Kemana? " tanya Adinda saat menerima telepon dari Yudha.
"Saya tunggu di mobil. " jawab Yudha dari seberang.
"Ini sudah malam, kamu mau ajak saya kemana? "
"Keluar saja, saya ingin ajak kamu keluar."
"Saya siap - siap dulu. " ucap Adinda, langsung mematikan ponsel nya.
"Kok saya jadi deg - deg an gini ya. " ucap Adinda, lalu berjalan menuju lemari pakaian nya.
Sedang kan Yudha sudah menunggu hampir 30 menit, di dalam mobil. Hingga berkali - kali, menoleh ke kiri.
"Apa dia nggak mau ya, sudah 30 menit kok nggak turun."
Tak lama, pintu mobil terbuka, terlihat Adinda sangat cantik, menggunakan dress dengan rambut di kuncir ekor kuda.
"Kita jadi jalan? " tanya Adinda, dan Yudha langsung mengarahkan pandangan nya ke depan, saat sempat terkesima dengan kecantikan Adinda.
"Kita jalan. "
*****
Adinda turun dari mobilnya, Yudha membawa nya ke sebuah vila. Vila dekat pantai, terlihat sangat sepi dari keramaian.
__ADS_1
"Ini Vila siapa? "
"Vila orang. " ucap Yudha tersenyum.
"Masuk yuk. " ajak Yudha.
Adinda, melihat sebuah ruangan dengan lampu remang - remang berkelap kelip. Terlihat sebuah meja, dengan kue ulang tahun di atas nya, dan sebuah kado.
"Yudha."
Yudha menarik tangan Adinda, dan menyalakan lilin di atas nya, Yudha mengangkat kue tersebut meminta untuk Adinda meniup nya.
"Selamat ulang tahun, sekarang tiup lilin nya."
Adinda meniup lilin tersebut, dan langsung berdoa untuk sebuah harapan. Yudha lalu memberikan sebuah kado ulang tahun pada Adinda.
"Untuk kamu, semoga suka. Maaf kalau hadiah nya hanya seperti ini. Kalau tidak suka, nggak apa - apa tidak di pakai, tapi simpan saja. "
"Saya akan hargai pemberian dari kamu, saya tidak akan melihat dari nilai nya. Saya buka ya. "
Adinda membuka nya, dan sebuah sepatu kerja untuk dirinya, dan langsung mencoba nya.
"Ini pas banget Yudha, makasih ya. "
"Sama - sama, alhamdulillah kalau kamu suka."
"Suka banget. "
Yudha tersenyum sambil menatap Adinda yang sedang mencoba sepatu nya. Lalu tangan Yudha menarik pelan tangan Adinda.
"Ada apa? " tanya Adinda, yang kini posisi nya sangat dekat.
Yudha mengarahkan tangan nya, pada pipi kanan Adinda dan membelai nya. Adinda diam, seakan tubuh nya tidak bisa di gerakan.
Yudha mendekat kan wajah nya, hingga hembusan nafas nya, Adinda rasakan. Bulu kuduk nya berdiri, saat Yudha mengecup kening nya, lalu turun di kedua mata nya, hidung nya dan terakhir akan mengecup bibir nya, Adinda langsung menghindar.
"Kenapa? " tanya Yudha sambil berbisik.
"Ma - maksud nya gimana? "
"Saya mencintai kamu."
Adinda langsung menatap kedua mata Yudha sangat lekat, kini mereka saling bertatapan mata.
"Bukan nya, kamu juga mencintai saya? kenapa tidak kita coba. "
"Sa - saya. " ucap Adinda gugup.
"Jujur, saya suka sama kamu. Saya mencintai kamu, baru berani sekarang saya ungkapan perasaan ini, karena menunggu kamu dengan status sekarang. "
"Sa - saya. "
"Tidak perlu di jawab, saya sudah tahu jawaban nya. "
Yudha mengecup bibir Adinda, hingga berkali - kali. Kedua mata Adinda tidak berkedip, saat merasakan sentuhan dari bibir milik Yudha.
"Mau kan, jadi istri saya? "
"Sa - saya. " ucap Adinda yang masih sulit, untuk bicara.
"Maaf, kalau saya lancang. Tapi ini, jujur perasaan saya sama kamu. Malam ini, saya ingin melamar kamu, untuk menjadi istri saya."
"Sa - saya, saya. "
.
.
.
__ADS_1