Pak Ajudan Tembak Dong...!!!

Pak Ajudan Tembak Dong...!!!
Sebuah Berita


__ADS_3

Adinda kini berada di pengadilan Agama, pada tahap sidang Rafael tidak hadir, dan hanya Adinda sendiri yang datang didampingi pengacara nya.


"Kamu lihat kan? Rafael tidak datang. Seharusnya terbukti saya yang menang dong."


"Kalau sampai 3 kali, tidak datang. Ibu yang memenangkan nya, dan mendapatkan hak asuh Mauren."


"Kenapa tidak sekarang saja sih? "


"Maaf Bu, prosedur begitu. Sekarang alasan nya, sibuk hanya di wakilkan pengacara nya saja. "


Adinda lalu menghampiri pengacara Rafael, yang sedang membereskan berkas, tentang perceraian klien nya.


"Eh.. mana klien kamu? " tanya Adinda dengan raut wajah kesal.


"Maaf Bu, bapak sibuk jadi di wakilkan sama saya. " Ucap Robby pengacara Rafael.


"Bilang sama dia, kalau sekali lagi tidak datang, saya akan minta hakim ketuk palu. Dengan bukti yang cukup jelas." ucap Adinda langsung keluar.


Saat keluar banyak wartawan yang sedang mencari berita tentang nya, bahkan para wartawan bertanya tentang, kebenaran berita perceraian nya.


"Bu, apakah benar, ibu telah menggugat pak Rafael? "tanya salah satu wartawan.


Adinda hanya diam, dan terus berjalan, hingga sampai di mobil pribadi milik nya. Yudha dan Aksana langsung menghalangi para wartawan, untuk memberikan jalan pada Adinda.


" Apakah benar, Ibu berselingkuh dengan Ajudan ibu? " ucap salah satu wartawan , sehingga mengalihkan perhatian yang lain nya. Bahkan Adinda pun menoleh ke arah, wartawan tersebut.


"Ibu bisa jelaskan, sejak kapan hubungan ibu dengan Ajudan ibu? "


"Benar Bu, gosip nya sudah beredar, photo ibu berdua saat di pantai, bahkan bermesraan di tengah lautan." ucap kembali seorang wartawan.


"Bukan nya, ini Ajudan nya? " ucap salah satu wartawan menoleh ke arah Yudha.


"Iya benar ini. "


Para wartawan langsung mengambil gambar, Yudha, Aksan dengan di bantu beberapa Anggota Polisi langsung menyuruh kedua nya untuk masuk kedalam mobil.


"Ayu, coba cari tranding berita hari ini." pinta Adinda.


Ayu, melihat beberapa berita, tentang Adinda dan Yudha, bahkan photo mereka saat keluar bersama terpasang jelas.


"Kalian telah di ikuti Paparazi. " ucap Ayu.


"Cari tahu, siapa yang pertama menyebarkan berita hoaks. "


"Berita hoaks bagaimana? jelas - jelas ini kalian. "


"Pokok nya, cari tahu. "


****


Elisa membaca berita di media online, melihat beberapa photo Yudha bersama dengan Adinda. Bahkan adegan di laut, Yudha yang sedang mengikat rambut Adinda.

__ADS_1


"Ternyata, mereka pacaran? pantas kemarin Yudha yang mengurus surat keluar Mauren." ucap Elisa, lalu mencari berita lain nya, tentang Adinda dan Yudha.


****


"Ayah...!!! " ucap Adinda saat baru sampai, melihat Ayah dan ibu nya , berada di rumah Dinas.


"Ibu kecewa sama kamu." bentak Ibu Heni.


"Kalian, sudah lihat berita nya? " tanya Adinda.


"Mana Ajudan itu? panggil dia." ucap Pak Faisal.


Aksana langsung memanggil Yudha, dan Yudha pun langsung datang menghadap Pak Faisal dah Ibu Heni.


"Jadi kamu, ternyata kamu pria yang di sukai anak saya. " ucap Pak Faisal.


"Maaf Pak, atas berita itu. Saya yang salah, mengajak putri bapak, ke luar. Padahal saat itu sudah antisipasi, kami kira di tengah laut tidak ada Paparazzi, ternyata ada saja yang mengikuti nya. "ucap Yudha.


" Kalian harus bertanggung jawab, kalian jelaskan ke publik. Dan kamu tahu, ini bukti buat Rafael memenangkan hak asuh Mauren. Kamu gugat cerai dia, photo kalian berdua beredar. "


"Memalukan." ucap Ibu Heni kesal.


"Maaf kan saya." ucap Adinda.


"Dan kamu, saya rumah kan , jangan dulu menjadi Ajudan Adinda selama, masalah ini masih memanas."


****


"Yudha, pacaran sama Ibu Adinda?" ucap Karina setelah tahu, berita tentang photo - photo Adinda dan Yudha berlibur di tengah laut, dengan menggunakan kapal.


****


"Tolong, segera bersih nama anak saya, dan tolong segera cari tahu, media mana yang sudah menyebar berita tersebut. " ucap Pak Faisal melalui sambungan telepon nya.


"Adinda, kalau kamu status nya sudah cerai, tidak masalah. Tapi kamu masih status, istri Rafael loh. Bahkan berita nya, samaan keluar nya, kamu sidang perceraian. Dan kamu status nya, gugat Rafael. " ucap Ibu Heni.


"Maaf kan saya bu. "


"Sekarang, Ayah kamu sedang berusaha membersihkan berita ini, tapi bagaimana dengan masyarakat. Berita ini, akan tetap terus di ingat. "


"Om Tante, gawat. Banyak berita, menginginkan Adinda untuk turun dari jabatan nya. Bahkan Yudha, untuk di pecat. " ucap Ayu.


"Om sedang cari tahu, Om pastikan besok akan mereda." ucap Pak Faisal.


"Seperti nya tidak om, berita ini sudah membuat masyarakat marah."


****


"Kamu mau kemana? " tanya Aksana.


"Saya mau pulang, kan saya di rumah kan." jawab Yudha.

__ADS_1


"Lebih baik, kamu diam disini. Jangan pulang, karena kamu sedang dicari banyak media. Bahkan, photo kalian itu sudah membuat sebuah kemarahan besar." ucap Aksana.


"Ini gara - gara saya, ajak dia keluar. Kalau tidak, mungkin tidak seperti ini. "


"Makan nya, ini resiko kamu bawa orang penting. Sebagai pelajaran saja, tidak semudah kamu bawa orang biasa."


****


Adinda mondar mandir di depan pintu, kamar Yudha, saat tangan ingin mengetuk pintu kamar nya, Adinda menarik kembali tangan nya.


Saat akan berbalik badan, Yudha keluar. Dan Adinda kembali membalikkan tubuh nya. kedua nya diam, dan hanya saling menatap mata.


"Saya ingin bicara." ucap Adinda.


"Dimana? "


"Di kamar kamu. " ucap Adinda mendorong pelan tubuh Yudha untuk masuk ke dalam kamar nya.


"Kita harus meluruskan semua nya." ucap Adinda.


"Iya, kita harus jelaskan pada publik. " ucap Yudha.


"Bagaimana kamu akan jelaskan, pada mereka semua. Bahkan, mereka saya ingin turun dari jabatan saya sebagai bupati."


"Kita harus meluruskan nya, agar mereka tidak main hakim sendiri. Saya akan melindungi kamu, dan saya akan bersama kamu, menghadapi masalah ini."


"Kamu jangan tinggal kan saya. "


"Saya akan tetap ada disisi kamu, ini salah saya, dan saya akan bertanggung jawab penuh. Jangan takut, saya akan pasang badan untuk kamu. "


****


Tok.. tok...


"Ibu Nuha..!! "


"Bu....!!! "


Ibu Nuha, langsung membuka pintu rumah nya. Saat beberapa warga, mendatangi rumah nya. Dan membuat Ibu Nuha, merasakan bingung.


"Ada apa ya? "tanya Ibu Nuha.


" Ibu sudah tahu belum? kalau anak ibu itu pacaran sama Ibu Bupati. Ternyata, Bupati kita selingkuh sama anak Ibu. " jawab Ibu Pertiwi.


"Selingkuh, tidak mungkin. " ucap Ibu Nuha.


"Ibu baca berita nya, sedang hot - hot nya. " ucap Ibu Zaenab.


Ibu Nuha, langsung menyalakan televisi nya, dan menonton acara TV lokal. Ibu Nuha kaget, saat menonton salah satu pembawa acara berita, membacakan berita tentang Adinda dan Yudha.


"Nggak mungkin, nggak mungkin anak saya mengajak atasan nya pacaran."

__ADS_1


.


.


__ADS_2