Pak Ajudan Tembak Dong...!!!

Pak Ajudan Tembak Dong...!!!
Kalian Ketahuan


__ADS_3

"Eh... mba Ayu, si Mirna kirim di group. Coba, kalian buka. " ucap Aksana.


Ayu, dan Pak Danang membuka pesan group mereka, yang berisi anggota, Mirna, Ayu, Aksana, Pak Danang dan Yudha.


Mereka lalu saling bertatapan mata, dan langsung mengetag Yudha, di dalam group tersebut. Sebuah kata - kata, meminta penjelasan, hingga kata - kata selamat.


"Nah, fakta kan saus tidak bohong. Kalau Yudha itu memang ada sesuatu sama Ibu Adinda. Ini bukti, video dan photo yang di kirim Yudha ini asli bukan palsu. " ucap Ayu.


"Sebaiknya, hubungan mereka cukup kita saja yang tahu, jangan sampai orang luar tahu. Dengan kejadian kemarin, pasti nanti muncul berbagai polemik. Mengatakan, bahwa perselingkuhan itu benar, kita kasihan pada kedua nya, karena mereka tidak tahu kenyataan nya. " ucap Pak Danang.


"Betul Pak, tapi mereka rapih di luar, hanya berani di dalam. Ini saja, mungkin mereka lupa di rumah ada Mirna." ucap Aksana.


"Kalau jadi menikah, Yudha memang sudah terlihat sayang. Semoga saja, kasih sayang nya tidak setengah - setengah. " ucap Ayu.


"Iya betul. " ucap Aksana.


"Nah, si Mirna kirim photo lagi. " ucap Pak Danang.


"Ah.... so sweet banget sih, lihat Yudha cium kening Ibu Adinda. " ucap Ayu.


"Mirna - Mirna, untung group ini tidak ada Ibu Adinda. Kalau pun ada, pasti dia sudah di mutasi. " celetuk Aksana.


Hahahahaha....


"Betul itu. " ucap Ayu terkekeh.


*****


"Nanti malam, mau jalan nggak? " tanya Yudha sambil membelai wajah Adinda.


"Jalan kemana? masalah nya, saya tidak bebas. "


"Nanti malam kan, malam weekend, gimana kalau kita jalan ke puncak. "


"Jauh Mas, 3 jam loh. "


"Ya nggak apa - apa, Mas ingin berdua, nggak enak pacaran begini. "


"Katanya hari minggu mau ngajak, Mauren untuk ke Sea World. "


"Ya kan hari minggu, ini nanti malam."


"Ya sudah deh, jam berapa? "


"Sore aja kita berangkat, jam 5."


"Aduh, kagak bisa. Jam 4 ada pertemuan tokoh masyarakat. "


"Ya udah habis maghrib aja. "


"Boleh, nanti saya bilang sama Mauren dulu ya. "


"Iya sayang. "


"Ya sudah, mau ke dalam. "


"Kiss dulu dong. " ucap Yudha mengarahkan pipi nya.


Mmmuuuuaaacchh


Adinda mencium pipi Yudha, lalu Yudha mengecup bibir Adinda, dan Yudha pun turun lalu membukakan pintu mobil untuk Adinda.


****


"Apaan sih, kalian main tarik saja. " ucap Yudha saat melihat Aksana, Ayu dan Pak Danang.

__ADS_1


"Kamu sudah lihat pesan group? " tanya Ayu, dan Yudha langsung membuka pesan group nya. Dan langsung menatap ketiga temannya, dan langsung tersenyum.


"Mau bilang apa kamu? sudah ketahuan gini?" ucap Ayu.


"Yang dilihat Mirna benar, saya dan Ibu Adinda pacaran." ucap Yudha jujur.


"Nah, kan kalau begini kan enak, jujur. Nggak ada kebohongan." ucap Pak Danang.


"Kita tadi nya mau Backstreet, eh kalian sudah tahu. "


"Tenang saja, kita jaga privasi kalian kok. Asal jangan sampai bocor ke publik, bisa bahaya nanti kasus yang kemarin, itu akan mencuat lagi. " ucap Aksana.


"Iya,Ibu Adinda minta juga begitu."


"Ngomong - ngomong, jadian kapan?" tanya Ayu, penasaran dan ingin tahu.


"Waktu, dia ulang tahun. Saya aja ke suatu tempat. "jawab Yudha.


"Ciiieeeeee...!! " ucap ketiga teman nya.


"Maaf, kalau saya terlalu berani. " ucap Yudha.


"Kamu tidak salah, perasaan kalian kan sama, kamu jujur saat dia sudah, bukan istri dari Pak Rafael.


" Iya Pak, sebenarnya sudah dari dulu ada rasa, saat melihat rumah tangga nya tidak sehat. Tapi saya pendam, dan baru berani saat dia sudah status janda."


"Semoga lancar sampai pernikahan. " ucap Ayu.


"Amin Mba Ayu. "


*****


"Jadi Mami mau keluar? " tanya Mauren.


"Iya, besok Pagi Mami sudah pulang kok." jawab Adinda.


"Jadi dong sayang, Om Yudha kan sudah janji."


"Ok Mami, nanti bobo nya sama Mba Mirna dulu. Ada Om Aksana dan Pak Danang, di luar juga ada penjaga nya, jadi jangan takut ya. "


"Ok Mami. "


"Mami jalan dulu ya. " ucap Adinda mencium kening Mauren.


****


"Kamu pelanggaran, main ambil photo orang."ucap Yudha pada Mirna.


" Sorry nih Pak Bos, sekarang saya panggil Pak Bos ya, karena calon suami dari ibu Adinda. " ucap Mirna.


"Awas loh kalau photo nya kamu jual." ucap Yudha mengancam.


"Tenang Pak Bos, di jamin aman."


"Yudha, yuk saya sudah siap. " ucap Adinda sambil jalan.


"Pak Bos, kok manggil nya Yudha, kagak ada mesra - mesra nya. "


"Mau tahu saja. "


"Kepo..!! " ucap Ayu, dan Yudha langsung mengejar langkah Adinda.


"Mba Ayu. " panggil Mauren.


"Ada apa cantik? "

__ADS_1


"Kita main, rumah - rumah an yuk.'


" Ayok cantik. "


*****


"Mas, hujan. Awas ah jalan nya. Ngeri, kalau di daerah pegunungan belok - belok gini." udal Adinda.


"Iya, Mas juga hati - hati. " ucap Yudha.


"Masih jauh gak? kita gak bisa lihat pemandangan di luar. "


"Bisa sayang, nanti ada, rumah makan dekat yang memang nanti views nya itu mengarah pada pemandangan yang di bawah, tuh lihat itu rumah makan nya. " tunjuk Yudha, sambil mengemudikan mobil nya.


Mobil pun parkir di depan rumah makan, Yudha segera meminjam payung untuk, Adinda agar tidak basah kena air hujan.


Mereka berdua, mengambil tempat VIP , dan tidak berbaur dengan pengunjung lain nya. Adinda masih menggunakan masker, saat pelayan datang.


"Mau makan apa Yank? " tanya Yudha.


"Yang hangat - hangat deh, dingin banget. "


"Makan sama sayur sop nya enak loh? "


"Terserah Mas aja. "


"Mba, saya mau paket sayur sop nya 2 paket, sama minuman teh hangat."


"Baik Pak, tunggu sebentar ya. "


Setelah pelayan pergi, Yudha langsung menarik tubuh Adinda, di usap nya punggung kekasih nya, dan di genggam kedua tangan nya, yang sangat dingin.


"Sudah dingin, sampe sini hujan."


"Maaf ya, ajak nya kesini. Kalau tidak hujan, ke atas lagi lebih bagus. "


"Nggak apa - apa Mas, kita juga laper kan, perjalanan 3 jam. "


"Kamu bahagia nggak? punya pacar bawahan?"


"Bahagia sayang, kata siapa tidak bahagia."


"Mas takut nya, kamu tidak bahagia."


"Ya nggak lah, malah saya senang, memiliki kamu. Tidak hanya sayang sama saya, tapi sayang sama Mauren juga. " ucapan Adinda sambil mengusap pelan bibir Yudha.


"Makasih ya, nanti kalau masa idah kamu selesai, Mas akan lamar kamu."


"Iya sayang, sudah nggak sabar, jadi istri kamu." ucap Adinda , lalu Yudha mengecup bibir kekasih nya.


"Mauren, mau di bawakan apa ya? "


"Sampai rumah dia sudah tidur Mas."


"Iya ya, apa ya? "


"Tadi lihat di depan kasir ada banyak seperti souvenir gitu. "


"Nanti kita beli buat Mauren. "


"Makasih sayang. "


"Sama - sama sayang. " ucap Yudha sambil menarik hidung mancung nya Adinda.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2