Pak Ajudan Tembak Dong...!!!

Pak Ajudan Tembak Dong...!!!
Mulut Netizen


__ADS_3

"Ibu Nuha." panggil salah satu tetangga nya bernama, ibu Siti.


"Iya bu Siti, ada apa?"


"Bu, dengar - dengar ibu calon mertua nya Ibu Bupati ya?"


"Kata siapa?"


"Ah, sudah jangan pura-pura begitu. Orang - orang juga sudah pada tahu."


"Iya benar, Yudha mau menikah sama Adinda."


"Kapan Bu? kita semua di undang kan?"


"Ya pasti lah, masa sih nggak di undang."


"Ngomong - ngomong, sama anak nya Ibu Suha gimana?"


"Anak sayanya, tidak mau. Malah mau nya, sama Adinda."


"Uwalah, jelas milih Ibu Adinda secara kaya, pintar dan punya pangkat."


"Tidak seperti itu, memang murni cinta tulus, kalau sama Elisa hanya sebagai sahabat."


"Oh gitu ya, saya kira pacaran. Semua orang, pada membicarakan anak Ibu. Semoga lancar ya bu, sampai hari H."


"Amin."


"Eh bu Nuha, itu Ibu Suha sedang bicarain Ibu, katanya memilih Ibu Adinda karena kaya, numpang hidup. Katanya, Elisa di tinggalkan." ucap Ibu Tia.


"Kok si Suha bicara nya seperti itu, dia tega sekali fitnah saya, dan anak saya." ucap Ibu Nuha kesal.


"Aslinya, apa benar? di tinggal kan demi Ibu Bupati."


"Semua orang itu, tidak tahu apa - apa, bahkan tifak tepat kalau untuk di bicarakan.Antar saya kesana, siapa tahu masih sedang koar - koar." ucap Ibu Nuha, di ikuti Ibu Tia dan Ibu Siti.


Ibu Nuha, langsung melabrak ibu Suha, terlihat tampak malu Ibu Suha yang membicarakan dari belakang.


"Kamu bicara apa, sama mereka?" tanya Ibu Nuha dengan berkacak pinggang.


"Saya bicara fakta." ucap Ibu Suha.


"Fakta apa? jangan asal ngomong."


"Fakta, anak kamu tinggal kan anak saya, hanya demi memilih Adinda. Yang jelas memiliki pangkat, dan kaya. Sedang kan anak saya, hanya seorang guru Tk, dan dari keluarga sederhana dan biasa - biasa saja."


"Kamu jangan buat, opini yang tidak - tidak. Orang bisa menilai loh, ingan ucapan kamu akan merugikan orang lain, dan bila saya bertindak tegas, kamu yang akan di rugikan." ucap Ibu Nuha.


"Bu Suha, lebih baik sudah lah, jangan di perpanjang lagi. Yang jalani kan anak ibu, barang kali sudah tidak ada kecocokan jadi tidak usah di perpanjang lagi." ucap Pak Tole.

__ADS_1


"Udah lah Pak Tole, kamu itu tahu apa. Dan ingat, saya disini sangat di kecewakan. Dan ingat bu, orang yang mata duitan itu yang begini, tidak anak tidak ibu."


"Suha....!! "bentak Ibu Nuha.


" Sudah bu , jangan di balas. Capek lihat nya, lagian dia itu memang seperti itu. "ucap Ibu Siti.


" Saya tidak terima,seolah anak saya hanya ingin kekayaannya saja." ucap Ibu Nuha.


"Sabar bu, kita sudah tahu mana yang cari keuntungan dan mana yang tidak." ucap Ibu Tia.


****


"Dia bilang begitu bu?" tanya Yudha.


"Ibu tidak terima, dikira anak Ibu hanya butuh uang nya saja. Ibu tidak terima, dan dia bisa seperti ini, karena tidak jadi sama kamu." jawab Ibu Nuha.


"Lagian bu, jangan di ladenin, orang seperti itu hanya ingin menyudutkan Ibu. mencari - cari suatu kesalahan.


" Pokok nya Ibu tidak terima , di jelek - jelek an oleh dia."


"Nanti Yudha bicara sama Elisa."


"Ini salah Ibu, yang sudah ingin menikahi kamu sama Elisa."


"Nanti Yudha bicarakan."


****


"Maaf mungkin, Ibu saya kecewa jadi dia seperti itu." ucap Elisa.


"Kalau tidak tahu apa - apa, lebih baik diam dan kamu yang tahu seharusnya kamu bisa jelaskan pada keluarga kamu. Jangan sampai karena fitnah, merugikan orang lain. Saya memilih Adinda, memang saya itu cinta sama dia. Bukan berarti saya tidak sayang sama kamu, tapi kan tahu saya itu tidak mencintai kamu. Hanya menganggap kamu sebagai sahabat , adik itu saja."


"Kamu kenapa sih Mas, tidak ada sedikit rasa. Hanya kecewa lagi dan kecewa. Saya kira, kamu putus akan memilih saya, tapi setiap kali putus malah selalu ada saja wanita lain."


"Maafkan saya, maafkan. Karena saya hanya mengganggap kamu sahabat, dari sini semoga kamu paham, dan tidak ada pengulangan kata - kata yang sama, yang saya ucapkan."


*****


Yudha menatap sosmed nya, yang semakin banyak followers nya. Bahkan nama dia sekarang sedang tranding, di kait kan dengan Adinda. Entah dari mana kabar nya, berita pernikahan nya, mungkin karena persiapan pernikahan yang tidak sengaja,mendengar hingga menyebar dari mulut ke mulut.


"Lihat, akun saya banjir komentar." tunjuk Yudha pada Aksana.


"Ya jangan di tutupi lagi lah, sudah bukan rahasia umum lagi."ucap Aksana.


" Iya sih, dan kamu harus tahu, di luar sana ada saja, yang berpikir negatif."


"Oh iya, kok bisa ya."


"Tapi saya akan hadapi, lambat laun, akan hilang juga tentang berita seperti ini."

__ADS_1


"Biarlah yang mengatakan itu tidak tahu apa - apa, namanya juga netizen."


"Iya, resiko menikah sama seorang pemimpin."


"Nah, itu sudah jelas kan."


*****


"Coba saya lihat schedule untuk 2 bulan ke depan." ucap Adinda pada Ayu.


Ayu menyerah kan buku agenda, kegiatan Adinda. Lembar demi lembar, Adinda buka. Dan langsung mengambil, pulpen dan mencoret nya.


"Tolong yang tanggal ini, kamu rubah." pintar Adinda.


"Ini sudah lama loh, di undur juga."


"Karena, di minggu - minggu itu, saya fokus untuk persiapan pernikahan."


"Baik, oh iya kamu sudah dengar kabar?"


"Saya tidak mau dengan tentang, berita negatif Mas Yudha."


"Dia banyak di hujat netizen, bahkan ada juga yang mendukung. Dan entah, pintar nya wartawan mengaitkan beberapa mantan nya."


"Saya tutup telinga, karena netizen tidak tahu apa - apa, dan maha benar, saya malas berkomentar, dan Mas Yudha juga nggak tanggapi kan? "


"Mungkin dia terganggu, tapi dia seperti nya ambil sikap dewasa."


"Iya, itulah resiko yang harus di hadapi."


******


"Mas nggak apa - apa kan, banyak yang komentar seperti itu?" tanya Adinda sambil bergelayut manja di lengan Yudha.


"Nggak apa - apa, Mas hadapi komentar miring, dan tidak semua nya seperti itu." jawab Yudha.


"Makan nya, kenapa saya tidak mau publish pribadi saya, ya begini. Tapi masalah pernikahan ini, sudah terlanjur bocor ya mau gimana lagi, pasti ada saja yang tahu, walau kita sudah tutup rapat. Kita bungkam, tetap saja kan."


"Mas nggak masalah, biar mereka tahu kamu itu milik Mas, nanti dalam waktu dekat kita adakan jumpa pers, karena mereka pun butuh penjelasan dari kita lagi."


"Berkaitan dengan masa lalu lagi, nggak usah Mas nanti saja saat acara pernikahan kita saja."


"Ya sudah, di atur saja."


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2