
Adinda terlihat begitu cantik, dengan balutan kebaya nya. Senyum merekah di wajah nya, begitu terlihat bahwa dirinya sangat begitu bahagia.
Mauren yang terus cemberut, di gandeng oleh Adinda sambil berjalan menuju keluar kamar pengantin.
Berjalan, menuju aula gedung pernikahan, yang di adakan di sebuah hotel bintang lima. Bersama pengiring pengantin, dan penjagaan yang ketat, Adinda, kedua orang tua nya berjalan bersamaan.
Terlihat Yudha sudah datang dan sedang duduk di depan Pak penghulu. Adinda lalu duduk di samping nya, mereka berdua pun saling lempar senyum.
"Cantik." bisik Yudha.
Adinda hanya tersenyum sambil memegang tangan Yudha, yang sama - sama dingin. Bahkan kedua jantung mereka, berdetak sangat kencang.
"Pak Yudha dan Ibu Adinda sudah siap?" tanya Pak Penghulu.
"Siap Pak. " ucap Yudha.
"Ibu gimana? "
"Siap juga. "
"Administrasi sudah lengkap semua nya, disini Pak Yudha lajang dan Ibu Adinda janda. Pak Yudha menerima Ibu Adinda, karena apa? selain status kalau boleh saya tahu?"
"Saya mencintai Pak, saya yakin dia adalah pelabuhan terakhir saya." ucap Yudha.
"Menikah dengan janda itu, memiliki tanggung jawab juga, bukan hanya bertanggung jawab pada pasangan, tapi dengan anak nya juga. Tanggung jawab apa, bukan hanya materi, tapi tanggung jawab merawat, menyayangi dan melindungi. Dan, kala sudah memiliki seorang anak, dari hasil pernikahan jangan lah lupa, akan anak yang sudah hadir pertama, kasih sayang tetap ada.Itu wejangan dari saya, mohon maaf kalau saya memberikan nasihat ini. Saya sebelum menikah kan pasangan pengantin, sering memberikan wejangan sebentar, tapi bekal ilmu yang di dengar nya bisa digunakan sepanjang masa."ucap Pak Penghulu.
" Terima kasih pak."ucap Yudha.
"Baik kita mulai. "ucap Pak Penghulu.
" Saya nikah kan Yudha Indra Perkasa Bin Sulaiman dengan Adinda Sekar Arum Binti Faisal Idris dengan Mas kawin tersebut di bayar tunai. "
"Saya terima nikah nya, Adinda Sekar Arum Binti Faisal Idris dengan Mas kawin tersebut di bayar tunai."
SAH
SAH
Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir
Adinda lalu mencium punggung tangan Yudha, lalu Yudha mencium kening Adinda. Terlihat Mauren tersenyum, dan Adinda langsung memeluk putri nya, Yudha pun langsung mengangkat tubuh anak tiri nya untuk duduk di pangkuan nya.
"Mauren senang nggak? sekarang Om Yudha sudah jadi Papi nya Mauren." ucap Yudha.
"Senang." jawab Mauren, dan langsung di cium oleh Yudha kedua pipi nya.
****
Para tamu undangan memberikan selamat pada kedua mempelai, Mauren yang tidak mau jauh dari kedua orang tua nya. Lebih memilih duduk di kursi pengantin, di antara Adinda dan Yudha.
"Selamat ya. " ucap Ayu langsung memeluk tubuh Adinda, begitu pun juga Brasama mengucapkan selamat pada Ayu dan Adinda.
"Jaga Adinda dan Mauren, bahagia kan mereka berdua." ucap Brasmana pada Yudha.
__ADS_1
"Pasti itu." ucap Yudha.
"Selamat bu, Pak Yudha." ucap Aksana.
"Selamat Ibu, Pak Bos, semoga samawa." ucap Mirna.
"Selamat Ibu Adinda, Pak Yudha." ucap Pak Danang.
"Makasih semua nya." ucap Adinda.
"Makasih ya." ucap Yudha.
****
Adinda dan Yudha setelah acara selesai mereka langsung menuju ke kamar pengantin, yang berada di hotel tersebut.
Pintu kamar di buka nya, terlihat indah dan romantis kamar pengantin mereka. Tempat tidur, terdapat bentuk love dari kelopak bunga mawar merah.
Yudha langsung memeluk tubuh Adinda, di kecup nya tengkuk leher Adinda, tangan Yudha sudah menurunkan resleting gaun pengantin yang di pakai istri nya.
"Mas akan buat kamu, bahagia malam ini." bisik Yudha di telinga Adinda, dan mengigit kecil daun telinga nya.
Adinda membalikkan tubuh nya, di kalungkan kedua tangan nya di leher Yudha. Satu kecupan mendarat, Yudha berikan pada bibir Adinda.
"Nggak nyangka, Ajudan saya malah jadi suami."
"Nggak nyangka juga, Bupati Kabupaten M adalah istri Mas."
"Makasih ya, sudah sampai di titik ini."
Tangan nya bermain, di atas tubuh Adinda, hingga setiap lekuk, tak terlewat, Yudha pun melepaskan pakaian yang di kenakan oleh Adinda, namun saat hampir terlepas semua, suara ketukan pintu yang sangat keras.
"Mami.. !!! open the door. "
"Mami..!!! Papi..!! "
"Mas, Mauren. " ucap Adinda langsung memakai kembali pakainya. Sedang kan Yudha, yang sedang mode on langsung mengehela nafas panjang.
Ceklek
"Mauren." ucap Adinda membuka pintu kamar, dan Mauren langsung menerobos masuk.
"Adinda, anak kamu itu terlalu. Dari pagi sampai mau pulang, bikin ulah. Di mobil nangis kejer, ingin tidur sama kamu." ucap Ibu Mira, dan Adinda hanya menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Ya sudah, Bu nggak apa - apa." ucap Adinda.
"Maaf, Ibu nyerah sama Ayah. Ajudan kamu juga sama, maaf mengganggu malam pengantin kalian."
"Iya bu, hati - hati di jalan."ucap Adinda, dan langsung menutup pintu kamar nya.
Mauren menatap Yudha dan Adinda, terlihat rambut Adinda yang sudah tidak rapih, bahkan terlihat seprei yang acak - acak an, dan kelopak mawar yang berjatuhan di lantai.
" Mami habis berantem sama Papi ya?" tanya Mauren.
__ADS_1
"Nggak, kenapa? "jawab Mauren.
"Rambut Mami, kenapa tidak rapih. Acak - acak an begitu." tunjuk Mauren, dan Adinda memegang rambut nya.
"Oh ini kan, bekas hair spray, Mami mau keramas mau mandi. Dan tadi kan, lagi di copotin semua yang ada di kepala di bantu sama Papi."
"Oh." ucap Mauren langsung naik ke atas tempat tidur.
Yudha hanya menatap gemas ke arah Mauren, dan Mauren kembali menatap Papi nya, yang sama - sama menatap nya.
"Papi kenapa? kok bete gitu."
"Papi gemas, pengen makan kamu. "
Aaaaaaaa
"Papi... hahahahahaha.. Papi geli Papi...!!! " Yudha langsung menggelitiki Mauren di atas tempat tidur.
"Mauren kenapa? ingin tidur sama Maki Papi ya?" tanya Yudha.
"Iya, Mauren ingin tidur sama Mami Papi. Dan mulai sekarang, Mauren setiap malam tidur nya sama Mami Papi."
"Eh.. jangan." ucap Adinda.
"Kenapa?" ucap Mauren.
"Kamu sudah besar, masa mau tidur bertiga."
"Nggak mau, pokoknya tidur sama Mami dan Papi."
"Kalau Mauren tidur sama Mami Papi, nanti Mauren nggak dapat adik." ucap Yudha.
"Nggak dapat adik?"
"Iya, Mauren mau adik nggak? kalau ada adik, nanti Mauren bakal ada teman main nya."
"Mau Papi, tapi Mami sama Papi buat adik nya gimana?"
"Proses, hanya orang dewasa yang tahu."
"Pake adonan ya Papi, seperti buat Pizza?"
"Ya nggak juga sih, hanya orang dewasa yang tahu."
"Kasih tahu dong Papi? biar nanti Mauren cerita sama teman - teman, kalau Papi sama Mami cara buat adik nya begini."
"Stop Mauren, sekarang cuci kaki, cuci muka terus tidur. " ucap Adinda.
"Papi mau buat adik katanya Mami."
"Stop, ikut Mami ke kamar mandi." ucap Adinda dan langsung membawa Mauren ke kamar mandi.
.
__ADS_1
.