Pak Ajudan Tembak Dong...!!!

Pak Ajudan Tembak Dong...!!!
Papi Yudha


__ADS_3

Yudha meyuapi Adinda, bahkan mereka saling suap - suapan. Adinda mengusap sudut bibir Yudha, yang terdapat sedikit nasi yang menempel.


"Mau nambah nggak? " tanya Yudha.


"Nggak ah, kenyang. Nanti gemuk lagi. "jawab Adinda.


" Ya nggak apa - apa, gemuk itu berarti sehat."


"Nanti nggak seksi, di lihat sama Mas nya."


"Ya nggak lah, masa karena gemuk, kamu Mas tinggalkan."


"Kan secara Mas mantan nya banyak."


"Mulai deh, bahas masa lalu. "


"Nggak suka ya? "


"Nggak lah. "


"Uh.. marah. "


Cup


Yudha mengecup bibir Adinda dan langsung, mengerucut kan bibir nya. Yudha tersenyum dan memanggil pelayan kembali, untuk nambah satu porsi lagi.


"Mba, minta tambah satu porsi lagi ya."


"Baik Pak, mohon tunggu."ucap nya lalu pergi


Yudha melihat Adinda yang sedang menatap nya, dan langsung membelai rambut nya, sedangkan Adinda langsung bersandar di dada Yudha.


" Sama Rafael pernah begini nggak sih? " tanya Yudha.


"Mulai, katanya nggak mau bahas masa lalu. "


Hahahaha..


"Iya, maaf. "


Makanan pun datang, mereka langsung duduk berjauhan, dan Yudha mulai makan kembali dengan lahap.


***


"Masih hujan saja, padahal udah jam 11 malam, jadi gimana pulang? " ucap Yudha sambil menjadi sandaran Adinda yang sedang duduk menyandar di tubuh Yudha.


"Pulang lah Mas, sampe sana juga udah malam banget. Mauren takut bangun, kayak kemarin cariin saya. "


"Ya udah, Mas bayar dulu ya. Eh iya tadi beli apa buat Mauren? " ucap Yudha


"Lihat saja di sana. " ucap Adinda.


****


Pukul 3 mereka baru sampai, terlihat sangat sepi, hanya penjaga malam, yang bertugas di depan.


Adinda langsung berjalan mendahului Yudha, dan langsung menuju ke kamar Mauren. Saat pintu kamar di buka, Mauren tertidur pulas, bersama Mirna. Dan Adinda, menutup kembali.


"Mimpi indah. " ucap Yudha pelan saat akan masuk kedalam kamar nya.


"I love you. " ucap Pelan Adinda dari jauh.


"I love you too." balas Yudha.


****


"Bangun sayang. " ucap Adinda sambil menciumi wajah Mauren.


"Mami, ih.. lepas masih ngantuk. " ucap Mauren.

__ADS_1


"Bangun sayang, masa tidur terus. Lihat, Mami bawa apa buat kamu. "


Mauren langsung membuka kedua mata nya, dan langsung menoleh ke arah sebuah paper bag, dan langsung bangun terus duduk lanjut membuka isi dari paper bag tersebut.


"Mami... ini snack, sama hiasan dari kayu kereta kencana. "


"Gimana, suka? "


"Suka Mami, ini snack nya juga, oleh - oleh kota z. Mami main nya jauh, sama siapa?"


"Itu dari Om Yudha. "


"Wah.. om Yudha baik."


"Sayang, boleh Mami bicara sesuatu nggak sama kamu? "


"Apa Mami? "


"Kalau Om Yudha jadi Papi nya Mauren mau nggak? "


Mauren diam, dan menatap Mami nya, lalu membuka snack tersebut dan memakan nya. Adinda hanya diam menatap Mauren, yang sedang menikmati isi snack.


"Mauren nggak setuju ya? " ucap Mauren, sambil tersenyum menunjukkan deretan gigi nya.


"Mauren mau kok." ucap Mauren, dan Adinda langsung memeluk tubuh Mauren.


"Makasih sayang, makasih ya. "


"Sama - sama Mami, Mauren sayang sama Om Yudha. "


"Mulai sekarang panggil Om Yudha Papi. "


*****


Adinda, Mauren dan Yudha berada di SEA word, Mauren tampak senang melihat sebuah ikan besar di aquarium, Adinda yang tak lupa tertutup masker dan kacamata hitam nya.


"Papi... ini nama nya apa?" tunjuk Mauren, pada sebuah ikan hiu.


Mauren berlari kesana kemari, sambil di ikuti dari belakang oleh Yudha. Sedang kan Adinda berjalan di belakan nya.


"Mauren, jangan lari - lari nak, capek Papi nya." ucap Adinda.


"Mauren, sini balik lagi. " panggil Yudha, dan Mauren langsung menghampiri Yudha.


"Tuh kan berkeringat, tadi lari - lari terus." Yudha mengusap keringat di kening Mauren dengan tissue yang diberikan oleh Adinda.


"Istirahat dulu ya, capek. Mami Papi kejar - kejar kamu terus. " ucap Adinda.


"Mau kesana. "


"Nanti, cari makan dan minum yuk."


"Nggak mau. " rengek Mauren, dan langsung di gendong oleh Yudha.


"Nanti sama Papi kesana. "


Mauren pun menurut, dan mereka berjalan mencari, tempat untuk bersantai, dan menemukan sebuah cafe, di lokasi yang berbeda.


"Capek ya kejar - kejar Mauren." Adinda mengusap keringat di kening Yudha.


"Aktif ya anak kamu. "


"Ya gitu, sama saya juga kalau di ajak ke Mall, lari - lari sendiri saja, entah semau dia. Untung Papi nya sabar, walau kasar sama Mami nya. "


"Sudah, jangan bahas keburukan Papi nya, yang penting Papi nya tanggung jawab, saya sama anak nya. " ucap Yudha sambil menatap Mauren yang sedang menikmati es krim.


"Mauren, mau jajan apa lagi? "


"Nggak Papi, makasih. "

__ADS_1


****


"Kamu setiap pulang, tidak pernah kasih tahu. Ibu kan bisa, masak makanan kesukaan kamu." ucap Ibu Nuha.


"Nggak usah capek - capek bu, kalau ingin makan nanti Yudha cari sendiri."


"Ya nggak, kamu kan pulang jarang, masa ibu tidak masakin kamu makanan yang enak - enak. "


"Ketemu sama ibu saja sudah seneng."


"Gimana kabar kerjaan kamu? "


"Alhamdulillah lancar, berkat doa ibu. "


"Syukur lah, kalau tidak ada masalah."


"Bu, saya ingin bicara sama ibu serius."


"Bicara apa? "


"Saya sama Adinda pacaran. " ucap Yudha, dan raut wajah ibu Nuha langsung berubah.


"Kenapa harus pacaran sama dia? "


"Kami saling mencintai, dan saya ingin mengajak nya menikah. "


"Kamu apa tidak ada wanita lain, apa harus Adinda. "


"Saya mencintai nya bu, apa ibu tidak merestui kami? "


"Jujur, Ibu tidak ingin kamu menikah dengan seorang pejabat atau anak pejabat. Lebih baik kamu menikah dengan orang biasa saja. Jangan dengan orang besar, lagian ibu lebih senang kamu menikah sama Elisa."


"Saya tidak mencintai Elisa, saya mencintai Adinda. "


"Kalau tidak, sama si Karina, ibu setuju." ucap Ibu Nuha.


"Saya tidak mencintai nya Bu."


*****


"Bu, ada Pak Rafael, katanya ingin bertemu dengan Mauren. " ucap Aksana.


"Bilang sama Ayu, untuk temani Mauren bertemu dengan Papi nya." ucap Adinda.


"Baik Bu. "


Aksana pun, berjalan menemui Ayu dan meminta untuk menemani Mauren, bertemu dengan Papi nya.


Rafael tersenyum, saat melihat Mauren, berjalan mendekat. Lalu Rafael, langsung memeluk putri nya.


"Papi kangen sama kamu, ini Papi bawakan baju untuk kamu. "


"Makasih Papi. "


"Sama - sama sayang, kabar Mami bagaimana? "


"Mami masih di kantor, Papi Mauren punya Papi baru. "


"Papi baru? "


"Iya, Papi Yudha, orang nya baik banget. Kemarin di ajak jalan - jalan, ke sea word sama Mami sama Papi Yudha. " ucap Mauren, lalu Rafael menatap ke arah Ayu dan Ayu pura - pura tidak mendengar nya.


"Oh gitu ya, tapi ingat Papi kamu itu cuman satu, Papi Rafael, bukan Papi Yudha . Tidak ada yang bisa gantikan, Papi kamu sayang."


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2