
sejak kelulusan sekolah Nadia gerak cepat melamar kerjaan kesana kemari , dia rajin sekali mencari lowongan pekerjaan karena memang dia ingin segera bekerJa agar bisa membantu orang tua nya. seperti keinginan Rere setelah lulus dia terbang ke malasya menjadi TKW bahkan Yunda ikut serta,mereka bekerja di pabrik mengikuti saudara sepupu Rere yang sudah terlebih dahulu bekerja disana.itu kabar terakhir yang Nadia dengar karna dari sejak kelulusan itu Rere dan Yunda sudah betul2 tidak mau bertegur sapa lagi dengan Nadia akhirnya Nadia pun menyerah dan sudah tidak berusaha menjalin komunikasi lagi dengan mereka.
***
malam itu Nadia sedang duduk diteras memandang bintang ,dia kangen sekali dengan Abi sudah setahun ini dia tidak bertemu, sedang apa kamu disana mas Abi ? batin Nadia dia tersenyum memandang bintang itu membayangkan Abi sedang tersenyum juga padanya.
kakkk!!! teriak Nadine
Nadine apaan siy !! ngaggetin aja siy!! bentak Nadia, Nadia kesal sekali karna Nadine membuyarkan lamunanya.
Lagian siapa suruh merem2 senyum2 sendiri kaya orang stress , kaka gak denger daritadi bapak sama ibu manggil kaka!! dasarr .kata Nadine sambil berlalu.
hahhh masa siy dine ??? jawab Nadia lalu berdiri dan berlari masuk menghampiri bapak ibunya.
Maaf bu ...Nadia tidak dengar kalau ibu sama bapak panggil Nadia , kata Nadia
kamu lagi memikirkan apa siy nak ? sampai kamu tidak mendengar sama sekali ? tanya bapak nya
ahh enggak kok pak,ada apa pak , bu ? jawab Nadia.
jangan bilang kamu mikirin adik siska siy wanita perusak rumah tangga orang itu !!! hardik ibunya
Nadia tersentak ibunya tau apa yang dia pikirkan, tapi Nadia hanya diam tidak menjawab apa2 .
Nad, kamu tau khan suami Tante fita ? om Han ? dia khan sekarang buka kantor cabang lagi , kemaren bilang ke ibumu kalo emang kamu mau kamu bisa ikut kerja disana itung2 sama cari pengalaman, itu juga kalau kamu mau Nad,kata Bapak nya menjelaskan.
yaa Nad , lebih baik kamu terima saja tawaran tante mu itu , disana kamu jadi bisa menabung gaji kamu karena kamu tidak perlu mengeluarkan uang untuk makan dan kost.kamu tau sendiri Nad siy Nadine sudah naik kelas 3 sebentar lagi dia akan butuh biaya untuk kuliah. ibunya ikut berbicara
Nadia masih diam dia masih memikirkan, akan menerima tawaran tantenya atau tidak , Tante fita adik terkecil ibunya dia mempunyai suami keturunan cina yang kebetulan memiliki usaha yang lumayan berkembang dan sudah memiliki cabang di beberapa kota.mereka sekeluarga tinggal di kota Semarang.
__ADS_1
gimana Nak ...? apa kamu berminat ? kalau saran Bapak gapapa kamu coba dulu, semisal kamu merasa tidak betah khan kamu bisa pulang.khan juga Tantemu itu sering pulang kemari untuk menengok mertuanya .kata Bapak nya
emmm ...ya baiklah pak , Nadia mau .kapan aku bisa berangkat kesana pak ? tanya Nadia.
besok Nad , kebetulan sekarang ini tantemu lagi menengok mertuanya. kalau memang kamu mau nanti ibu akan kabari tante mu, jawab ibunya menjelaskan.
ya bu , sahut Nadia .
lalu dia masuk kamarnya , membaringkan tubuhnya disebelah Nadine.
kak , kamu betulan mau kerja di semarang kak ? apa kamu tidak mencari kerjaan disini aja kak ? tanya Nadine
iyaa dine , kenapa ? disini itu cari kerjaan susah.kamu tau sendiri kaka udah hampir sebulan melamar pekerjaan belum ada panggilan satupun,hmm ...jawab Nadia
iyaa tapi aku kayanya sepi gak ada kamu kak , walaupun kamu banyak nyebelinya siy tapi kalo gak ada kamu tetep aja ada yang kurang , kata Nadine lagi
hehe... makasih ya kak , Nadine tersenyum sambil memeluk kaka nya .
walaupun mereka sering berantem tetap saja mereka hanya 2 bersaudara, meskipun Nadia sering merasa diperlakukan tidak adil oleh ibunya tapi Nadia sangat menyayangi Nadine dan berharap Nadine bisa mewujudkan impian kedua orang tua nya.
***
Pagi nya Nadia sudah bersiap2 menunggu dijemput Tantenya, dia duduk diteras ditemani Bapak ,ibunya dan Nadine. Om Han memang asli orang sini cuma karena usahanya yang paling berkembang di semarang jadi mereka memutuskan untuk pindah kesana,mereka sering sekali bolak balik kesini untuk menengok kedua orang tua Om Han yang sudah lanjut usia.
Mobil Om Han sudah berenti didepan rumah mereka,Tante Fita yang turun dulu sambil menggandeng anak mereka yang masih kelas 1 SD, namanya Debby Anak kecil cantik yang berkulit putih tapi tidak terlalu sipit dengan muka blasteran cina jawa yang semakin membuat nya menawan, tante fita mirip sekali dengan Nadine banyak sekali orang yang bilang seperti itu. kalau Nadia memang lebih mirip ke bapak nya.
Hallo semua , kamu udah siap semua packing nya Nad ? sapa Tantenya
sudah tan , tinggal berangkat aj nech.Hai debby cantik ? kata Nadia sambil mendekati debby dan memeluknya
__ADS_1
kaka Nadia ikut Debby yaa ? tanya Debby menyambut Nadia.
iyaaa sayang, boleh khan ? kata Nadia
bolehh donk ,nanti bobonya sama Debby yaa kak ? celoteh Debby lagi .
siapp ...ayok main dulu sama kak Nadine,kata Nadia sambil mencubit pipi Debby
Nadia membawa Debby masuk ke kamarnya bersama Nadine, ibu dan bapak nya berbincang dengan tante fita juga om Han.
fitaa, aku titip Nadia ya,maaf ya Han jadi merepotkan kalian,kasian dia lamar kesana kemari belum ada yang dipanggil , kata ibu Nadia sambil menghidangkan teh panas di meja.
gak lah mba , mana ada merepotkan kebetulan Adminku keluar kemaren karena menikah jadi sekarang tinggal 1 dan gak bisa kalau pegang semuanya.nanti Nadia bisa belajar dulu disana, Jawab Han
iya Mba , kebetulan sekali pas ada posisi yang kosong rejekinya Nadia , kata fita menambahkan.
Makasih sekali yaa fit ,Han, sudah membantu Nadia saya betul2 berterimakasih pada kalian ,kata Bapak Nadia.
Oiya mas Wiji , bukanya anak mas Wira kuliah di semarang juga , siapa ya namanya aku lupa ? tanya fita
iyaa Fit , siy Arta.aku sudah suruh Nadia hubungi kalau sudah disana ,jawab bapak Nadia.
Setelah 30 menitan mereka berpamitan akan segera melanjutkan perjalanan, karna mereka juga gak mau terlalu malem sampai semarang.
Nadia jalan dulu ya pak , bu ,doakan nadia betah disana bisa bekerja dengan baik ,pamit Nadia menyalami kedua orang tuanya dan memeluk Nadine.
Baik2 kamu disana Nak , jangan lupa kewajibanmu ya Nak, ingat pesan2 Bapak dan ibu ya , jawab Bapak nya sambil mengelus rambut putrinya .
Nadia masuk mobil dia duduk di belakang bersama Debby, mobil melaju pelan meninggalkan kota kelahiran Nadia ."Bismillah" mudah2an ini awal yang baik untuk kehidupan ku selanjutnya Amin, doa Nadia dalam hatinya.
__ADS_1