
Aku kembali ke posisi dudukku semula .aku berharap Abi tak mendekatiku walaupun dari sudut hati yang paling dalam aku Ingin sekali menemuinya tetapi aku tidak mempunyai alasan tepat atas semua yang aku lakukan kepadanya. setelah mbak Pur memberikan pesananku aku bergegas meninggalkan warung mbak Pur.
Nadiaa !!! terdengar suara yang amat ku kenal memanggilku , dadaku berdebar kencang ingin rasanya aku berlari sekencang-kencangnya. tetapi langkah kakiku terasa berat untuk melangkah,
Iyaaa , aku menjawab lirih .
Kamu bisa jelaskan salah satu alasan kamu meninggalkan aku dengan cara begini ?? ujar Abi dengan suara tertekan.
Aku ... bibirku terasa kaku aku betul-betul tidak sanggup pada posisi ini.
Nadiaaa , apa kamu tau bagaimana hancurnya aku saat ini ??
Maafkan aku Mas Abi , bisikku lirih buliran air mataku jatuh sudah ,
Kamu Jahat Nadia !!! hanya demi harta kamu tinggalkan aku , dimana Nadia yang dulu aku kenal ?? ucap Abi dengan suara yang bergetar .
Maafkan aku mas , Maafkan aku tetapi aku tidak seburuk yang kamu pikir ... tangisku pecah hatiku betul-betul sakit karena ternyata Abi berpikir aku meninggalkan dia karena harta .
Dimana Nadia Aku yang dulu ??
Aku tidak menjawab pertanyaan itu aku segera berlari meninggalkan Abi yang masih mematung memandangku penuh dengan kekecewaan biarkan saja dia berpikir aku sejahat itu , agar dia segera melupakan aku dan mencari penggantiku .
Aku meletakan soto pesanan ibu di meja dan segera masuk ke kamar , sebisa mungkin ku jaga agar air mataku tidak terus mengalir .
Kok lama Nad ? tanya Ibu sambil melongok di korden pintu kamar .
Iyaa Bu , antri . jawabku pendek tanpa memalingkan muka ku beruntung Ibu tidak bertanya lagi jadi aku tidak perlu susah payah menyembunyikan wajahku yang sembab ,walopun sepeninggal Ibuku tangisku kembali pecah .
***
Nadine tau gak tadi Kaka ketemu siapa ? tanya ku pada Nadine yang sedang memainkan handphone nya diteras .
siapa kak ?
Mas Abi , ujarku pelan ada rasa sakit di dadaku setiap kali menyebut namanya .
Hah ? Kaka sempat ngobrol ? tanya Nadine yang langsung meletakan Handphone nya
__ADS_1
Iyaa dia memanggilku , yang pastinya marah dan ingin tau kenapa aku sejahat ini, tapi yang paling bikin perih dia mengira ku menikah karena harta. ujarku yang langsung menutup wajahku karena aku sudah merasakan panas di mataku .
Sabar ya kak , kata Nadine sambil mengusap lenganku .
Kakak hanya heran , kenapa ada berita kalau kakak menikah karena harta , gumanku .
kalau itu gak perlu heran kak , Khan Kaka tau sendiri bagaimana lingkungan disini , tetangga kita itu gak bakal menceritakan Yang baik-baik , jelas Nadine panjang lebar .
Tetapi kenapa Mas Abi semudah itu percaya dengan gosip-gosip yang beredar?? ujarku kesal
Yaa itu gampang kak , karena Mas Abi sakit hati makanya gak bisa memilah-milah info yang dia dengar.
Aku terdiam mendengar kata-kata Nadine aku rasa semua yang Nadine katakan benar , mungkin aku pun akan melakukan hal yang sama ketika aku berada di posisi Abi .
***
Pagi-pagi Juan Hao sudah menelpon akan menjemput ku , aku segera bersiap-siap membereskan semua barang-barang ku juga Anzel yang lumayan banyak.
Menginap Lah sehari lagi Nad , pinta Ibu memelas
Tapi Ibu masih kangen dengan "Anzel" ujar Ibu merajuk .
Kalau gitu gimana kalau Ibu yang menginap di rumahku ? kataku menawarkan
Hemm , kasihan Nadine sendirian Nad. ujar ibu menghela nafas panjang
Ya Nadine diajak sekalian donk Bu ,
Yaa coba nanti ibu bilang ke Nadine .
***
Setelah menjemput ku Juan Hao berpamitan pergi lagi , entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang terjadi . aku melihat raut muka Juan Hao yang penuh dengan kekhwatiran .
Nadia , Nadd...
Aku menggeliat kulirik Jam masih pukul 22.30
__ADS_1
Terlihat Juan Hao disisi ku , tak biasanya dia membangunkan aku .
Ada apa Koh ? tanyaku
Aku mau bicara Nad , bisa bangun sebentar ? pintanya
Sepertinya ada yang penting yang akan disampaikan oleh nya , aku bangun dari tidurku dan duduk di sebelahnya.
Iyaa kenapa Koh ? kayaknya ada yang serius siy Koh ??
Nad , kita pindah Jakarta yaa , kita akan memulai semuanya lagi dari nol ,rumah dan mobil sudah ku jual semuanya kita akan membuka usaha disanaa saja, ucap Juan Hao serius sambil memegang tanganku .
Hah Jakarta Koh ? aku tersentak kaget mendengar ucapan Juan Hao bagaimana mungkin aku akan pindah kesana nantinya aku akan jauh dari Ibu dan Nadine , dulu mungkin masih ada Bapak aku gak papa tetapi sekarang mereka cuman berdua rasa-rasanya aku gak tega meninggalkan Ibu dan Nadine .
Iyaa Nad , kita ke Jakarta disana koh 'Hasan dan Miranda memiliki usaha yang sudah berjalan dan sukses kita bisa meminta bantuan mereka .kamu mau Khan ?? tanya Juan Hao
Kenapa tiba-tiba Koh ? apa ini ada hubungannya dengan "Meliana" ucapku entah kenapa aku merasa ini semua ada hubungannya dengan wanita itu .
Dia bukan 100% alasan aku mengajakmu pindah Nad !! tetapi memang dia salah satu alasan juga kenapa aku mengajak mu pindah dari kota ini , ujar Juan Hao pelan
Boleh aku Tau Koh ? alasan utama nya apa ?? ucap ku sambil menatapnya.
Aku bangkrut Nad , kemarin rumah dan mobil digadaikan , uang nya aku pakai untuk Judi aku pikir aku bakal menang Nad ternyata aku kalah , ucap Juan Hao lirik sambil menunduk lesu.
Astaga koh !!! kenapa penyakit lama kamu kumat lagi ??? bukankah kamu udah janji sama Mami Johana tidak akan berjudi lagi ?? lalu uang hasil penjualan mobilku ??? Hardik ku pada Juan Hao aku betul-betul kesal dibuatnya
Ituu ...Ituu... uangnya dipakai emm dipinjem Meliana , ujar Juan Hao lirih.
Aku menghela nafas panjang mencoba menahan emosiku.
Ohh begitu ?? Mobilku itu memang dibelikan oleh mu Koh !!! tetapi mobil itu sudah kamu berikan untukku , itu sudah menjadi hak aku dan Anzel !!! tapi kenapa dengan teganya kamu malah Jual mobil itu dan memberikan uangnya pada wanita bajingan itu !!!! bentakku keras sampai-sampai Juan Hao kaget.
Sudahlah Nadia , kamu gak akan mengerti posisiku saat itu , aku janji aku akan belikan lagi mobil baru untuk mu setelah usaha kita nanti disana berjalan , cetus Juan Hao yang mulai terpancing emosi nya
Bukan Masalah mobil Koh yang aku ributkan aku ikhlas semisal kamu menjual mobil itu untuk modal usaha ,tapi tidak untuk bersenang-senang sundal itu !! ucapku ketus
Aku hanya menghela nafas panjang lalu memejamkan mataku , "apa aku sanggup pindah ke Jakarta"
__ADS_1