Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
53


__ADS_3

Sudah 3 hari ini Nadia meminum jamu ramuan Yu sas tiap malam iya merasa badanya panas tapi herannya kenapa masih belum ada reaksi apa2 , setau Nadia dulu Ade pernah bilang kalau memang janinya sudah keluar akan ada pendarahan seperti layaknya orang sedang haid .


Adeeee andaikan kamu masih adaa , gumanku lirih


Nadia kamu sudah betul2 sehat ? tegur Guan Fai


Sudah pak Guan , jawabku


Nad apa benar kemarin siy Juan sempat kerumah mu ? tanya Guan Fai lagi


Iya pak Guan katanya pak Juan ada keperluan disana dekat rumah ku jadi sekalian mampir kerumah ku pak ... ucapku .


Ohhh gitu , sahut Guan Fai yang terus pergi meninggalkan Nadia .


Dari balik pintu gudang terlihat tatapan Tora yang mendengar kalau Juan Hao dari rumah Nadia dia mendengus kesal sepertinya memang Juan Hao ada perhatian lebih ke Nadia aku harus gerak cepat ,batin Tora


Nad , tar pulang biar kamu aku anterin aja yaa tukas Juan Hao


Emm ... aku bingung harus menjawab apaa


gak ada penolakan kali ini Nad ...sahutnya


***


Nadia tadi yang anter kamu pulang siapa siy ? tanya ibu


Ohh itu pak Juan Hao Bu


Itu bukanya yang kemarin nengok kakak ya ? celutuk Nadine


hemm ... iyaaa


Suka sama kamu kali ya Nad ? mau tuh ibu punya menantu pengusaha kaya dia ,hihihi


goda ibuku meledek


hemmm apaan siy ibu Halu tingkat dewa , jawabku sambil mencebikan mulutku


Aku masuk kamarku meninggalkan adik dan ibuku pikiranku betul2 kacau saat ini memikirkan kondisi kehamilanku Bahkan jamu pun sudah habis tapi tetap gak ada reaksi kemarin aku sempat berusaha menemui pak Bara lagi tapi selalu saja tidak ada ditempat sebenarnya aku tau dia hanya menghindar saja .


Kak ... kenapa siy kamu ? kayaknya sekarang sering banget ngelamun gitu !! tanya Nadine

__ADS_1


gak papa Nadine ...lagi banyak pikiran ajaa , jawabku pendek .


Nadine tidak bertanya lagi dia membaringkan tubuhnya di sebelah Nadia tanpa bertanya apapun lagi .


Sejak Nadia tidak menolak dianter pulang oleh Juan Hao mereka semakin dekat Bahkan memang Juan Hao sudah menyatakan perasaanya pada Nadia tapi Nadia hanya diam dia cuma bilang untuk menjalani saja


Pagi itu Nadia berangkat agak siang di gudang sudah ramai ketika Nadia membuka laci tiba2 pluk ada kertas jatuh , sepertinya itu kertas yang sengaja diselipkan di laci Nadia


Kertas apa ini yaa , Nadia buka kertas itu ternyata kertas itu surat , iya surat dari Tora isinya ini ...


Haii mbak Nadia ...


Maaf kalau paginya terganggu dengan adanya surat ini , hehehe... Mbak aku bikin surat ini dengan penuh perjuangan loh karena berhari2 aku merangkai kata2nya . ( Nadia tersenyum geli membaca bagian ini ) Mbak ijinkan aku untuk Jujur yaa ... dari sejak pertama melihat mbak Nadia aku sudah jatuh cinta dengan kamu mba ... bolehkah aku menjadi pacarmu mbak ?? ( deggg!!! aku ditembak ternyata) Mbak aku tidak meminta balesan surat ini tapi kalau memang mbak Nadia mau jadi pacarku temui aku pulang kerja nanti ,


Toraaa yang mencintaimu .


Nadia senyum2 membaca surat itu lucu sekali Tora tuh ada2 saja.


Kenapa Nad kok senyum2 gitu itu kertas apaa siy ?? ucap Juan Hao yang tiba2 sudah didepan Nadia .


Ehh enggak kok bukan apaa2 ko... jawabku dia memang udah gak mau aku panggil pak


Mana liat !! serunya sambil merebut kertas itu


Kertas itu disobek2 oleh Juan Hao lalu dilemparnya "Norakkkk" umpatnya


Nadia melihat ke arah Tora yang melihat semuanya muka Tora langsung berubah merah menahan malu saat itu juga dia langsung berlalu dari hadapan Nadia yang tidak jauh darinya .


Saat makan siang Nadia langsung mencari Tora ... kebetulan Juah Hao sudah berangkat mengikuti sales2 yang didampinginya .


Alifff ... tau Tora gak dimana ? tanyaku pada salah satu anak gudang .


Mas Tora dibelakang mbak Nadia ,


dari kejauhan terlihat Tora sedang duduk membelakangi Nadia .


Tor , panggilku sambil memegang pundak nya pelan .


Mbakk Nadia !!! kalau memang kamu tidak menerima cintaku gak masalah kok tapi gak perlu kamu mempermalukan aku didepan Juan Hao !!! bentak Tora keras Nadia sampai mundur dari dekatnya


Aaa...kuu... tidak ada magsut seperti itu Tora aku tadi ...

__ADS_1


Cukuppp !!! aku gak butuh penjelasan mu !! Puas kalian ya mempermalukan aku !!! kata Tora lagi dengan Nada keras


Tora dengarkan penjelasanku duluu ... pinta Nadia memohon


Gak ada yang perlu dijelaskan !!! aku kasih tau ke kamu yaa !!! "kamu bakal menyesal seumur hidup jika sampai memilih Juan Hao sebagai pendampingmu " kamu belum tau siapa dia mbak !! ucap Tora sambil menunjuk muka ku lalu pergi meninggalkan aku.


"Ya Allah " kenapa aku lagi yang salah ..


***


Sudah 4 bulan usia kandungan Nadia dan perut ya semakin membesar , tiap hari dia memakai stagen untuk menutupi perutnya karena badanya yang kecil jadi memang tidak begitu terlihat tetapi tetap sepintar2nya orang menyimpan bangkai akan ketahuan juga .apalgi setelah usia kandungan Nadia yang mulai masuk ke 6 bulan desas desus tetangga semakin sering terdengar dan Ibunya pun sudah mulai curiga dengan keadaan Nadia .


Hubungan Nadia dan Juan Hao semakin dekat , sebetulnya Nadia juga memanfaatkan Juan Hao untuk antar jemput sehingga dia tidak lagi menerima pandangan aneh dari tetangga2nya .tapi Juan Hao sudah menganggap kalau Nadia menerimanya .


Sore itu setelah pulang kerja Juan Hao mengajak kerumahnya , hari ini pula Nadia bertekad akan bilang ke Juan kalau dia sedang hamil . Rumah Juan Hao sangat mewah dia hanya tinggal bersama 2 pembantu nya .


Bulan depan Mami akan kemari akan kukenalkan kamu dengan Mami sayang ...ucap Juan sambil mengelus pipiku .


Aku hanya terdiam aku bingung harus menjawab apaa , Mami Juan Hao memang tinggal di Jakarta dia ikut bersama Koko nya Juan dan kerumah Juan hanya ada keperluan saja


Ko , ada yang Nadia mau bicarain ? ucapku lirih


ada apa sayang ? kata Juan Hao yang langsung duduk di sebelahku .


Sebetulnya Nadia sedang hamil ko ,cetusku aku sudah tidak perduli bila Juan akan menjauhiku karena aku pun aslinya belum mencintainya.


Hahhh !!! apa katamu Nad? Hamill?? dengan siapaa !!! bentak Juan Hao


Aku hanya tertunduk menangis ketakutan terlihat muka Juan Hao yang diliputi kemarahan aku betul2 takut melihatnya .


Jawabbbbb !!! bentak Nya semakin kencang


Aaakuuuu gaaa tau Koo, jawabku terbata2 aku bingung harus menjawab apaa gak mungkin aku ceritain tentang pak Bara .


Memangnya sudah berapa banyak lelaki yang meniduri kamu hahhhh !!!! bentaknya untuk kesekian kali sambil menarik lenganku kencang


Hanya 1 orang Kooh , jangan kamu menganggap aku serendah itu kohh Haoo , tapi orang itu entah pergi kemana kohhh , aku terima bila Koh Hao gak mau sama aku lagi , jawabku sambil menangis terisak2 karena cengkeraman tanganya semakin kencang


Bodohhhh !!! sentak nya dia melepaskan cengkeramannya .


Ibumu sudah tau ? tanya Juan

__ADS_1


Belum kohh...jawabku lirih


Aku dan Koh Hao terdiam sibuk dengan pikiran masing2 ...entah apa yang akan terjadi setelah ini.


__ADS_2