
Juan Hao , menghela nafas panjang bagaimanapun dia sangat menyayangi Anzel ,tetapi saat ini keadaan Kumairah dan anak dalam kandungannya pun butuh perceraian ini , jika dia tidak menyetujui nya belum tentu juga Nadia akan meloloskan permintaanya.
Bagaimana ? Ucap ku yang melihat dia hanya terdiam , terlihat seraut wajah bimbang aku tau apa yang dia rasakan tapi maaf saat ini aku sedang tidak mau memahami perasaan orang , ucap batinku yang sedang berkecamuk .
Oke !!! Tapi jangan larang aku untuk menemui Anzel Nad , Bagaimanapun dia adalah anakku ! Darah daging ku ! Timpal Juan Hao .
Itu tidak usah kamu ajari ! Aku tidak sejahat itu ! Sahutku ketus
Baik , aku akan Transfer sejumlah uang yang bisa kamu pergunakan untuk mengurus perceraian kita ! Ucapnya kesal tidak ramah seperti tadi ketika meminta tolong.
Oke , cetus ku
Baik , aku pamit! salam untuk Ibu kamu dan Nadine yang aku sendiri tidak tau apakah salam ku diterima atau tidak tapi niatku baik.ujarnya
Cuman begitu saja ? Apa kamu sama sekali tidak ada rasa rindu pada Anzel ??? ucapku
Sangat Rindu , tetapi aku belum siap untuk menemuinya . aku permisi Nad ? pamit Juan Hao .
Aku hanya menganggukkan kepala ,melihat punggungnya yang berbalik menuju pintu sama sekali tidak ada keinginan untuk menawarinya istirahat disini .
Papahhh !!! Pekik Anzel yang baru terbangun dari tidurnya
Aku dan Juan Hao kaget dan serentak melihat ke arah Anzel yang sedang berlari menghampiri Juan Hao .
Papah , mau kemana ? Papah sudah tak pernah lagi menelpon Anzel ! Lalu sekarang kemari pun tidak membangunkan Anzel malah mau pergi lagi ! Papah udah gak sayang Anzel lagi !!! hardiknya kesal .
" Sayangnya Papah !! " Kenapa bilang seperti itu ? Papah sangat sayang pada mu Nak , Maaf akhir - akhir ini Papah tidak menelpon kamu , papah sangat sibuk . Ucap Juan Hao menjelaskan sambil memeluk Anzel
Papah bohong !!! Papah sudah gak sayang sama Anzel !!! Teriak Anzel memilukan suaranya mulai serak menahan tangis .
Sayang , ayok sini Sama Mamah ? Ujarku yang langsung mendekati nya dan mendekapnya .
Anzel kangen sama papah ! Tapi Papah udah gak sayang lagi sama Anzel , ucapnya terbata - bata menahan Isak tangisnya.
Jangan begitu sayang ? Papah mau kerja lagi biar bisa ajak Anzel naik pesawat ? Katanya Anzel ingin ke negeri salju ? bujuk ku
__ADS_1
Bener gitu pah ? Tanya Anzel polos sambil menatap Juan Hao dalam - dalam , hatiku teriris perih melihat Anzel , tetap saja dalam hal ini anak akan menjadi korban .
Benar Sayang ? Makannya Anzel doain Papah ya ? Biar cepat dapat uang banyak biar Anzel bisa segera naik pesawat ! Oke Jagoan ? Ucap Juan Hao meyakinkan .
Horeee !!! Baik Papah, Anzel akan selalu doain Papah , ujar Anzel tertawa riang . " Maafkan Mamah ya nak terpaksa Mamah bohongi kamu demi membuat hatimu tidak terluka, kelak suatu saat kamu akan paham dengan semua ini " guman ku dalam hati .
Terdengar suara klakson mobil yang menjemput Juan Hao , dia memandang ke arah kami berdua lalu memeluk dan mencium Anzel berulang kali dan kemudian memeluk aku demi menjaga perasaan Anzel aku diam saja tidak seperti pas kedatanganya tadi.
Hati - hati papah ? Teriak Anzel sambil melambaikan tanganya .
Juan Hao balas melambaikan tangan ,terlihat setelah itu tanganya menyeka air matanya , aku tau sebetulnya dia berat berpisah dengan Anzel , tetapi Kumairah sudah menunggunya di sana .
Kenapa kita gak anter papah ke stasiun Mah ? tanya Anzel polos
Enggak sayang , Papah dianter ke jakarta sama Om yang tadi ? ucapku sekenanya.
Setelah itu Anzel berlari ke ruang tengah dan menyalakan televisi menonton acara kartun kesayangannya , aku baru tersadar dimana Ibu yaa ? dalam hatiku bertanya - tanya , aku segera menuju ke kamar Ibu dan menyibak kordennya.
Ibu , panggilku pelan
Aku agak terkejut mendengar jawaban Ibu , sekalipun dia tidak pernah berkata kasar tetapi entah kenapa saat ini berbeda.
Sudah Bu , ucapku pendek
Maaf Nadia , Ibu belum siap untuk menemui suami kamu !! Orang yang sudah menyakiti anak dan cucu Ibu , ujarnya dengan suara bergetar terlihat sekali kebencian di mata ibu .
Enggak papa Bu , kan juga sebentar lagi dia akan jadi mantan suami Nadia , jadi Ibu tidak perlu melihat nya kembali semisal terpaksa harus melihat pun pasti dalam waktu yang lama , ucapku pelan mencoba menenangkan hati Ibu.
Apa yang dia inginkan dari kamu Nad ? tanya ibu Lirih
" Cerai " Bu , karena keluarga selingkuhannya tidak mengijinkan anaknya menikah kalau belum ada kejelasan status Juan Hao . Ucap ku pelan karena takut di dengar Anzel walaupun dia juga belum paham apa arti kata Cerai .
" Syukurlah " Lebih baik begitu dan Ibu rasa lebih cepat lebih baik Nad !!! ucap Ibu tegas
Iya Bu , besok Nadia akan segera mendaftar di pengadilan . jawabku sambil mengelus pundak Ibu .
__ADS_1
" Insyallah hak asuh Anzel akan jatuh di tangan kamu Nad , karena dia masih dibawah Umur , ucap Ibu lagi.
Iya Bu , doakan saja . Ayok Ibu makan dulu tadi gak jadi sarapan kan ? nasinya udah dingin tuh !!! ujarku sambil menuntun Ibu menuju meja makan .
***
Setelah dua hari ijin karena kemarin Nadia sudah memasukan berkas ke pengadilan, hari ini dia berangkat kerja.
Kemarin sakit apa Neng ? tegur pak Ripto
Emm kata Dokter siy gejala Tipes ! ucapku pendek .
Wah , mbak Nadia gak tau ya ada yang merana gak ketemu sama mbak dua hari ?? terdengar suara cempreng Dedi, aku pura - pura tak mendengar apa yang dikatakannya.
Aku segera duduk disebelah Kayla untuk menunggu meeting dari pak Ripto , tanpa melihat ke arah yang lain.
Kak , tau gak ? Masa kemarin tuh siy bujang lapuk maksa aku buat anter kerumah kakak !! Ujar Kayla pelan
Hahhh !!! Yang bener kamu ? Terus ?Ucapku tersentak kaget reflek aku bergidik membayangkan Rodi ke rumahku.
Yaa gak mungkin Kayla mau lah Kak ? Bisa - bisa kedatangan dia malah bikin Kakak sakit beneran !! Ujar Kayla sambil tergelak
Mau gak mau aku ikut tersenyum geli mendengar cerita Kayla , aku sempat melirik dia yang sedang curi - curi pandang terhadapku , tapi sama sekali tak aku gubris.
Sampai pada saat makan siang tiba hal yang aku takutkan terjadi .
Hai Nadia ? Kamu udah sehat ? Sapa Rodi yang Tiba - Tiba sudah membawakan sekeranjang buah Untukku .
Sudah , jawabku singkat tanpa sedikitpun melihat ke arahnya .
Alhamdulillah , Mas ikut senang . Oiya ini ada buah - buah an buat Nadia. Sebetulnya kemarin Mas minta diantar Kayla untuk berkunjung kerumah Nadia tapi Kayla gak bisa katanya Tante nya mau lahiran !!! Jadi ya udah deh dikasih sekarang ajaa .
Hahhh , maksud nya Tante siapa ? Tanya ku keheranan .
Tante Lisda lah , gimana siy Kakak lupa ? Ucap Kayla yang memberi kode lewat mata .
__ADS_1
Ohhh iyaa Iya , ucap ku yang sontak menahan tawa Ya Allah itu anak bisa aja bikin alesan kok ya aneh - aneh.