Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
44


__ADS_3

Pagi itu Nadia bergegas ke Rumah sakit dia ingin segera menemui Bagian Administrasi agar Bapak nya segera di operasi , sampai di Rumah sakit terlihat Ibunya yang sudah menunggu di depan ruangan Bapak .


Bu ini Nadia bawakan makanan Ibu sarapan dulu yaa , ini Nadia mau ke bagian Administrasi dulu . kata Nadia


Iya Nak ,Ibu tunggu disini ya .jawab Ibunya


***


Setelah melalui proses akhirnya dari pihak RS mengijinkan Pak Wiji di operasi lagi dengan catatan sisa kekurangan Biaya harus diselesaikan dalam waktu tidak lebih dari 3 hari Operasi akan segera dilakukan malam nanti .


Nadia duduk disebelah ibunya dia betul2 bingung harus mencari kekurangan uang dari mana rasanya kalau untuk meminjam saudara sudah tidak mungkin , entah kenapa pikiranya selalu menuju ke Pak Bara apaa iya aku harus minta tolong ke orang itu lagi . jangankan melakukanya membayangkan saja Nadia sudah malas sekali ,


Nad , kok kamu melamun ? tanya Ibunya sambil menyenggol lengan Nadia


Ehh gak kok Bu ... jawab Nadia kaget


Ibu tau kamu pasti sedang memikirkan kekurangan biaya operasi Bapak Khan Nad ? Dari semalem pun Ibu gak bisa tidur karena memikirkan itu tapi rasa2nya pikiran Ibu udah buntu Nad , ucap Ibunya .


Sudahlah Bu , jangan terlalu berat memikirkan semua itu Ibu tenang saja pasti nanti akan ada jalanya Bu ... kata Nadia menenangkan Ibunya dia tidak mau kalau ibu nya ikut sakit karena terlalu berat memikirkan permasalahan ini.


Nadia menghembuskan nafas panjang sambil memandangi wajah Bapaknya , apaa aku harus melakukan hal yang sama lagi ketika dulu menyelamatkan Bapak itu sama saja aku menyelamatkan Bapak dengan cara haram tapi berbagai cara sudah dilakukan hingga detik ini masih belum ada jalan keluar.


tit ... tit... tiba2 salah satu alat yang menempel pada tubuh Pak Wiji berbunyi berapa detik kemudian tubuh pak Wiji kejang2 dengan nafas tersengal2 ...


Bapak kenapa pak !!... Ya Allah suster tolong Bapak saya sus... teriak Nadia .


Mbak silahkan keluar dulu yaa Bapak anda akan kami tangani dulu , perintah perawat tersebut.


Nadia setengah berlari meninggalkan ruangan air matanya mengalir deras dia betul2 takut Bapaknya kenapa2, dia menunggu di depan ruangan Sambil menangis .

__ADS_1


Nadiaaa ... kamu kenapa Nak ... panggil ibunya sambil berlari tergopoh2 setelah keluar dari Toilet.


Bapak Bu ... hu...hu...hu... kata Nadia sambil terisak .


Bapak kenapa Nak ? Bapak baik2 saja Khan ? tanya ibunya khawatir


Tadi Bapak kejang Bu , sekarang sedang ditangani oleh dokter .jawab Nadia


Ibunya langsung terdiam air matanya mengalir deras ,Ya Allah lindungilah suami Hambamu ini.


***


Setelah kejadian Bapaknya kejang2 Nadia sudah membulatkan tekad akan segera menemui pak Bara dia tau resikonya apa tapi dia sudah tidak mempedulikan itu Demi Bapak nya dia akan melakukan apa saja termasuk merendahkan harga dirinya sekalipun, Siang itu dia langsung menuju kantor pak Bara atau tempat dia PKL dulu.


Langkah Nadia begitu berat ketika memasuki pelataran kantor itu tapi dia harus melawan semua perasaan ragu dalam hatinya dia segera menuju ke bagian recepsionist.


Siang Mbak ... bisa saya bertemu dengan Pak Bara bagian Kabag devisi 03 ? kata Nadia pelan .


Emm belom Mbak tapi bilang saja yang akan bertemu "Nadia" ucap Nadia


Baiklah ditunggu sebentar ya Bu ...silahkan duduk ,


Nadia menunggu hampir 10 menit tapi belum ada tanda2 recepsionist it menampakan dirinya .


Maaf Ibu ... Pak Bara sedang ada Tamu katanya Ibu Nadia suruh menunggu di ruang tamu dalam saja, mari saya antar , ucap recepsionist itu


Ohh iyaa , jawab Nadia lalu mengikuti langkah perempuan yang paling umur nya beda 1 sampai 2 tahun dengan Nadia .


Mereka masuk ke ruangan yang sepertinya diperuntukan untuk tamu2 penting saja setelah mengantarkan Nadia perempuan itu keluar dari ruangan berapa menit kemudian dia masuk lagi lalu membawa beberapa minuman dan snack2 cemilan .

__ADS_1


Saya tinggal dulu ya Bu , silahkan sambil menunggu Pak Bara bisa sambil makan2 atau minum dulu yang sudah saya sediakan Bu . ucap recepsionist itu sambil berlalu dalam hati dia bertanya2 siapa perempuan ini bahkan sepertinya dia tamu istimewa sekali untuk pak Bara Bahkan tadi pas di beritahu ada tamu itu pak Bara begitu gembira .


Nadia heran bisa2nya semua cemilan yang disediakan itu semua makanan kesukaannya atau ini hanya kebetulan atau memang pak Bara masih mengingat semua jajanan kesukaannya .


Sudah hampir 30 menit Nadia diruangan itu tapi pak Bara belum juga menampakkan dirinya ruangan yang dingin dan kondisi Nadia yang akhir2 ini kurang tidur membuat dia mengantuk sekali lalu dia bersandar di sofa tak terasa dia sudah terlelap .


Entah sudah berapa lama Nadia terlelap tapi ketika dia bangun dia kaget sekali karena pak Bara sudah duduk di sofa dengan santainya sambil memainkan Laptopnya .


Astaga kenapa aku bisa tertidur guman Nadia


ehhh ohh Pak Bara ... maafkan saya sampai tertidur disini kenapa Bapak tidak membangunkan saya ??? ucapa Nadia dia gugup dan kaget sekali .


Aku gak tega melihat kamu yang sedang tertidur dengan pulas nya bahkan dengkuran mu juga terdengar ... jawab pak Bara sambil menutup laptopnya .


Sekali lagi maaf pak ... ucap Nadia dia sedari tadi terus menundukkan kepalanya tidak berani menatap pak Bara.


Adaapaa Nadia ? Angin apa yang membawamu sampai kesini ? mungkin ini salah satu hari bahagia saya karena orang yang sudah lama sekali saya rindukan tiba2 ada dihadapan saya ...kata pak Bara sambil memandang Nadia .


emm maafkan saya kalau saya jadi menganggu Bapak ... sahut Nadia lagi.


Kamu itu salah apa ? perasaan dari tadi minta maaf terus ,ada apa anak manis ceritain semua sama saya .jawab Pak Bara sambil mengedipkan matanya .


Akhirnya Nadia menceritakan semua permasalahanya hingga kondisi Bapak nya saat ini hingga sampai pada tahap paling penting lidahnya terasa kaku sekali untuk membicarakan nya.


Saya turut prihatin Nad ... dengan kondisi keluarga kamu saat ini Nad ...Lalu apa yang harus saya lakukan untuk meringankan beban kamu . tanya pak Bara


Saya masih kurang dana untuk biaya Operasi Bapak saya, apa pak Bara bisa bantu saya lagi ?? jawab Nadia


He...he...he ... saya tau pasti uang yang kamu butuhkan juga lumayan banyak !!! kamu sudah pikirkan saya akan meminta imbalan apaa ?? tanya Pak Bara tiba2 tegas

__ADS_1


Sudah Pak ... Bapak tinggal tentukan kapan tapi saya mau secepatnya pak , karena kondisi Bapak sudah semakin kritis , jawab Nadia sambil masih terus menundukkan kepala .


Oke ... pulanglah nanti saya kabarin kita akan bertemu Kapan dan dimana ...kata Pak Bara sambil berlalu meninggalkan Nadia .


__ADS_2