
Wah wah ... Udah dapet pengganti aja nih Nadia ?? Suara tetangga depanku yang memang agak julid tiba-tiba menegurku.
Maksudnya apa ya Bu ? ucapku
Masa gak tau sie ?? Maksudnya udah punya pacar lagi ?? Pengganti papahnya Anzel !!! Sahutnya
Ohh , itu hanya teman Bu .bukan siapa - siapa . Balasku tetap sopan walaupun ingin sekali menghardik nya .
Teman tapi mesra ?? Timpalnya membuat aku makin gemas .
Yaa Terserah ibu aja , mari Bu saya masuk dulu . Sambil meninggalkan dia .
Namanya Bu Sukidi , Walaupun sudah tua dan janda tapi Memang sifat tetangga depan rumah ku ini agak lain , suka sekali ikut campur urusan orang lain dan mengomentari kehidupan orang lain.
Wah , udah jadian apa kak ? goda Nadine ketika aku masuk kerumah .
Jadian apa ? Ucapku bingung
Jadian sama Bos kakak lah ?? Ucapnya meledekku
Sialan kamu !! Lama - lama kamu jadi mirip kayak Bu Sukidi tau gak ??? hardik ku pada nya
Nadine tertawa puas karena melihat aku kesal , ku lempar wajahnya memakai bantal , Ibu sampai geleng - geleng kepala melihat kami .
Malam itu Ibu kerumah Tante Lisda dan Anzel , membantu Tante Lisda yang kebetulan ada Arisan keluarga dari Om Garda , aku hanya berdua saja dengan Nadine .
Kak ,aku mau pergi ya sama belo ? ucapnya yang sudah berdandan rapi .
Lahh kamu masih sama belo ? Aku pikir kamu sudah gak sama dia Dine ? Jawabku aku heran sama Nadine teman laki - lakinya banyak sekali , yang naksir adikku ini memang banyak tetapi entah kenapa sepertinya hatinya hanya untuk Belo.
Masih lahh kak !! Aku sama yang lain cuman karena memang mereka itu baik aja sama aku dan royal .ujarnya santai
Terus emang Belo gak cemburu melihat kamu dengan lainya ? sahutku
__ADS_1
Entahlah kak , mungkin sebetulnya cemburu tapi gak bisa berbuat apa - apa .
Nadine , kamu jangan begitu ? kasihan Belo lagipula lelaki yang kamu manfaatin itu nanti lama-lama juga sadar kalau kamu hanya manfaatin dia aja .kakak takut nanti kamu di apa-apain . ucapku menasehati
Tenang aja kak , aku bisa jaga diri kok sebetulnya aku ya ingin hanya setia sama belo tapi kakak tau sendiri ibu gak pernah menyetujui hubungan aku dengan Belo , keluh Nadine sambil mengecek handphone nya.
Aku hanya terdiam kenapa kisah cinta aku sama Nadine sama ya , hanya dulu aku tetap memilih setia pada Abi , kalaupun aku menjual keperawanan aku pada pak Bara itu semua hanya karena terpaksa .
Kak , aku jalan dulu ya ? Belo udah jemput ! Pamit Nadine padaku .
Ya udah , hati - hati jangan pulang terlalu malam . pesanku pada Nadine yang dibalas dengan anggukan kepalanya , setalah Nadine pergi aku segera menutup pintu dan menguncinya lalu menonton televisi sambil tiduran .
Aku hampir terlelap ketika mendengar suara ketukan pintu, siapa sie ganggu aja !! Gerutuku dalam hati .
" klakk " aku buka pintu kamar ,
Hai Nadia ? aku betul - betul terkejut melihat siapa yang datang kerumah .
" Mas Artha " !! mataku hampir melotot melihat kedatangan kakak sepupu ku yang dulu hampir saja memperkosa aku.
Ohh ya Mas , makasih !! Apa ada lagi ? Tanyaku ketus
enggak sie , emm Ibu kamu dimana ?
Ibu lagi kerumah Tante Lisda , ya sudah kalau memang sudah gak ada keperluan lagi mas !! Aku bersiap menutup pintu aku gak mau kejadian dulu terulang kembali tetapi bersamaan dengan itu ibu dan Anzel pulang. .
Ehhh ada Artha ? Kok gak disuruh masuk sie Nad ?? ucap Ibu ternyata ada Tante Lisda juga yang mengantar Ibu , dengan terpaksa aku membuka pintu .
Ayok masuk dulu , ucap Ibu Ramah .
Maaf Bulik , tetapi Artha masih disuruh Bapak untuk mengantarkan ketempat lainya . sahut Artha sambil melirik Nadia yang menatapnya tajam .
Ohh begitu , Ya udah sampaikan salam Buat bapak sama Ibu ya ? Bulik , terimakasih kiriman nya . Ucap Ibuku .
__ADS_1
Iya Bulik , Artha pamit dulu mari Nad . Pamit Artha sambil menganggukkan kepalanya pada Tante Lisda .
Kamu kenapa sie Nad ? kayaknya gak suka gitu !! Tegur Ibu yang mungkin melihat tatapan sinis ku..
Enggak papa kok Bu , ucapku singkat dan langsung mendekati Tante Lisda dan Anzel .
Nadine pergi kemana Nad ? Tanya Ibu yang tidak melihat keberadaan anak itu
Keluar Bu ,
Sudah malam masih aja kelayapan !! Gerutu ibu aku segera mengambil handphone aku dan mengirim pesan pada Nadine agar segera pulang karena Ibu sudah di rumah .
Sakha , kok Ayah gak Ikut ? Sapa ku pada anak Tante Lisda walaupun sebenarnya hanyalah basa basi .
Ayah belum pulang mbak Nadia , jawab nya polos .
Nad , emang kamu sama Kayla jadi mau kerja di Semarang ? Ucap Tante Lisda sambil duduk di sofa ruang tengah kami .
Iyaa Tante , mungkin bulan depan .
Terus nanti kalian disana tinggal di rumah Tante Fita Khan ? Ujar Tante Lisda lagi
Ohh itu belum tau Tante, karena sepertinya ditempat kerjaan kami ini ada mess .lagipula gak enak ahh ngikut di tempat Tante Fita. ucapku apalagi aku dengar sekarang ini kondisi om Han sedang tidak baik - baik saja , perusahaanya sedang diambang kehancuran .
Ohh begitu , ya sudah yang penting kalian bisa jaga diri yaa ? oiya Nad kata Kayla tadi lihat Om garda ya ? Ucap Tante Lisda pelan matanya melirik Sakha yang sedang asyik bermain dengan Anzel .
Iya Tante , emm iya ketemu di kedai Teh Kayla cerita ke Tante?
Iya , dia sama selingkuhannya Khan ? penyanyi dangdut itu !! Ucap Tante Lisda ketus matanya menerawang jauh walaupun omongan nya terlihat biasa saja tapi matanya tidak bisa bohong kalau hatinya hancur .
Yaa gitu deh Tan , maaf Tante kok sepertinya Om Garda itu udah gak peduli dengan status dia ya ? Dia bermesraan jalan berdua dengan wanita lain ditempat umum bahkan kemarin ketika ketemu Nadia dan Kayla malah Om Garda pura - pura tidak kenal sama kita !! Ujarku geram .
Yaa begitulah Nad , mata dan hati Ayahnya Sakha sudah tertutup jadi tidak peduli dengan apapun yang penting dia bahagia dengan selingkuhannya itu . Ucap Tante Lisda pelan terlihat matanya yang mulai mengembun.
__ADS_1
Sabar ya Lisda , anggap saja ini Ujian rumah tangga kamu , terus berdoa hingga Allah mendengar semua doa dan Tangis mu sampai Garda kembali mencintai kamu dan sadar kalau perbuatanya itu salah . Ucap Ibu menasehati adiknya .
Iya Mbak , sekuat tenaga aku pertahankan rumah tangga kami demi Sakha mudah-mudahan aku selalu dikuatkan dan diberi kesabaran yang lebih . Ucapan seorang wanita kuat yang memang betul - betul mencintai suaminya dan rela menahan sakit dihatinya karena perlakuan orang yang sangat dicintainya. .