
Pindah Jakarta ?? ucap Ibu kaget .
Iya Bu , Nadia diajak Koh' Hao pindah kesana katanya akan memulai usaha baru dengan Koh 'Hasan dan Cik ' Miranda !!! tetapi Nadia masih ragu Bu . ucapku lirih .
Nad. Ibu tak ingin kamu jauh dari Kami tetapi Ibu juga tak ada hak untuk melarang kalian pergi , apalagi suami kamu yang membuat keputusan . jawab Ibu sedih.
Entahlah Bu , gumanku
Memang Hao mengajak kamu pindah kapan Nad ? tanya Ibu
Awal Bulan Bu ...
Ibu hanya terdiam jelas sekali terlihat guratan kesedihan di wajahnya , Nadine yang sedang tiduran di sofa terlihat pura-pura tak mendengar tapi aku yakin dia pasti dengar percakapanku dengan Ibu.
***
Aku sedang membuat sereal ketika Hao pulang
wajahnya terlihat tidak baik-baik saja , dia melewati ku tanpa menyapaku , aku segera beranjak dari tempat duduk lalu membuatkan minuman untuk nya ,
Koh , sudah makan belum ? itu kopinya sudah aku siapkan , ucapku menawarkan .
Aku tidak lapar Nad , ucap Hao singkat
Aku berjalan keluar kamar meninggalkan Ko ' Hao malas rasanya melihat wajah nya yang cemberut aku ini istrinya bukan pelampiasan amarahnya .
Nadia !!! Minggu depan kita ke Jakarta aku rasa aku tak perlu menunggu kamu untuk memikirkan ini kalau kamu istri yang patuh kemana suami pergi ya kamu harus ikut !! ucap Hao Tegas .
Aku menghela nafas mendengar kata-katanya rasanya aku gak sanggup berpisah dari Ibu dan Nadine untuk keadaan saat ini tetapi aku juga harus mengikuti perintah suamiku .
__ADS_1
Yaa , hari apa kita berangkat ? ujarku pasrah .
Minggu , mulai besok kamu siapkan apa yang akan kita bawa semua barang Anzel dan juga kita , ucap Hao sambil berlalu masuk kembali ke kamar .
Aku menghela nafas berat ...hari Minggu bearti tinggal tiga hari lagi aku disini dan akan segera meninggalkan kota dan keluarga yang sangat aku cintai .
***
Aku memeluk Ibu dan Nadine berkali-kali terlihat Ibu menyeka air matanya yang terus mengalir melihat Anak dan cucu pertamanya akan meninggalkan dia , Nadine mencoba untuk tegar tetapi tetap saja air matanya menetes.
Nadine , kamu jaga Ibu ya ? kakak tiap hari akan menelpon kalian , ucapku terguguk karena Isak tangisku .
Iya kak , jawab Nadine sambil memelukku dan mencium Anzel berkali-kali .
Ibu jangan telat makan ya Bu ? harus jaga kesehatan nanti kalau Nadia sudah ada tempat tinggal Ibu bisa main kesana. ujarku mengusap-usap lengan Ibu lalu memeluknya erat .
Aku masuk mobil kupandangi Ibu dan Nadine dari kaca mobil air mataku kembali mengalir deras, aku akan pergi disana bersama dengan keluarga yang aku belum tau bagaimana perlakuan mereka disana mudah-mudahan Allah selalu melindungi setiap langkah kami , perlahan-lahan mobil berjalan hingga sosok Ibu dan Nadine sudah tak terlihat lagi .
***
Kami sampai di rumah Koh ' Hasan pagi hari sebetulnya Kami akan kerumah Mami tetapi ternyata Mami sedang berada di rumah anak pertamanya .jadi Kami memutuskan untuk kemari dulu .
Aku begitu terkagum-kagum melihat kemegahan rumah Koh 'Hasan yang berada di perumahan elit rumah berlantai tiga dengan model klasik gaya Belanda yang mungkin disesuaikan dengan pilihan dari Cik ' Paula yang memang ada keturunan darah Belanda .
Mereka menyambut kami dengan hangat Cik' Paula yang aku pikir judes ternyata aku salah menilai dia begitu ramah dan bersikap begitu baik terhadap aku dan Anzel , ternyata orang kaya raya tidak semuanya sombong .
Setelah makan malam Kami berbincang-bincang hangat entah lah mungkin karena didikan orang tuanya ketiga anak mereka pun begitu hangat kepada kami, Kivaro,Aveo, dan Annava ternyata wajah Anzel sangat mirip dengan Aveo , walaupun usia Anzel masih belum genap setahun tetapi dia terlihat asyik dan betah bermain dengan ketiga anak Ko' Hasan .
Juan , kenapa Usahamu ? kenapa kamu tinggalkan begitu saja ? tanya Koh'Hasan pada Hao .
__ADS_1
Yaa gulung tikar Koh, karena sepi banyak permintaan tetapi kurang modal . jawab Juan Hao pendek
Ohh , guman Koh' Hasan dengan raut muka yang menunjukan ketidakpercayaannya .
Jadi apa Koko mau memberi bantuan aku modal lagi koh ? tanya Juan Hao
Kalau aku tidak ingin memberi pasti kamu juga memaksa Khan ?? berkali-kali usahamu yang sudah maju tiba-tiba bangkrut !! itu pasti karena kebiasaan mu yang lama belum hilang !! ucap Hasan ketus sepertinya dia paham watak adiknya yang gila Judi dan susah di bilangin .
Aku sudah gak berjudi lagi Koh , kalau memang Koko tidak ingin meminjamkan aku modal aku gak papa koh kalau harus kerja di pabrik Koko jawab Juan Hao pelan .
Aku tidak bisa membawa kamu berkerja di Pabrik ku karena patnerku yang sekarang melarang ada hubungan keluarga dengan karyawan !! sekali lagi aku memberimu modal karena aku kasihan melihat Nadia dan anak kamu Anzel kalau bukan karena mereka aku tidak ingin membantu mu lagi Juan. sekarang lebih baik kamu ikut usaha Miranda dengan modal yang aku berikan !! ucap Hasan dengan tegas.
Iya koh , guman Juan Hao lirih .
Nadia hanya diam mengawasi Anzel yang sedang bermain-main dengan Aveo dan Annava . dia mendengar semua perbincangan Juan hao dengan Koh Hasan sepertinya memang Juan Hao sudah berkali-kali.ditolong oleh Kakakya.tetapi selalu saja bangkrut dengan kasus yang sama .
Papi ... biarkan mereka menginap dululah disini selama semingguan ,ujar Paula
Yaa , lebih baik kalian disini dulu sampai Mami pulang kerumah Mami , ucap Johana menambahkan.
Koh ' Hasan dan Koh ' Hao hanya terdiam , memang Koh ' Hasan adalah anak dari Mami Johana yang paling sukses dia mempunyai pabrik yang lumayan besar karena memiliki karyawan kurang lebih hampir seribu orang , belum lagi toko kue yang cukup besar yang sudah ada enam outlet ,pantas saja mereka mempunyai rumah besar di kawasan elit ,dengan empat mobil berjejer didampingi asisten rumah tangga lima orang ,
Seminggu aku disini betul-betul berasa mimpi karena seumur hidupku baru pernah merasakan kemewahan hidup seperti ini. Cik' Paula orangnya sangat baik dia tetap menghargai aku walaupun aku dari keluarga tidak mampu bahkan dia sempat membelikan aku tas,sepatu, baju yang bermerk ,begitupun Mami Johana walaupun cerewet tapi beliau juga sangat memanjakan aku dan Anzel disini .
Hari ini aku dan Koh 'Hao juga Anzel pergi kerumah Miranda ya walaupun masih sama-sama dijakarta tetapi untuk menuju kerumahnya membutuh kan waktu kurang lebih dua jam .
Rumah Miranda memang tidak sebesar rumah Koh ' Hao tetapi rumah nya juga golongan mewah berlantai dua dan dikawasan elit juga. Miranda sudah mempunya dua anak perempuan bernama Sellin dan Vania usia mereka hanya terpaut setahun suami Miranda bernama Koh ' Hendi .
Koh ' Hao dan Miranda berbincang -bincang tentang Bisnis yang akan mereka jalankan aku hanya duduk di sebelah Mami Johana yang menyusul kemari sambil mengawasi Anzel yang sedang bermain-main dengan Sellin dan Vania , sekilas aku melirik melihat wajah Koh ' Hendi yang entah kenapa aku merasa dia kurang suka dengan kehadiran kami ya mudah-mudahan hanya perasaanku saja .
__ADS_1