Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
88


__ADS_3

Semakin hari terlihat sekali kalau pak Guan fai mendekatiku , sebetulnya kalau status pak Guan masih sendiri aku mau sama dia karena memang dari awal aku menyukai dia.


Hari ini aku ikut ivent Spg rokok dengan Kayla , di pertunjukan musik .


Kak , tuh cowok itu liatin Kakak terus ? Ucap Kayla memberi kodenya dengan dagu nya


Ya biasa lah liat aja baju kita seksi !! Ya pasti dimana - Mana jadi pusat perhatian , ucapku


Idih Kakak tuh ngeyel tuh liat dia malah kesini ? Ujar Kayla


Hai ? Nadia bukan ? Sapa cowok yang tadi dibicarakan oleh Kayla


Iya , siapa ya ? Ucap ku


Kamu lupa sama aku ? Aku Aldi yang dulu pernah kerja di Pak Guan fai


Aldi ?? Ucap ku mengingat tetapi sejenak aku berhasil mengingat nya.


udah ingat belum ?? Tanya Aldi lagi yang terlihat kesal karena Nadia lupa padanya .


Iyaaa ingat !!! tanpa sadar aku memekik dan tertawa


Haduhh masih muda juga pelupa !!! Loh Nad kok kamu kerja lagi siy ?? Bukanya kamu semenjak nikah dengan Koh' Hao udah gak kerja lagi ?? ucap Aldi yang keheranan


Huff ceritanya panjang !!! keluhku


Aku mau kok jadi pendengar nya ?? Ucap Aldi menggoda dulu dia sempat naksir Nadia walaupun tidak sempat dia utarakan karena waktu itu dia hanya bekerja sambilan disitu .


Yaa besok - besok kalau aku lagi gak kerja ya ? ujarku


Oke , minta nomer telepon kamu ? Katanya sambil mengeluarkan handphone nya.


Aku segera memberikan nomer teleponku lalu pamit dengan nya karena tidak enak dengan leader ku yang menatap ke arah kami .


***


Kak , ada yang cari tuh !! Ucap Nadine yang mengintip dari gorden pintu

__ADS_1


Siapa ? Tanya ku malas karena sebetulnya aku ingin tidur cepat hari ini .


" Mantan Bos mu "


Pak Guan ? Ada apalagi ya pak Guan kemari dia memang sekarang sering sekali menghubungi aku dan terlihat perhatian tetapi aku tidak ingin terlena dengan suami orang walaupun dia tidak kalah dengan boy band Korea yang digandrungi oleh remaja masa kini.


Kak !!! Malah ngelamun siy ??? ucap Nadine sambil menepuk bahuku keras


Duhh sakit tau !!!


Lagian dibilang ada tamu malah ngelamun !! Gerutu Nadine


Aku segera kedepan hanya memakai celana pendek dan kaos oblong , dengan rambut acak - acak an aku merasa tidak perlu memperbaiki penampilan ku .


Hai Nadia ? Sapa Guan Fai dengan senyum yang pasti membuat kaum hawa bisa terpesona .


Hai pak , eh koh ? Ucapku


Udah tidur ya ? Tanya nya lagi


Enggak kok , malah cantik sekali !! alami. Puji Guan fa'i yang sontak membuat aku tersipu malu .


Ngomong - ngomong ada apa pak kesini ? Tanya ku lagi


Mau ngajak jalan kamu ?? kata Guan fa'i santai


Hahh !!! Gak salah koh ?? Timpal Ku


Enggak donk , ayok gak usah ganti baju gitu aja aku suka . Ucap Guan fa'i sambil mengerlingkan matanya genit


Enggak ahh Koh , nanti dimarahin Ibu !! Aku ganti celana dulu , aku tau Salah ketika menerima ajakan Guan fa'i tetapi entah kenapa lidahku kelu untuk menolaknya.


***


Mereka berputar mengelilingi kota obrolan canda tawa mengiringi kebersamaan mereka , ya karena sebetulnya dulu pun Guan Fai juga menyukai Nadia hanya saja dia sadar diri akan posisinya .


Nad , kita ke bukit bintang yok ? Ajak Guan fa'i

__ADS_1


Hem Ke atas maksudnya ? Ujarku karena daerah bukit bintang itu berada di tempat wisata di kota ini yang berada di dataran tinggi yang memiliki hawa dingin


Iyaa kan memang adanya di sana ? Tanya Guan Fa'i polos


Emm tapi, udah malem koh ? Tolak ku halus aku hanya takut ada tetangga atau saudaraku yang melihat aku berkeliaran di situ malam - malam pasti pemikiran mereka buruk terhadapku karena memang disitu juga banyak hotel untuk pasangan yang ingin menuntaskan hasrat dan banyak wanita malam yang mangkal disitu .


Gak papa , cuman sebentar saja ? Ujar Guan fa'i seperti bisa membaca pikiranku .


janji ya ? Sebentar ?? Ucapku


Iyaa Cantik !!!


Tak dapat dipungkiri wajah ku pasti memerah karena pujian dan rayuan Guan fa'i yang tak ada hentinya tetapi aku berusaha untuk menepis semua perasaan ku terhadap nya.


Sampai di Bukit bintang hanya ada beberapa orang yang bercengkrama disana ,


Kita ke sebelah sana yuk ? Lebih keliatan Bintang nya . Ajak Guan fa'i sambil melingkarkan tanganya di pinggangku.


Aku hanya terdiam selagi dia tidak berbuat lebih dari itu , apalagi hawa dingin terasa menusuk tulangku karena kaos yang aku pakai tipis dan aku tidak memakai jaket .


Seperti memahami apa yang aku rasakan tiba - tiba Guan fa'i merengkuh bahuku dan membawaku kedalam pelukannya , dan " cup " tiba - tiba dia mencium keningku dadaku semakin berdebar kencang


Koh , sudah malam pulang yok ? Aku takut dimarahin Ibu ! sambil melepaskan pelukannya terus terang saja aku gak mau terbawa suasana disini yang bisa membuat aku lupa diri


Ya udah ayo pulang , sahutnya dengan malas


Sampai didalam mobil ternyata Hujan turun sedemikian derasnya orang - orang segera mencari tempat berteduh.


Huff untung aja kita udah di mobil ya ? Tapi ujan nya deres banget kita tunggu agak reda sedikit ya Nad ? Ucap Guan fa'i seperti ingin mencari alasan untuk berlama - lama dengan ku , lagipula kenapa mesti menunggu reda sedangkan kita berdua naik mobil tetapi aku merasa tidak enak hati untuk menyanggah ucapannya jadi aku terdiam .


Tiba - Tiba saja Guan fa'i meraih tanganku dan menciumnya , secara otomatis aku manarik kembali tanganku


Bukannya berhenti dia malah merengkuh tubuhku dan mencoba mencium bibirku , sejenak aku terdiam ketika bibirnya menyentuh bibirku , aku biarkan tetapi aku tidak membalas ciumannya.


Pak Guan fa'i saya mau pulang !!! Ucap ku tegas sambil mendorong tubuhnya , aku merasa kesal dengannya memangnya aku ini apa dengan mudahnya dia ingin menyentuhku aku bukan wanita murahan !!! Ujarku menggerutu dalam hatiku .


Guan Fa'i segera menyalakan mobilnya dan mengantarku pulang , aku bertekad ini adalah terakhir aku menerima ajakan dia pergi keluar dengan alasan apapun.

__ADS_1


__ADS_2