Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
52


__ADS_3

"Ya Allah" Aku menatap alat tes kehamilan "dua garis merah " terlihat jelas ...


"Aku Hamil" ucapku lirih yang langsung di iringi dengan tetesan air mata ku. apa yang harus aku lakukan , aku tergeletak dilantai kamar mandi aku nyalakan kran agar tak terdengar Isak tangis yang semakin menjadi2 . aku tau aku berdosa "Ya Allah" tapi kenapa hukuman ini yang kau berikan untuk'ku ....aku pikir kepergian Bapak itu sudah hukuman yang paling berat untuk'ku tapi kenapa ini kau beri aku hukuman yang lebih dasyat lagi ...


Kak , udah siang bangun kak , nanti kesiangan loh kerjanya !!! panggil Nadine sambil menggerak2an badan'ku


Kaka gak masuk kerja Dine ...badan Kaka gak enak , jawabku tanpa beranjak sedikitpun dari posisi ku


Sakit kak ? tiba2 Nadine menarik bantal yang menutup mukaku , otomatis aku membuka mataku ,Loh Kak mata Kaka kenapa ? kok bengkak gitu Kaka abis nangis yaa?? tanya Nadine lagi


Gak kok , sudah sana berangkat aj nanti kamu telat , usirku pada Nadine agar dia segera meninggalkan aku


Pikiranku kembali mengingat alat test kehamilan itu , saat ini dalam perutku ada kehidupan apa yang harus kulakukan ... bagaimana nanti Ibuku, keluargaku , tetangga2ku kalau yang menghamiliku seseorang yang masih lajang mungkin aku tidak apa2 tapi ini aku dihamili oleh orang yang sudah mempunyai status "suami" dan lebih lagi hubungan kita itu bukan atas dasar cinta tapi "hanya sebuah transaksi" kepalaku betul2 sakit memikirkan semua ini ,nanti siang aku harus menemui pak Bara .


Nadia kata Nadine kamu sakit ? kata Ibu dibalik pintu ,


Iyaa Bu , jawabku pelan sambil bergegas mengusap air mataku lalu beringsut dari tempat tidur


kalau kamu sakit ya udah kamu istirahat dulu Nad , tapi jangan lupa kamu Ijin dulu ke kerjaanmu ...ucap ibuku mengingatkan


Iya Bu , aku hampir lupa aku belum Ijin ke Pak Guan.


derttt derrrtttt... terdengar panggilan telpon kulihat ternyata pak Guan yang menelponku


Hallo Nadia , kok kamu belum berangkat yaa ? apa kamu sakit ? ucap Guan dari seberang


Iya pak maaf Nadia hari ini tidak bisa masuk ,maaf kalau belum sempat ijin pak karena saya dari tadi baru bangun , ucapku pelan.


Oke gakpapa Nadia , kamu istirahat dulu ya ,semoga cepat sembuh. tutupnya di telepon.


***


Setelah Mandi Nadia pamit kepada ibunya akan keluar ,


Lah Nad bukanya kamu masih sakit kok kamu malah pergi Nad ? tanya ibuku heran


Bu , Nadia ada kepentingan sebentar gak lama kok , ucapku


Terpaksa aku menemui Pak Bara dikantornya karena nomer handphone nya kuhubungi dari pagi belum ada jawaban


Seperti biasa aku menunggu di ruang Tamu tak seperti kemarin pas aku menemui pak Bara harus menunggu lama tidak dengan hari ini karena pak Bara langsung menemui ku.


Ada apa Nadia ? pagi sekali kamu sudah disini ? tanya Bara yang langsung duduk disebelah Nadia


Emmm pak ... ada yang Nadia mau bicarain sama pak Bara , dari tadi aku telpon Bapak tapi nomernya gak bisa tersambung , ucapku pelan


Ohh , ada apa Nadia? apaa Bapak kamu udah sehat ? tanya Bara sambil memainkan handphone nya


Bapak sudah meninggal pak , operasi kemarin gagal ,ucapku lirih sakit sekali karena terpaksa aku harus mengingat kepergian Bapak lagi


Hahhh, Innalillahi wainnalilahi Raji'un...kenapa kamu gak kasih kabar saya Nad ? ujar Bara wajahnya menunjukan keterkejutannya .


Maaf Pak , saat Bapak pergi aku begitu hancur bahkan aku sama sekali tidak menyentuh handphone ku pak ... ucapku , yang sudah tidak bisa menahan air mataku yang mengalir.


Sudah Gak papa Nadia , semoga Allah mengampuni segala dosa2 Bapak kamu dan menerima segala Amal ibadah nya Amin ...kamu yang sabar ya Nad ...kata Bara yang sambil menarik Nadia ke pelukannya lalu mencium kening Nadia .


Nadia makin ter Isak disatu sisi dia mengingat Mendiang Bapak nya di sisi lain dia kembali teringat kehamilannya .


Lalu ada apa kamu kemari Nad ? gak biasanya kamu datang kesini , tanya Bara sambil mengusap2 punggung Nadia


Nadia mengusap air matanya lalu melepaskan dirinya dari pelukan pak Bara dan mengambil sesuatu dari tas nya ,


Ini pak ... aku sodorkan hasil alat testpack itu


Apa ini ? tanya Bara keheranan


Buka saja pak ...

__ADS_1


Bara segera membukanya dia melihat hasil dua garis yang artinya positif/hamil tapi milik siapa hasil tes ini ? apakah mungkin Nadia ?dia memang tidak memakai pengaman waktu berhubungan dengan Nadia .


Iii...Iniii ...Milik siapa Nad ? tanya Bara tergagap .


Milik'ku pak ... dan itu adalah anak mu !! ucap Nadia tegas


Hahhhhh!!! Bagaimana ini bisa terjadi Nad ??Bara kaget sekali mendengar berita ini bahkan handphone nya sampai terlepas dari tanganya , dia betul2 merutuki kebodohannya karena tidak memakai pengaman waktu itu .


Apa yang tidak bisa didunia ini pak ? segala hal bisa saja terjadi bahkan yang sama sekali tidak ada dalam bayangan kita !!! sekarang mau gimana pak ?? tukas ku sambil menatap tajam ke matanya


Nadiaaa kamu tau sendiri saya sudah memiliki Arini ? saya memang mencintai kamu tapi saya tidak bisa meninggalkan Arini ... ucap Bara sambil menggaruk2 kepalanya yang tidak gatal.


Aku tau pak pastinya kamu juga tidak bakal mau menikahiku ....ujarku lemah


Nad, dengarkan aku gugurkan kandungan ini !!! ucap bara sambil menarik badan Nadia untuk menghadap dirinya


Apaa pak digugurkan ??? kita itu udah berbuat dosa pak Bara !!!! kenapa harus ditambah dosa ini lagi pak ???? sentak'ku keras kenapa semudah itu dia bilang gugurkan!!!


Ya Allah...


Nadia tolong dengarkan aku ini demi kebaikan kita semua Nad , pinta Bara Memohon


Itu bukan untuk kebaikan semua pak , tapi untuk kebaikan Pak Bara !!! aku segera mengambil tas ku dan bergegas akan keluar dari ruangan ini .


Nad ,dengarkan saya dulu please Nadia ... tolong pahami saya , Ucap Bara pelan lalu dia mengeluarkan sejumlah uang dalam amplop lalu dimasukan kedalam tas Nadia .


Maafkan saya Nadia , pergunakan uang itu untuk mennggunggurkan kandungan mu , saya harap kamu mengerti , ujar Bara yang langsung berlalu meninggalkan Nadia .


Nadia mematung air matanya mengalir deras


"Ya Allah " Bapak ... Ampuni Nadia , Nadia bergegas meninggalkan ruangan itu dengan langkah gontai ,


Nadia berusaha mati2an agar air matanya tidak menetes lagi ... tapi sial bagiku ketika aku melangkah keluar malah berpapasan dengan kak Firman .


Nadiaaa.... ini Nadia Khan ? apa kabarnya ? kata Firman histeris dia tidak menyangka bakalan ketemu dengan wanita yang pernah mencuri hatinya .


Iyaa loh kamu dari mana ? ada keperluan apaa kesini Nad ? sekarang kamu sudah gak di Semarang lagi ?? cecar firman


Emmm tadi abis menemani temanku kak , iya sekarang Nadia sudah di sini lagi .maaf ya kak Nadia buru2 sudah ditunggu teman...pamit ku


Wahh padahal aku ingin ajak kamu makan siang Nad ... raut muka kecewa terlihat di wajah Firman


Lain kali saja ya kak. Khan Nadia udah ditunggu sama teman Nadia gak enak ,jawabku berbohong


Oke baiklah Nad ... hati2 yaa ...


***


Aku tidak langsung pulang tapi aku akan menuju ke tukang jamu langganan Ade dulu ,bukan tukang jamu biasa tapi ini jamu untuk "melunturkan Janin" aku dulu pernah sekali menemani Ade kemari ...setelah aku pikir aku putuskan untuk membuang bayi ini ,sesekali aku memejamkan mataku aku gak habis pikir kenapa jalan hidupku mengantarkan aku ke perbuatan terkutuk ini .


Sudah sampai Mbak , suara driver taksi online itu membuyarkan lamunanku .


setelah membayar aku bergegas menuju rumah tukang Jamu itu yang memang masuk gang kecil , sampai di depan rumah nya aku agak ragu tapi dengan cepat ak mengetuk pintunya .


Tok...Tok...


seraut wajah yang sudah terlihat berumur dan keriput menampakan dirinya .


"Yu sas " aku mau membeli ...


masuklah dulu Nak ... jawabnya


aku teman Ade ... Yu sas ... dulu pernah anter Ade kemari , sekarang ini aku mau membeli untuk'ku sendiri yu ...ucapku lirih


Berapa usia kandungannya ? tanya nya tanpa basa basi


Hampir 2 bulan ,

__ADS_1


perempuan tua itu berlalu dari hadapanku , dia adalah seorang perempuan berusia sekitar 65 tahun bernama "yu sas" dia sudah terkenal di kota ini menjual jamu untuk melunturkan Janin walaupun dia selalu bilang untuk "melancarkan Haid"


Ini diminum tiap malam mau tidur semuanya 1,5 juta .ujarnya sambil meletakan ramuan2 jamu itu diatas meJa


Aku mengeluarkan uang yang diberi Pak Bara tadi yang ternyata berjumlah 3 juta.setelah membayar semuanya aku bergegas pulang aku juga takut kalau ada yang mengenaliku di situ .


sampai dirumah sudah sore Ibu sempat bertanya padaku mungkin karena aku pamitnya sebentar tapi ternyata malah berjam2.


Baru saja aku merebahkan badanku rasanya lelah sekali seharian ini bukan saja badanku yang capek tapi juga pikiranku .


Kak Nadia dicari tuh ? panggil Nadine


Siapa Nad ? ucapku malas


kak Hendri kak ...jawab Nadine


kamu tolong bilang aku gak ada donk Dine , perintahku aku merasa Malas sekali menemui temanku itu


Duhh apaan siy kak , aku udah bilang kak Nadia ada lagian kak Hendri gak sendirian kak tapi sama Rivanda juga , ujar Nadine penuh semangat


ck ... aku berdecak sebal akhirnya aku menemui mereka dengan malas2an Bahkan aku belum mandi dan rambutku juga acak2an


Hai Hendri tumben kemari ? sapaku yang langsung duduk diteras disebelahnya .


terlihat Rivanda yang memandangku dari atas kebawah ,


Tuh nemenin Rivanda , Jawab Hendri


Maaf ya kalau aku mengganggu, ucap Rivanda tersenyum menunjukan gigi putihnya dan lesung pipitnya yang menawan


Gak papa kok, jawabku singkat


Tadi kata Nadine kamu sakit jadi aku pengen nengok kamu , kata Rivanda lagi sambil menyerahkan bungkusan yang seperti nya isi kue


Kenapa harus repot2 Rivanda kalau mau main ya main aja tapi gak perlu repot2 , kataku . hemm dalam hatiku awas aja siy Nadine biang kerok


Ini minumnya kak , kata Nadine yang tiba2 sudah membawakan minuman untuk Hendri dan Rivanda. ih kaka belum mandi kok sudah menemui tamu , ledek Nadine


Biar aja , bisik'ku sambil melotot kepadanya .


Nadia walaupun belum mandi tapi kamu cantik sekali yaaa , ucap Rivanda lembut sambil memandang Nadia


Mau gak mau Nadia akhirnya tersenyum malu ya perempuan manapun pasti akan tersipu malu karena yang memuji laki2 setampan Rivanda .


Setelah ngobrol hampir sejam Hendri dan Rivanda pamit pulang karena waktu pun sudah hampir magrib .


***


setelah melaksanakan sholat magrib Nadia masuk ke kamar melanjutkan rebahan lagi , walaupun mungkin ibadahnya gak diterima tapi biarlah yang penting dia tetap menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim. sesekali dia mengelus perutnya ..."Maafkan Ibumu ya "


entahlah apa besok pagi kamu masih ada diperut ibu atau tidak , guman Nadia


Kak Nadia ada Tamu tuh , ucap Nadine


Huhhh siapa lagi siy Dine ?? ucapku kesal


Nadine gak tau kak , cepetan tuh temuin sana .


Hufff kenapa kayanya hari ini pun semesta tidak mengijinkan dia merasa Nyaman sebentar sajaaa . bergegas dia menuju ruang tamu


Pak Juan Hao ?? kok kesini !! ucapku kaget melihat tiba2 atasanku sudah di rumah ku ini.


Iya Nadia aku mau kearah sana kebetulan melewati rumah kamu jadi sekalian aku mampir gak papa Khan ? tanyanya sambil tersenyum


Ya ya Pak ... boleh kok , jawabku pendek


Kamu sakit apa ? aku kehilangan kamu sehari ini , ujarnya

__ADS_1


Aku menghembuskan nafasku kenapa tatapannya beda yaa ... dan kenapa perhatianya ... ada apa dengan hari ini ... ??


__ADS_2