Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
43


__ADS_3

Sudah 4 hari pak Wiji di rumah sakit belum ada perkembangan yang lebih baik , bahkan sampai saat ini kondisi pak Wiji juga masih kritis karena belum tersadar dari Koma.


Setiap Hari Nadia dan ibunya yang menjaga Bapaknya , sedangkan Nadine setelah pulang sekolah biasanya dia langsung menyusul kakak dan ibunya untuk ikut bersama2 berjaga di Rumah sakit.


Maaf , bisa bicara dengan perwakilan keluarga dari Bapak Wiji ? kata perawat yang baru saja datang .


Ohh iya saya anak nya... gimana suster ?tanya Nadia


Bisa ikut saya Mbak , Dokter ingin berbicara tentang kondisi Bapak ... Jawab perawat tersebut.


Baik Suster saya akan segera kesana , kata Nadia .


Bu , biar Nadia aja ya yang kesana Ibu disini aja jagain Bapak ... pamit Nadia pada ibunya yang cuman dibales dengan anggukan kepala ibunya .


***


Nadia memandang Bapak nya yang sampai saat ini belum juga sadar dia betul2 gak tega melihat kondisi Bapak nya yang penuh dengan alat alat yang menempel ditubuhnya.


Bapakk... ayok bangun pak , Nadia kangen sekali sama Bapak kenapa setelah Nadia disini malah Bapak seperti ini ... kata Nadia berbisik ditelinga Bapaknya. Bapaknya tak memberi respon apapun di Badanya tetapi terlihat air mata nya mengalir walaupun kondisi matanya terpejam.


Kak Nadia ... panggil Nadine pelan sambil menepuk pundak Nadia.


Nadine kamu udah di sini ? Ibu dimana ? tanya Nadia


Ada di luar, biar Bapak ditunggu Nadine dulu yaa ...kakak keluar dulu Ibu mau bicara .jawab Nadine .


Nadia segera keluar ... ibunya sedang duduk termenung terlihat sekali wajah penuh kesedihan matanya sembab rambut tak Ter' urus sesekali tanganya mengelap air mata yang terus mengalir walau Nadia tau ibunya berusaha menahan, tadi Ibu dan Nadine menemui keluarga Bapak untuk meminta bantuan biaya operasi Bapak entah mereka mau membantu apa tidak Nadia juga belum tau karena dia bertugas jaga Bapak disini .

__ADS_1


Bu , sudah makan ? tanya Nadia sambil mengelus punggung Ibunya lalu duduk di sebelahnya .


Sudah Nad, ini Ibu juga bawain makanan buat kamu , jawab ibu Nadia sambil memberikan bungkusan makanan ke Nadia .


Iya Bu ,nanti saja...gimnaa Bu ? apa pakdhe Bude mau membantu kita Bu ? tanya Nadia lagi


Alhamdulillah mereka mau membantu tapi mereka tidak bisa membantu biaya seluruhnya Nad ? tadi Ibu dan Nadine hitung semua baru terkumpul 30 juta , sedangkan untuk Operasi Bapakmu harus ada uang 50 juta !! kita cari kemana lagi ya Nad ?? kata Ibunya sambil melap air mata yang kembali menetes.


Ibu yang sabar yaa ... nanti kita pikirkan lagi .sahut Nadia walaupun dia pun tidak tau lagi mesti mencari kemana sedangkan Dokter tadi bilang Bapaknya harus secepatnya dioperasi kalau tidak keadaanya akan semakin memburuk .


Ibu mau nengok Bapakmu dulu ya Nad , kamu makan dulu nad . kata Ibunya lalu meninggalkan Nadia masuk menuju ruangan .


Nadia akhirnya membuka bungkus makananya walaupun dia sama sekali tidak berselera makan tapi perutnya belum terisi dari pagi daripada aku sakit mending aku paksakan makan, kata Nadia dalam hati ,terlihat Nadine keluar ruangan menuju ke arahnya Bapak nya ditempatkan di ruangan HCU makanya hanya boleh 1 penunggu saja.


Kamu udah makan belom Dine ? tanya Nadia


Udah kak , jawab Nadine sambil memainkan ponsel nya mukanya agak memberengut seperti ada yang membuatnya kesal.


Enggak kak , sebel aja tadi sama keluarga Bapak ngomong macem2 banget kalau bukan karena Bapak gak Sudi aku meminta tolong ke mereka padahal juga keluarga ibu yang banyak membantu , keluarga Bapak sudah banyak omong tapi bantuan pelit huhhhh !!! ujar Nadine kesal kakinya dihentak2an ke lantai .


Sabarrrr ... jangan diambil hati semua omongan Mereka Nadine kamu tau sendiri keadaan kita saat ini gimana? yang terpenting kesembuhan Bapak untuk saat ini Dine ... kata Nadia dengan lembut menenangkan adiknya .


Lalu kak kemana lagi kita cari kekurangan biaya Operasi Bapak ? sedangkan kekurangannya juga masih puluhan juta !! tanya Nadine


Ini sedang Kakak pikirkan kamu tenang dulu ya besok kakak mau bilang ke bagian administrasi agar Operasi Bapak segera di lakukan nanti kita kasih uang yang 30 juta dulu sebagai jaminan ya kekurangannya setelah Bapak sembuh. kita pulang Ayuk Dine Kaka bilang ibu dulu ya... jawab Nadia


Nadia ke kamar mandi terlebih dahulu setelah membersihkan tanganya perlahan dia masuk keruangan Bapak , Ibunya sedang membacakan ayat2 suci Al-quran disebelah Bapak terdengar bunyi mesin yang semakin membuat suasana makin terasa dingin dan mencekam apalagi semua pasien disitu memang dalam kondisi kritis semua .

__ADS_1


Ibu ... Nadia sama Nadine mau pulang dulu ya besok Nadia gasik kesini setelah membersihkan rumah dan membuat sarapan , kata Nadia pelan sambil mengusap punggung Ibunya .


Iya Nak , Kalian hati2 yaa ...jawab Ibunya


Bapak ... Nadia sama Nadine pulang dulu yaa , Bapak sehat2 dan harus tetap semangat yaa , pamit Nadia pada Bapaknya


Nadia bergegas mengajak Nadine pulang karena sepertinya akan turun hujan walaupun rumah sakit ini tidak terlalu jauh dari rumah tapi lebih baik mereka segera pulang agar tidak kehujanan dijalan .


Kak ... kita tunggu sini saja , ucap Nadine sambil mencoba menelpon seseorang


Hah kok disini siy ? memang kita mau pulang naik apa Dine ? tanya Nadia


Nadine minta jemput Bian kak , tau sendiri Khan tuh mau Ujan udah gelap gulita. jawab Nadine .


Nadia diam tidak menjawab lumayan juga dijemput jadi tidak mengeluarkan biaya angkot batin Nadia . dari kejauhan terlihat laki2 yang kemarin menjemput Nadine sedang berlari2 kecil ke arah mereka .


Nadinee maaf ya parkir penuh didalem jadi gak bisa masuk mobilnya kita jalan dulu ya ke parkiran depan gak terlalu jauh kok, kata Bian


Ohh ya gak papa kok kak Bian , oiya ini kenalin kak Nadia , kakak aku. ucap Nadine


Bian memberi salam kepada Nadia lalu mereka segera berjalan menuju mobil karena gerimis sudah mulai turun . Mobil Bian bagus sekali bahkan termasuk mobil mewah pantas saja Ibu sangat mendukung Nadine dengan dia , kata Nadia membatin, sampai rumah Bian langsung pulang karena mau ada acara keluarga juga jadi tidak mampir.


Nadine ... kamu bakal pilih mana nih ? Belo apa Bian ?? tanya Nadia menggoda adiknya


Gak tau ahh kak ... tapi kalau masalah hati siy Nadine masih tetap sayang sama Belo kak


jawab Nadine

__ADS_1


Yaa tinggal ditunggu saja siapa Jodoh kamu Dine ... Ucap Nadia.


Beberapa menit terdengar Hujan semakin deras disertai angin dan petir mengingatkan kejadian yang kemarin menimpa Bapak nya , Nadia segera menutup pintu dan menguncinya lalu dia segera mandi membersihkan diri karena seharian tadi di Rumah sakit. setelah Mandi Nadia bersiap istirahat dilihatnya Nadine sudah tertidur Nadia membaringkan tubuh pikiranya melayang bagaimana mendapatkan kurangan uang untuk Operasi Bapak ya ... dia lalu memejamkan matanya tiba2 ada bayangan seseorang dia langsung membuat matanya dan berguman " Pak Bara"


__ADS_2