
Lu liatin apa siy Nad ?? tanya Miranda yang melihat Nadia gelisah .
Ehh gak kok Cik' cuman laper , jawab Nadia asal
Laper ? lah apa hubungannya !!! gue perhatiin kayak nya Lu liatin pasangan depan kita dehh ?? sahut Miranda sambil melirik ke Abi dan perempuan itu
Uhukk ...Uhukk ... apaan siy Cik' ngarang aja dehh !!! ujar ku yang seketika batuk karena Cik' Mir menunjuk ke arah Abi .
Cowoknya ganteng ya Nad ? tapi Ceweknya kok gitu ya ? ucap Miranda sambil melirik perempuan itu
Ish apaan siy Cik' !!! udah ahh nanti mereka denger lagi , ujarku sambil memalingkan muka
Yaa Lu yang duluan liatin mereka , terpesona mesti Ama Cowoknya ?? hihihi ... goda Miranda
Aku hanya tersenyum kecut mendengar godaan Miranda , andaikan dia tau kalau lelaki Tampan itu adalah sesosok yang masih sangat mencintai kakak iparnya.
Cik' kesini sendiri ? aku mencoba mengalihkan perhatian
Iyaa , Jason lagi anter Bini nya , ujar Miranda
Pesanan kami datang Miranda langsung menikmati makanan yang kami pesan , aku masih mencuri-curi pandangan ke Abi,mereka berdua terlihat akrab sekali entah kenapa hati ini merasa tidak rela jika benar itu adalah pacar Abi.
Sampai aku dan Miranda selesai makan mereka masih disana , aku kembali melewati mereka aku sempat melirik wajah Abi yang terus menatapku , jantungku berdetak kencang ingin sekali aku mendekatinya dan menanyakan siapa perempuan itu .
***
Sudah berjalan dua bulan dari sejak Abi menemuiku , tak ada kabar lagi darinya dia sudah tak pernah lagi menghubungi aku . ingin sekali aku menghubungi nya dulu tetapi selalu aku menguatkan hatiku agar tidak melakukan hal itu.
Hari ini aku ada Event sampai malam tadi aku sudah berpamitan dengan Koh' Hao kalau aku gak pulang dan akan menginap dirumah Cik' Miranda.
__ADS_1
Lu , jadinya mau pulang atau mau nginep dirumah gue Nad ? tanya Miranda
Ini belum malam siy Cik' sepertinya Nadia pulang saja deh . ucapku .
Yaa udah deh ,gue anter lu sampe gang ya ?
Sampai di gang aku segera turun dan pamit pada Miranda juga Koh' Jason , aku melirik nasi goreng langgananku kebetulan perutku terasa lapar karena memang tadi tidak sempat makan .
Mang , nasgor jangan pedas satu ya ? ucapku .
Siap Neng , lah tak pikir tadi Neng udah pulang Ama Koko ? kok ini baru pulang ya bearti tadi mamang salah liat !! ucap mang nasgor
Ihh ngarang aja nih mamang , aku barusan aja pulang ini , emang mamang liat aku Dimana ? tanyaku
Tadi waktu mamang nganter nasgor pesenan Oma lestari , ada perempuan yang turun dari mobil Koko dan masuk rumah ya mamang pikir Eneng lah , ujar mamang
Hah perempuan memang siapa ya ? dalam hatiku bertanya aku hampir saja mau menelpon koh ' Hao untuk menawarkan nasi goreng tetapi lebih baik aku urung kan saja niatku.
Sampai didepan rumahku pintu tertutup rapat aku membuka gerbang sepelan mungkin agar tidak menimbulkan suara , aku menghela nafas ketika melihat sepasang sandal yang sangat kukenal pemiliknya itu adalah milik "Kumairah"
jantungku berdegup kencang ,aku mengendap-endap untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi didalam, aku mengintip di jendela sepi tak ada suara apapun perlahan aku membuka gagang pintu.
ceklekk , pintu terbuka
ternyata pintu tidak terkunci aku masuk dan kejadian berikutnya membuat jantungku makin berdetak kencang , aku mendengar suara ******* seorang wanita. aku menguatkan hatiku untuk terus melangkah pelan menuju kamarku yang pintunya tidak menutup sempurna .
brakkk !!! ku dorong pintu kamar hingga terlihat pemandangan didalamnya yang membuat aku terkejut , "mereka berdua" Koh' Hao dan Kumairah sedang bercumbu dengan pakaian yang sudah nyaris terlepas semuanya .
Untuk berapa detik aku terdiam melihat semuanya aku betul-betul tidak percaya dengan apa yang kulihat, setelah semua yang aku lakukan, aku korbankan , kenapa aku dihadapkan dengan kenyataan pahit seperti ini apa ini "hadiah" dari pernikahan yang terjadi karena menghilangkan nyawa dari seorang "bayi"
__ADS_1
Aku segera berbalik badan mataku panas melihat semua "adegan" yang tidak senonoh didepan mataku dan didalam kamarku. mereka betul-betul keterlaluan .
Nadia tunggu !!! terdengar teriakan Koh' Hao yang kemudian menyusul aku yang akan keluar dari rumah ,
"Jangan pergi" please , pintanya
Aku terdiam lalu aku kembali masuk dan duduk di sofa ruang keluargaku , Kumairah terlihat takut keluar dari kamar . Koh' Hao yang melihat itu segera menarik Kumairah keluar dan menggandengnya keluar , entah apa yang mereka bicarakan selama beberapa menit diluar sana , sampai kemudian Koh' Hao masuk kedalam rumah lagi dan duduk di dekatku.
Maafkan aku Nadia , gumamnya lirih tanpa berani menatap ku .
Aku hanya terdiam buliran air mataku sudah mengalir , aku betul-betul hancur saat ini bahkan semesta begitu teganya membuat skenario kejam dalam hidupku hingga aku harus melihat dengan mata kepala ku sendiri suamiku berselingkuh bahkan pada saat mereka sedang memadu kasih .
Semua terjadi begitu saja Nad , kepolosan Kumairah dan segala cerita hidupnya membuat aku tenggelam dalam kehidupannya hingga tanpa sadar hati kami ikut terpaut kedalamnya , ucap Hao pelan .
Kepolosan ? cerita hidup yang mana ? tanyaku dingin tanpa memandang wajah yang sudah hampir lima tahun menjadi suamiku.
Dia diusir karena diperkosa oleh Uda , tetapi kakaknya mengusirnya karena mengira Kumairah berselingkuh dengan suaminya padahal semua hanya paksaan !!! ucap Hao berapi-api seperti terbawa emosi dengan cerita perempuan ****** itu.
Hemm , aku hanya tersenyum kecut mendengar semua ceritanya yang aku lebih dulu tau cerita aslinya .
"Aku mencintai Kumairah" ucap Hao santai tanpa beban seolah-olah yang diajak bicara bukan istrinya .
Bagaikan petir disiang bolong mendengar pengakuan Koh' Hao polos dan tanpa dosa, aku masih terdiam ku usap air mata yang terus mengalir . apakah ini adalah balasan karena aku sempat ingin mengulang semua kisahku dengan Abi bahkan aku sempat " berciuman" dengan nya , apakah ini balasan semuanya ??? jeritku dalam hati.
Tetapi aku tak ingin meninggalkan kamu Nadia ? aku tak ingin kehilangan kamu dan Anzel !!! ujar Hao sambil meraih tanganku .
Aku menarik kembali tanganku jijik rasanya mengingat adegan yang aku lihat tadi , pasti tangan itu pun sudah menyentuh tubuh Kumairah.
"Maafkan aku Nadia" aku harap kamu mau memaafkan aku , ucap Hao memohon dan jongkok di depanku air matanya pun terlihat menetes .
__ADS_1
Aku masih tak bergeming, tak menjawab apapun , masih sibuk mengendalikan pikiran ,hati, dan jiwaku yang masih belum mau menerima kenyataan kalau ini semua bukanlah mimpi , masih berharap tiba-tiba aku membuka mata dan menyudahi semua mimpi buruk ini.