
Nadia ? jawab pertanyaanku , desak Hao tanpa memikirkan perasaan istrinya .
Apa penting sekali jawaban itu sekarang Koh' ?? aku ini istrimu !!! apa kamu tidak memikirkan perasaan ku sama sekali hah ??? ucapku meradang kesadaranku mulai kembali dan amarah dalam diriku mulai bangkit
Maaf Nadia aku gak bermaksud memaksa kamu, cuma Kumairah juga butuh jawaban, ujar Hao pelan
Kenapa pelakor itu gak tau malu dan gak tau diri sekali siy ?? dia datang dan masuk ke kamarku Bahkan berlaku tidak sepantasnya di tempat tidurku !!! setelah itu pergi begitu saja seperti orang suci !!! dan sekarang bukanya memberi waktu aku dan kamu untuk menyelesaikan masalah rumah tangga kita dia masih meributkan posisi dia !!! apa dia tidak punya kaca di kamarnya koh ??? Hardikku, aku betul-betul ingin sekali mencakar muka polos Kumairah .
Juan Hao hanya terdiam dia tidak berani menatapku yang sudah tersadar kembali dengan keadaan yang sebenarnya.
Aku beranjak dari tempat tidurku lalu mengambil tas dan memasukan sebagian baju-bajuku aku akan pergi malam ini juga tujuanku adalah ke rumah Cik' Paula untuk bertemu Mami.
Nadia mau kemana kamu ??? tanya Hao sambil memegang lenganku.
Pergi !!! pergi untuk menenangkan hati dan menerima kenyataan yang telah terjadi saat ini , ucapku ketus sambil menepis tanganya .
Aku segera memanggil taxi dan menuju kerumah Cik' Paula , tadinya aku mau kerumah Cik' Miranda tapi lebih baik aku kerumah Cik' Paula saja jadi bisa sekalian bertemu Mami . disepanjang perjalanan aku menangis harga diriku seperti di injak-injak , ternyata selama ini mereka bermain gila dibelakang ku .
Sampai dirumah Cik' Paula mereka sudah tertidur semua karena memang sudah larut malam jadi ak belum menjelaskan apa-apa takut menganggu istirahat mereka.
Aku bangun agak siang karena memang mata ini tidak bisa terpejam sama sekali dan baru bisa tertidur setelah pagi.
Nadia , kamu sakit ya ? ujar Mami Johana yang masuk ke kamar dan membangunkan aku pelan .
Iya Mam ,jawabku pendek kepalaku memang terasa berat sekali . aku ingin menceritakan semua ke Mami tetapi aku masih enggan karena pasti nantinya air mataku akan kembali mengalir dan membuat ak semakin pusing .
Yaa sudah kamu Tidur lagi aja , Mami bikinkan susu ya sama roti ? ujarnya lagi
Aku kembali mencoba memejamkan mataku dan baru bangun menjelang siang , dengan kepala yang makin terasa berat . aku melirik di meja samping tempat tidurku ada segelas susu dan roti yang pasti sudah Mami antar dari tadi tetapi tidak membangunkan aku .
***
Setelah mandi aku keluar dari kamar untuk menemui Mami juga lainya ,baru kali ini aku bangun siang dirumah orang .
__ADS_1
Nadia , sudah sehat ? apa perlu aku panggilkan dokter ? suara lembut Cik' Paula menyapaku
Gak usah Cik' , Nadia sudah sehat kok . Koh' Hasan Dimana Cik' ? tanya ku
lagi ke pabrik , ada apa Nad ?
Ya sudah Nadia cerita ke Mami dan Cik' Paula dulu ya , ucapku sambil menghembuskan nafas berat aku bingung memulai dari mana tatapan bingung Cik' Paula dan Mami membuat air mataku mulai menggenang.
Ada apa sebetulnya Nadia ? tanya Johana yang melihat kalau ada yang tidak beres pada menantunya .
Semalem Nadia melihat Koh' Hao dengan Kumairah karyawan nya sedang berbuat tidak senonoh di kamar Nadia Mam , akhirnya aku langsung ke pokok permasalahan nya
Mami dan Cik' Paula terdiam ,sepertinya mereka masih mencerna perkataan ku , sementara air mata ini kembali mengalir deras .
Maksud nya Juan Hao selingkuh ? ucap Paula seperti tidak percaya.
Iya Cik' ... ucapku pendek .
Loh pada kenapa nihh ??? kok murung semua ? tanya Hasan yang baru saja masuk ke rumah.
Adikmu itu memang gak pernah berubah pi? kalau gak main judi ya main perempuan !!! ujar Paula ketus
Maksud nya apa Mi ? ucap Hasan heran
Yaa Juan Hao selingkuh !!! bahkan yang lebih keterlaluan dia selingkuh dengan karyawan nya sendiri dan dirumah Hao dan Nadia , semalem Nadia memergoki mereka sedang berbuat hal tak senonoh di kamar Nadia .Dasar watak susah dirubah , ucap Paula kesal dari dulu dia memang tidak pernah suka dengan Hao kemarin hanya Nadia dan Anzel lah yang bisa meluluhkan hati nya hingga dia bisa menerimanya lagi.
Benar Nadia ? tanya Hasan sambil menatap Nadia
Ya benar koh' , Nadia juga melihat sendiri ,ucap ku pelan sambil mengusap air mataku pelan .
Hufff ,Hasan menghembuskan nafas kasar sudah beberapa kali dia memberikan kesempatan pada adiknya Hao untuk berubah tapi pada kenyataanya dia akan kembali membuat ulah seperti saat ini , padahal dia pikir dia akan berubah karena sudah memiliki anak dan istri .
Handphone Nadia berbunyi yang ternyata dari Miranda , memang dia belum mengabari Miranda tentang permasalahan yang sekarang sedang terjadi , Paula yang melihat segera meminta handphone Nadia dan menerima telpon Miranda lalu menceritakan dengan singkat apa yang telah terjadi .
__ADS_1
Mami harusnya tegas pada Hao dia itu sudah tua tapi gak pernah bisa berubah !!! kalau kaya gini cucu Mami sendiri yang jadi korban !! kasihan Anzel dan Nadia Mam , ujar Hasan tegas
Mami bisa apa Hasan ? kamu tau sendiri watak adikmu seperti apa ? sahut Johana air matanya ikut menetes .
Sudah Nad , kamu tenangkan diri dulu nanti malam kita kerumah mu menemui Juan , dan menegaskan pada dia . ujar Hasan
Ayo Nad ,kita ke kamar , ajak Paula .
Aku menuruti perkataan kakak iparku yang sangat baik ini , sejujurnya aku kecewa pada Mami karena Mami terkesan lepas tangan dan tidak ada tindakan apa-apa , walaupun Hao adalah anaknya seharusnya dia tetap harus adil ketika anaknya membuat kesalahan .
***
Ditempat Lain Miranda sedang menuju ke Mall Central untuk menemui Juan Hao , dia betul-betul kaget mendengar cerita Cik' Paula tadi , ternyata kecurigaannya dari awal memang benar kalau Kumairah itu bukan wanita baik-baik.
Sampai di Outlet hanya ada Emi disana , Miranda menunggu sebentar , karena outlet sedang ramai .
Emii , kok lu jaga sendiri ? Kumairah dan Koko gue dimna ?? tanya Miranda tanpa basa basi
Maaf Bu Miranda saya gak tau , tadi Kumairah sudah berangkat tapi setengah jam yang lalu di keluar dan gak ngomong mau kemana Bu , jawab Emi
Emang Kumairah tuh siapa ??? kok kerja seenaknya gitu !!! Dasar perempuan kampung tapi gatell !!! umpat Miranda kesal
Beb , gue rasa mereka sekarang lagi dirumah Koko lu , bisik Jason pelan
Bener juga ya , kita kesana aja sekarang !!!
Miranda dan Jason segera bergegas meninggalkan mall Central dan menuju kerumah Hao , entah kenapa Miranda pun berkeyakinan sama dengan Jason kalau mereka berdua sedang di rumah Hao .
Setelah sampai di depan rumah Hao Miranda bergegas turun tapi Jason menarik lengannya dan bilang agar jangan menimbulkan suara berisik.
Pintu depan terkunci suasana terlihat sepi tapi mobil Hao ada dan ada sandal Kumairah juga di situ , Miranda mengintip lewat jendela ada tas Kumairah juga tergeletak di meja , sudah gak salah lagi mereka ada di dalam , Miranda yang sudah tak bisa lagi menahan emosinya segera saja menggedor-gedor pintu.
Hehhhh buka pintunya Anjing !!! ***** !!! bukaaaa !!! teriak Miranda dengan penuh emosi .
__ADS_1