Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
83


__ADS_3

Pagi ini , aku merasakan diriku sudah jauh lebih baik dari hari sebelumnya , energi yang diberikan oleh Ibu, Nadine dan tentu saja Anzel sangat bearti untukku membuat aku menjadi lebih bersemangat menghadapi hariku selanjutnya .


Sarapan dulu Nad ? Ujar Ibu sambil duduk di sebelahku menyeduh teh untuk diminum kami berdua.


Iya Bu nanti saja , Nadine sudah berangkat Bu ? Tanyaku


Sudah ,


Tiap hari Nadine mengantarkan Anzel terus langsung berangkat kuliah Bu ? Ujarku


Iya , diminum dulu teh nya Nad ? Ucap ibu sambil menyodorkan cangkir teh.


Bu, lambat laun pasti saudara kita akan mengetahui perceraian Nadia Bu, apa Ibu udah siap dengan itu semua ? Tanyaku pelan


Lah memang apanya yang harus disiapkan Nad ? ucap Ibu santai


Kan Ibu tau sendiri omongan saudara kita itu seperti apa ? Apalagi saudara dari Bapak ! Nadia aja bayangin tanggapan mereka udah males banget Bu , ujarku sambil meneguk teh bikinan ibu yang selalu enak dinikmati pada situasi apapun.


Udahlah Nadia , selama kita tidak menghabiskan beras mereka untuk apa kita mikirin omongan gak penting mereka , Takdir hidup manusia itu tidak ada yang tau dan tugas kita hanya bisa menerima entah kita suka atau tidak dengan ketentuan dari nya . Ucap Ibu Bijak.


Maafkan Nadia ya Bu , belum bisa membuat Ibu bangga ! Tetapi malah membikin malu Ibu berkali-kali , ucapku lirih


"Tapi kamu adalah "Pahlawan" bagi kita semua Nadia" sahut Ibu sambil memelukku .


***


Kak , apa kakak mau kerja disini ? tanya Nadine


Yaa Nadine , cuman nanti dulu tunggu suasana hati kakak betul-betul baik , baru kakak akan mencari pekerjaan lagi. Kenapa ?


Emm gak papa siy kak ! Jawab Nadine pendek .


Ada yang perlu dibayar atau dibeli ?


Emm , iya siy Kak sebetulnya . Tapi Nadine gak enak mau bilang ke kakak.


Tumben kamu pake gak enak segala ? Hihihi ... godaku pada Nadine


Ihhh apaan siy kak ! Gini-gini juga tau diri kali ??? Ucap Nadine kesal

__ADS_1


Hahahahaha , kamu gak usah gak enak kali ! Kakak masih ada tabungan , memang kamu butuh berapa ? Dan buat bayar apa ?


Beneran kak ? Ucap Nadine


Beneran donk , masa Bohongan !!!! buat apa siy ? Ujarku menatap Adikku yang sudah bertambah dewasa dan semakin cantik.


Lahh Kakak gimana siy ? Buat bayar semester donk ! sahut Nadine


" Astagfirulloh " Kakak lupa !! Maaf ya ?


Dimaklumi kak , kan Kakak lagi banyak pikiran ? hehehe , ledek Nadine .


Nadine , ngomong-ngomong kamu masih sama Belo gak siy ?


Hemm gak tau kak ! Ibu tetap gak setuju aku sama dia kak , sekarang ini siy Nadine lagi dekat sama cowok namanya Candra dia Udah kerja kak .tukas Nadine


Hemm , ada angin badai kalau kamu gak ada yang lagi dekat siy ! Sindir Ku


Nadine melirik dan memeletkan lidahnya, aku menoyor kepalanya gemas ,


***


Sudah Hampir sebulan aku disini, selama itu pula Koh' Hao sama sekali tidak menghubungi aku dan Anzel , aku betul-betul tidak menyangka semenjak kenal dengan Kumairah Koh' Hao betul-betul sudah berubah .


"Alhamdulillah" kerja dimana Nad ? Tanya Ibu


Nadia sendiri kurang paham Bu , besok biar Nadia kesana dulu. Kalau cocok Nadia terima pekerjaan ini.


Oiya Nad ? Apa kamu ingat dengan Kayla anak Tante Eni ,


Emm iya Bu , dimana dia sekarang Bu ? ucapku


Sekarang dia tinggal di rumah Lisda , dia juga sedang mencari pekerjaan , kalau memang tempat mu butuh lebih dari satu ajaklah dia Nad ? Eni sudah tidak bisa membiayai sampai jenjang kuliah jadi Kayla memutuskan untuk berkerja saja . Ujar Ibu


Ohh iya Bu ,coba aku tanya temanku kalau memang butuh lebih dari satu biar besok aku ajak Kayla sekalian .


Kalau gitu biar Ibu bilang ke Lisda agar mengajak Kayla main kesini ,


Tante Eni adalah adik ibu setelah Ibu persis baru setelah itu Tante Lisda dan yang paling bontot Tante Fita . Tante Eni memiliki tiga anak , Ervia , Kayla , dan yang paling kecil Almira . Ervia sudah menikah dan memiliki anak satu menetap di solo , sedangkan Almira masih sekolah .

__ADS_1


Sore hari Tante Lisda dan anaknya Sakha juga Kayla bertandang kerumah , sikap Tante lisda biasa saja melihatku tak ada pertanyaan apapun, keluarga Ibuku memang lebih menghargai kita daripada keluarga Bapak .


Kita semua berkumpul bercanda tanpa sedikit pun menyinggung masalah yang terjadi pada rumah tangga aku , Sakha dan Anzel bermain bersama karena memang mereka hanya berbeda dua tahun, Tante Lisda memang di karuniai anak agak lumayan lama .


Kalau gitu besok kak ' Nadia jemput aku ya ? Tanya Kayla


Iya Kay , jam Delapan pagi kamu udah siap ya? Ujarku


Siap Kak ,


Kayla dan Nadine mereka seumuran , Kayla diantara Kakak dan adiknya dia paling cantik , memiliki tubuh tinggi semampai dan kulit yang putih bersih sedangkan Ervia dan Almira memiliki badan gempal dan juga kulit sawo matang .mereka berdua menurun Ayahnya, Om Heri. sedangkan Kayla seperti Tante Eni .


Aku akhirnya membeli motor dari uang tabunganku, bukan motor baru tapi masih layak dipakai bisa digunakan sehari-hari disini karena motor Bapak dulu dipakai Nadine ,untung saja motor Bapak sudah aku ganti tukar tambah dengan motor yang lebih baru .karena dulu aku kasihan melihat Nadine harus memakai motor butut .


Pagi ini aku udah bersiap -siap akan berkerja , kebetulan arah tempat kerja aku searah dengan Rumah Tante Lisda .


Ibu , Nadia berangkat dulu ya ? doakan ya Bu mudah-mudahan kerjaan ini cocok untuk Nadia dan Kayla , pamit ku


Iya Nak , hati-hati ya ? Doa Ibu selalu menyertai langkah kamu Nak ... Ujar Ibu yang memandang aku dengan penuh haru ,


Sekitar lima belas menit aku sudah sampai di rumah Tante Lisda , memang rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah ku , terlihat Kayla yang sudah menunggu didepan rumah .


Wahhh sudah nunggu rupanya ? Sapaku


Iya donk kak , kan Kayla gak mau kalau Kak ' Nadia nunggu aku kelamaan, ayok kak kita berangkat !


Tante Lisda udah berangkat ngajar ? Tanya ku yang melihat keadaan rumah sepi


Sudah semua , yang ada didalam cuman yu Nah , ucap Kayla yang langsung membonceng aku.


Aku melihat lagi alamat yang diberi temanku , mencocokan " PT Mandiri furniture'' ohh ya benar ini , gumanku


Ayok masuk Kayla ,


Kayla mengikuti ku menuju Karyawan yang duduk di kursi depan .


Selamat pagi mbak ? maaf untuk karyawan baru lewat Mana ya? Tanyaku sopan


Ohh, apa betul anda mbak Nadia dan Mbak Kayla ?

__ADS_1


Iya betul , kataku dan Kayla bersamaan


Silahkan saja ke lantai dua nanti bertemu dengan Bapak Surya , ucap perempuan itu sambil menunjukan tangga yang menghubungkan Ke lantai dua .


__ADS_2