
Nad , kemarin tumben sie pak Guan fa'i gak turun nemuin ibu ? Tanya Ibu ketika kami sedang sarapan bersama .
Yaa emang Nadia larang Bu , jawabku sambil menyantap nasi goreng bikinan Ibu .
Loh memang kenapa ? orang mau pamit kok dilarang !!! Aneh kamu itu Nad ? Ujar Ibu
Males ahh Bu , jawabku
Males kenapa ? Sepertinya dia suka sama kamu ya Nad ?? Goda ibu sambil tersenyum
Idihh Ibu , bisa aja ! Lagian kalau misal iya Nadia gak mau lah , emang Ibu mau anak Ibu jadi istri ke tiga ??? timpalku sengit
Yaa asal berikan rumah , kendaraan pribadi , tanah , bisa dipertimbangkan itu Nad ??? Ucap Ibu sambil tergelak
Astagfirulloh Bu , istighfar !!! Ujarku kesal .
Hahaha , Ibu bercanda Nadia ??? ujar nya sambil tertawa terbahak - bahak .
Aku hanya geleng - geleng kepala melihat kelakuan Ibu , tetapi di sisi lain Aku merasa bahagia karena tawa ibu sudah lepas dari sejak dia berada di sini .
***
Sudah beberapa bulan setelah urusan perceraian aku dan Juan Hao selesai dia tidak pernah menghubungi aku lagi , bahkan kepada Anzel anak nya pun dia tidak pernah menghubungi walau sekedar menanyakan kabar
Aku sudah tidak mempedulikan itu semua , toh lama - lama Anzel sudah terbiasa tanpa papahnya , tapi yang aku sesalkan Ternyata Juan Hao bukan sosok laki - lali yang bertanggung jawab dia bahkan lupa kalau dia masih memiliki kewajiban menafkahi Anzel .
Kak, dicari tuh ? Tegur Kayla mengagetkan aku
Siapa ?? Aku menengok melihat kearah yang luar ternyata ada Aldi yang sepertinya membawa temanya .
Hai Nad ? Sapa Aldi padaku
Hai juga Aldi ? Dari mana ?? Tanyaku padanya
Main ajaa ,ehh ini kenalin temanku
Nando !! Ucap lelaki berperawakan tinggi menjulang dan rambut jabrik
__ADS_1
Nadia , ucapku menyambut uluran tanganya.
Nadia masih suka ketemu sama pak Guan fa'i gak ?? Tanya Aldi sambil menyalakan sebatang rokok nya
Masih , belom lama ini dia main kerumah aku , kenapa Aldi ?? Jawabku
Kapan - kapan ajakin dia jalan donk Nad , suruh bayarin aja kita yang happy !!! Ujar Aldi sambil mengerlingkan matanya .
Maksud nya gimana Al ? Tanya ku bingung
Hadehh masa sie gak paham - paham !!! Ajakin Bos Guan fa'i ke tempat dugem kita Happy nanti biar dia yang bayarin .
Ahh ngaco aja kamu Al !!! Aku udah punya anak gak mau ketempat begitu , ucapku yang langsung menolak rencananya .
Kan kamu gak ikut minum Nad ? Kamu perantara ajaa ?? Kalau pas kamu banyak pikiran aja dehh ! Kata Aldi lagi.
Dasar temen laknat malah doain aku banyak pikiran !!! Gerutuku sambil mendelik ke arah Aldi .
Hahaha terdengar gelak tawa dari mereka berdua , sebetulnya berkali - kali Guan fa'i mengajaknya pergi tetapi selalu aku tolak karena aku masih kesal dengan sikapnya tempo hari , walaupun dia sudah minta maaf.
***
Malam itu aku pergi jalan jalan ke alun - alun di kota kami , hanya bertiga saja aku , Nadine dan Anzel . Sampai disana aku bebaskan Anzel untuk menaiki berbagai wahana permainan disini sedangkan aku dan Nadine membeli berbagai macam makanan yang memang beraneka ragam jenisnya disitu.
Aku dan Nadine sedang asyik menikmati jajanan sambil mengawasi Anzel dari kejauhan , Tiba - Tiba melihat sekelebat bayangan yang kita kenal melewati Kami berdua .
Kak , itu kan Om Garda yaa ? celetuk Nadine
Iyaa betul , sama siapa ya ? Ucapku pandanganku mengikuti kemana langkah kaki Om Garda berjalan .
Mungkin itu selingkuhannya Om Garda kak ? ucap Nadine , aku memang sempat menceritakan pembicaraan aku dan Kayla tempo hari .
Sebetulnya Garda sekilas tadi sudah melihat kedua ponakan nya itu tetapi dia sengaja pura -pura tak melihatnya karena memang dia sedang dengan Indi janda satu anak selingkuhan nya itu .
Sudahlah kita pura - pura gak liat aja kak , ucap Nadine .
Aku mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan Nadine tetapi berbeda dengan Anzel melihat Garda yang sedang menggendong anak kecil dan dia paham kalau dia mengenal orang tersebut malah memanggil dan berlari mengejarnya .
__ADS_1
Eyang Gardaaa.. .Eyangg....!!! Seru Anzel sambil berlari mendekat .
Garda yang mendengarnya langsung terlihat gugup , tetapi dia pura - pura tak terjadi apa - apa , dengan santainya dia menyapa Anzel
Ehhh Anzel ? sama siapa ?? Tanya Garda
Sama Mamah dan Tante Nadine Eyang , lohh ini siapa ? Anzel pikir mas Sakha ?? ujar Anzel polos .
Eh oh ... Mas Sakha sedang dirumah , ucap Garda gugup .
Anzel , sudah salam sama eyang? Ayo kita pulang sudah mau Hujan ??? panggil nadia
Ehh Nad ? Sudah lama ?? Ujar Garda basa basi.
Sudah Om , Nadia duluan ya ?? Pamit Nadia juga Nadine seolah tidak terjadi apa - apa .
Hidup kadang memang lucu , Terkadang Tuhan menciptakan manusia dengan sempurnanya walaupun sejatinya di dunia ini tidak ada yang sempurna , tetapi seharusnya pasangan itu saling menyempurnakan dan melengkapi , tetapi pada kenyataan nya sering kali pasangan bukan melengkapi tetapi malah merusaknya dengan perbuatan yang menyakiti.
***
Hari ini adalah hari terakhir ivent rokok kami berakhir , suara tabuhan musik bersahut - sahutan nyaring memekakkan telinga , ditambah suara riuh penonton yang bersorak menambah meriah acara ini.
Walaupun suasa sekitar bising tetapi hati ku ramai ,kabar yang kudengar tadi pagi membuatku merasa gundah gulana , Mami Yohana sakit dan dia menginginkan aku yang merawatnya ,tetapi aku sudah nyaman dengan keadaan aku sekarang dan tidak ingin mengingat semua luka yang pernah terjadi di sana.
Kak , ngapain sie ngalamun aja ?? Tegur Kayla yang sedang mengambil rokok karena dagangannya laris manis ,ayok Kak diluar rame sekali waktunya cari duit ujar Kayla bersemangat .
Kamu aja deh Kay , kakak lagi gak semangat guman ku pelan
Hem , ya udah dehh . Ujar Kayla yang segera berlalu dari hadapan Nadia .
" Ibu gak setuju " !!! Kalau kamu akan ke jakarta !!! Teriak Ibu marah mendengar keinginanku untuk merawat Mami Yohana
Tapi Khan Mami Yohana selalu baik sama Nadia Bu ? Ucapku yang masih berusaha membujuk Ibu.
Tidak !!! Ibu tetap tidak setuju titik !!! ucap Ibu tegas lalu segera masuk ke kamar membanting pintu keras.
Aku menatap Nadine mencari pembelaan , tetapi dia tak mengatakan apapun seakan setuju dengan perintah Ibu ,
__ADS_1