Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
62


__ADS_3

Pagi itu aku memutuskan pulang kerumah ku ...aku takut kalau aku disitu ketemu dengan Mas Abi, walaupun sejujurnya aku kangen sekali dengan dia tetapi aku harus menahannya bahkan bukan hanya sekedar itu tetapi aku harus berusaha menghilangkannya .


Aku buka pesan dari Juan Hao yang mengatakan akan kembali sore nanti, aku duduk di teras belakang sambil memandangi ikan-ikan koi yang berenang kesana kemari dengan lincah sebetulnya aku ingin tidur tetapi malah ingatanku pada "Mas Abi" semakin menjadi-jadi.


"Bu Nadia" ada yang pengen ketemu , ujar Bik Tun yang tiba-tiba sudah ada dibelakangku .


Siapa Bik ? aku sedikit heran kalau ada yang mencari aku kemari karena temanku satu pun tidak ada yang tau aku tinggal disini .


Emm sebetulnya Bibik sudah menahannya tetapi dia memaksa untuk ketemu Bu Nadia , ucap Bik Tun


Memang siapa siy Bik ?


Dia teman Pak Juan ... Bu Meliana namanya .


Degg!! jantungku berdetak kencang ada apa dia kemari , aku segera memberi isyarat pada Bibik kalau aku akan segera kesana.


Hai , ada yang bisa aku bantu , tegurku saat menemuinya di ruang tamu .


Hai Juga Nadia maaf kalau aku ganggu kamu , bibir wanita cantik itu tersenyum lebar melihatku .


Iyaa gak papa , ada apa Meliana ? tanyaku pelan sambil mencoba mengatur suasana hatiku yang berdebar tak karuan.


Apa Juan Hao pernah bercerita tentang aku Nad ? ucap nya


Sekilas pernah , tetapi menurutku juga itu gak penting siy karena kamu hanya bagian dari masa lalunya . ucapku tegas.


Masa lalu yang selalu di impikan Juan Hao menjadi masa depannya , bisik Meliana ditelingaku .

__ADS_1


Lalu ? Tujuan kamu kemari apa ? ucapku tetap santai menanggapinya .


Aku berpisah dengan Hao karena aku dijodohkan oleh kedua Orang tuaku tetapi ternyata tunanganku berselingkuh dan sekarang orang tuaku membebaskan aku bila memang aku akan kembali pada Hao , sekarang tinggal bagaimana kamu Nad ? karena aku Pastikan cinta Hao itu masih tetap buat aku kamu hanya pelampiasannya aja !!! ucap Meliana dengan nada setengah mengejek .


Apa orang tua kamu tau Mel kalau sekarang posisi Juan Hao sudah menikah dan sebentar lagi akan mempunyai Anak ? sahutku


Yaa mereka tau dan sangat tau dan mereka tidak mempermasalahkan itu semua sekarang ini tinggal kamu tau diri aja Nad , pergi dari Hao dan pastinya kamu akan memberi kebahagian pada kami berdua , ucap nya dengan percaya diri .


Ohh , sekarang aku gak heran dengan sikap mu yang seperti ini karena orang tuamu pun sama tidak memiliki adab !!! Meliana Masalah itu silahkan kamu bicarakan dengan Juan Hao karena itu bukan urusanku . aku rasa sudah tak ada lagi yang perlu kita bicarakan , ujarku cepat meninggalkan Meliana masuk kedalam kamarku aku masih sempat melihat muka mulusnya merah padam menahan amarah mendengar omonganku tetapi aku sama sekali tidak peduli .


***


Pagi itu aku masih berkutat dengan sarapanku Juan Hao masih terlelap tidur ,terdengar bel berbunyi Bik Tun bergegas menuju ke depan .


"Bu Nadia" ada Pak Guan , ucap Bik Tun


Ohh gak perlu Nad , saya nitip berkas ini aja nanti tolong sampaikan pada Juan yaa , kata Guan Fai sambil menyerahkan amplop besar .


Ohh iya pak , gak minum dulu pak atau sarapan ,tawarku karena kulihat Guan Fai bergegas akan pergi .


Tidak terimakasih Nadia , saya buru-buru ada kepentingan .kamu sehat Khan Nadia ? tanya Guan Fai


Fisiknya sehat pak , tetapi hatinya sepertinya tidak , bisikku lirih .


Hemmm Apa magsudmu Nad ? ujar Guan yang langsung menghentikan langkahnya dan menatapku .


Pak Guan kenal dengan Meliana ? sahutku cepat .

__ADS_1


Hemm ...yaa pasti saya kenal dia adalah mantan Juan seharusnya dia sudah menikah Nadia ,


Tidak jadi menikah pak , ucapku cepat


Mudah-mudahan saja tidak membawa Juan ke hal negative lagi , guman Guan pelan .


Dia pecandu obat terlarang Nadia, pasti keluarga calon suaminya sudah tau kelakuan Meliana makanya mereka membatalkan pernikahan keduanya , semoga anak kalian selalu menyatukan kalian ya Nad , ini berita buruk saya hanya takut Juan terpengaruh lagi dengan Meliana . ujar Guan fai


Aku terperangah mendengar kata-kata Guan Fai , jika memang iya bearti suamiku sudah mulai terpengaruh Meliana karena kembali ke Alkohol yang pastinya juga akan merembet ke obat-obat terlarang.


"Ya Allah ...mudah-mudahan semua godaan ini lekas berlalu , dua bulan lagi aku akan melahirkan aku gak mau kalau sampai terjadi apa-apa dengan rumah tanggaku " doaku dalam hati .


Juan Hao baru bangun dari tidurnya ketika waktu sudah memasuki jam makan siang, sebetulnya ada banyak sekali yang ingin aku bicarakan tetapi melihat situasi rasanya kurang pas kalau aku mengeluarkan segala uneg-uneg ku padanya saat ini .


Koh , nanti jadwal periksa siy Boy , ucapku yang selalu menyebut calon anakku dengan si Boy karena dokter sudah memberitahuku kalau anakku berjenis kelamin laki-laki ,itu membuat Mami Johana sangat gembira katanya keturunan Chinese di Juan Hao tidak akan hilang kalau anak pertama kami lelaki tetapi sebaliknya kalau anak kami perempuan .


Hem aku nanti ada janji Nadia , kamu dianter Tono aja yaa ?? jawab Juan Hao yang masih sibuk dengan Handphone nya .


Janji dengan siapa Koh ? memang lebih penting daripada dengan mengantar aku periksa !! ucapku ketus saat itu langsung saja selera makanku hilang .


Sudahlah Nadia kamu jangan Manja!!bulan-bulan lalu Khan aku juga selalu menemani kamu ...


Aku tak menjawab lagi semenjak kehadiran Meliana aku merasa perhatian Ko ' Hao semakin berkurang, kemarin memang sejak tau aku hamil dia begitu perhatian padaku tetapi sekarang ini kembali memudar perlahan-lahan .


Ohh iya Tadi ada pak Guan , dia mengantar berkas itu , ucapku sambil menunjuk amplop diatas meja .


tak ada jawaban dari Juan Hao dia hanya melirik sedikit , aku bangkit dari tempat duduk lalu berjalan menuju ke kamar.

__ADS_1


Aku merebahkan tubuhku perutku sudah semakin membuncit , untuk melakukan aktifitas pun sudah tidak bisa cepat harus perlahan karena sekarang aku mudah sekali lelah .aku mengelus perutku dan senyumku melebar merasakan respon cepat dari anakku yang masih didalam perut, perutku bergerak-gerak tendangan kecil yang berulang membuat aku semakin gemas. "sebentar lagi kita akan bertemu sayang terimakasih karena selalu menghibur mamah disaat sedang bersedih , Mamah yakin kamu akan menjadi anak yang hebat ketika sudah berada di dunia nanti "


__ADS_2