Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
84


__ADS_3

Di lantai dua ternyata ruangannya Luas sekali , diatas kami duduk di sofa menunggu Pak Surya memanggil kami .


Hallo , Selamat Pagi ? Sapa Surya


Selamat pagi pak , jawabku dan Kayla bersamaan.


Oke , hari ini kalian udah bisa mulai bekerja nanti ada Leader dari Team kalian yang akan mengarahkan juga membimbing kalian berdua. ucap Surya mengarahkan


Lalu kami berdua diantar ke sebuah ruangan yang berisi Team kami dan diperkenalkan satu - satu , team kami ada tujuh termasuk aku dan Kayla . Leader yang disebut tadi bernama Pak Ripto laki - laki berbadan gempal tadi terlihat ramah dan semangat sekali , lalu empat lainya ada rodi , Arman , dedi dan Yudi , yang sudah menikah hanya Pak Ripto ,lainya belum ada yang menikah karena umur mereka juga masih seumuran Kayla hanya Rodi yang sepertinya udah cukup umur tetapi masih bertahan dengan status lajangnya.


Hari pertama kami masih belum jalan, hanya di kantor saja menerima pengarahan , nantinya kalau kami sudah lepas training akan ikut dengan team kami yang setiap harinya di drop ke kampung tertinggal untuk memberikan penyuluhan.


Hai Nadia ? pulang sama siapa ? Tegur Rodi yang melihatku berdiri didepan pintu , aku sedang menunggu Kayla yang sedang ke toilet .


Ohh sama Kayla mas , jawabku sopan


Ohh kirain sendiri , mau aku anter ? Tukas Rodi menawarkan, laki - laki yang sepintas mirip dengan aktor komedi " Zainal Abidin domba "


Terimakasih Mas , saya bawa motor kok . Ucapku pendek


Setelah Kayla selesai aku bergegas pulang ,mengantarkan Kayla dulu kerumah Tante Lisda.


Gak Mampir ? Ucap Tante Lisda yang sedang berada di depan rumahnya sedang menyiram tanaman nya.


Gak Tante ! Udah sore . Ujarku sambil melambaikan tangan


***


Sudah hampir dua Minggu aku dan Kayla bekerja disini, rasanya memang agak kikuk karena aku yang terbiasa memiliki karyawan sekarang malah aku yang menjadi karyawan dan disuruh - suruh disini , " Roda kehidupan memang berputar kadang kita diatas dan kadang kita di bawah " dan kita harus selalu siap menghadapi apapun kondisi kita saat ini .


Pagi itu aku dan Kayla masih meeting pagi dengan team , setiap hari rutinitas Kami seperti ini setelah itu Kami akan di antar ke kampung tertinggal untuk memberi penyuluhan yang berkaitan dengan "******" karena memang masih banyak penduduk dikampung yang belum menggunakan ******,


Rodi jangan melamun terus ? Tegur Pak Ripto


yang langsung disambut teriakan lainya menggoda Rodi ,


Memang pak sejak ada Nadia siy Rodi jadi sering melamun , cieee...ledek Dedi


Kalau Arman biasanya galau nya karena dicuekin Kayla ,celetuk Dedi lagi yang membuat suasana semakin riuh yang sebetulnya membuat kami risih .


Aku dan Kayla hanya tersenyum kecut karena sejujurnya kami tidak nyaman dengan Suasana ini , penampilan karyawan disini memang cupu , ketinggalan jaman , dan garing yang membuat aku dan Kayla sama sekali tidak tertarik pada mereka.


Saat makan siang aku sengaja memilih duduk berdua dengan Kayla saja , kami membawa bekal dari rumah ditambah dengan Kami membeli gorengan disini .

__ADS_1


Kay , kayaknya Kakak udah gak betah deh disini ? Ucapku


terus gimana kak ? Kayla juga sebetulnya enggak apalagi setiap hari harus menghadapi lawakan garing orang - orang katrok disini !! Ujar Kayla ketus sambil melirik mereka yang berada tidak jauh dari tempat kami .


Habis gajian kita keluar aja ya ? Cari kerjaan lain , kayaknya sayang deh kita kerja di tempat ini ! Ujarku menggerutu yang disambut gelak tawa Kayla .


Sori ganggu ? suara teguran Rodi menghentikan obrolan kami .


Iya ada apa Mas ? Tanyaku


Maaf Nadia boleh gak aku berbicara sama kamu ? Ujarnya sambil melirik Kayla seolah - olah meminta dia untuk meninggalkan kami berdua .


Ada apa Mas ? Bicara saja ! Ucapku cepat sambil memberi kode pada Kayla agar tetap duduk pada tempatnya.


emm sebenarnya Mas ingin mengajak kamu nonton kamu mau ga Nadia ? Ujar Rodi malu - malu


Hah apa mas ? Mataku melotot ke arahnya jangankan nonton dengan dia duduk di sebelah dia lima menit saja aku udah gak betah .


Iya Nadia , kamu mau ya ?


Duh maaf Mas , saya masih sibuk kapan- kapan saja ya kalau saya udah santai . Jawabku cepat ku lirik Kayla yang menahan tawa melihat ekspresi aku .


Ohh begitu ya ? Terdengar helaan nafas dan raut wajahnya yang kecewa tapi aku sama sekali tidak mempedulikannya rasa - rasanya ingin segera menghilang saja dari hadapannya .


Hatiku berkecamuk kesal , aku seperti udah gak sabar menunggu hari gajian tiba agar aku segera keluar dari sini , aku bisa stres menghadapi " bujang lapuk " semacam Rodi yang ternyata berusia 15 tahun lebih tua dariku.


Kay ,kakak udah gak betah tau !!! Ucap ku bersungut - sungut .


Sabar kak , kan udah tinggal seminggu lagi kita disana . Ucap Kayla menenangkan aku.


***


Pagi ini aku merasa sangat tidak bersemangat , akhirnya aku mengirim pesan pada Kayla kalau Hari ini aku tidak berangkat kerja.


" tok... tok... "


Terdengar suara ketukan pintu , aku membiarkan saja karena ada Nadine dan Ibu diluar sedangkan Anzel masih tertidur pulas .


Kak , panggil Nadine


Iyaa ada apa , kataku memicingkan mataku yang sebetulnya hampir terpejam


Tuh didepan ! Ucapnya pendek

__ADS_1


Siapa siy ? Ujarku heran bukanya menjawab pertanyaan ku malah Nadine meninggalkan aku sendiri .


Aku bergegas keluar kamar dan sosok yang sedang berdiri disana membuat aku kaget setengah mati ,


" Koh ' Hao " !!!


Nadia apaa kabar ? Sapanya yang langsung mendekati ku dan memelukku .


Aku baik , jawabku pendek aku menoleh melihat Nadine yang tidak mempedulikan kedatangan kakak iparnya tersebut , sedangkan Ibu entah kemana .


Dimana Anzel Nad ? Tanya Juan Hao


Dia masih tidur , hari ini sekolahnya libur . Ujarku tanpa bertanya lagi kepadanya


Aku boleh duduk Nad ? Ucap Juan Hao meminta ijin


Silahkan ,


Kak , aku berangkat Kuliah dulu ya ? Pamit Nadine sambil menyalami tanganku lalu melewati Juan Hao begitu saja tanpa menoleh sedikitpun .


Yaa , hati - hati Nadine ,


Maaf kalau kehadiranku disini membuat dirimu dan keluargamu tidak nyaman , ucap Hao lagi.


Santai aja , ada apa ? Tumben ingat kami ? sindirku telak yang langsung membuat raut wajahnya berubah.


Emm , maaf bukan maksud aku seperti itu . Aku hanya masih merasa gak enak dengan kamu ? Kata Juan Hao pelan yang membuat emosiku menggelegak .


Maaf ya Koh ? Kamu pikir aku disini sedang hancur gitu !!! Aku disini baik - baik saja , Alhamdulillah sekarang aku juga udah bekerja , cetus ku kesal .


Bukan begitu maksud aku Nad , ucap Hao lirih


Sudah sekarang lebih baik katakan saja ada keperluan apa Kamu kesini ?


Begini Nad , kemarin aku mengantarkan Kumairah pulang ke kampungnya. Untuk memberitahu kalau dia akan menikah denganku . Tetapi dari pihak keluarganya hanya mengijinkan Kumairah menikah dengan ku kalau aku sudah resmi bercerai dengan mu ?? Ucap Juan Hao menjelaskan


Ohh hanya itu !! ya sudah aku kan juga sudah berkali - kali meminta kamu untuk mengurus perceraian kita ! Lalu kenapa mesti minta ijin lagi ??? ucapku cepat walaupun jantungku berdebar tak karuan .


Apa kamu bisa mengurus nya Nad ? Karena kita menikah disini jadi aku agak ribet kalau harus mengurus sendiri ...


Aku terdiam sesaat rasanya ingin sekali ku ludahi wajah Juan Hao ,


Boleh ? Asal seluruh biaya kamu yang tanggung dan ada satu syaratnya !! ucapku tegas

__ADS_1


Itu pasti , katakan apa syaratnya ?


" Hak asuh sepenuhnya Anzel diserahkan padaku "


__ADS_2