
Pagi itu Nadia berencana akan mengirim2kan lamaran pekerjaan. tabungan selama dia bekerja dengan Om Han sudah diberikan pada ibu nya dan sekarang uang yang dipegang sudah tinggal sedikit.
Nad ... kamu berencana akan melamar pekerjaan dimana ? tanya Bapak sambil menyeruput kopinya .
Ada 3 lowongan pekerjaan yang hari ini Nadia akan kunjungi Pak , jawab Nadia
Mudah2an kamu beruntung hari ini nak ,kata Bapak yang berdiri dan sudah bersiap2 menuju warung kopinya.
tin... tin... terdengar suara klakson motor Nadia melihat ke arah luar dia pikir Belo yang menjemput Nadine tapi ternyata bukan . Nadine terlihat buru2 lalu bergegas berpamitan tanpa sarapan .
Kak , berangkat dulu ya , pamit Nadine
Nadine kok bukan Belo yang jemput ? tanya Nadia
Bosenn ahh Belo Mulu , jawab Nadine sambil berlari keluar.
Nadiaaa kamu itu jangan sering tanya2 Belo ke Nadine ibu justru senang kalau dia jauh dari Belo , itu tadi namanya Bian dia orang baru pindahan dari sini kedua orang tuanya bekerja di kantor pajak tadi kamu liat sendiri Khan motor nya aja bagus Ibu lebih setuju Nadine sama dia !! kata Ibunya yang tiba2 saja sudah ada dibelakang Nadia .
Yaa Bu , Nadia gak akan tanya2 Belo lagi . jawab Nadia sambil masuk ke kamarnya ,bahkan Nadine pun belum lulus sekolah ibunya sudah membayangkan terlalu jauh hehhhhh kadang Nadia suka heran dengan ibunya .
***
Hari ini Nadia ada panggilan bekerja hanya sebagai SPG ivent tapi itu sudah membuatnya bahagia setidaknya dia akan mendapatkan penghasilan lagi .
Nadia berjalan perlahan menuju perbehentian angkot , karena tidak ada yang bisa mengantarnya .
Kak Nadia ....!!! panggil Jeje tadinya dia tidak mengenal Nadia karena sudah hampir setahun tidak bertemu.
Jejeeee... kamu apaa kabar ?? jawab Nadia sambil mengacak rambut Jeje dengan gemas .
Kaka pulang kapan ? kok gak kabar2 aku siy ? tanya Jeje sambil manyun
__ADS_1
baru 4 hari ini Je ,Kaka harus cepetan jalan ini Je , besok2 kita ngobrol lagi yaaa ... dadah Je ...jawab Nadia .
Baik Kak ... Hati2 ya Muachh ... sahut Jeje yang masih dengan tingkah lakunya yang khas .
Hari pertama Nadia berkerja lancar dan menyenangkan dia menjalani dengan perasaan bahagia dan sangat bersemangat walaupun jujur dia kadang merindukan suasana kerja di kantor Om Han .
***
Tak terasa sudah sebulan Nadia berada di kampung halamannya dia sangat bersyukur ivent yang dijalani terus berlanjut walaupun setiap 2 Minggu sekali dia harus berpindah tempat
Malam ini Hujan begitu deras yang disertai angin dan petir Ibu Nadia kelihatan gelisah karena Bapak belum juga pulang padahal seharusnya dia sudah sampai rumah .
Naddd ... kok Bapak belum pulang yaa ? Ibu khawatir Bapak kenapa2 ,tanya Ibunya sambil berkali2 mengintip di korden .
Mungkin Bapak masih menunggu Hujan reda Bu , jadi belum pulang .jawab Nadia menenangkan Ibunya.
Tapi Bapak gak ada kabar Nad ... handphone nya pun gak aktif !! kata Ibu Nadia lagi .
Benar kata Nadine Bu ... Bapak pasti lebih memilih menunggu hujanya reda dulu lebih baik sekarang ibu istirahat ya biar Nadia sama Nadine yang jaga pintu .kata Nadia sambil memeluk ibunya dan medorong masuk ke kamarnya .
Nad ... Tapi perasaan Ibu gak enak Nad , jawab Ibu Nadia sambil memegang lengan Nadia .
Sudah ibu istirahat ya ...kata Nadia lembut
Nadia menunggu beberapa saat sampai ibunya terlelap lalu keluar dari kamar ibunya perlahan dia berjalan ke ruang tamu lalu mengintip jendela melihat luar yang ternyata hujanya semakin deras .
Nadine ... Bapak dimanaa ya ? memang gak ada nomer lain yang bisa dihubungi selain nomer bapak Dine ? tanya Nadia sambil duduk disebelah Nadine yang sedang asyik bermain ponselnya .
Biasanya tuh kalau Bapak gak bisa dihubungi kita telpon ke kios sebelahnya kak , tapi nomernya itu ganti2 Mulu Nadine juga heran tadi ibu sudah mencoba menghubungi dan ternyata sudah gak aktif lagi. jawab Nadine
Nadia betul2 bingung mau nyusul bapaknya juga pake apa sudah jam 11 malam dan terlalu bahaya kalau Nadia mencari Bapak ke terminal . hhhhmmm Nadia menghembuskan nafasnya dan berdoa dalam hati "Ya Allah" lindungilah Bapak dimanapun beliau berada ...
__ADS_1
Kak ... kita tidur aja yuk , sepertinya Bapak tidur di kios sambil nunggu hujan reda disana juga nyaman kok kak kalau buat istirahat satu orang ,terang Nadine sambil berjalan meninggalkan Nadia lalu masuk ke kamarnya .
Akhir nya Nadia mengikuti Nadine masuk ke kamarnya dia sangat berharap mudah2an tidak ada hal2 buruk yang menimpa Bapaknya . Tapi ternyata semakin berusaha memejamkan matanya semakin susah Nadia betul2 memikirkan keadaan Bapak nya hingga akhirnya jam 4 pagi dia memutuskan bangun apalagi sudah terdengar suara ibunya menyalakan kompor.
Bu , apa sebelumnya bapak sudah pernah menginap di kios seperti ini Bu ? tanya Nadia
Nad ...kamu bikin kaget aja? karna Nadia tiba2 sudah berada dibelakangnya, pernah dulu Nad tapi Bapak memberi kabar tidak seperti ini .nanti jam 6 pagi Ibu mau minta anter Rezi ke terminal untuk memastikan kondisi Bapak Nad ... Jawab ibunya .
Biar Nadia aja Bu , sahut Nadia yang langsung dibalas anggukan oleh ibunya , Om Rezi masih sepupuan dengan Ibu Nadia dan jarak rumahnya cuman 3 rumah ajaa dari rumah Nadia dia baik pada keluarga kami lalu Nadia merebahkan badannya di sofa kantuk mulai menyerang akhirnya dia memutuskan untuk tidur walaupun cuman sejam .
***
Nadia bangun jam 5 lebih dia langsung menunaikan ibadah sholat subuh dan bersiap2 akan segera ke rumah om Rezi dia ingin cepat2 memastikan keadaan Bapak nya.
Om ... Om Rezi ... panggil Nadia mengetuk2 jendela kamar Om nya itu tapi tak ada sahutan akhir nya Nadia mencoba mengetuk pintu depan .
Klekkk ... terdengar suara kunci pintu , Lohh Nad ada apa kok pagi sekali kesini? tanya Rio dia adalah Kakak Om Rezi mereka 3 bersaudara Om Rio anak pertama anak keduanya Om Yayan dan yang paling kecil Om Rezi .
Om Rio , apa Om Rezi sudah bangun ? Nadia mau minta tolong anter ke terminal ke kios Bapak karena Bapak dari semalem gak pulang . tanya Nadia .
Rezi lagi dikamar mandi , kamu tunggu sebentar ya , biar Om Rio panggilkan .jawab Rio yang langsung masuk ke dalam memanggil adiknya .
Perjalanan dari rumah Nadia ke terminal lumayan jauh membutuhkan waktu 20 menitan setelah memarkir motor Nadia bergegas turun dan langsung menuju ke kios Bapaknya di dampingi Rezi . Nadia kaget karena kios bapak nya itu tutup perasaanya makin tidak enak, dia lingak linguk mencari orang yang bisa di mintai informasinya , dia melihat tukang parkir yang baru bangun dari tidur nya Nadia segera berlari menghampirinya .
Maaf pak mengganggu ? boleh saya bertanya pak ? sapa Nadia sopan .
Ada apa Nak ? tanya saja ... jawab Bapak itu sambil berkali2 menguap .
Apa Bapak kenal dengan penjual kopi pak Wiji yang kios nya warna biru pak paling pojok ? itu Bapak saya semalem tidak pulang tapi setelah saya kesini kenapa kios nya di gembok dari luar ? apa Bapak tau Bapak saya menginap dimana ? tanya Nadia lagi hati2.
Ohh Wijii...pasti saya kenal karena saya langganan kopinya , setau saya Wiji sudah pulang dari semalem malahan dia pulang gasik karena kopinya sudah habis . jawab Bapak tukang Parkir itu .
__ADS_1
Hahhhh... Lalu Bapak dimana ? pulang kemana semalem ? terlalu banyak pertanyaan dipikiran Nadia .