Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
92


__ADS_3

Pintu ruangan aku buka perlahan , terlihat ruangan yang begitu mewah ada seorang perawat yang sepertinya ditugaskan menjaga Mami Johana , di atas ranjang terbujur tubuh Mami yang lemah dan terlihat semakin tua .


Aku mendekati perlahan tak terasa air mata ini menetes melihat raut wajahnya yang sudah semakin banyak keriput walaupun masih terlihat cantik dan segar untuk seusianya .


" Mami " ucapku pelan sambil mengelus tanganya


Perlahan mata itu membuka dan menatap ku dengan pandangan Haru , air mata nya menetes disudut matanya .


" Nadia " kamu datang juga ? Ujar Mami Johana pelan secara reflek badanya seperti ingin merengkuh ku tetapi segera aku cegah dan aku segera memeluknya erat kami berdua menangis .


Terimakasih Nadia ? Masih mau jenguk Mami. Mami hanya takut tidak bisa bertemu kamu lagi Nad ? Ucap nya lemah


Mami gak boleh berkata seperti itu ? Mami harus semangat harus sehat lagi ! bukankah Mami juga ingin melihat semua cucu Mami tumbuh besar ? ucapku sambil memberi semangat .


Mami Johana hanya terdiam air matanya masih mengalir, terlihat jelas kerinduan dimatanya ,


Kamu akan Jaga Mami Khan ? Seperti kamu jaga Mami dulu ? Ujar Mami Johana begitu berharap


Nadia ingin sekali Mami , tetapi maaf Nadia tidak bisa lama disini ? Nadia sudah punya tanggung jawab dengan pekerjaan Nadia , ucapku pelan sekali karena tidak ingin menyakiti hati Mami .


Mami hanya terdiam ada raut kekecewaan pada wajah nya , aku janji aku akan merawat Mami sebaik baiknya selama aku berada di sini .


Nadia , kami pulang dulu ya ? Nadine besok akan kami ajak jalan - jalan dengan anak - anak . Ucap Cik Paula .


Aku menganggukkan kepala ku dan tersenyum , sejak berangkat tadi aku memang sudah bilang ke mereka kalau selama disini aku akan merawat Mami , Nadine tak akan keberatan kalau di rumah Cik Paula apalagi sudah dijanjikan jalan dan shoping .


***


Pagi itu aku menyeka Mami , membersihkan semua bagian tubuhnya dan menyisir rambutnya yang sudah hampir semua nya terlihat putih , setalah sarapan datang aku juga bergegas menyuapi Mami dengan rayuanku sarapan paginya habis tak tersisa

__ADS_1


kamu lihat Nadia ? Baru satu malam kamu menjaga Mami , tetapi badan Mami sudah terasa sehat !! Ujar Mami tersenyum


Yaa itu tergantung Mami , kalau setiap hari Mami selalu semangat pasti Mami akan cepat sehat ? Ucapku sambil menyuapi buah untuknya .


Kamu adalah semangat Mami Nadia ? Tetapi sayang Juan Hao malah meninggalkanmu dan memilih wanita seperti itu ! Ucap Mami sambil menghembuskan nafas dengan kasar terlihat sekali kekecewaan dia terhadap anak lelakinya itu .


Sudahlah Mami , semua yang terjadi itu adalah kehendak Tuhan dan itu adalah yang terbaik untuk kehidupan kita . yang terpenting kita tetap bisa menjalin silahturahmi , ucapku sambil menggenggam tangan Mami yang langsung dibalasnya dengan erat .


" klakk " terdengar suara pintu dibuka seraut wajah yang sangat ku kenal terlihat menampakan dibalik pintu .


" Nadia " panggilnya sambil mendekat ke arahku


" Cik Miranda " !! Ucap ku kaget dan segera menyambut pelukannya kami berpelukan melepas kerinduan dengan orang yang sempat marah kepadaku karena keputusanku tetapi sepertinya dia sudah mau menerima keadaan saat ini .


Kemudian terdengar suara derit pintu yang dibuka lagi ternyata ada sellin dan Vania yang juga ikut , melihat mereka aku pun langsung mendekati mereka berdua yang juga langsung menghambur ke pelukanku


Kalian udah besar banget sie ? tambah cantik lagi . ucapku sambil mencium pipi merah mereka.


Bertiga aja , wah Mami dijenguk Nadia langsung sehat yaa ?? sebetulnya memang Nadia yang pantes jadi anak kandung Mami , kelakar Miranda


Mami hanya perlu sering - sering dikasih semangat Cik , jawabku .


Yang benar tuh Mami kangen sama lu Nad ?? ucap Miranda lagi .


Cik Miranda dari Outlet ? Wah kangen sekali sama Novi dan Lulu ! Ucapku sambil membayangkan wajah manis mereka .


Lu besok mampir Khan ke rumah gue ? Nanti bisa temui mereka , mereka juga kangen sekali sama lu Nad ?? Sahut Miranda


Kepengen Nya sie Cik , tetapi lusa Nadia harus pulang karena hanya dapat ijin kerja tiga hari aja . ucapku .

__ADS_1


Yaa sayang sekali ? padahal gue pengen ajak lu jalan dulu kaya dulu !! Gerutu Miranda


Kapan - kapan pasti Nadia kemari lagi kok Cik ? Ucapku sambil memeluknya.


Obrolan kami berlangsung hangat tak sedikitpun Cik Miranda membahas tentang Koh' Hao ataupun Kumairah , sebetulnya aku ingin tau keadaan mereka tetapi aku tidak mau bertanya terlebih dahulu.


Bahkan sampai Cik Miranda dan anak - anaknya pulang tak sedikitpun dia menyinggung keadaan kakak nya.


Nadia ? Panggil Mami Johana pelan


Iya Mami , Mami kepengen apa ? Tanyaku


Tidak ada , Mami hanya ingin bicara ? ucapnya lagi sambil memberikan kode agar aku duduk disampingnya.


Aku mengambil kursi lalu duduk disebelah Mami sambil perlahan memijat kakinya .


Dari kemarin kamu tak pernah sekalipun menanyakan Juan Hao ? apakah sudah sebenci itu kamu pada anak Mami ? ucap Mami Johana yang membuatku sempat menghentikan pijatanku tetapi segera aku teruskan kembali .


Yaa bukan begitu Mami ? Koh Hao sudah bukan milik Nadia , jadi Nadia rasa sudah bukan porsi Nadia untuk bertanya tentang keadaan Koh Hao, ucapku .


Kamu tau Nadia ? usaha kalian sejak ditinggal oleh mu hanya tinggal satu saja !!yang lain sudah tutup kecuali mall central itupun sudah semakin sepi !! Keluh Mami


Aku hanya diam tidak menanggapi ucapan Mami , aku biarkan saja Mami menumpahkan semua uneg - uneg nya .


Bahkan Ko Hasan sudah bilang tidak akan pernah mau membantu lagi bila memang usaha Hao kembali bangkrut seperti yang sudah - sudah . Mami rasa itu pun karma yang diperoleh mereka karena menyakiti kamu Nad !! Ucap mami pelan air matanya kembali menetes .


Sudahlah Mami jangan berpikir seperti itu , lebih baik Mami doakan saja mereka agar usahanya kembali normal , sahutku mencoba bijak walau tak munafik tetap ada di sisi lain hatiku yang gembira mendengar kabar mantan suamiku dan selingkuhannya itu .


Dari Mami Johana pula aku tau anak mereka diberikan kepada saudara Kumairah di kampung , entah apa tujuannya apa mereka hanya ingin berdua saja atau bagaimana aku tidak peduli , tetapi memang inilah hidup

__ADS_1


kita tak pernah tau bagaimana hidup kita kedepannya tetapi hukum tabur tuai tetap akan selamanya ada dan aku sangat percaya itu .


__ADS_2