Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
74


__ADS_3

Sudah beberapa hari terakhir aku tidak melihat Ririn , kabar terakhir katanya Ririn pindah Outlet di Mall lain . bahkan Ririn tidak pamit denganku apa yang terjadi dengan Ririn sebetulnya ??


Hari demi hari hubunganku dengan Koh' Hao makin berjarak , dia semakin berubah dan selalu ada saja alasan dia keluar rumah . sebetulnya aku ingin sekali mencari tau kemana kalau Koh' Hao pergi tetapi rutinitas yang aku lalui sehari-hari membuatku belum ada waktu untuk mengikutinya.


Nadia ??? Ngelamun ajaa lu !!! teriak Miranda dari belakang


Ihh Cik' Miranda bikin kaget ajaa !!! ujarku sambil memanyunkan bibirku


Ada apa siy Nad ? kayaknya lu lagi mikirin sesuatu ?? tanya Miranda heran melihat raut wajahku


Singkat cerita aku menceritakan semua kejadian-kejadian dan hal-hal aneh yang sudah terjadi pada Koh' Hao tak lupa juga aku menceritakan saat Sarina menemui ku dan menceritakan semua kelakuan adik kandungnya yaitu " Kumairah"


Lahhh gue bilang juga apaa ??? udah bakat pelakor lu main terima ajaaa dia jadi karyawan !!! omel Miranda sambil menghembuskan rokoknya.


Yaa Cik' aku betul-betul tertipu dengan wajah polosnya, ujarku pelan


Jaman sekarang mah jadi pelakor gak harus yang dandan menor ataupun seksi butuh nya cuman satu "Gatelll" ucap Miranda gemas


Terus sekarang gimana Cik' ??


Yaa udah Lu pantau aja dehh !!! kita sekarang gak bisa ngapa-ngapain juga gak ada bukti !! tegas Miranda .


Iya betul Cik' ...


Eh Nadia gini aja besok dua hari Khan ada ivent sampai malam tuh ? lu pura-pura aja pamit Ama Koko gue kalau mau nginep dirumah gue tapi diem-diem lu pulang! kalau emang gak ada apa-apa Lu segera naik taxi pulang lagi kerumah gue . ucap Miranda memberi saran pada Nadia

__ADS_1


Wahhh ide bagus tuh Cik' ? ujarku yang merasa ini cara paling tepat untuk membuktikan semua yang aku curigai selama ini .


Ya udah kita makan yuk ? ajak Miranda


Cik' Miranda kesini sendiri atau sama koh' Jason ?? tanyaku


Sama Jason dia udah nunggu di Food Court , jawab Miranda


Akhirnya kita makan bertiga bersama walaupun seharusnya aku lebih dekat dengan Koh ' Hendi yang suami sah nya Cik' Miranda tapi entah kenapa aku lebih dekat dan nyaman dengan Koh' Jason karena dia orangnya baik tidak seperti Koh' Hendi yang mempunyai watak keras dan omongannya seringkali menyakitkan . sayang sekali kisah cinta mereka tidak dijalan yang benar entah sampai kapan hubungan mereka akan berakhir.


***


Dua hari kemudian aku menjalankan rencanaku aku berpura-pura setelah event selesai aku tidak pulang kerumah tetapi menginap dirumah Cik' Miranda.


Cik' Miranda dan Koh' Jason menunggu didepan gang yang akan masuk menuju kerumah, aku tidak jadi naik taxi karena kebetulan mereka bisa menjemputku ku pelan-pelan aku berjalan aku melihat dari kejauhan rumah ku dengan pintu terbuka disana ada dua orang teman Koh' Hao yang sama-sama memiliki usaha di Mall Central mereka memang sering berkunjung kerumah dan kulihat tadi tidak ada hal yang mencurigakan aku bergegas balik lagi ke mobil Koh' Jason lalu Kami berencana pulang saat pulang aku melihat Ririn dan Kumairah yang sedang berjalan sepertinya mereka habis membeli sesuatu .yaa kontrakan mereka memang tidak jauh dari rumah ku .


Siang itu aku ditelpon oleh Cik' Paula yang mengabarkan kalau Mami Johana sakit dan harus dilarikan segera ke rumah sakit ,kami semua anak-anaknya berkumpul di rumah sakit setelah hasil pemeriksaan keluar ternyata Mami Johana harus dioperasi karena ada tumor besar di dalam perutnya yang berpotensi bisa makin bertumbuh bila tidak segera dioperasi.


Setelah Mami pulang dari rumah sakit aku memutuskan akan merawat mami sampai betul-betul sembuh ,jadi untuk sementara waktu aku tinggal dirumah Koh ' Hasan dan Cik' Paula . aku merawat Mami Johana dengan tulus aku selalu sabar walaupun Mami itu termasuk cerewet sekali bahkan anak perempuannya tidak ada yang betah menjaga Mami. karena sebetulnya walaupun cerewet Mami Johana itu baik sekali terhadapku .


Selama disini Koh ' Hao hanya setiap weekend baru akan menyusul kesini dan ikut menginap disini karena kalau setiap hari pulang kemari tidak mungkin karena jaraknya cukup jauh bisa menempuh waktu hampir tiga jam itupun kalau tidak kena macet.


Dirumah Cik' Paula memang aku betah disamping tiga anaknya yang manis dan sopan apalagi setiap melihat Aveo aku merasa seperti ada Anzel disini karena mereka sangat mirip , belum lagi Annava yang sangat cantik wajahnya selalu mengingatkan aku pada "Boneka Barbie " mereka berdua sangat manja padaku hanya Kivaro yang terlihat malu-malu bila aku dekati


***

__ADS_1


"Tiga bulan telah berlalu"


Mami sudah sehat dan sudah bisa beraktifitas kembali rencananya sore nanti aku akan dijemput Koh ' Hao pulang kerumah ku.


Nadia sayang , Mami sangat berterimakasih karena kamu sudah dengan sangat baik dan tulus mau merawat Mami sampai sembuh . ucap Mami mendekati aku yang sedang membereskan baju-baju ku yang sudah menjadi tiga kali lipat lebih banyak dari yang kubawa karena Cik' Paula yang sering sekali membelikan aku baju.


Sudah kewajiban Nadia Sebagai seorang anak Mami , jangan terlalu di pikirkan Mami . ujarku sambil tersenyum .


Kamu memang Menantu yang baik , ini hadiah dari Mami untuk kamu . ucap Mami Johana menyodorkan sepasang anting bermata satu tetapi matanya terlihat sangat berkilat


Yaa Ampun Mami , ini berlebihan Mami sudahlah Mami Nadia ikhlas melakukan semua ini kok , ucapku mencoba menolak pemberian Mami.


kalau kamu ikhlas kamu harus terima ini !!! ini berlian asli Nadia memang tidak besar tapi ini Mami pesan khusus untuk kamu , tegas Mami Johana .


Mataku terbelalak mendengar kata " berlian " aku menerima pemberian Mami dengan tangan bergetar apalagi setelah melihat Harganya di kuitansi pembelian ,selama hidup baru kali ini aku memegang " berlian"


Sore hari adik Koh ' Hao paling kecil datang kerumah dia adalah Cik' Titian dia memang akan bergantian menjaga Mami setelah aku pulang kerumah . wajah Cik' Titian sangat mirip Mami cantik sekali .sayang sekali pernikahan dia dengan Koh ' Hyanso belum dikaruniai anak padahal usia pernikahan mereka sudah lima tahunan .


Setelah Koh ' Hao datang dia hanya mengobrol sebentar lalu mengajak aku pulang entah kenapa aku melihat wajahnya yang sedikit murung dan tidak bersemangat .


Kamu capek koh' ? tanyaku


Lumayan aja siy , jawabnya pendek


Tadi kenapa aku gak diantar sama supir Cik' Paula saja ?

__ADS_1


Gak papa udah , mungkin aku hanya kurang enak badan , jawabnya lagi .


Aku terdiam saat pandangan mataku tertuju pada tanganya yang sedari tadi seperti disembunyikan , aku melihat luka yang lumayan besar di ruas jarinya seperti luka sehabis memukul benda keras.


__ADS_2