Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
69


__ADS_3

"Setahun kemudian"


Kami akhirnya sudah memiliki Rumah sendiri dan sudah tidak ikut lagi dengan Cik' Miranda dan Koh ' Hendi , tetapi Anzel tetap berada dengan Ibuku dikampung karena aku tetap merasa lebih tenang Anzel ada dalam asuhan Ibuku daripada harus dengan pembantu dirumah.


Mbak Nadia , lagi sibuk yaa ? tegur Ririn


Enggak kok , ada apa Rin ? jawabku


Kemarin Mbak Nadia cerita kalau Koh' Hao masih butuh karyawan satu untuk di mall Central ? apa sudah dapat karyawannya Mbak ? tanya Ririn lagi


Belum Rin , kenapa ada teman kamu yang mau kerja ?? tanyaku lagi


Mbak , tadi Kumairah ke sini katanya dia diusir sama Sarina kakaknya , dia dituduh ada main sama Uda Usman !! tapi waktu aku tanya ke Kumairah itu katanya Hanya Fitnah dia berani bersumpah kalau dia tidak melakukan itu semua , makanya sekarang dia sedang mencari pekerjaan . Jelas Ririn serius


Hahh Kumairah adik ipar Uda ?? tanyaku kaget


Iya mbak Nadia ,


Coba aja nanti aku bilang ke Koh' Hao yaa, ucapku pada Ririn .


***


Dirumah waktu aku berbincang-bincang dengan Koh' Hao aku bercerita masalah Kumairah dan dia menyetujuinya, karena memang di mall sana semakin rame dan Emi karyawan kamu disana kerepotan menjaga nya sendirian walaupun Koh' Hao stay di sana .


Akhirnya Kumairah Resmi menjadi karyawan kami , dia stay di Mall Centrall menemani Emi .


Nadia, Lu jadi terima Kumairah untuk menemani Emi di mall Central ?? tanya Miranda yang sedang makan siang bersama Nadia .


Iya Cik' ,di sana kasihan Emi kalau sendirian .jawabku


Memang siy Kumairah itu kenapa keluar dari tempat Uda Usman ? bukankah lebih baik ikut saudara sendiri yaa ?? ucap Miranda heran


Kalau kata Ririn siy Kumairah di usir Sarina kakaknya karena dituduh menggoda Uda , ujarku lagi


kalau tau begitu kenapa lu terima dia jadi karyawan siy ??? dia bukan wanita baik-baik bearti donk !! kata Miranda sinis


Yaa bilang nya itu siy hanya fitnah aja Cik' bahkan Kumairah bersumpah dia tidak ada hubungan apa-apa dengan Uda , ucapku membela diri.


Memang Lu udah ketemu sama Sarina ?? kalau Hanya mendengar dari Kumairah sepertinya gue belum percaya dengan semua cerita Kumairah !! ucap Miranda sambil menatapku.

__ADS_1


Belum Cik ' , tetapi dia kata Koh' Hao kerjanya bagus kok !!


Bukan masalah pekerjaannya Nadia , tapi mudah-mudahan saja kelakuannya tidak menjadi Masalah dikemudian hari. tegas Miranda


Aku hanya terdiam mendengar perkataan Miranda ,ada benarnya juga perkataanya kenapa aku langsung mempercayai dia dan menerima dia yaa , ahh mudah-mudah an saja itu hanya pemikiran Miranda saja yang terlalu berlebihan .


***


Hari ini aku berangkat ke puncak karena ada event disana, aku berangkat bersama Novi dan Lulu sedangkan Outlet di tunggu oleh Cik' Miranda dan satu karyawannya yang sedang off. suasana dipuncak sangatlah ramai karena ini termasuk Event besar sewanya pun lumaya mahal.


Setelah beres-beres aku merebahkan diri di Villa yang kami sewa selama berada di sini ,


dertttt ...dertttt...


Handphone aku berbunyi aku pikir koh'Hao yang menelpon ternyata bukan , nomer baru yang masuk


(Hallo) aku


(ada yang mau bicara) ?


(Maaf ini siapa) aku


(Hallo Nadia) ?


(maaf ini siapa) aku


(Ini Abi , Mas Abi ) Abi


(emm...tak bisa berkata apa-apa) aku


(kenapa diam Nadia ) Abi


(Iya ada apa Mas Abi ) aku


(aku pengin bertemu kamu ) Abi


(gak mungkin kita bertemu lagi mas. )aku


(katakan kamu dimana, besok aku akan segera menyusul mu ) Abi

__ADS_1


(villa Pondok Bunga puncak ) Aku


(Baik Nadia , besok aku akan menyusul mu kesana) Abi


Aku masih tak bergeming bagaimana mungkin dia kembali hadir dalam hidupku walaupun semua tentangnya belum bisa terlupakan tapi aku tak ingin kembali bertemu dengannya karena pasti akan membangkitkan lagi rasa sayang yang masih ada , tapi entah kenapa tadi mulutku begitu lancar menjawab pertanyaan mas Abi .


Berbagai pertanyaan mengitari kepalaku kenapa dia bisa tau nomerku , kenapa juga dia berani menelpon aku dan kenapa juga bisa pas saat aku tidak ada dirumah , semua serba kebetulan apa memang sudah diatur oleh Tuhan karena mungkin aku masih harus menyelesaikan hubunganku dengan "mas Abi"


Hari pertama Event di puncak begitu menyenangkan karena ramai pengunjung dan mereka banyak tertarik dengan dagangan di stand kami , melelahkan tetapi setara dengan hasilnya Cik' Miranda begitu gembira ketika aku menelponnya ,


Ada yang Aneh dengan Koh ' Hao dia kemarin begitu mendukung aku agar aku berangkat ke Puncak , dan setelah disini dia juga jarang sekali menghubungi aku seperti sibuk sekali disana.


"ping" aku melihat Handphone ku degg!! karena itu adalah nomer Mas Abi yang kemarin dipake untuk menghubungi aku .aku hanya membalas dengan menjawab "ya"


(aku sudah menginap di Villa mawar di kawasan pondok bunga ) Abi


(yaa Mas , biar aku saja yang kesana ) aku


duhh aku takut kalau tiba-tiba Koh ' Hao ataupun Cik' Miranda menghubungi aku tetapi kalau aku tidak menemui Abi aku takut dia yang kesini dan nantinya malah Novi dan Lulu tau.


Lulu, emm Novi dimana ? tanyaku


Lagi mandi Bu Nadia , loh bu Nadia mau kemana ?? ujar Lulu yang melihatku mengenakan jaket dan berganti celana panjang jeans .


Emm aku ingin jalan-jalan disekitar sini ,aku pamit dulu yaa ? pamitku sambil melangkahkan kakiku keluar


Bu Nadia jangan lama-lama ya aku takut Ibu nyasar !!! kata Lulu mengingatkan


Iyaa Iya Lu , ya udah aku jalan dulu ya , aku segera mempercepat langkah ku untuk menghindari pertanyaan Lulu . aku segera membuka sharelock yang dikirimkan mas abi padaku ternyata kalau berjalan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit.


Sampai di Villa aku hanya tertegun didepan pintu , aku masih ragu untuk menemui Mas Abi tapi juga enggan untuk membatalkan menemuinya , akhirnya aku beranikan diri mengetuk pintu nya .


tok...tok...


Klakk Bunyi suara pintu dibuka bersamaan dengan itu munculah wajah yang sangat dirindukan olehku ,Abi menatapku lekat-lekat aku bisa tau begitu banyak kerinduannya padaku terpancar oleh kedua matanya , sesaat kami hanya saling menatap .


Nadia ... emm masuklah , ucap Abi menyilahkan


Iya mas Abi , ucapku lirih

__ADS_1


Rasa-rasanya untuk jalan pun aku tidak mempunyai tenaga ,dadaku berdetak kencang dan keringat dingin keluar semua , setelah di dalam Villa aku celingak celinguk teryata tidak ada orang lain hanya Mas Abi saja. hatiku semakin berdebar-debar karena , kenapa tidak ada yang berubah denganya semakin mempesona dan yang paling aku rindukan tatapann matanya masih sama seperti dulu masih menyimpan cinta nya hanya untuk aku.


__ADS_2