
Sepanjang perjalanan pulang tak henti2nya air mata Nadia menetes dia merasa dirinya sangat kotor, hina, dan menjijikan . sengaja dia pulang menggunakan taksi online agar dia bebas menumpahkan semua perasaanya dengan air matanya ...
Maaf Mbak , sudah sampai ... pak supir akhirnya menegur Nadia karena sedari tadi sebetulnya mobilnya sudah berhenti tetapi Nadia tetap diam tidak bergeming.
Ohh maafkan saya pak , ujar Nadia sambil menyerahkan uang pembayaranya dan bergegas turun setelah sebelumnya dia mengusap air matanya .
dia sengaja turun di jalan depan jadi tidak masuk sampai ke depan rumahnya agar tetangganya tidak ada yang tau di naik taksi online bisa2 dia jadi bahan ghibahan ibu2 kurang kerjaan .
Nadia jalan perlahan menuju rumahnya badanya rasanya sakit semua terutama di bagian intinya gak habis pikir kenapa pak Bara bisa sekuat itu ... bahkan dia melakukanya berkali2 tanpa mempedulikan perasaan Nadia .
Nad , lesu amat siy ?? kangen Abi yaa ... ledek seseorang yang tiba2 sudah berjalan di samping Nadia, dia adalah Theo pemuda yang kerjaannya suka mabuk2an termasuk teman Abi juga di kampungnya dan dia adalah Om nya Jeje.
Eh Mas Theo ... enggak kok mas lagi capek aja .jawabku sekenanya males sekali sebetulnya meladeni Theo apalagi bau alkohol menyeruak tajam tapi gak enak juga kalau mengabaikannya
Ngapain kamu nungguin Abi siy Nad ...mending sama aku ajaa ... ucap Theo sambil senyum2
hemm aku hanya berdehem saja , dan mempercepat langkah ku untung saja dari kejauhan ada Om Rezi yang langsung mendekati aku jadi Theo segera meninggalkan aku .
Dari RS nad ? tanya Rezi
Gak kok Om. hari ini Nadia gak ke RS lagi gak enak badan ini habis dari kerjaan , ucapku memberi alasan.
Ohh... Ya sudah , kamu tuh gak usah dekat2 sama pemuda sini mereka itu nakal2 , kamu tau sendiri bagaimana rata2 kelakuan mereka Om gak bakal terima kalo kamu sampai dekat dengan pemuda sini , ucap Rezi menasehati
Iyaa Om , tuh tadi mas Theo yang ndeketin aku di jalan kok Om , jawabku membela diri
Iya Om tau , yang terpenting kamu gak usah deket2 sama pemuda sini . tegas Rezi
Iyaa Iyaa Om , Nadia tau. ucapku.
sampai rumah aku langsung mandi membersihkan diriku aku merasa Tubuhku sangatlah kotor , setelah mandi aku langsung merebahkan diriku membayangkan semua yang telah terjadi tadi berapa hinanya aku Ya Allah ... maafkan Hambamu ini Ya Allah ...
__ADS_1
***
Kak... Kak ... bangun Kak ... panggil Nadine sambil menepuk2 tanganku
Iyaa Nadine sebentar lagi yaaa ... jawabku tanpa membuka mataku .
Kak tadi Pak Bara ke RS dia mau membantu biaya pengobatan Bapak Kak , tadi Dokter memutuskan malam ini Operasi Bapak yang ke 2 akan segera di lakukan Kak , kata Ibu nanti kita suruh kesana , tutur Nadine menjelaskan.
Hah seketika rasa kantuk' ku hilang mendengar kata Pak Bara ... jadi dia sudah mengantarkan uang ke ibu .tadi pun dia memberikan aku uang yang lumayan banyak bearti dia menepati janjinya akan segera memberikan uang tersebut ke Ibu .
Kak kok malah ngelamun siy ? Kak kok Pak Bara bisa baik banget ke kita siy ?? kata Ibu kakak yang bilang ke dia kalau kita minta bantuan lagi ? kok langsung kasih ya ...padahal uang yang dibutuhkan buat operasi Bapak bukan uang yang sedikit...Nadine kaya aneh ajaa kak , ucap Nadine panjang lebar sambil mengerutkan alisnya .
Yaa sudahlah Dine anggap saja itu rejeki Bapak ... gak usah mikir yang aneh2 kamu ahh ,kamu udah makan belum ? tuh kaka bawain ayam KFC kesukaan kamu .ucapku mengalihkan perhatianya .
Emang uang Kakak masih banyak kak ? kok bisa beli2 ayam KFC ?? tanya Nadine penasaran .
Tadi dibeliin Pak Bara , cetusku duhh kenapa keceplosan yaa !!!
Yaaa Khan memang tadi pagi Kakak minta bantuan dia Khan masa cuman bicara lewat telpon Khan gak sopan Nad !! gak nyangka ajaa ternyata bantuan nya bisa langsung diberikan sore ini . kata ku sungguh aku tidak berani menatap mata adik'ku karena aku tau dia tidak mempercayai semua kata2 ku .
Nadine hanya diam tapi terlihat di wajahnya yang penuh tanda tanya ... dia tau aku sedang berbohong tapi dia sudah tidak bertanya lagi .
***
Malam ini aku , Ibu dan Nadine menunggu Bapak di depan ruang Operasi ada Om Rezi juga yang menemani Kami , Tangan Ibu tak pernah lepas dari tasbih mulutnya komat Kamit terus memanjatkan doa2 , entah kenapa perasaanku tidak enak malam ini aku menyandar pada Tembok memejamkan mataku Ya Allah mudah2an setelah ini Bapak bisa sehat kembali...doaku dalam hati.
Sudah 2 jam Kami lewatkan tapi belum ada tanda2 Operasi bapak selesai pintu ruangan itu masih tertutup , ceklekk ....ceklekk... tiba2 pintu dibuka serempak Kami melongok ke arah pintu tapi yang kami lihat hanya kesibukan perawat2 yang berlalu lalang dengan muka cemas ...
Nad apa Operasi Bapak udah selesai ? bisik Ibu perlahan
Nadia juga gak tau bu ... coba kita tunggu dulu Bu ... sahutku pelan .
__ADS_1
Keluarga Bapak Wiji ... panggil perawat didepan pintu . aku segera bergegas mendekati di ikuti Nadia dan Om Rezi .
Gimana sus ? kondisi Bapak saya ? apa sudah selesai di operasi ?? tanya ku
Sudah Mbak , Cuman kondisi Bapak saat ini kritis !!! kami akan terus berusaha memantau Kondisi Bapak ... ucap perawat itu, bagaikan petir di siang bolong aku mendengar ini
" Bapak kritis " bukankah setelah operasi ini Bapak makin membaik yaa tapi kenapa malah jadi kritis aku membalik badan menuju ibuku tubuh kurus itu sudah bergetar isak tangisnya semakin kencang ketika aku memeluknya ...Nadine pun menangis dipelukan Om Rezi ... kenapa semua tidak seperti yang aku bayangkan batinku menahan pilu.
Semaleman aku gak pulang dari RS bahkan Nadine pun ikut menginap di RS walopun harus tidur jam di lorong RS menahan dingin yang menusuk badan ...rasanya tidak tega meninggalkan Ibu dengan kondisi Bapak seperti saat ini , suara adzan subuh terdengar aku bergegas bangun bergantian aku melaksanakan sholat subuh.
Nadine sedang mencari makanan didepan dengan ibuku , aku berjalan mendekati ruangan Bapak aku dekati tubuhnya ku pegang tanganya terlihat jelas keriputnya menunjukan usianya yang sudah tidak muda lagi ...
Bapak bangun yok pak , Nadia kangen sekali sama Bapak , ucapku lirih di telinganya ku pandangi wajah Bapak tak ada tanggapan apapun Bapak masih terdiam ...ku coba memanggil lagi ... tiba2 Jari tanganya bergerak ku genggam tanganya kencang Bapak pun melakukan hal yang sama ... Aku mencoba memanggilnya lagi perlahan kulihat air matanya menetes kupanjatkan doa2 di telinganya aku berharap Bapak akan merespon lagi ...tapi yang kurasakan malah genggamannya makin melemah dan sudah tak kurasakan lagi bersamaan dengan itu mesin monitor jantung Bapak berbunyi di iringi hembusan nafas Bapak ...ku lihat ke arah monitor jantung itu kenapa hanya lurus ...
Ya Allah Bapak ... Suster suster ...panggilku bergegas perawat itu mendekati aku saat itu juga dia langsung memanggil dokter untuk segera menangani Bapak ...
Aku menangis tersedu2 diluar ruangan Ya Allah selamatkan lah Bapak ... terlihat Ibu dan Nadine yang berjalan ke arahku melihatku dengan wajah bingung
Nadia kenapa ?? ucap ibu lirihh air matanya mengalir deras dia pasti tau apa yang membuatku menangis .
Aku tidak menjawab apapun tapi langsung memeluk ibuku dan adiku bungkusan yang dibawa Nadine pun dia jatuhkan kita bertiga larut dalam tangisan, hingga akhirnya ...
Pintu dibuka ... Dokter dan perawat itu sudah keluar lalu kami dekati mereka ...
"Maafkan kami Bu, dek ...kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi maaf Bapak Wiji tidak bisa kami selamatkan , sekali lagi maafkan kami " ...
Jlederrrrr seperti pukulan keras menerpa jantungku ini kenyataan atau hanya Mimpi
"Bapak pergi meninggalkan kami "
Bapakkkk Bapakkk..... tidakkk tidakkkkkk teriak Nadine Ibu sudah tak sadarkan diri sedangkan aku berdiri mematung masih berharap semua ini hanya mimpi tapi ternyata semua ini " Nyata" ...
__ADS_1
Air mataku mengalir deras ku dekati tubuh Bapak ku pegang tanganya masih hangat ...kupandangi wajahnya yang begitu teduh ...Bapakkk ...Bapakkkkk ....jangan tinggalin Nadia pakkkkk....teriak'ku ketika tersadar semua ini betul2 nyataa ....