
Hah apa Bapak bercanda sedangkan Bapak Juga tau anak dalam kandungan Nadia bukan anak Bapak ?? tidak cuma Ibu Kami semua terkejut mendengar pernyataan Juan Hao .
Ko Hao ... Maaf , tapi sudahlan gak usah Ikut campur lagi urusan Nadia , Ucapku ketus hal konyol kalau tiba2 ada pernikahan Antara aku dan dia .
Nadia kamu pikir aku becanda ?? aku melakukan ini karena memang aku mencintai kamu !!! tegas Juan Hao , Tapi aku juga belum selesai berbicara tadi ... aku memang mau menikahi Nadia tapi ada syaratnya ...
Apa syaratnya ?? tanya Ibu
"Gugurkan kandungan Nadia " itu saja syaratnya kalau masalah agama kita bisa masing2 . ucap Juan Hao ringan tanpa beban .
Aku terperangah mendengar kata2 Ko Hao ... Ya Allah nak ternyata memang tidak ada yang menginginkan kamu ada , batin ku.
Nadia , bagaimana kamu ?kalau Ibu setuju lagipula kamu juga pernah ada usaha membuang Bayi itu kalau diteruskan juga Ibu takut ada apa2 dengan Janin itu. ujar Ibu dengan santainya tanpa memikirkan perasaanku sama sekali .
Nadia gak tau Bu , ujarku pendek
Kalau gitu saya permisi dulu ... kalian bisa memikirkan tawaranku malam ini , besok aku kemari lagi ... ucap Juan Hao yang langsung beranjak pergi meninggalkan rumah Kami .
***
Malam itu aku tidak bisa memejamkan mataku ucapan Ko'Hao masih terngiang2 ditelingaku belum lagi desakan dari Ibu untuk menyetujuinya aku betul2 bingung apa iya aku harus menuruti kata Ibu ... aku tidak mencintai Juan Hao bagaimana mungkin aku akan menikah dengannya sedangkan sedikitpun aku tidak ada perasaan apa2 terhadapnya .
Kak ... belum tidur ? Nadine ikut duduk di sebelahku .
Gak bisa tidur ,Ujarku
Kak, kalau memang kakak tidak berkenan kakak berhak menolak Kok , ucap Nadine sambil meremas tangan Nadia .entah mengapa sekarang ini dia merasa kakaknya sudah bukan seperti "Kak Nadia " yang dikenalnya ...
Aku sendiri bingung harus menolak atau menerima ... Dine , posisiku serbaa salah ,ujarku sambil mengusap.air mata yang mulai menetes .
Nadine memandang wajah kakaknya tersimpan sejuta duka yang menyelimuti wajah cantiknya ada banyak hal ingin dia ungkapkan tetapi keadaan memaksa dia untuk menerima segalanya .
Biar aku nanti sholat malam Ya Dine ...besok pagi baru aku putuskan , ucapku yang langsung memeluk Nadine adik satu satunya itu.
***
__ADS_1
Gimana Nadia ? kamu sudah putuskan !! tanya Ibuku membuat selera makanku langsung hilang .
Ibu penginya Nadia gimana ?? tanyaku balik
Ibu penginya kamu menikah dengan Juan Hao dan menggugurkan kandunganmu , tegas Ibu .
Yaa sudah Nadia nurut apa kata Ibu , ucapku pendek .
Nadine yang berada di sebelahku langsung menghembuskan nafas panjang ...dia tau kalau yang aku lakukan sekarang hanya mengikuti saja kata2 ibu.
Ada hikmahnya Juga Khan Nad. jadi akhirnya Ibu punya menantu pengusaha ,ucap Ibu
Ibu ini kebangetan banget siy ? apa Ibu tidak memikirkan perasaan kak Nadia sama sekali Bu !!! ucap Nadine dengan nada tinggi.
Kamu Diam Nadine !! bentak Ibu.
Nadine segera mengambil Tas nya lalu berlalu dari hadapan Kami.
Malam itu Ko Hao datang Seperti nya dia memang percaya diri sekali kalau aku akan menerima lamaranya.
Ibu dan ko Hao berbincang sudah agak lama tapi sengaja aku berlama2 di dalam kamar padahal suara Ibu terdengar berkali2 memanggilku . Nadine masih belum pulang .
Ya Bu , aku meletakan pantatku di sebelah Ibuku perutku terlihat buncit karena aku memakai daster sempat kulihat mata Ko'Hao yang melirikku dengan pandangan terpukau aku memang memakai daster yang agak terbuka .
Nadia , kata Pak Juan besok Ibu sama kamu akan diantarkan ke orang yang bisa melunturkan Janin mu ? ucap Ibu yang melihatku agak kaget karena aku tidak mengganti bajuku .
Dimana siy Koh ? tanya ku sambil melihat ke Ko'Hao .
Tempatnya agak terpelosok Nad ...nanti diantar ajaa , jawab Ko'Hao yang terus memandangku Karena aku merasa risih aku mengambil bantal untuk menutupi bagian dadaku .
Yaa sudah aku nurut aja . gumanku .aku menghela nafas panjang semua ini memang terkesan tidak adil tetapi mau tidak mau aku harus mengikuti takdirku.
***
Pagi2 sekali aku dan Ibuku berangkat menggunakan mobil Ko'Hao dengan diantar anak dari pembantu Ko'Hao .perjalanan memang lumayan jauh dari kotaku hampir 3 jam kami menempuh perjalanan .
__ADS_1
Ibu turun dari mobil lalu mendekati segerombolan tukang Ojek memang didepan ada plang tanda anak panah bertuliskan "mbok Riung" terlihat Ibu bertanya2 kepada mereka lalu menghampiriku lagi.
Nad , ayok turun untuk menuju kesana tidak bisa dilewati mobil harus pakai motor, kata Ibu
Kalau gitu saya tunggu disini aja Mbak ? kata anak dari pembantu Ko'Hao yang bertugas mengendarai mobil .
Yaa tunggu sini aja mas , jawabku yang langsung turun mengikuti langkah Ibu .
2 tukang Ojek mengantarkan kami perjalanan masih 45 menit untuk menuju ke rumah tukang aborsi itu .jalan yang dilalui memang melewati hutan2 dan sawah2 ... dan tanah yang lembek .
Sampai di tempat aborsi yang sering disebut "mbok Riung" ibu langsung mengajakku masuk kulihat tukang Ojek itu yang parkir tak jauh dari situ .
Mereka menunggu kitaa Bu ? tanyaku
Iyaa nanti mereka yang antar kita lagi ke tempat parkir mobil tadi Nad .
Ohh , gumanku kami memasuki halaman rumah tua itu ada 3 pasangan muda yang sedang mengantri menunggu giliran mereka ternyata jaman sekarang banyak sekali muda mudi yang tidak bisa mengendalikan birahi mereka dan menganggap Aborsi hal biasa , "Miris"
Jujur aku takut walaupun aku sendiri belum tau metode seperti apa yang akan dilakukan terhadapku di dalam , mudah2an saja tidak menyakitkan batinku.
Setelah menunggu hampir 2 jam akhir nya tibalah giliranku aku tidak mau sendiri aku meminta Ibu untuk menemaniku .
Ruangan itu besar bau2 minyak dan apek bercampur menjadi satu .bulu kudukku berdiri
seorang wanita yang berumur sekitar 65 tahun duduk di sebuah dipan dia melihatku dan tersenyum ,
Oalah ayu2 kok Meteng langka ramane ( Oalah cantik2 kok hamil gak ada bapaknya ) dia menyapaku dengan bahasa daerah situ , aku hanya tersenyum , asistennya menyuruhku melepas celana luar dan dalam ku lalu mengganti dengan sarung
Kene turuan kene jajal tak deleng jalan bayine ( sini tiduran disini coba saya lihat jalan bayimu ) aku mendekat saat itu sebetulnya rasa takut sudah menyelimuti ku tapi aku mencoba bersikap biasa .
Aku tiduran dengan posisi mengangkang lalu dia membuka sarungku dan memasukan jari tangannya ke Vaginaku nyeri sekali tapi masih bisa aku tahan , ku lirik Ibuku terlihat dia berkali2 melap keringat di dahinya sepertinya Ibu juga sangat tegang sepertiku .
Ketika dia menarik jarinya dari Vaginaku dia berkata , Bayine wes gede nek misal di buang siki resikone gede aku Ra wani cah ayu , kiye tak pancing baen Ben bayine metu rasane ya kaya wong babaran biasa paling engko bengi koe kontraksi (Bayinya sudah besar kalo semisal saya buang sekarang resikonya terlalu besar saya tidak berani cah ayu ,ini saya pancing saja biar bayinya keluar rasanya ya kaya orang melahirkan biasa paling nanti malam kamu akan merasakan kontraksi ) istilah singkatnya bayiku dipaksa keluar dari perut sebelum waktunya .
Asisten dari dukun aborsi itu lalu menyiapkan alat2 untuk memancing agar aku melahirkan ,Vaginaku lalu dibuka lagi sejenak aku terkesiap ada semacam ranting yang dimasukan ke Vaginaku aku tidak tau itu ranting atau apa tapi bentuknya seperti ranting pohon yang panjangnya sekitar 5 sampai 6 cm ,memang tidak terasa apa2 lalu aku disuruh duduk dan diberi jamu yang rasanya mirip kaya jamu "Yu sas" yang sudah pernah aku minum dulu.
__ADS_1
koe aja kelalen ya cah ayu , nek bayine wes arep metu seurunge digawa dokter cabut disit barang sing mau tak lebokna. aja ngasi kelalen !!! ( kamu jangan lupa ya cah ayu kalau bayinya mau keluar sebelum dibawa ke dokter cabut dulu barang yang tadi saya masukan , jangan sampai lupa !!!) ujar dukun aborsi itu wanti2 .yang aku jawab hanya dengan anggukan kepala .
Setelah Jamu itu habis aku disuruh mengenakan lagi celanaku , Ibu lalu membayar dengan sejumlah uang yang diminta lalu kami kembali ke tukang ojek agar mengantarkan Kami lagi ke tempat parkir mobil .