Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
81


__ADS_3

Apa setelah ini Mbak Nadia akan pulang ke kampung mbak ? Tanya Ririn yang masih belum bisa menyembunyikan rasa bersalahnya.


Yaa, rencananya besok aku akan pulang kampung Rin . Aku kesini mau mengambil beberapa barang aku disini juga ingin pamit dengan Lulu dan Novi dan kebetulan juga bisa bertemu kamu Rin.


Mbak Nadia, mudah-mudahan setelah kejadian ini mbak masih mau berteman dengan Ririn .


Tentu sajaa masih , aku sudah menganggap kamu adik sendiri Rin . Ucapku tulus


Kami berpelukan hangat , aku tidak pernah menyalahkan Ririn dalam hal ini bagiku ini semua tetap kembali lagi, " sudah menjadi jalan takdirku"


Begitu masuk Outlet , Novi dan Lulu pun segera menghambur ke pelukanku mereka merasa sangat prihatin dengan keadaanku saat ini. Aku tak lama disana setelah semua barang ku aku kemas segera aku berpamitan kepada mereka, karena memang aku juga akan kembali ke rumahku dulu untuk mengambil baju-bajuku .


Mbak' Nadia , apa kabar ? Sapa Sarina sebetulnya aku sengaja menghindarinya dengan tidak lewat depan outlet nya tetapi malah berpapasan.


Ehh Mbak Sarina ? Sahutku


Saya turut prihatin Mbak ! Saya sudah mendengar semua cerita tentang kelakuan adik saya Kumairah dan suami Mbak , kata Sarina tulus sambil meraih tanganku .


Terimakasih mbak Sarina , ini memang bukan hal mudah tapi saya yakin saya bisa melewati semuanya . Doakan saya kuat ! Ucapku .


Kami berpelukan sejenak , untuk sekedar saling menguatkan pastinya Sarina sebagai wanita pun tau persis apa yang aku rasakan saat ini .apalagi kita sama - sama menjadi korban "Kumairah"


***


Setelah dari Outlet aku segera menuju ke rumahku , aku sengaja tidak menunggu Cik' Miranda karena malas dia selalu mengajak berdebat masalah ini .

__ADS_1


Aku akan masuk kerumah ku tetapi ketika melihat pintu rumah Oma Lestari terbuka aku berniat akan mampir dulu kerumah nya .


Selamat siang Oma ? Sapaku melihat perempuan tua itu yang sedang duduk santai di teras rumahnya .


Nadia , pekiknya dia betul-betul terkejut melihat kedatangan Nadia .


Oma apa kabar ? Oma sehat kan ? Tanyaku yang langsung memeluknya dan entah kenapa air mata ini otomatis mengalir ketika aku memeluk Oma Lestari yang memang sudah aku anggap nenekku sendiri .


Sehat Nadia , kamu bagaimana ? Ucap Lestari sambil mengelus pipi Nadia dan menatap haru melihat wajah Nadia .


Alhamdulillah sehat Oma, emm Oma Nad sekalian pamit ya ? Besok Nad mau pulang ke kota Nadia, mudah-mudahan kita masih diberi kesempatan untuk bertemu lagi. Ujarku


Oma tidak akan bicara apa-apa Nad ? Tetapi Oma yakin kamu adalah seorang wanita yang kuat ! Dan tak akan tumbang hanya karena masalah ini . Ucap Lestari menguatkan .


Makasih ya Oma ,jawabku pendek .


Aku menghela nafas panjang ketika melihat ada sandal Kumairah di rumahku , aku harus terlihat kuat didepan mereka dan harus menghilangkan rasa sedihku didepan mereka .


"tok...tok..."


Ku ketuk pintu sengaja agak kencang biar mereka tidak terlalu lama membuka pintu untukku .


Nadia ! Ucap Hao kaget ketika melihat Nadia sudah didepan rumah mereka.


Maaf kalau aku ganggu Koh' , aku hanya akan mengambil barang-barang aku seperlunya saja!

__ADS_1


Siapa sayang ? Terdengar teriakan Kumairah dari dalam rumah ,betul-betul keterlaluan Bahkan dia sudah seperti Nyonya saja di rumah ini .


Aku segera menerobos masuk kedalam rumah bagaimanapun ini masih rumah aku jadi aku berhak masuk kapan saja , aku berpapasan dengan Kumairah yang keluar dari dapur sepertinya dia sedang menyiapkan makan siang , mataku terbelalak kaget ketika melihat lingerie milikku sedang dipakai olehnya . keterlaluan !!! Umpatku dalam hati .


Tanpa basa basi aku segera masuk ke kamar dan, mengambil baju-baju dan barang berharga lainya yang memang milikku , setelah dirasa cukup aku bergegas keluar dari kamar ingin rasanya segera keluar dari rumah ini , rumah yang sangat aku idam-idamkan tapi sekarang sudah hancur semuanya .


Mbak Nadia , aku mau berbicara ... ucap Kumairah yang ternyata sudah menungguku di depan kamar.


Ada apa ya ? Maaf aku gak ada waktu ! Tolak Ku tegas


Sebentar saja Nadia ? ucap Hao yang tiba-tiba sudah ada diantara kami .


Mbak Nadia maafkan aku , aku hanya ingin minta ijin ke mbak , untuk mejadi istri kedua Koh' Hao ? ucap Kumairah dengan suara bergetar.


Aku sudah bilang kok sama Koh'Hao, silahkan kalau mau menikahi kamu ? Tapi maaf aku mundur ! Silakan saja segera urus gugatan cerai , setelah itu kalian bisa menikah ! Ujarku yang masih dengan sikap acuh tak acuh .


Mbak Nadia aku mohon mbak ,Jangan dengan cara seperti ini ?? Aku ingin menjadi istri Koh' Hao tapi aku juga tak ingin menyakiti perempuan lain , ujar Kumairah yang terkesan santai dan tidak takut .


Apa kamu gak sadar Kumairah ! Dengan perbuatan kamu sekarang ? Kamu sudah menyakiti banyak hati perempuan ???


Nadia , kamu tak pernah tau keadaan keluarga Kumairah ! Jadi harap dimaklumi ,ucap Hao menyela


Saya juga gak mau tau Koh ! Ujar ku ketus tanpa menunggu Koh ' Hao menyelesaikan pembicaraannya .


Aku mohon Nadia jangan tinggalin aku ? ucap Hao dengan santainya memelas sambil memegang kaki Nadia , dan reflek kumairah mengambil pisau

__ADS_1


Kalau emang mbak Nadia gak mengijinkan kami lebih baik mati ! Ucap keduanya hampir bersamaan.


Kalian mau bunuh diri? Tunggu aku keluar dari rumah ini ! setelah ini kalau kalian mau bunuh diri silahkan. Saja !!! Aku gak mau nanti dijadikan saksi ! Ujarku santai


__ADS_2