Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
61


__ADS_3

Aku berbaring didepan televisi menunggu Ko'Hao bangun ,sedikitpun aku tidak mau mengganggu nya bentakannya tadi sudah betul-betul membuat aku menjadi berpikir kalau selama ini ada karakter Ko'Hao yang aku belum tau .


Nadia !!! terdengar panggilan Ko'Hao


Yaa Koh , sahutku aku tetap berdiam diri tidak mendekatinya .


Hehh kamu budeg yaa ??? dipanggil bukanya mendekat malah diam saja . ujar Juan Hao kasar


Aku tersentak kaget mendengar umpatan kasarnya ,lalu aku berdiri dan mendekatinya melihatnya yang sedang menatapku dengan tatapan penuh amarah .


Kamu sekarang berani yaa sama aku ??


Memang aku berani dalam hal apa Koh ?jawabku santai karena aku merasa tidak berbuat kesalahan.


Wah...Wah ... Hebat yaa !! sudah berani menantang kamu !!! ucap Juan Hao yang terlihat semakin kesal dengan ku .


Kalau memang aku salah ya aku minta maaf Koh , tapi tolong beritahu aku di bagian mana kesalahanku ?? bukanya justru kamu yang harus nya meminta maaf padaku !!! semalem kamu pulang dalam kondisi mabuk apa kamu gak ingat ?? aku yang terbawa emosi akhirnya tidak bisa menahan kata-kata ku .


Terus masalahnya apa ? aku Mabuk sudah dari sebelum aku mengenal mu !!! jadi jangan pernah melarang aku dalam hal itu , ucap Juan Hao ketus


Ohh gitu ya... Oke kalau begitu . sahutku segera aku berlalu dari hadapannya daripada aku nanti ikut emosi mendengar kata makiannya .


Aku segera masuk ke kamar hatiku teramat sakit mendengar semua kata-katanya, yang bagaikan menyayat hati. apa magsut dari semua ini apa tujuan dia menikahi aku kalau ternyata sikapnya baru sebulan sudah banyak sekali berubah .


***


Aku terbangun dari tidurku ternyata aku ketiduran setelah aku menangis tadi , aku beranjak dari tempat tidurku dan keluar dari kamarku . diluar sepi sekali pada kemana ya batinku aku melongok ke garasi mobil ternyata tak kutemukan mobil Juan Hao bearti dia sedang keluar saat ini . Aku bergegas menuju kamar Bik Tum untuk menanyakan padanya .


Bikk...Bibik ... udah tidur yaa ? tok...tok... ku ketuk pintu kamarnya pelan ,aku sebetulnya gak enak hati karena ini sudah bukan jam kerja Bik Tun.


Klekkk pintu dibuka ... seraut wajah yang sepertinya baru terjaga dari tidurnya keluar , yang terlihat masih kebingungan .


Lohhh Bu Nadia ada apa ? ujar Bik Tun


Bik , maaf ya aku ganggu tidur Bibik . apa Bibik tau Bapak kemana ? tanya ku


Ohh gak papa Bu , Tadi sore Bapak keluar setelah mendapat telepon cuman Bapak tidak bilang mau kemana Bu , dan tidak berpesan apapun . ucap Bik Tun menerangkan .

__ADS_1


Ohh gitu ya Bik , ya udah Bik silahkan lanjut tidur lagi . ujarku yang langsung menuju kamar ku dan berniat menghubungi Juan Hao .


Aku menghela nafas kesal berkali-kali aku mencoba menghubungi Juan Hao tetapi tidak diangkat bahkan pesan ku pun sama sekali tidak digubris nya .


"Sudah hampir jam 2 malam" ketika handphone ku berbunyi setelah kulihat itu dari Juan Hao segera aku angkat ...


Hallo Koh ... dimana kamu Koh ?


Aku Meliana tolong kamu buka pintu rumah mu !! aku sedang menunggu mu didepan mengantarkan suami mu .Aku tercekat mendengar suara perempuan yang meneleponku dengan Handphone Juan Hao . tanpa menunggu lama aku bergegas ke depan dan memang ku lihat Juan Hao sedang mabuk berat dan disebelahnya ada seorang perempuan yang mungkin menelpon tadi .


Aku membuka pintu segera ku papah Suamiku , aku tidak mengucapkan sepatah kata apapun pada perempuan itu aku hanya sempat melirik padanya yang memandangku dengan tatapan sinis.


***


Pagi harinya aku pun tidak membangunkan suami ku , aku tetap melakukan aktifitas biasa dan seolah tidak peduli dengan kejadian semalam walopun di hati dan pikiran ku banyak sekali pertanyaan yang belum terjawab.


Nadia , apa di kulkas ada susu murni steril ? tanya Juan Hao


Yaa Ada , kamu mau aku ambilin ? ucapku menawarkan .


Yaa , jawabnya singkat .


Nad , semalem siapa yang antar aku ?


Aku tidak tau namanya Koh , yang pasti dia perempuan dan sebelum nya ada yang menelpon menggunakan handphone mu dia bernama Meliana . tukas ku


Ohh , gumamnya


Siapa perempuan itu Koh ?? tanya ku yang sudah tidak bisa menyembunyikan gejolak hatiku yang sudah memendam perasaan kesal dari semalam .


Aku lagi tidak ingin menjelaskan nya sekarang , jawab Juan Hao cuek .


Tapi aku mau tau sekarang Bahkan dari semalam aku pingin tau . ucapku tegas


Hemph... Meliana adalah mantan pacarku , ucap nya


Lalu sekarang apa hubungan mu Koh ? kamu juga sudah punya batas Khan karena kamu ada aku ??? tukasku ketus

__ADS_1


Meliana hanya butuh teman curhat karena calon suaminya selingkuh . maka itu dia sering menemuiku . jawab Juan Hao


Terus aku harus bisa memaklumi begitu ? ucapku yang semakin meradang


Aku gak bilang seperti itu Khan !!! suara Juan Hao mulai meninggi .


Aku Hamil ... ujarku cepat .


Hahh benarkah Nadia ??? Juan Hao menatap ku tak percaya raut mukanya berubah menjadi Bahagia dia segera mendekati ku dan mengelus perutku.


Yaa , sebetulnya kemarin pagi aku ingin memberitahu mu tetapi kamu malah tidak menghiraukan aku !! gerutu ku


Maafkan aku ya sayang , kamu jaga baik-baik anak kita dalam perut yaa sehat-sehat didalam perut mamah mu ya nak , ujar Juan Hao sambil menciumi perutku .


Aku ingin kamu tak bertemu lagi dengan Meliana Koh . ucap ku


Hemm Juan Hao berdehem ...tidak menjawab apapun tetapi kepalanya mengangguk .


Semenjak Juan Hao tau aku hamil dia memang kembali hangat dia tidak pernah pulang malam dan selalu pulang ketika makan siang , aku mencoba berpikir positif kalau suamiku memang ingin berubah dan memutus hubungan dengan "Meliana".


***


Waktu terasa cepat berlalu sekarang ini kandungan ku sudah berjalan 7 bulan perutku sudah semakin membuncit tetapi hanya dibagian perut sedangkan badanku tetap langsing yang membuat aku semakin seksi dan cantik seperti yang dikatakan orang-orang setiap bertemu denganku.


Hari ini aku menginap di rumah Ibu ku karena Juan Hao ada kepentingan yang mengharuskan dia pergi ke Jakarta dengan Guan Fai .


Kak Ibu dimana ya ? tanya Nadine


Tadi bilang mau kerumah Bu Erli, jawabku Bu Erli adalah teman sekolah Ibu mereka bersahabat Karib dari sejak mereka SMP hingga sekarang.


Ohh ...Tau gak kemarin Nadine ketemu siapa ?? ucap Nadine bersemangat.


Memang ketemu siapa Dine ? ucapku


Aku ketemu sama " Mas Abi " bisik Nadine lirih


Hahhh serius kamu Dine ??? bearti sekarang Mas Abi lagi di sini Dine ?? tanyaku yang diliputi kegembiraan tetapi hanya sesaat karena tersadar posisiku sekarang.

__ADS_1


Kemungkinan Iya kak , sayangnya aku ketemu sama Mas Abi pada saat dia dengan teman-temanya jadi aku gak bisa menyapanya kak , ujar Nadine


"Mas Abi kamu yang kucintai sudah dekat denganku tetapi jangankan aku menyentuhmu untuk sekedar melihatmu saja sepertinya hal yang mustahil " Kita hanya ditakdirkan mengingat kenangan kita bilamana rindu semakin menyiksa ...


__ADS_2