Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
54


__ADS_3

Selama perjalanan pulang tak ada perbincangan apapun antara Nadia dan Juan Hao , mereka sibuk dengan pikiran mereka masing2 .


Nadia ... kalau kamu masih ingin meneruskan Hubungan kita kamu ceritakan semua kondisi kamu ke Ibu kamu , ucap Juan .


hemm... aku turun dulu Koh , jawabku yang langsung turun dari mobilnya .


Nadiaaa !!! kamu gak denger apa yang aku bilang hahh ??? ucap Juan sambil menarik tanganku .


Iya Koh , Insyaallah . jawabku pendek dan langsung menarik tanganku segera bergegas meninggalkanya .


Kak , kamu pacaran sama Bos mu itu ? tanya Nadine ketika membuka pintu untukku


Gak tau Dine ... terserah aja dewh dianggepnya apa , jawabku acuh tak acuh


Ibu keluar dari dalam kamarnya tatapan matanya langsung fokus ke tubuhku yang makin berisi , bukan berisi lemak tapi bayi .


***


Nadia duduk diteras dia memandang ke langit ada rasa yang tak bisa di jelaskan di dalam hatinya , "Bapak ...andai saja kamu ada disini "


Nadiaaaa... panggil Ibunya yang langsung mendekati Nadia duduk di sampingnya .


Iyaa Bu , sahut Nadia


Ibu boleh tanya Nak ?


Tentu saja boleh Bu ? mau bertanya apa Bu ? ucap Nadia


Nadia Ibu perhatikan makin hari perut kamu makin membesar ,badan kamu makin berisi semua yang ada pada tubuh kamu sekarang berbeda Nak ,akhir2 ini bahkan ibu sering mendengar desas desus dari tetangga yang bilang kalau kamu itu Hamil . ceritakan pada Ibu Nak itu semua tidak benar Khan ? ucap Ibuku sambil mengelus lenganku


Kupandangi wajah Ibuku yang semakin menua bahkan terlihat lebih tua setelah ditinggal Bapak... apa ini saat yang tepat untuk menyampaikan semuanya , aku berdiri lalu aku tuntun Ibu untuk masuk ke kamarnya .


Bu, Iya aku Hamil ... ucapku ,aku tidak peduli bagaimana nantinya karena aku sudah tidak kuat menahan semua beban ini sendiri


Kamu Hamil Nad ... dengan siapa ?? suara ibu tercekat tubuhnya bergetar kelopak matanya berembun .


Aku tak menjawab hanya air mataku yang mengalir makin deras terlihat Nadine yang langsung menghentikan makannya lalu masuk ke kamar Ibu dan menatapku .

__ADS_1


Yaa Allah ... apa dosa Hamba Ya Allah ...kenapa kau berikan cobaan ini bertubi2 kepadaku Ya Allah ...tangis Ibuku semakin kencang dari mulutnya terus menyebut nama Allah sesekali memanggil Bapak .


Aku betul2 merasa berdosa aku bersujud dikakinya , Maafkan Nadia Bu ...Maafkan Nadia Bu ...hu...hu...hu...Nadine hanya diam tercekat menyaksikan kami .


Lolongan tangis Ibu semakin menyiksaku aku betul2 tidak kuat melihat Ibuku seperti ini , aku pukul2kan kepalaku ketembok lalu aku berlari menuju dapur mengambil pisau kuberikan pisau pada Ibuku , Bunuh aku Bu ...Bunuh ... Nadia tidak sanggup melihat Ibu begini ... Maafkan Nadia Bu... Ratapku tak henti2nya.


Ibu mengambil pisau itu dan melemparkanya , katakan pada Ibu Nadia , siapa Ayah dari bayi yang kamu kandung ?? katakan sejujurnya Nadia !!! tanya Ibuku sambil mengusap air matanya yang terus meleleh .


"Pak Bara" Bu ... Isak tangisku semakin kencang ku peluk tubuh ibuku yang hanya diam tak bergeming.


Keterlaluan kamu Nadiaaaa !! teriak Ibuku sambil mendorongku kencang hingga aku terjungkal , Ibu selalu mengajari kamu agar menjadi wanita yang terhormat tapi kenapa kamu serendah itu hah !!! pantas Bapak meninggal karena kamu telah menolongnya dengan uang haram !!! kenapa gak kamu saja yang mati hah !!! dasar anak kerjaannya bikin malu!! setelah ini apaa yang akan Ibu terima dari saudara2 dan tetangga2 hahh... seakan tidak puas Ibu mendekatiku lalu menjambak rambutku dan menamparku plakkk...plakkkk ...entah berapa kali Ibu menamparku .


Aku hanya terdiam tak sepatah katapun keluar dari mulutku hanya Isak tangisku yang terdengar semakin kencang .


Sudah Bu ... sudahh ... jangan pukuli kak Nadia begitu Bu ...hu...hu...hu...tangis Nadine meledak dia memeluk aku melindungi aku dari serangan Ibu yang membabi buta.


Minggir kamu Nadine !!! bentak Ibu sambil menarik tangan Nadine tapi Nadine mempererat pelukannya ke aku .


Bu, kenapa Ibu tak melihat dari sisi yang lain Bu ?? Kaka Nadia itu sudah berkorban untuk bapak untuk kita semua Bu ... bahkan sudah dua kali ini kakak selalu menyelamatkan kita , dengan jalan menjual dirinya !!! caranya salah Bu tapi aku tau kak Nadia dia tak semurah itu Bu ..dia hanya terpaksa untuk membantu keluarganya ya itu kita Bu ... ucap Nadine panjang lebar sambil terus menangis dan memeluk ku


Ibu mundur lalu terduduk di tempat tidur nya tetesan air matanya semakin deras tubuh nya limbung , " Astagfirulloh " berkali2 ibu beristigfar. . .


***


Makasih Nadine , ucapku lirih


dia tidak menjawab tapi menarik kedalam pelukannya kita berdua menangis bersama2 .


Kenapa kakak pendam sendiri ?? kenapa Kaka gak cerita ke Nadine ?? tanya Nadine disela Isak tangisnya.


Maafkan Kaka ya Dine ... ucapku lemah


Kak,kita lewati bersama yaa , Kaka gak usah takut ada Nadine yang akan selalu ada untuk kakak nanti pasti ibu akan mengerti kak , Kaka yang sabar yaa , elus Nadine di pipiku.


Pagi itu aku tetap dikamar aku tidak masuk kerjaa , Ibu hanya membiarkan saja tanpa berkata apapun sejak kejadian semalem Ibu sama sekali tidak menegurku .setiap kali kutanya diapun tidak menjawab. hanya Nadine yang mengerti perasaan ku saat ini.


Kak , ada Tamu ? bisik Nadine

__ADS_1


Siapa Dine ? tanyaku itu gak mungkin orang sini karena aku sudah berpesan ke Nadine tidak menerima tamu


Pak Juan Hao kak ... katanya lagi


Hahh !! mau apa dia kemari ? bahkan setelah aku mengambil keputusan untuk mengundurkan diri


Aku menuju keluar menemui dia , kulihat Ibuku ada di dalam kamar .


Ada apa Koh ? tanya ku tanpa basa basi


Kenapa tadi gak masuk ? tanya Juan balik


Aku akan mengundurkan diri Koh. ucapku pelan


Kamu pikir dengan kamu gak bekerja akan membaik hah ??? bentak Juan


Aku hanya Terdiam tak menjawab apa2 kenapa sekarang dia makin ikut campur dengan segala urusan tentangku.


Dimana Ibu kamu ? tanya Juan


Didalem .


Juan Hao berdiri lalu menuju kamar ibuku aku hanya melihatnya heran kenapa dia jadi begitu terhadapku entah apa yang akan dilakukan.


Ibu... Bu ... bolehkah aku berbicara sebentar ?ucap Juan dari depan kamar Ibuku


Ibu tak menjawab dia hanya melihat lalu berjalan keluar dan duduk di sampingku .di ikuti Juan .


Ada apa ? ucap Ibu


Bu , Apakah Nadia sudah menceritakan semuanya Bu ? tanya Juan


Cerita apa ? kehamilanya ? ucap Ibu pelan


Iya Bu , apa rencana Ibu selanjutnya untuk Nadia Bu ... tanya Juan lagi .


Terserah Nadia saja , mau minta tanggung jawab pun ke siapa , jawab Ibuku datar .

__ADS_1


Saya mau menikahi Nadia Bu ...Ucap Juan Hao tegas


__ADS_2