Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
57


__ADS_3

Seminggu setelah melahirkan aku sudah bisa masuk kerja lagi ,walaupun ibu menyarankan agar aku kembali berkerja di 40 hari setelah masa Nifas Ku , tetapi aku menolaknya karena aku merasa tidak enak pada pak' Guan. walaupun Koh' Hao sudah menceritakan semua permasalahan ku kepadanya .


Sekarang ini di kerjaan Koh' Hao sudah tidak segan lagi menunjukan kemesraannya padaku seakan2 memberitahu pada semua kalau aku dan dia ada hubungan . Tora semakin sinis kepadaku kerap kali dia menyindirku tapi aku sudah tak mempedulikannya .


Mamiku besok datang aku akan mengajaknya ke rumahmu ...ucap Juan Hao


Ohh , sebetulnya aku malu Koh , memang mami kamu mau menerima keadaan keluarga aku ?? tanyaku .


Itu urusan aku , aku mau nikah pun itu sudah keajaiban buat mereka makanya mereka ingin segera melihat gadis yang bisa membuat aku memutuskan untuk menikah ... ujar Juan Hao sambil mencolek dagu ku .


Ohh yaa terserah Koko aja , ucapku pasrah.


Aku terdiam kemarin aku bertemu dengan ponakan mas Abi yang memberitahuku kalau dia akan pulang 3 bulan lagi ...apa yang harus kukatakan padanya ... bagaimana dengan rencana2 indah kita berdua ...


***


Kak, emang kakak udah mantep mau nikah sama Koh ' Hao ? tanya Nadine


Emang aku ada hak untuk menolak Dine ? jawabku .


Yaa Khan gak ada paksaan kak ...kakak punya hak untuk menolak ,kenapa kamu jadi lemah sie kak !!! sahut Nadine


Bukan masalah lemah atau kuat nya Nadine ...tapi saat ini ada banyak perasaan yang harus Kaka jaga .kalau Kaka menolak bagaimana perasaan Ibu yang merasa sudah tenang dengan persetujuan kakak ? bagaimana juga perasaan Koh ' Hao yang sudah memberitahu keluarganya ?? sudahlah Nadine mungkin ini nasib Kakak,lirihku


Kakak yang kuat yaa ... Nadine memelukku erat .


Malam ini keluarga Juan Hao akan datang kerumah , untuk bersilahturahmi kepada Ibu aku hanya mengundang keluarga Om Rezi saja untuk menemani ibu , sebetulnya Om Rezi menyarankan agar mengabari keluarga Bapak tapi aku enggan biar mereka tau pas acara pernikahanku saja.


Aku berdandan seadanya saja tapi ibu dan Nadine bilang kalau malam ini aku cantik sekali padahal hanya gaun sederhana saja yang melekat di tubuhku .


Keluarga Juan Hao datang , Juan Hao itu 4 bersaudara 2 lelaki 2 perempuan . Juan Hao anak kedua ,anak pertama kakak lelakinya bernama Hasan Hao , anak ketiga bernama Miranda dan anak yang terakhir bernama Titian , mereka semua sudah berumah tangga hanya Juan Hao saja yang belum .Papi Juan Hao sudah meninggal ketika Titian kecil masih bayi . Mami Juan Hao bernama Mami "Johana"


Mami Johana Hanya datang bersama anak pertama nya yaitu Hasan Hao dan istrinya yang keturunan Belanda bernama "Paula" mereka sudah memiliki anak tiga bernama Kivaro , yang kedua Aveo dan yang terakhir Annava .


Pertemuan pertama begitu hangat tak ada kesan mereka merendahkan keluarga ku ,bahkan Mami Johana begitu lembut terhadapku , mereka pun berulang kali memujiku , Perlahan hatiku mulai mencair mungkin ini jawaban dari kesemuanya dan mungkin memang Juan Hao lah Jodohku .


Jadi kapan pastinya pernikahan ini akan dilaksanakan Bu , saya ingin segera melihat anak saya Juan menikah ? Tanya Mami Johana pada Ibu ...ya wanita berumur sekitar 60 tahun tetapi masih terlihat cantik diusianya yang sudah tak muda lagi dengan penampilannya yang begitu elegan.

__ADS_1


Kalau saya Manut saja Bu , tapi ya mohon maaf kami tidak ada persiapan apa2, ucap Ibu malu


Sudahlah Bu , itu tidak usah dipikirkan biar kami saja yang urus ,ujar Mami Johana.


Akhirnya disepakati Bulan depan pernikahan kami akan digelar ,semua sudah dipersiapkan oleh Juan Hao sepeser pun aku tidak mengeluarkan uang ,Bahkan untuk resepsi pernikahan Kami akan diadakan di gedung mewah yang cukup terkenal dikota ku.


Karena untuk pernikahan mau tidak mau harus melibatkan seluruh keluarga Ibu terpaksa memberitahu keluarga Bapak dan Juga keluarga Ibu . keluarga Ibu merasa bersyukur aku mendapatkan Juan Hao yang pasti sudah mapan dalam segala hal akan tetapi dari keluarga Bapak mereka lebih banyak mencibir dan menganggap aku terlalu memaksakan diri mendapat suami kaya padahal mereka tidak tau ada cerita dibalik pernikahan ini. Ibu dan Nadine menyuruhku untuk tidak terlalu memikirkan omongan2 keluarga Bapak karena itu hanya akan membuat sakit dihati saja.


Sore itu aku sengaja keluar ingin mencari Jeje aku kangen padanya dan aku ingin memberitahunya kalau aku "istri impiannya" akan menikah , hehehe


Jejeeee, panggilku benar saja dia berada di lapangan . dia menoleh ketika melihatku dia langsung bersemangat dan berlari mendekat padaku .


Kak Nadia , dari mana aja siy ? kok lama banget kita gak ketemu !! ucap Jeje memanyunkan bibirnya lalu duduk disebelah Nadia .


Yaa udah lama sekali ya Jee , mungkin setelah ini akan lebih jarang bertemu lagi Jee ,ucapku serius


Hahh Lahh kak Nadia mau kemana lagi ? merantau lagi ya ? tanya Jeje


Enggak Je , tapi Kaka mau dinikahi orang dan pastinya setelah menjadi Istri kakak akan ikut suami kakak , ucapku tersenyum


Hahhhhh , mulut Jeje menganga lebar dia tidak menyangka dengan kabar yang aku sampaikan


Kak , kenapa menikah ? bukankah Jeje yang akan menikahi mu ? ucapnya ketus


Hahahahaha ... Jeje Jeje lucu ahh Kamu , ku acak2 rambutnya yang sedikit gondrong dengan gemas pria kecil yang setahun lagi akan jadi anak SMU ...


Huhhh ... dengusnya sambil menepis tanganku lalu pergi meninggalkan aku.


Aku hanya tersenyum kecil lalu aku melangkah pulang ,


Dorrrr!!! tepukan keras pada bahuku mengagetkan aku , ternyata itu adalah Theo


Duhh Mas ,bikin kaget aku aja ,gerutuku


Eh Nad , aku mau tanya apa betul desas desus dikampung katanya kamu mau nikah ? tanya Theo


Emang jadi desas desus ya Mas ? emang ada yang salah dengan rencana pernikahan aku ? ucapku ketus

__ADS_1


Yaa Khan bukaan aku yang bikin desas desus justru itu aku bertanya langsung ke kamu Nad kenapa jadi kamu sewot sama aku !! sahut Theo sebal


Iyaa Nadia mau nikah , puas !! sentak ku


Lahh terus bagaimana dengan Nasib Abi ?? tega sekali kamu Nad bahkan dia mau melakukan apa saja buat kamu tetapi malah kamu tinggal dia nikah !!! dimana perasaan mu hah !!! ucap Theo ketus


Degg!! dadaku berdetak kencang seketika ketika aku mendengar kata Abi , ya Allah bahkan aku sama sekali tidak memikirkan perasaanya ada rasa nyeri ketika Theo mengingatkan dan membuka hatiku lagi tentang Abi .


Dasarr wanita , tetap aja lihat kemewahan Ijoo matanya !!! sindir Theo sambil meninggalkan Nadia .


Aku hanya terdiam tidak menyahuti apapun perkataan Theo Karena memang aku bersalah dalam hal ini bahkan mungkin sekarang Abi masih membayangkan semua rencana kita berdua dan sedang tidak sabar menantikan pertemuanya denganku yang sudah tidak lama lagi .


Bagaimana perasaanya ketika nanti tau semua hal yang terjadi sekarang , tak terasa air mata ku menetes , segera aku tersadar kalau ini sedang di jalan .


***


Waktu terus berlalu hingga tak terasa seminggu lagi resepsi pernikahanku dengan Juan Hao digelar . semua sudah di persiapkan dari tempat resepsi, catering , undangan dan semua ***** bengek persiapan pernikahan.


Juan Hao pun sudah menjadi Mualaf karena di agama nya katolik pernikahan itu harus ada sekolah pernikahan selama 3 bulan , jadi akhirnya dia memutuskan pernikahan melalui agama aku .


Malam itu aku sedang tiduran didalam kamar terdengar ketukan pintu aku beranjak dari tempat tidur karena Ibu dan Nadine memang sedang keluar.


Klekkk kubuka pintu aku tertegun melihat siapa yang datang .


"Pak Guan Fai" ucapku kaget


Iya Nadia , boleh saya masuk ? pintanya lembut


Tentu saja boleh pak silahkan , ujarku


Nadia maaf kalau saya mengganggumu , ujar pak Guan lembut


Tidak sama sekali pak , kok gak bilang ke Koh' Hao kalau bapak mau kesini ? tanyaku heran


Emm Nadia justru jangan bilang Hao kalau saya kemari , ucap Guan lirih .


Ohh Iya Pak , apa ada yang mau disampaikan ? tanyaku penasaran .

__ADS_1


Saya mau bilang Nadia , Tolong batalkan Pernikahanmu dengan Juan Hao kalau kamu tidak ingin " menyesal seumur hidup mu " ucap Guan Fai tegas .


__ADS_2