Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
94


__ADS_3

Ohh saya kira sempat ketemu ? Ucap Sarina pelan


Memangnya kenapa mbak Sarina ? Tanyaku yang mulai tergelitik penasaran dengan pertanyaannya.


sepertinya mereka sedang menuai perbuatan mereka ? Usaha Juan Hao hanya tinggal satu sampai anak mereka pun dirawat oleh uwak dikampung. Ucap Sarina pelan tetapi ada penekanan di perkataanya .


Ohh begitu ya mbak ? Biarkan saja, saya pun sudah tak ingin tau bagaimana keadaan mereka saat ini . Ucap ku sambil tersenyum


Yaa betul itu , kalau gitu saya permisi dulu ya ? Hati - hati dijalan .Pamit Sarina .


Ohh iyaa mbak , Terimakasih . sahutku .


Siapa dia kak ? Tanya Nadine


Dia kakaknya Kumairah , istrinya Uda Usman . Jawabku sambil melihat ke arah jam untuk mengetahui seberapa lama lagi kereta kami datang .


Hahh !!! Serius kak ?? Sahut Nadine kaget


Yaa serius masa main - main !!! ucapku sinis


Waduh gak pantas banget ya ? Kakaknya begitu ayu dan sopan kok adiknya kaya setan !!! Sahut Nadine cuek


Aku hanya terkikik geli mendengar jawaban Nadine , sebetulnya Kumairah pun terlihat polos tetapi polosnya dia sudah pintar dan sepertinya jiwanya memang ada bakat pelakor , buktinya kakak iparnya aja dia goda .


***


Setelah menempuh perjalanan selama lima jam aku dan Nadine sampai di kota kelahiran Kami yang selalu membuat kami merasa damai.


Kak , naik taxi online aja ya ? Susah ini bawanya !! Pinta Nadine


Ya udah , pesan gih . Ucapku menyetujui karena aku pun merasa kerepotan membawa semua barang - barang kami .


Sampai dirumah Ibu dan Anzel sudah tak sabar menunggu kami berdua mereka menunggu dijalan ,


" Mamah " teriak Anzel kegirangan melihat aku dan tantenya datang aku segera mendekatinya dan memeluknya erat setelah beberapa hari kami tidak bertemu .


Ya Ampun Nadine ? Kalian bawa barang apa aja sie ?? Sampai sebanyak ini . Celetuk ibu yang melihat barang bawaan kami


Biasa Bu , diajak shoping orang kaya jadi ini hasilnya , jawab Nadine sambil tertawa kegirangan .


" Alhamdulillah " ucap Ibu sambil membantu membawa semua barang kami .


Malam ini terasa sangat membahagiakan kami melepaskan rindu sambil bersenda gurau dan membongkar semua pemberian dari Cik' Paula yang ternyata sangatlah banyak .

__ADS_1


Oiya Nad , kemarin ada yang cari kamu ? Ucap Ibu


Siapa memang Bu ? tanya ku


Namanya Aldi sama Nando , jawab Ibu


Ohhh ,


Siapa kak ? Sahut Nadine kepo


Dulu pernah sama - sama kerja di pak Guan Fa'i , kemaren pas kakak Ivent ketemu dia lagi .ucapku menjelaskan


Penggemar baru lagi ? Laris manis bener kakak aku , goda Nadine


Dih orang cuman Temen, kilahku


Yaa bukan temen juga gak papa !! Iya Khan ya Bu ? Ucap Nadine lagi


Apaan sie ahh !! Sahutku ketus


Betul kata Nadine , kamu itu Khan masih muda Nad ? Gak ada salahnya cari pasangan lagi !! Ucap Ibu menambahkan


Belum kepikiran ke arah sana Bu .ucapku pelan


Nadine !!! hardik aku sambil melotot kepadanya


Nadine tertawa cekikikan melihat ke arahku, bukanya takut malah sengaja menggoda ku kurang ajar emang itu anak , sedangkan Ibu hanya diam tidak menanggapi .


Panggilan dari handphone ku terdengar aku melirik terlihat nama Guan fa'i disana , huff mau apa lagi sebetulnya orang itu . Tiba - Tiba aku jadi teringat kata - kata Aldi , apa aku kerjain aja ya sie Guan fa'i .


(Hallo Koh ' Guan ) aku


(Nadia , sudah pulang dari Jakarta ?) Guan


(sudah koh , ) aku


( lusa aku pengen ajak kamu jalan ? ) Guan


(kemana ? ) aku


(Terserah kamu maunya kemana?)Guan


(yaa, lusa aku kabarin lagi )aku

__ADS_1


(oke , sayang)Guan


Aku menutup pembicaraan dengan nya sambil bergidik , lelaki itu apa masih kurang dengan dua istri nya , dulu aku memang sempat naksir dengan mantan bos ku itu karena ketampanannya dan kebaikannya tetapi ketika sekarang melihat upaya dia untuk mendekati aku malah aku jadi ilfil sama dia .


***


Pagi itu hujan deras untung saja Anzel masih libur sekolah nya jadi aku bisa bersantai dirumah dengan cuaca yang pastinya membuat malas untuk pergi keluar .


Nadine terlihat bersiap - siap akan berangkat , tumben sekali anak itu tetap semangat walaupun cuaca di luar tidak bersahabat .


" tin... tin... "


Bunyi klakson mobil yang terparkir didepan rumah ku , entah siapa pemiliknya karena kacanya masih tertutup rapat .


Kak , berangkat dulu ya ? Pamit Nadine padaku


Mau pakai mantel kamu ? masih hujan deras begitu !! Ucap ku padanya.


Enggak donk , tuh ada yang jemput ?? jawabnya sambil menunjuk mobil yang parkir didepan rumah.


Pacar Baru Dine ? Belo udah di tuker tambah ya ?? Godaku padanya


Barang kali ahhhh tuker tambah !!!pamit kan Ibu ya kak , ibu masih di kamar mandi . Ucap Nadine sambil berlalu dari hadapanku


Aku mengangguk sambil melihat Nadine yang setengah berlari masuk ke dalam mobil tadi , Nadine memang cantik siapapun yang melihatnya pasti akan terpesona mudah- mudahan nasibnya ke depan akan lebih baik daripada aku , doaku dalam hati .


Nadine berangkat sama siapa Nad ? Tanya Ibu


Nadia gak tau Bu , bilangnya sie sama teman tapi gak tau teman siapa ? Jawabku


Nad , apa kamu ada niat balikan dengan Abi ? pertanyaan Ibu yang membuat aku tersentak.


Lahh kok Ibu tiba - tiba tanya seperti itu ? Khan Nadia sudah bilang kalau belum memikirkan masalah itu ?? Ucapku sambil memandang Ibu dengan heran


Yaa cuma tanya aja Nad ? Emang gak boleh !! Udah ahh ibu mau masak . Sahut Ibu yang langsung meninggalkan aku menuju dapur .


Abi dia tidak menghubungi ku lagi ? Apa aku salah ya bila aku yang menghubungi dia dulu ? aku yakin kalau Abi tau keadaan ku saat ini dia pasti akan kembali mendekati ku ,rasanya juga mustahil kalau dia tidak tau posisi ku sekarang pasti kakaknya sudah menceritakan tentang aku saat ini , tetapi sampai saat ini Abi tidak pernah menghubungi aku , apa mungkin dia sudah memiliki pacar ya , pertanyaan itu terngiang ngiang dalam pikiranku , ahh sudahlah kenapa aku mesti memikirkan dia , Abi berhak bahagia setelah dia merasakan sakit hati yang dia rasakan .


Hem Ngalamun!! Baru saja Ibu bilang begitu langsung saja kamu memikirkan dia sampai Ibu panggil kamu tidak dengar!! Celetuk Ibu yang lewat di depanku sambil membawa kantong sampah, apa iya ya aku melamun Abi sampai mengabaikan panggilan Ibu.


Maaf Bu , gak dengar !! ucapku tersenyum malu.


Sebetulnya Ibu bertanya seperti itu karena tadi Ibu ketemu sama Siska si pelakor itu !! Dia berceloteh tidak penting di warung dia bilang sekarang pacar Abi itu cantik sekali karena seorang biduan , dan sempat bilang mantannya kalah jauh !! Mantan Abi Khan kamu ? Ya Ibu gak terima lah kamu dibilang begitu !!! Ucap Ibu sambil bersungut - sungut kesal.

__ADS_1


Hahahaha ... , aku tertawa terbahak - bahak mendengar penuturan Ibu.


__ADS_2