Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
98


__ADS_3

Aku dan Kayla tidak mempedulikan Om garda ketika melewati kami berdua , seolah - olah kami ga kenal dengan dia . Om Garda yang melihat kami berdua pun cuek tidak peduli kalau ponakan istrinya itu sedang memergoki kelakuannya .


Gila ya Om Garda , selingkuh terang - terangan begitu !! Ucapku ketus


Yaa memang begitu kak , tapi aku melihat Tante Lisda betul - betul kuat dan sabar dia menerima semua kelakuan suaminya dengan ikhlas dan menganggap ini hanya Ujian . Ucap Kayla ekor matanya masih melihat Garda dan selingkuhannya yang tidak tau malu itu .


Ya mungkin benar ujian , tapi kalau kakak sie Ogah !! Sahutku sambil bergidik


Yaa mungkin karena Tante Lisda udah ga muda lagi kak ? Lagipula Tante Lisda selalu bilang ada Sakha yang harus di pikirkan perasaanya . Ucap Kayla yang memang pasti lebih paham dengan keadaan rumah tangga Tante Lisda .


Padahal menurut kakak , selingkuhannya juga gak cantik !! Lebih cantik Tante Lisda malah . Ujarku sambil melirik wanita yang bersama dengan Om garda itu .


Kata nya lebih bohay kak !! Aku pernah dengar pas mereka ribut malem - malem , Om Garda bilang gini , aku udah gak nafsu sama kamu badanmu yang kurus kering itu gak bikin aku jadi horny !! Ucap Kayla


Aku tergelak mendengar cerita Kayla , memang Tante Lisda mempunya postur tubuh yang kurus bahkan dadanya pun tidak terlihat , dibandingkan dengan wanita yang sedang bersama dengan Om garda memang jauh dia memiliki body yang semok dan dada berukuran besar dilihat dari gerak geriknya dia terlihat genit bisa aku pastikan permainan dia di ranjang pasti lebih hot daripada Tante Lisda .


Kak , udahan yuk ? Empet ahh liat mereka !! Kayla berdiri dan beranjak pergi sebelum aku menyetujuinya permintaan nya.


Kay , tunggu donk !! dengan terburu - buru aku menyusulnya karena dia sudah keluar dari kedai teh .


Setelah membeli yang kami butuhkan , aku segera mengantarkan Kayla pulang. aku sempat melihat Tante Lisda dan Sakha yang sedang duduk di teras aku hanya melambaikan tanganku lalu langsung pulang.


Sampai dirumah ada mobil parkir di teras rumah ku , aku paham betul dengan mobil itu , itu adalah mobil pak Guan fa'i . huh mau apa sie dia !! Gerutuku dalam hati .


Udah pulang nak ? Sapa Ibu ketika aku masuk kedalam rumah terlihat Guan Fa'i yang sedang bermain dengan Anzel .


Iya Bu , jawabku sambil melirik ke Guan fa'i .


Mama , lihat Anzel punya mainan bagus ? Dibelikan Sama Om Guan ! Celoteh Anzel sambil memperlihatkan mainan yang pastinya tidak murah .


Ohh iya bagus sekali ? sudah bilang terimakasih sama Om Guan ? tanya ku pada nya .


Sudah donk , itu Om Guan juga bawa jajan banyak sekali buat Anzel , mama, Tante Nadine sama nenek . Ucap nya lagi.


Aku hanya mengusap kepala Anzel , huff pintar sekali guan fa'i dia berusaha mengambil hati Anzel sekarang ,ku lirik wajahnya tersenyum penuh kemenangan .

__ADS_1


Haii Nad ? darimana ? Sapanya


habis pergi sama adik sepupu pak . Dari mana pak ? Tanyaku balik


Sengaja kesini !! kangen .Ucapnya tersenyum sambil mengedipkan matanya genit


Kangen siapa ? sahutku


Kamu lah ?? Ujarnya


Kok bisa begitu ?? ucapku sambil memicingkan mataku .


bisa donk ! jalan yuk ? ajaknya


capek , tau sendiri baru aja pulang !! malah ngajaki jalan . Ucapku ketus semenjak kejadian di hotel aku memang sudah tidak terlalu menghormatinya , sebelumnya aku masih ada rasa sungkan karena dia mantan bos ku , tetapi sekarang sudah tidak lagi toh aku pun sudah pernah melihat tubuh telanjangnya bahkan senjatanya di bawah sana , begitu juga sebaliknya .


Ya.. Ya ... Padahal kangen ! Keluhnya


Aku pura - pura tidak mendengar ucapannya ,maksudnya apa juga dengan kangen kalau memang kangen sekarang pun sudah bertemu . Atau maksud dia kangen dengan tubuhku , sialan dasar mesum !!!


Anzel sayang , sudah sore Khan ? mandi dulu ya sama nenek ? Ucapku menyuruh Anzel walaupun wajahnya keberatan tetapi dia tetap menuruti omongan ku.


Om Guan , Anzel mandi dulu ya ? ucap Anzel lucu


Iyaa Jagoan , sahut Guan fa'i sambil mengusap kepala Anzel .


Kenapa harus repot - repot pak ? Nanti Anzel jadi mengharapkan kalau pak Guan kemari ? Ucapku memprotes kelakuannya .


Yaa gak papa Khan ? Aku juga gak keberatan kalau memang Anzel jadi mengharapkan , apalagi dia akan jadi anakku juga Khan ??


Uhukk ... Uhukk ... Aku sampai tersedak mendengar kata - kata Guan Fa'i barusan bisa - bisanya dia berkata begitu . apa setelah kejadian itu dia pikir aku mau menjadi istri ketiganya .


Minum dulu ? ucap Guan fa'i sambil menyodorkan teh nya .


Terimakasih ! Ucapku singkat.

__ADS_1


kapan kita bisa jalan lagi ? ucapnya sambil menggeser badannya lebih dekat denganku .


Belum tau !! Memang kenapa sie pak ? Jawabku


Kenapa sie panggil aku pak lagi !! Protes nya


Lebih nyaman seperti itu !! balasku


Tiba - tiba guan fa'i memeluk aku dan mencium pipi ku gemas , aku yang tidak tau dia akan nekat seperti itu hanya melongo melihat perbuatanya.


Pak , tolong jaga sikap ya ??? Ini dirumah saya , ada anak dan ibu saya !! Hardik Ku kesal .


Salah sendiri menggemaskan !! Ucapnya santai .


betul - betul menyebalkan , untung saja tak berapa lama Anzel sudah selesai mandi dan dia kembali duduk mendekati Guan fa'i dan mengajaknya bermain , entah kenapa Anzel terlihat nyaman sekali dengan Guan fa'i , apa mungkin dia merindukan sosok papahnya yang sudah melupakannya karena sudah tak pernah lagi menghubungi Anzel walau hanya sekedar menanyakan kabar .


Setelah puas bermain , Guan fa'i mengajak Anzel untuk membereskan semua mainannya .


Ingat ya Anzel ? Setelah selesai bermain harus dibereskan lagi dan di simpan ditempatnya masing - masing . Jadi mainan Anzel gak cepat rusak . kalau Anzel nurut sama omongan Om nanti pas Om kemari lagi Om bawakan mainan lagi . Ucap Guan fa'i sikapnya menunjukan dia adalah seorang ayah yang baik pada anak - anaknya , ya walaupun mempunya istri dua ya namanya manusia gak ada yang sempurna .


Baik Om Guan , Anzel akan selalu membereskan dan menjaga mainan yang dibelikan Om Guan , sahut Anzel .


Bagus , Om Guan pulang dulu ya ? Pamit Guan fa'i pada Anzel .


Iya Om , hati - hati ya dijalan ? Sering - sering main kesini ya sama Anzel . Celetuk Anzel .


Aku terkejut mendengar omongan Anzel, aku sempat melirik wajah Guan fa'i yang tersenyum padaku mungkin dia merasa sudah mendapatkan hati Anzel .


Setelah berpamitan dengan Ibu dan Nadine ,aku mengantarkan Guan fa'i ke mobilnya.


Hati - hati pak , ucapku basa basi


Iya sayang , sahutnya


bibirku mengerucut mendengar dia menyebut aku dengan panggilan " sayang " duh godaan apa lagi ini .

__ADS_1


__ADS_2