
Bu , kata Mbah tadi nanti malam Nadia bakal merasakan kontraksi ? ucapku setelah berada di dalam mobil
Duhh bearti kita gak bisa pulang ke rumah Nad , nanti bisa2 tetangga2 kita tau malah kacau . coba kamu bilang sama pak Juan .perintah Ibu .
Yaa Bu , jawabku pendek aku segera mengirim pesan Pada Koh' Hao
Tak lama terdengar Handphone Nadia berbunyi yang ternyata balesan dari Koh'Hao yang menyuruhnya pulang ke hotel saja .
Malam Itu Nadia dan Ibunya juga Nadine menginap di hotel ,
Nadiaa ...ada Pak Juan tuh , kata Ibuku Oya Ibu sama Nadine mau jalan2 ke bawah sebentar yaa , sepertinya Ibu dan Nadine sengaja meninggalkan Aku dan Koh'Hao magstnya mungkin memberi ruang untuk kita berdua tapi sesungguhnya aku enggan .
Nadia apa yang kamu rasakan sekarang ? tanya Juan Hao mendekatiku duduk di sebelahku pinggiran kasur
Engga ada Koh , cuman memang sepertinya gerakan Bayinya sudah engga ada , ucapku pelan .
Kamu sedih kehilangan anak itu Nad ? sahut Juan Hao
Saya rasa semua Ibu pasti akan sama kaya aku koh , kecuali Ibu yang gak punya perasaan.ujarku .
Kok jadi sewot gitu siy ? tapi tau gak Nadia malem ini kamu Cantikkk sekalii !!! ucap Juan Hao sambil mengelus pipi Nadia
Hemm , aku hanya berdehem saja kenapa Ibu dan Nadine harus pergi siy aku betul2 risih dan gak betah hanya berduaan dengan Koh ' Hao disini .
Nadia sayang ... sebentar lagi kamu akan jadi milik aku seutuhnya , ucap Koh 'Hao yang tiba2 mendekat padaku dan mencium bibirku .
Aku yang tidak siap hanya diam bahkan mungkin kalau boleh memilih ak mending melakukanya dulu dengan Bandi daripada dengan Koh ' Hao .
Beruntung terdengar ketukan pintu Ibu sama Nadine sudah datang kembali . Terdengar decakan dari mulut Koh ' Hao mungkin dia agak kecewa karena dia gak bisa meneruskan ciumanya padaku .
Setelah Ibu dan Nadine masuk Koh 'Hao pamit ke kamar sebelah dan dia berpesan kalau ada apa2 dengan Nadia langsung saja menghubungi dirinya .
__ADS_1
***
Aku melirik Nadine yang masih sibuk dengan ponselnya kalau Ibu sudah terlelap sudah hampir jam 11 malam tapi sedikitpun aku tidak merasa ngantuk , dan aku sudah mulai merasakan sedikit mulas pada perutku.
Kak , kenapa ada yang sakit ? tanya Nadine melihatku yang terduduk bangun dari tidur .
Masih bisa ditahan siy , jawabku sambil menatap nya entah kenapa aku merasa sejak kejadian ini Nadine berubah menjadi lebih dewasa
Aku menuju ke kamar mandi sampai didepan pintu kamar mandi aku merasakan mulas yang luar biasa seperti akan buang air besar .ketika aku mencopot celanaku kurasakan ada sesuatu yang keluar dari Vaginaku ternyata Ranting yang dimasukan oleh Mbah Riung sudah keluar separuh nya.
sertttt sertt cratt ... ada air yang menyemprot dari Vaginaku setelah aku menarik seluruh ranting itu ...yang ternyata itu adalah air ketuban aku lalu berdiri akan memberitahu Ibu
Tapi setelah aku berdiri tiba2 kepalaku terasa berputar2 terasa seperti ribuan serangga memutari kepalaku aku sempat memanggil Nadine setelah semuanya Gelapp dan aku terjatuh di lantai kamar mandi.
Kak...kak...Kak Nadia ....sadar kak...terdengar panggilan Nadine sambil menepuk2 pipiku .Ibu juga sibuk mengoles2 hidungku dengan minyak angin.
Nadiaa , rantingnya sudah kamu keluarkan ?pantas saja kamu sudah akan melahirkan ,ucap ibu memungut ranting itu .
Astagfirulloh Bu , sesakit apa Kak Nadia waktu dimasukin ini , ucap Nadine shock .
Sudah Bu ,
Setelah sampai di rumah sakit aku segera ditangani kata Dokter nya sudah sampai pembukaan ke 7 jalan lahirku .sepanjang proses itu Ibu dan Nadine yang menunggu aku mereka sangat mengkhawatirkan aku .
Akhirnya tepat jam 3 pagi dini hari aku melahirkan anak perempuan yang hanya memiliki Berat tidak lebih dari 1 kg walaupun organ tubuhnya sudah lengkap tetapi justru organ dalam nya belum ada yang terbentuk sempurna .aku menangis melihat nya tidak tega "Maafkan ibu mu ya nak "
pagi harinya Koh ' Hao membangunkan aku dia mengajak melihat anak ku, aku di papah menuju ruang Inkubator .
Kulihat wajah cantik anakku , tak sadar air mataku menetes kasian sekali dia .
kata Dokter kemungkinan hidupnya hanya 40 % Ujar Koh ' Hao yang semakin membuat ku merasa hancur .
__ADS_1
Bukankah dia memang ada tapi tidak untuk dilahirkan , ucapku sinis
Nadia... akan selalu ada pilihan dalam hidup walaupun terkadang pilihan itu menyakitkan buatmu , Oiya kita mau kasih nama siapa ? tanya Koh ' Hao
Hah Nama bahkan aku pun tidak memikirkan sama sekali kalau aku harus memberi nama pada anakku .
Aku boleh kasih nama buat dia ? tanya Koh'Hao lagi .
ya silahkan koh , jawabku toh aku pun juga tidak ada pandangan nama untuk anakku
Karena dia terlahir harus di masukan ke Inkubator , aku beri nama dia "Inka Yulinda" bagaimana kamu Suka ? tanya Koh 'Hao meminta persetujuanku .
"Inka Yulinda" nama yang bagus aku setuju Koh ...
Sekarang kita balik ke kamar yaa , kamu butuh istirahat , ucap Koh 'Hao
Iya koh , kupandang sekali lagi tubuh mungil anakku semoga kamu bisa memaafkan Ibu nak ... guman ku .
***
Aku merasa sakit pada bagian dadaku tetapi hanya sesaat saja sudah biasa lagi .aku melihat Nadine yang sedang menuju ke arahku dengan ber urai airmata.
Kak ... Ponakan ku sudah pergi barusan saja , hu...hu...hu... tangisnya membuat ku semakin pilu.
"Innalilahi wainnalilahi ra'jiun"
tepat sejam setelah aku melihatnya tadi dia sudah pergi meninggalkan aku untuk selama2nya mungkin rasa sakit di dadaku barusan itu adalah tanda kalau anak aku berpamitan denganku ,
Aku menangis sejadi2nya penyesalan tinggalah penyesalan setelah melihat anakku rasa cintaku begitu besar terhadap anakku , kenapa aku tidak berani menolak kemarin dan selalu saja mengiyakan permintaan orang2 terhadapku yang tidak memikirkan perasaan ku sama sekali .
Nadine segera mendekati aku lalu mendekapku kencang ,dia merasakan sakit yang dirasakan olehku .
__ADS_1
dari balik pintu Ibu menangis tersedu2 aku yakin dia merasa berdosa karena telah membunuh cucu nya hanya karena emosi sesaat.
Bapak maafkan aku , jaga anakku di sana ya Pak ... doa ku dalam hati.