
Malam itu Aku beserta Mami Johana , Cik' Paula dan Koh' Hasan menuju ke rumah Nadia tanpa memberitahu Juan Hao .
Sebetulnya Aku merasa belum siap ,tetapi lebih cepat lebih baik untuk mengetahui apa yang di inginkan Hao , karena sampai tadi sore pun dia sama sekali tidak menghubungi Aku.
Pintu dalam keadaan terbuka ketika kami sampai , terlihat Juan Hao sedang membereskan barang-barang outlet yang akan dibawanya esok hari .
Juan Hao , kita mesti bicara . Mami Johana membuka pembicaraan dulu diantara mereka karena sampai rombongan kita duduk pun Hao tetap tidak bergeming seperti seolah-olah tidak melihat kedatangan kita.
Mau bicara apa Mam? semua yang aku inginkan Udah aku bicarakan ke Nadia . ucap Hao tegas tanpa melihat muka Maminya .
Yang kamu inginkan apa Hao ??? mempunya Istri dua !!! sedangkan kamu saja belum bisa menjadi suami yang baik untuk satu istrimu ?? sela Hasan yang mulai jengkel melihat sikap adiknya.
Aku gak bisa mengendalikan apa yang aku rasakan di hatiku koh , aku menginginkan Kumairah menjadi milik aku selamanya tetapi aku juga tidak ingin meninggalkan Nadia dan Anzel !!! tegas Hao yang menghentikan pekerjaannya lalu meraih rokok sambil menyalakan nya .
Lalu kamu pikir kita akan setuju !!! hardik Hasan
Aku gak peduli ini akan di setujui oleh kalian atau tidak. ini adalah hidupku jadi aku rasa aku tidak perlu meminta persetujuan kalian .ucap Hao santai
Mataku terasa panas enteng sekali dia mengucapkan itu semua , tanpa memikirkan perasaan ku sama sekali . aku memang belum mencintai suamiku sepenuhnya tetapi sejak ada Anzel aku mulai mencintainya dan sekarang tetap rasa perih itu menjalar perlahan dalam hatiku , Cik' Paula yang melihat keadaanku segera mengelus pundak ku mencoba menenangkan aku .
Bearti kamu sudah tidak menganggap kami keluargamu lagi ??? kalau memang seperti itu oke aku gak akan lagi ikut campur urusan mu Hao . tapi ingat kalau ada apa-apa denganmu dikemudian hari jangan cari kami !!! ucap Hasan Tegas .
Hasan semua tergantung Nadia , sahut Mami Johana pelan.
Berarti Mami mendukung kemauan Hao ??? apa Mami tidak ingat bagaimana perlakuan Nadia terhadap Mami !!! kok mudah sekali bicara seperti itu .ujar Paula jengkel
Mami itu benar Cik' semua memang tergantung Nadia !!! bukan tergantung Koh Hasan ataupun Cik' Paula , ucap Hao sinis
Memang aku bilang kalau aku akan ikut memutuskan dalam hal ini ??? kamu itu berbicara seperti itu seolah-olah kamu manusia paling bijak didunia dan mengesampingkan perasaan istri kamu !!! Manusia macam apa kamu Hao kalau tau jadinya begini menyesal kita membantu kamu dari sejak awal kedatangan kamu disini !!! sindir Paula pedas
Cukup Cik' Paula !!! Hardik Hao yang tersulit emosinya mendengar perkataan kakak iparnya
__ADS_1
Paula yang mendengar bentakan Hao segera merapatkan tubuhnya ke suaminya dia tidak menyangka Hao seberani itu membentaknya.
Kamu Yang cukup Hao !!! sudah aku rasa gak ada gunanya bicara dengan batu seperti dia ayo kita pulang , dan kau Hao ingat pesanku tadi !!! ucap Hasan tegas dan segera beranjak dari tempat duduknya lalu mengajak Paula untuk segera meninggalkan Rumah ini.
Aku masih berada didalam pelukan Cik' Paula yang membawaku menuju mobil , tadinya aku berpikir akan tinggal tetapi melihat kenyataan sikap suamiku ,aku berpikir seribu kali untuk tetap tinggal disini lebih baik aku kembali kerumah Cik' Paula untuk sementara ini ,
Didalam perjalanan Mami menenangkan aku yang memang terus menangis dari sejak keluar rumah tadi , hatiku hancur mendengar semua perkataan Koh ' Hao tadi bahkan yang lebih menyakitkan dia sama sekali tidak mendekati ku sekedar melihat keadaan ku .
Nadia , kamu dirumah kita dulu aja , ucap Koh ' Hasan pendek keliatan sekali dia masih kesal dengan adiknya.
Aku mengiyakan saja , dan Malam itu menjadi malam yang aku lalui dengan tangis yang panjang ternyata aku salah
"kebahagiaanku bukan disini " bisikku lirih mencoba menguatkan segala jiwa dan raga yang hancur berkeping-keping.
***
"Seminggu telah berlalu"
Pagi , cantik sekali hari ini Nadia . puji Paula yang merasa senang melihat kondisi adik iparnya yang sepertinya sudah mulai menerima kenyataan perlahan-lahan .
Sama kayak Cik' Paula , ujarku sambil tersenyum .
Mami Yang duduk di sofa terlihat melirikku , aku ingat dia menangis kemarin malam terjaga dari tidurnya dan langsung masuk ke kamarku memelukku dan mengatakan tidak ingin kehilangan aku .
Cik' hari ini Nadia mau keluar ya ? Ada urusan yang akan Nadia selesaikan dan mungkin setelah urusan ini selesai Nadia akan pulang dulu kerumah Ibu , ujarku sambil mengoleskan mentega pada roti tawar yang tersedia di situ .
Kamu sudah kuat kah Nadia ? tanya Paula ragu dengan kondisi Nadia .
Sudah Cik' , emm Cik' kalau semisal aku udah gak Sama Koh ' Hao , Cik' Paula masih mau menjadi saudaraku Khan ? tanya ku
" Pasti dan selamanya " ucap Paula yang lalu mendekati ku dan memelukku .
__ADS_1
Aku betul-betul terharu mereka menerima aku dengan baik dari sejak pertama kali kehadiranku disini itu lah yang membuat aku tetap merasa beruntung walaupun sekarang perlakuan Juan Hao seperti ini terhadapku .
"Bu Paula" ada Pak Hao dibawah . ucap salah satu pembantu disini .
Degg, jantung ku serasa berhenti mendengar perkataan asisten rumah tangga tersebut , mau apa Koh ' Hao kesini , apa dia berubah pikiran dan sekarang dia akan menjemputku ,berbagai pertanyaan memenuhi kepalaku .
Jangan suruh masuk dulu !!! perintah Paula yang langsung meletakan rotinya dan menuju keluar.
Nadia kamu gak menemui suami mu ? tanya Mami Johana yang memberikan isyarat agar aku segera keluar ,
Aku bangkit dari tempat duduk , dan akan menyusul Cik' Paula , terlihat Koh ' Hasan yang turun dari tangga ,
" Siapa yang datang Nad "
Emm katanya Koh' Hao , ujarku menjawab pertanyaan Koh' Hasan
Aku dan Koh' Hasan berjalan beriringan kedepan , aku melihat Koh' Hao yang masih diluar pagar , memang seluruh pembantu disini selalu membuka pintu jika sudah diijinkan oleh Cik' Paula atau Koh' Hasan .
Mau ada keperluan apa kamu kemari ?? tanya Paula ketus bukan tanpa sebab karena dia melihat ternyata ada perempuan itu yang dengan tanpa rasa malu ikut kemari.
"Saya mau bicara dengan Nadia Cik"jawab Hao .
Hanya kamu atau dengan dia !!!
Dengan Kumairah juga Cik' jawab Hao pelan
Maaf ya Hao , saya tidak Sudi lantai rumah saya dikotori oleh kaki perempuan J****g itu !!! jadi kalau kamu mau berbicara dengan Nadia disini jangan bawa-bawa perempuan itu kemari !!! ucap Paula Tegas
Aku tercengang melihat perkataan Cik' Paula yang biasanya lemah lembut dan tidak pernah merendahkan orang kali ini sangat berubah ,sekilas aku melirik wajah Koh'Hao yang menahan emosi dan wajah pucat pasi Kumairah menahan malu .
" Cik Paula " saya harus segera menikahi Kumairah karena saat ini dia sudah mengandung anak saya !!!
__ADS_1