
Cik' Miranda memulai usaha pameran di mall-mall Jakarta dengan sewa sebulan sekali dan dia sudah mempunyai 10 karyawan , untuk permulaan Koh ' Hao hanya meminta separuh tempat ke Cik' Miranda karena belum berani menyewa sendiri .
Sementara kami ikut di rumah Cik' Miranda karena kebetulan kamar di lantai atas kosong jadi Cik Miranda menyuruh kami disini dulu .sebetulnya aku merasa gak enak karena Koh ' Hendi sepertinya kurang berkenan tetapi karena paksaan Cik' Miranda jadi akhirnya aku mengalah lagipula Mami Johana sering kemari .
Aku mencuci baju sendiri dan mengurus keperluanku dan Anzel sendiri walaupun di sini ada asisten rumah tangga ,
Bu Nadia , biar baju nya aku saja yang cuci Khan pake mesin cuci , ujar Inah nama asisten rumah tangga tersebut .
Sudah gak papa nah , lagian aku juga gak ngapa2in kok , jawabku
Inah masih berusia 15 tahun badanya kecil ,kurus dan hitam aku sering gak tega melihat dia apalagi Sellin dan Vania agak nakal dan seringkali aku melihat Inah kerepotan mengurus mereka berdua , kadang kala mereka pun sering sekali membuat Anzel menangis beda sekali dengan anak-anak dari Cik' Paula yang cenderung lebih sopan dan baik.
***
*Setahun telah berlalu*
Anzel sudah berusia dua tahun usaha Koh 'Hao juga sudah mulai berjalan lancar bahkan sudah berani membuka outlet sendiri dan sudah mempunyai 4 karyawan di mall berbeda .
Nadia , rasanya aku sudah mulai kerepotan kalau harus keliling sendiri membagi barang apalagi mall centrall harus ditunggui olehku karena disana mall paling rame dan omzet paling besar bagaimana kalau kamu yang membagi barang ?? tanya Juan Hao.
Aku siy gak masalah tapi nanti Anzel dengan siapa Koh ? jawabku yang tentu saja mengkhawatirkan Anzel .
Anzel dirumah saja Khan ada Inah dan Mami juga sering disini !! ucap Juan Hao
Aku tuh kasihan Koh ,kalau harus dititipkan ke Inah sedangkan Inah mengurus Sellin dan Vania aja sudah capek , jawabku.
Sellin dan Vania itu seharusnya gak diurus oleh Inah !! Khan Hendi nganggur yang cari duit Miranda ya harusnya Hendi lah yang jaga anak-anak jangan enak-enakan dirumah !!! ujar Juan Hao sinis
Udahlah Koh , jangan bilang begitu kita Khan lagi menumpang disini , ucapku lirih aku merasa gak enak kalau sampai Koh 'Hendi mendengar perkataan Koh ' Hao .
__ADS_1
Yaa Khan memang kenyataan nya Hendi nganggur !!! makanya badanya tambah Segede babi karena kerjanya makan tidur , ucap Koh ' Hao lagi .
Aku mulai kapan Koh ? sengaja aku mengalihkan pembicaraan karena aku tak mau kalau pembicaraan kami sampai kedengaran tuan rumah.
Pagi itu Koh ' Hao membicarakan lagi rencana kami ke Cik' Miranda .dia setuju malah menyarankan agar aku sekalian mengantar barang-barang di outlet Cik' Miranda nanti dia akan memberi aku gaji dan Koh ' Hao langsung setuju walaupun aku belum menyanggupi.
***
Terpaksa hari ini aku mulai melakukan tugas yang diberikan Koh 'Hao dan Juga Cik' Miranda walaupun masih dengan berat hati aku tinggalkan Anzel dengan Inah saja karena hari ini Mami gak bisa kemari.
Inah , aku titip Anzel yaa ? jangan lupa berikan susu nya ya Nah ... ujarku sambil memeluk dan menciumi Anzel .
Bu Nadia tenang ajaa , Anzel pasti akan Inah Jaga dari gangguan Sellin dan Vania . ujar Inah yang seolah-olah tau isi hatiku .
Sebetulnya aku belum begitu berani pergi-pergi sendiri dengan kendaraan umum tetapi karena aku males mendengar ocehan Koh' Hao lebih baik aku menuruti semua kata-katanya . sebelum aku berputar terlebih dahulu aku ke Mall central yang dijaga Oleh Koh ' Hao dan satu karyawan bernama Emi .
Aku langsung mengambil barang-barang yang sudah di siapkan oleh Emi dia terlihat bingung memanggil aku apaa hingga akhirnya memanggilku dengan sebutan "Cik' Nadia" yang langsung aku luruskan "panggil saja aku Mbak ' Nadia "
Karyawan Koh ' Hao ada lima yang pertama tadi bernama Emi , dan empat lainya ada Ida ,Dewi, Yuma, dan Ivon . hari ini aku jadi mengenal mereka semua rata-rata mereka lulusan SMA melihat mereka yang masih muda-muda dan segar sebetulnya aku agak berpikir jangan-jangan Koh ' Hao tertarik pada mereka tetapi aku segera singkirkan pikiran itu.
Hari pertama aku keliling Jakarta betul-betul melelahkan tapi menjadi pengalaman seru dan mengasyikan ,aku pulang dengan hati yang bahagia mudah-mudahan ini menjadi awal usaha kami yang bagus .
Setelah pulang dan melihat Anzel yang baik-baik saja dan tidak rewel aku jadi makin bersemangat apalagi aku mendapat gaji dari Cik' Miranda separuhnya bisa aku kirim untuk Ibu dan Nadine .
***
Hari demi Hari aku lalui aku begitu merindukan Ibu dan Nadine walaupun tiap hari kami berkomunikasi tetapi ak tetap ingin bertemu mereka.
Koh , Kapan kita pulang ? aku kangen Ibu dan Nadine sudah hampir 2 tahun kita gak pulang pasti juga Ibu sangat merindukan Anzel ucapku.
__ADS_1
Usaha kita baru berjalan Nadia jadi lebih baik kita jangan pulang dulu kalau memang ibu kangen dengan Anzel suruh mereka saja yang kemari .jawab Juan Hao .
Aku tidak menjawab perkataan Juan Hao Ibu memang sudah aku suruh kemari tetapi ibu belum mau karena takut merepotkan aku karena masih ikut di rumah Cik' Miranda .
***
Sudah dua bulan ini aku sudah tidak keliling lagi tetapi malah Cik' Miranda yang melakukan tugas itu sedangkan aku hanya berjaga di salah satu outlet yang paling rame diantara outlet lainya aku dibantu oleh dua karyawan yang bernama Lulu dan Novi .
Dan setelah aku tidak berkeliling mengantar barang aku juga selalu membawa Anzel ke outlet karena beberapakali setiap pulang aku memergoki Anzel yang sedang dimarahi oleh Koh ' Hendi dan terkadang juga sedang menangis karena menjadi bulan-bulanan Sellin dan Vania. jadi lebih baik Anzel aku bawa ke outlet malah aku lebih tenang .
Disebelah Outlet ku ada outlet baju batik yang karyawannya satu bernama Ririn karena sering bertemu dan setiap kali kondisi mall sedang sepi biasanya Ririn selalu main ke outlet ku jadi kita makin akrab aku juga merasa cocok dengan Ririn yang sudah dianggap adikku sendiri .
Bu Nadia rame kah ? kata Uda Usman bos dari Padang yang outletnya menjual perhiasan dan aksesoris khas "kota Padang"
Lumayan aja Uda , Uda bagaimanakah ? tanya ku balik .
Lumayan juga Bu , katanya
Kok Uda sendiri ? karyawan Uda dimna ? tanya ku yang melihat dia berjaga sendirian.
Dia kemarin ijin keluar ini besok adik istriku yang akan menggantikan , ucap Uda Usman lagi .
Ohh yaa yaa ,
dari kejauhan ku lihat Anzel yang sedang berlari-lari membawa es cream bersama Ririn.
Mamah Mamah ... Anzel dibelikan es sama tante Ririn ? pamer nya sambil menunjukan es nya
Lah lah udah bilang makasih sayang ? ucapku sambil mengelus rambut Anzel .
__ADS_1
Udah donk yaa , ucap Ririn menyela pembicaraan Kami .