Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
46 (POV Bara)


__ADS_3

Bara betul2 bahagia dengan keadaan Istrinya "Arini" sekarang, karena semakin hari kondisinya semakin membaik kesehatannya sudah semakin pulih .


Papah ... lusa aku mau terapi kamu ingat Khan ? Tanya Arini


Tentu ingat sayang , mana mungkin aku melupakan hal penting dari orang yang paling aku cintai ... Ucapku sambil mencolek pipi istriku yang sudah mulai berisi


Ahh Papah tuh gombal ...pah apa mamah boleh tanya sesuatu tapi papah harus jujur nanti jawabannya ?? Tanya Arini sambil tersenyum


Tentu saja boleh ,dan tentu saja aku akan Jujur mau tanya apa siy Mah ? Ucapku bertanya balik.


Janji dulu pahhh , ucap Arini sambil menangkupkan kedua tanganya seperti memohon.


Hemmm iyaaa iyaaa Papah Janji , ucapku sambil meneguk teh buatan bibik


Pah ,selama mamah sakit selama bertahun2 bagaimana cara papah untuk menuntaskan hasrat biologis papah ? tanya Arini sambil menatapku


hukkkk ....hukkk... aku terbatuk2 tiba2 rasa teh yang segar itu terasa mencekik dileherku bagaimana bisa tiba2 Arini menanyakan hal seperti itu ...


Papah gak papa Khan ?? Pelan2 donk pah ...minum teh nya , cetus Arini sambil otomatis menepuk2 leher Bara pelan.


Gak papa kok Mah ... kenapa siy Mah tanya aneh2 gitu ? memangnya selama mamah sakit mamah gak bisa melayani papah ??? kita Khan tetap bisa berhubungan dan papah tetap menggauli mamah rutin jadi menurut papah pertanyaanmu aneh !!! ucapku dengan nada agak tinggi.

__ADS_1


kulihat Arini menghembuskan nafas panjang lalu menyeruput teh manis nya, dia tidak menanyakan lagi atau membahas pertanyaannya . yaa aku sebetulnya lelaki setia tetapi aku tidak munafik menggauli Arini pada waktu keadaan dia sakit tergolek lemah seperti meniduri boneka dan aku tak pernah merasa puas tapi demi menjaga perasaannya aku tetap melakukan kewajibanku memberikan nafkah batin ya walaupun aku tidak pernah merasa puas.


Aku memang sering menghabiskan waktuku dengan perempuan2 yang aku sewa untuk menemaniku tapi aku tidak sembarangan dan aku selalu memastikan mereka dalam kondisi sehat ,bersih dan bebas penyakit. dan semua yang aku pakai juga hanya sekedar untuk memuaskan aku saja tapi rasa cintaku hanya untuk "Arini"


Tetapi memang ada 1 wanita yang sempat mencuri hatiku dan membuat aku memikirkannya berhari2 bahkan berbulan2 dan mungkin bertahun2 ... aku masih mengharapkannya tapi ternyata kenyataanya dia memang mau denganku hanya karena dia butuh uang ... tidak apa2 aku tidak mendapatkan hatinya tetapi aku yang mendapatkan kesuciannya... "Nadia" nama Gadis itu...


Pah , anterin aku ke kamar ? ucap Arini menganggetkan ku .


Oiya Mah ayok ... segera aku menghampirinya lalu memeluknya dan memapahnya aku masih belum bisa melepaskan dia sendiri berjalan2 takut tiba2 dia merasa lemas .


***


Pagi itu kegiatanku teramat padat aku memberitahukan pada Arini kalau aku tidak bisa pulang untuk makan siang dirumah .


ketuk ... Ya masuk ,sahutku


Siang Pak Bara , maaf mengganggu ada Tamu yang ingin bertemu pak ... kata Andrea recepsionist


Hemm aku hari ini tidak ada janji dengan siapapun Andrea !!! Ucapku agak kesal karena gara2 dia aku jadi menunda laporan ku.


Maaf Pak Bara tadi saya sudah tanyakan tapi Tamu bapak memaksa untuk bertemu .ucap Andrea

__ADS_1


Tanyakan Nama dan keperluannya , jawabku acuh.


Tadi tamu Bapak bilang dia bernama "Nadia" tapi untuk keper.......


Hahhh Nadiaaa !!! ucapku tersentak kaget hingga memotong ucapan Andrea .


Iyaaa betul pak Tamu Bapak bernama Nadia, ucap Andrea menegaskan.


Baik suruh dia menunggu saya di ruang Tamu dalam bilang saya masih ada tamu nanti kalau saya sudah selesai saya akan menemuinya .ucapku .


Baik pak , saya permisi dulu .pamit Andrea.


Emm Andrea tunggu dulu ... panggilku aku merobek kertas lalu menuliskan sesuatu lalu aku berikan pada Andrea.


Andrea tolong kamu belikan semua yang aku tulis lalu berikan pada Tamu saya karena pekerjaan saya masih agak lama selesainya .perintahku


Baiklah pak ... lalu Andrea berlalu dari hadapanku .


Ada angin apaa dia tiba2 datang kepadamu setelah sekian lama dia menghilang batinku aku seperti mendapatkan angin segar bayangan senyum manisnya menghiasi mataku ,bergegas aku menyelesaikan laporan ku agar bisa segera menemui dia .


Aku berjalan menuju ruangan yang memang disediakan untuk tamu, hatiku berdebar kencang kenapa perasaan ku bisa seperti ini yaa .sampai didepan pintu ruangan itu aku ragu2 untuk masuk hingga setelah berapa menit ak langsung membuka pintu ... klekkkk ....bunyi gagang pintu ketika pintu terbuka aku melihat dia sedang duduk di pojokan menyandarkan tubuhnya dan... Ya Tuhan ... terdengar suara dengkuran halus rupanya dia tertidur kupandangi wajahnya ternyata dia bertambah cantikk , aku memutuskan untuk menunggu dia terbangun untung saja aku membawa laptopku jadi aku bisa meneruskan pekerjaanku sambil menunggu dia bangun .

__ADS_1


Nadia tersentak kaget ketika dia membuka matanya karena melihat aku sudah berada di depannya aku hanya tersenyum kecil walaupun dalam hatiku ingin sekali aku memeluk dia gadis yang berkali2 aku kejar dan berkali2 pula aku ditolaknya .


Dia menceritakan semua yang dia alami hingga dia pada akhirnya meminta pertolonganku karena kondisi Bapaknya yang harus segera di Operasi , sebetulnya dari sejak Arini mulai sehat aku sudah tidak pernah bermain wanita lagi aku merasa sudah cukup aku mengkhianati istriku tapi untuk kali ini maafkan aku Arini ... karena aku tidak bisa menolak "Nadia" .


__ADS_2