Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
68


__ADS_3

Hari demi Hari ku lalui aku menikmati semua yang ada disini , walaupun hatiku sangatlah merindukan Ibu dan Nadine ,tapi tak apalah karena keadaan ku sekarang Nadine bisa melanjutkan kuliah seperti impiannya .


Mbak Nadia, tau gak karyawannya Uda ? tanya Ririn siang itu


ohh yang adik istrinya Uda Khan ? siapa ya namanya aku lupa Rin ,tanyaku balik


Kumairah mbak ,


Iyaa Kumairah ? kenapa dengan dia Rin ? ucapku


Kalau aku liat-liat kok kayak dekat banget ya sama Uda Usman , malah kaya hubungan kekasih gitu bukan kaya antara Kakak dan adik ipar !!! ujar Ririn berbisik lirih karena takut kedengaran mereka yang berjarak tak jauh dari tempat kami mengobrol .


Huss kamu jangan bikin gosip ahh Rin , kalau gak benar nanti jadinya fitnah loh .ucapku mengingatkan


Yee Mbak Nadia ini gak percaya , kata Ririn memanyunkan bibirnya.


Aku melirik sekilas melihat mereka berdua memang terlihat akrab dan tidak seperti hubungan semestinya antara kakak dan adik ipar ,betul kata Ririn mereka seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta .Kumairah adalah adik dari Sarina istri Uda Usman , Sarina ini berasal dari malang sebelum di per istri Uda Usman dulunya pun Sarina adalah karyawan Uda Usman kalau Uda Usman memang asli dari Padang .yang membuka usaha di Jakarta dan sukses .


Nadiaa, lagi ngapain siy bengong disitu !! panggil Miranda yang sedang berjalan ke arah Nadia .


Ehh cik Miranda , ituh lagi ngeliatin panggung ,jawabku mengalihkan perhatian kebetulan sedang ada panggung musik di Mall ini .


Ohh , Lu udah makan Nad ? tanya Miranda


Udah Cik' , tadi aku makan bakso .jawabku


Yahh mau gue ajak makan laper banget ini nunggu Jason lama lagi !! keluh Miranda


Ya udah Cik' Miranda makan dulu aja Nadia beliin KFC ajaa ya ?? tawarku


Ya udah dehh sambil nunggu Jason disini , ujar Miranda sambil memilih-milih barang bawaannya dibantu oleh Lulu dan Novi .

__ADS_1


Aku lalu melangkah keluar menuju ke gerai KFC yang tidak jauh dari situ, aku berjalan melewati Outlet Uda Usman yang sedang bercanda dengan Kumairah , memang kalau semakin diperhatikan candaan mereka betul-betul tidak wajar ahh sudahlah itu bukan urusan ku .


Setelah makan dan mengecek-ngecek barang di outlet lalu makan dan beristirahat sebentar Cik' Miranda keluar lagi dijemput Jason untuk mengantar ke mall- mall lainya. belakangan kutahu ternyata Koh ' Jason itu adalah selingkuhan Miranda dia orangnya baik bahkan menurutku lebih baik daripda Koh' Hendi. yaa rumah tangga Cik' Miranda memang sudah tidak sehat menurut Koh ' Hao sebetulnya Koh' Hendi juga tau kalau Cik' Miranda berselingkuh dengan Koh ' Jason tapi mendiamkan saja dan menurut dugaan Cik' Miranda sepertinya Koh ' Hendi juga sudah mempunyai selingkuhan.


***


Hari itu aku agak gak enak badan terpaksa Anzel aku titipkan ke Inah dan kebetulan ada Mami disana ,


Nanti pulangnya aku jemput aja ya ? ucap Koh ' Hao melihatku yang agak pucat


Iyaa Koh , jawabku pendek .


Semakin siang ternyata badanku semakin lemas padahal aku sudah meminum obat aku putuskan aku meminta Koh ' Hao menjemputku


Aku tiduran di dalam sayup-sayup kudengar suara Koh 'Hao Lalu aku beranjak dari tempat tidurku dan segera keluar menemuinya


Ayok pulang ? ajak Koh 'Hao


Koh ' Hao lalu masuk dan meraih bungkusan itu lalu langsung keluar dari outlet dan brukklk barang-barang berhamburan Koh ' Hao dan yang ditabrak sama-sama jatuh terjengkang .


Maaf-Maaf Pak , saya tidak sengaja ,ucap Kumairah terbata-bata


kalau jalan itu liat-liat donk !!! buta kamu yaa !!! hardik Juan Hao kesal karena dia mesti mengambil barang -barang yang jatuh


Sudah -sudah Koh , dia gak sengaja . ujarku pelan


Bu Nadia saya mengantar uang kembalian dulu ya , setelah ini saya bantu membereskan barang-barang yang jatuh ini . ucap Kumairah ketakutan .


Iyaa,makasih ya Kumairah .ucapku .


Akhirnya setelah Lima belas menit semua barang-barang sudah rapi kembali Koh 'Hao masih saja mengomel sepanjang jalan .

__ADS_1


Siapa siy Gadis bodoh itu ??? tanya Hao


dia karyawan Uda Usman Koh , tapi juga dia adik iparnya .jawabku santai


Apa dia bisa kerja tampang aja bloon begitu !! ucap Hao sambil bersungut-sungut


Kumairah memang terlihat polos tapi aslinya dia itu cantik badanya tinggi langsing dengan wajah yang masih polos kulit halus lembut kuning Langsat membuat dia terlihat semakin menawan .


***


Hari ini aku gembira sekali karena Ibu dan Nadine mengabari aku akan berkunjung ke Jakarta karena sudah tidak bisa menahan rindu pada " Anzel" , kemungkinan besok pagi Ibu sudah sampai sini.


Sebelumnya aku meminta ijin pada Cik ' Miranda kalau ibuku dan adikku akan datang kemari dan dengan senang hati Cik' Miranda mempersilahkan malah menawari tidur dihotel tetapi aku tidak mau karena itu malah jadi merepotkan.


Pagi yang ditunggu Tiba aku bersama Koh ' Hao menjemput Ibu dan Nadine di stasiun kereta api , dari jauh terlihat mereka turun dari kereta aku segera menghampiri mereka memeluknya berkali-kali bergantian antara Ibu dan Nadine. Anzel awalnya tidak mau dengan neneknya tapi lama-lama dia mau dan akhirnya nemplok terus ke neneknya.


kedatangan Ibu disambut baik oleh Cik' Miranda dan Mami Johana , mereka sudah memasak banyak aku bahagia sekali karena kedatangan ibu di sambut gembira oleh mereka bahkan Koh ' Hendi yang biasanya sinis kali ini tidak terlihat dia yang berkali-kali mencuri pandang ke Nadine .apalagi penampilan Nadine sekarang semakin cantik.


Nadia , sampai kapan kamu ikut di rumah adik iparmu ? tanya Ibu


Entah lah Bu , Nadia juga gak tau tabungan Kami belum cukup untuk membeli rumah Bu, ucapku lirih.


Apa setiap hari Anzel kamu bawa kerja ke Outlet Nad ?tanya Ibu lagi sambil mengelus-elus Anzel yang berada di pangkuannya .


Iya Bu , Nadia tidak tega meninggalkan Anzel sendiri dirumah Bu , walaupun ada Inah ataupun Mami , jawabku cepat.


Coba kamu bilang ke Juan Hao , apa tidak lebih baik Anzel dibawa Ibu aja ke Jawa agar lebih bisa diperhatikan Ibu kasihan melihat Cucu Ibu yang setiap hari hidup di Mall , kamu percaya Khan sama Ibu ?? pasti Anzel Ibu jaga dengan baik. jelas Ibu panjang lebar


Coba nanti aku bilang ke Koh' Hao ,kalau memang boleh Nadia setuju Bu , Nadia lebih percaya Anzel bersama Ibu. ucapku yang langsung menyetujui permintaan Ibu .


Tak disangka-sangka ternyata Juan Hao menyetujui usul Ibu dan berjanji padaku akan pulang sebulan sekali untuk menengok Anzel, seminggu Ibu berada disini mereka akhir nya pulang aku melepas kepergian Ibu, Nadine dan Anzel dengan deraian air mata , karena baru kali ini aku akan berpisah lama dengan anakku Anzel .

__ADS_1


__ADS_2