Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
87


__ADS_3

Bu , kalau semisal Nadia bekerja di Luar kota apa Ibu mengijinkan ? Ucap ku pada Ibu


Dimana Nad ? Tanya Ibu


Nadia sebetulnya pingin di Bandung Bu ? Tetapi juga pengin di Semarang !! Ucapku yang memang sejak lama menginginkan hidup di kota kembang.


Kalau di Semarang Ibu mengijinkan tetapi tidak di bandung !! cetus ibu


Emang kenapa Bu ? ujarku heran


Di Semarang ada saudara Nad , ada Tante Fita ! kalau di bandung tidak ada yang kamu kenal disana ? ucap Ibu yang pastinya mengkhawatirkan aku .


Baiklah Bu , aku rasa saran Ibu ada benarnya.


Tetapi kamu tunggu Anzel masuk SD dulu ya ? soalnya Ibu repot kalau harus mengurus berkas - berkas nya . Kan tinggal dua bulan lagi ? Pinta Ibu


Ya Bu , gak papa . Sementara biar Nadia ikut SPG Ivent dulu aja agar tetap ada penghasilan.


Aku rasa tabungan ku masih cukup untuk bertahan dulu disini , karena aku pun sempat membawa kotak perhiasan milikku jadi aku bisa mempergunakan disaat aku betul - betul membutuhkan .


***


Aku baru saja memandikan Anzel , ketika terdengar suara Ibu yang berbincang - bincang dengan seseorang ,


Sudah selesai Nad ? Panggil Ibu dari depan


Sudah Bu ! Jawabku


Ada tamu nad , dia ingin bertemu kamu ? Ujar ibu yang sudah ada di depanku .


Siapa Bu ? tanya ku


Kamu liat aja sana ? Ayo Anzel sama nenek ? Anzel berlari ke pelukan Ibu aku segera kedepan untuk mengetahui siapa yang datang .


Pak Guan fai !!! Aku setengah berteriak karena kaget melihat kedatanganya


Hai Nadia ? bagaimana kabarmu ?? tanya mantan Atasanku yang semakin menawan .


Baik pak , Gimana kabar Bapak ? kesini sendiri pak ? Cecar Ku


Sendiri lah memang sama siapa ? Kabar aku baik Nad , gimana kalau kita keluar makan pasti ada banyak hal yang ingin kamu ceritakan pada ku kan ? Ajak Guan Fai


Emm gimana yaa ? Ujarku bingung


udah ayok , nanti biar aku yang pamit ke Ibu ? Ujar Guan Fai memaksa .

__ADS_1


Memang gak papa pak ? Nanti kalau Cik' Lauren tau apa gak marah ? Aku masih inget jelas bagaimana judesnya istri kedua Guan Fai


Dia dirumah kok , tenang aja !!! Ucap Guan fai lagi


Akhirnya aku mengalah dan menuruti keinginan Guan Fai , setelah minta Ijin ke Ibu aku pergi berdua dengan Guan Fai, ke Restoran Chinese Food , yang tergolong mahal di kota kami .


Nadia , kamu kok tambah cantik siy ? Ucap Guan fai membuka obrolan.


Makasih pak , ujarku tersipu malu tak dapat dipungkiri pesona Guan fai memang luar biasa , di umurnya yang sudah kepala empat dia malah makin mempesona , kami langsung menjadi pusat perhatian ketika masuk ke dalam restoran .


Apa kamu sekarang sudah paham dengan apa yang saya katakan dulu sebelum kamu memutuskan menikah dengan Juan Hao ??? Ucap Guan Fai


Yaa Pak , cuman yang aku sesalkan kenapa Bapak gak memberitahuku sebelum semuanya sudah dipersiapkan ? Ujarku tersenyum kecut


Yaa dulu saya pikir kamu hanya iseng sama dia ? Atau sekedar menghindari Tora ? ucap Guan Fai mengedipkan matanya


HaHaHa ... Saat mendengar nama Tora disebut , aku tertawa terbahak - bahak . Masih ku ingat jelas bagaimana lelaki polos itu mengirim surat padaku ,


Apa sekarang dia masih ikut kerja Bapak ? tanya ku


Kenapa ? Kamu menyesal menolak Tora ? Ujar Guan Fai menggodaku .


Ahh Bapak , dia terlalu baik buat Nadia pak . Dia masih kerja dengan Bapak ? Aku ulangi lagi pertanyaan ku pada Guan Fai .


Tidak Nadia , sekarang ini dia sudah ada di kota Jakarta ikut perusahan besar disana, menjadi kepala Gudang Utama. Sudah keren dan gak kampungan lagi ! Ucap Guan fai menjelaskan .


Kamu sudah mengurus perceraian mu ? ucap Guan fai


Sudah Pak , emm ngomong - ngomong Bapak tau dari mana aku sedang proses cerai dengan juan Hao ? Karena sebenarnya aku masih terkejut dengan kedatanganya ke rumah .


Teman yang mengantar Juan ke rumahmu tempo hari juga temanku, kemarin aku bertemu dan dia menceritakan semuanya ,maka itu aku langsung menemui mu ?


Ohh gitu , yaa begitulah Pak kekasih gelap Juan udah hamil dan keluarganya meminta agar Juan Hao segera menceraikan aku ! Untuk segera menikahi anaknya. Ucapku menjelaskan


Dia awalnya tidak mau menceraikan kamu Nad ?


Iya pak , awalnya dia ingin aku tetap bertahan berumah tangga dengan nya , tetapi aku tidak bisa seperti istri pertama Bapak yang mau legowo menerima Cik' Lauren jadi istri kedua Bapak ! Ucapku sambil tertawa kecil


Guan Fai tersenyum mendengar penuturan ku ,


Keputusan yang bagus Nadia , lagian kamu masih muda kok ! Timpal Guan Fai


Yaa begitu lah Pak , yang penting Anzel bersamaku . Kemarin aku mau mengurus perceraian ini asal hak asuh Anzel jatuh padaku .


Iya betul sekali , ayo kita makan dulu ? Ujar Guan Fai menawarkan, perlakuan dia masih sama seperti dulu mengambilkan sendok menyiapkan gelas dan menuangkan air minum pada semua orang yang makan bersamanya.

__ADS_1


Setelah makan , Guan fai mengantarkan aku pulang tak lupa dia membeli oleh - oleh untuk orang dirumah .


Nad , aku gak turun ya ? Tolong pamit kan Pada Ibu . ucap Guan Fai


Ohh iya Pak , nanti saya sampaikan pada Ibu . terimakasih traktirannya dan Oleh - olehnya. ucapku .


Jangan panggil pak ? " Panggil aja Koko " ! sekarang kamu udah bukan karyawan aku lagi ! Gerutu Guan fai


Baik Koh' Fai ... ujarku sambil tersenyum dan melambaikan tangan padanya.


Mama !!! Pekik Anzel melihatku pulang


Hallo sayangku ? kamu gak nakal kan waktu mamah tinggal tadi ? Ucapku sambil memeluk dan menciumnya gemas


Tidak Mama , Mama bawa apa ? Celoteh Anzel sambil melirik ke bungkusan yang aku bawa


Ini kue untuk Anzel , nenek dan Tante Nadine , ucapku


Horeee !!! teriak Anzel kegirangan


Kak ? Abis kemana ? Tanya Nadine yang sudah berada di depan pintu


Makan aja ,


Kakak sekarang mau pacaran sama bekas Bos kakak ya ? Ucapnya membuat tanganku langsung menoyor kepalanya.


Ngawur aja !!! Dia aja udah punya Istri dua , sahutku


Yaa siapa tau kakak mau jadi yang ketiga ? Weew !! Goda Nadine yang langsung berlari karena takut aku toyor lagi .


Dasarrr !!! Umpat Ku


Sudah pulang Nak ? sambut Ibu yang baru keluar dari kamarnya .


Iya Bu , ini ada oleh - oleh dari pak Guan Bu. Ujarku sambil membuka bungkusan , yang langsung di santap oleh Anzel .


Wahh enak sekali ini ? Cucu Nenek suka ?? Timpal Ibu menggoda Anzel yang terlihat lahap memakan kue itu


Iya Nek , ini enak ! coba nenek makan ? titah Anzel polos


Aku segera masuk ke kamar dan mengganti bajuku ,


Kak ,tadi ada salam lagi tuh dari Mas Dani ? Ucap Nadine


Hem , walaikumsalam . Eh Nadine bukanya ponakan Bu RT dulu ada juga namanya Rivanda ya ? Tanya ku yang teringat dengan Rivanda yang juga dulu sempat mendekatinya .

__ADS_1


Iya kalau kak Rivanda udah lulus kuliah nya . Sekarang kerja di luar kota ! Jadi sekarang yang menemani Bu RT yaa Mas Dani itu .


__ADS_2