Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
51


__ADS_3

Nadia udah dijemput Rezi tuh loh ? kata Ibu menegurku yang masih terlihat sibuk di kamar.


Iya Bu , ini udah selesai kok... jawabku , aku memang setiap pagi ikut bonceng saudaraku Om Rezi lumayan hemat ongkos .


Sampai di kerjaan masih sepi , aku melenggang masuk langsung duduk di mejaku membereskan barang2 yang berantakan .


Mbak Nadia pagi banget udah sampai sini ? tegur Tora , dia kepala gudang yang bertanggung jawab disini dan dia memang sehari2nya tinggal disini sekalian.


Ehh Tora bikin kaget aja , tukasku sambil melempar senyum ke arah dia.


Mbakk , yang suka anter2 itu siapa nya mbak Nadia ... ? ucap Tora


Ohh itu , dia Omku adek sepupu ibuku ,balasku


sambil tersenyum simpul Tora berlalu meninggalkan ku , aku sedikit heran sama dia karena berkali2 dia tertangkap mencuri2 pandang terhadapku.


***


Pagi Nadia... sapa Guan Fai yang baru masuk dia terlihat kerepotan membawa barang2 nya .


Pagi Pak Guan ...


Nadia kamu tolong print semua tagihan sales hari ini yaa !!! perintah Juan Hao yang tiba2 sudah berada dihadapan Nadia .


Baik pak Juan , jawabku .


suasana pagi disini sangatlah sibuk apalagi kalau para Salesman sudah pada laporan2 dan setoran2 uang ...tapi setelah mereka berangkat keliling suasana akan kembali hening.


Hambaliii , penjualanmu menurun drastis bulan ini hari ini aku ikut keliling denganmu ,ujar Juan Hao yang menegur salah seorang salesmanya


Ohh ya Baik Ko' Hao , ucap Hambali cepat walaupun dia males sekali membayangkan berkeliling dengan bos nya itu , salesman disini rata2 memanggil Juan Hao dengan "Ko Hao"


Nadia makan siang bekal membawa dari rumah nya , dia makan bersama dengan anak2 gudang lainya termasuk siy kepala gudang , tiba2 bau aroma bakso menusuk hidung Nadia ternyata pak Siman yang membawa bakso dari luar untuk makan siang nya .seketika perut Nadia merasakan mual yang luar biasa dia bergegas lari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi dalam perutnya ,,, Huff sebenarnya ada apa dengan diriku , batin Nadia.


Mbak Nadia gak papa ?? cetus Tora yang sudah berada di depan kamar mandi ketika Nadia keluar


Gak papa kok Tora mungkin hanya masuk angin , tukasku yang langsung meninggal kan dia


Aku kembali ke MeJaku sudah gak ada lagi selera makan ku , aku kembali memikirkan keadaan tubuhku sebenarnya aku kenapa yaa apa ini semua ada hubungannya dengan telat nya Tamu bulanan ku " Astagfirulloh " jangan sampai " ya Tuhan ..."


Haiii kamu mau kerja apa melamun !!! tegur Lauren sambil mengetuk meja Nadia , Nadia bahkan Sampat tersentak saking kagetnya hingga membuyarkan semua lamunannya .Lauren adalah selingkuhan dari Guan Fai .

__ADS_1


Maaf ibu , ada keperluan apa yaa ? tanya ku ramah .


Dimana Guan Fai ? tanya nya ketus


"Lauren sayang " ... terdengar panggilan yang ternyata adalah pak Guan Fai. lalu mereka pergi keluar untuk makan siang


Tora , itu tadi apa istri dari pak Guan ? tanyaku pada Tora yang mendekatiku


Iyaa istri tapi istri jadi2an alias selingkuhannya !!! ucap Tora sambil tertawa


Hahhh magsut kamu apaa Tora ? cecarku penasaran .


yaa itu tadi mbak Nadia wanita tadi itu yang bernama Cik ' Lauren selingkuhan pak Guan , terang Tora lagi .


Ohh ya ya ya , baru paham aku Tor ,


***


Kerika turun dari angkutan umum terlihat Jeje dengan muka tengilnya yang sedang tersenyum2


Hallo Kaka Cantik !! kata Jeje yang langsung menyambut kedatangan Nadia.


Hallo anak kecilll ?ucapku gemas sambil mengacak2 rambut nya


Ayok ...


Jeje dicari tuh sama Ibu kamu !!! Main Mulu kerjaannya !!! hardik Theo yang tiba2 udah berjalan didekat mereka


Apaan siy Om Theo , kilah Jeje yang tidak mempedulikan ucapan Om nya itu .


Sana Je kamu pulang ajaa , udah sore nanti ibu kamu khawatir ,tuturku


Lah Orang Ibu aja gak ada dirumah kok kak , ucap Jeje sambil menatap sebal ke Theo


Lagian kamu ngapain siy masih bocah juga mepet muluu ke Nadiaaaa , tukas Theo


Ayok balik balik ...seret Theo menarik tangan Jeje yang akhirnya menyerah dan mengikuti Om nya , Nadia tersenyum geli melihatnya .


Nadia mempercepat langkahnya agar segera sampai rumahnya , di ujung jalan terlihat beberapa orang laki2 yang seumuran dia sedang bergerombol . ketika melewati mereka ...ada yang memanggil Nadia


Nad ,baru pulang , tegur Hendri yang juga teman SD Nadia

__ADS_1


Iya nihh Hen , duluan yaa ucapku tanpa melihat ke mereka .


Eh Nad. tunggu dulu ada yang mau kenalan nich tukas Hendri .


Siapa siy ? ucap Nadia yang menghentikan langkah nya lalu menatap mereka


Haiii perkenalkan aku Rivanda ... sapa Cowok manis berlesung Pipit yang memang baru pernah aku lihat


Hai juga aku Nadia salam kenal balik , ...


Setelah berbasa basi sebentar aku berpamitan ke mereka ....hmmm sepertinya aku pernah mendengar nama itu " Rivanda" ohh dia yang kemarin titip salam buat aku lewat Nadine ternyata dia orangnya .


***


Kak , kayaknya kok Kaka gemukan yaa ? ucap Nadine sambil memperhatikan badanku yang sedang berganti baju didepanya


Ahh emang iya Dine ? tukasku


Iyaa tuhh Tete nya Kaka jadi gedee gitu , hahaha celutuk Nadine tergelak


Ihh Apaan siy kamu !!! ucapku sebal walaupun aku merasa seperti itu , Ehh Dine tadi kakak ketemu sama yang namanya Rivanda dia ngajak kenalan Kaka...ujaku mengalihkan perhatian


Hahhh ,ketemu dimana kak ?? ucap Nadine yang langsung kepo


Huuuu mau tau ajahhh !! ledekkuu


Kak kok gitu siy ?? ujarnya memanyunkan bibirnya .


hehehe... tuh di depan rumah Hendri .jawabku cepat .


Ganteng ya kak ? dia kayaknya naksir deh sama Kaka , godanya sambil mengedipkan mata


Hemmm ... aku hanya bergumam lalu meninggalkan Nadine diam2 aku masuk ke kamar mandi lalu aku periksa panyudaraku , bentuk nya memang lebih montok dari biasanya dan putingnya terlihat membesar dan keras kenapa banyak sekali perubahan dalam tubuhku ...ini sudah hampir pertengahan bulan lagi dan sampe sekarang aku belum haid kalau memang bulan ini aku gak haid bearti aku gak haid 2 bulan , lebih baik aku beli alat tes kehamilan aja apa salahnya daripada hatiku tak tenang pikirku .


Selepas magrib aku membeli alat test kehamilan di apotik yang agak jauh dari rumah ku agar tidak ada yang mengenaliku , walaupun Nadia yakin dirinya tidak hamil tapi dia tetap akan mengetes Urine nya


Setelah memastikan Nadine dan ibunya tertidur lelap.


Diam2 Nadia ke kamar mandi dia berencana akan mengecek malam itu juga agar besok pagi dia sudah tenang


Dengan perlahan Nadia membuka kemasan alat cek kehamilan , lalu memasukan ke wadah urine nya , Nadia memalingkan pandanganya jantungnya berdetak dengan kencang dia sangat takut untuk melihat hasilnya .

__ADS_1


1,2,3,... Bismillah batin Nadia lalu dia segera melihat hasilnya dan ...


__ADS_2