Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
64


__ADS_3

Jadi kamu kapan kembali ke rumah ? atau selamanya kamu akan disini ?? tanya Juan Hao ketus


Aku akan kembali kerumah mu setelah kamu meninggalkan Meliana !!! ucapku Tegas aku sudah Muak dengan rumah tangga ini .


Hak apa kamu melarang-larang aku hah ?? hardik Juan Hao matanya nyalang menatap ku dari mulutnya tercium aroma alkohol dan nada bicaranya seperti orang yang tidak fokus .


Tentu saja Hak aku sebagai Istri kamu , bukankah kita menikah secara "SAH" ??Atau kamu anggap Main-main !!! ujarku yang semakin emosi mendengar kata-kata Juan Hao .


Nadia kamu harus ingat yaa , posisi kamu itu seperti apaa sebelum dinikahi olehku jangan Sok kamu ya ?? ujar Juan Hao


Dan kamu juga harus ingat aku tidak pernah meminta kamu untuk menikahi ku , Paham!!! ucapku yang langsung meninggalkannya pergi masuk kamar.


Terdengar suara mobil Juan Hao meninggalkan rumah , aku tak akan pulang kerumah itu sebelum Meliana betul-betul.pergi dari kehidupan kami .


***


Sudah hampir tiga bulan aku dirumah Ibu , Juan Hao pun sudah tak pernah memintaku untuk pulang kerumah , dia memang setiap hari kerumah untuk sekedar menengok Anzel semua kebutuhan ku dan Anzel juga tetap dipenuhi dengan baik .


Aku baru keluar dari kamar mandi ketika Ibu bilang ada pak Guan di depan ingin bertemu denganku , aku bergegas ke depan untuk menemuinya.


Pak Guan apa kabar ? sapaku dan langsung duduk didepannya .


Baik , bagaimana dengan kamu ? oiya Nadia kedatangan saya kemari sebetulnya memberi kabar padamu kalau suami kamu Juan Hao sudah tidak berkerja sama lagi dengan saya. ucap Guan Fai serius .


Hahhh, ada apa sebetulnya pak ? tanya ku kaget, hubungan ku dengan Juan yang semakin renggang menyebabkan dia sudah tidak pernah menceritakan apapun padaku.

__ADS_1


Juan Hao kembali ke kebiasaan buruknya alkohol dan Judi , saya tidak mau menanggung resiko Nadia , apalagi kemarin saya cek ternyata ada dana yang lumayan besar yang mengalir ke rekening dia tanpa sepengetahuan saya dan ketika saya tanya jawaban Hao Sama sekali tidak masuk akal , saya sudah pernah bilang ke kamu Khan Nad ? Meliana akan membawa pengaruh buruk untuk Hao ... dan kekhawatiran saya betul-betul terbukti sekarang , ucap Guan Fai panjang lebar.


Nadia hanya terdiam memang tempo hari dia sempat kerumah mengambil baju nya .mobil yang biasa digunakan olehnya sudah tak ada lagi ditempatnya menurut pengakuan bik Tun katanya mobilnya di jual karena pembelinya kesitu dan Bik Tun mendengar semua percakapan mereka .


***


Aku memutuskan pulang karena aku tidak mau semua semakin berlarut-larut ,aku harus menyadarkan Juan Hao agar kebiasaan buruknya tidak berlanjut .tetapi rupanya aku terlambat karena rumah pun sudah dijadikan jaminan ke bank dan uang nya itu untuk memenuhi kebutuhan Meliana yang glamor .


Bahkan hari ini Bik Tun dan Tono pamit pulang karena sudah di berhentikan Juan Hao.


Aku betul-betul tidak menyangka keadaan Juan Hao semakin turun , karena setelah tidak bekerja sama dengan Guan Fai bukanya dia mencari usaha lain malah tidak melakukan apa-apa kerjaan nya hanya pergi-pergi menghabiskan tabungannya .


Hingga di suatu malam ,


Aku pura-pura keluar kamar mengambil minum untuk melihat apa yang terjadi di luar sana , ternyata posisi mereka berdua ada di teras depan sedang bertengkar hebat setelah mereka menghabiskan waktu bersama-sama semalaman .aku mengendap-endap dan mencari posisi yang tepat untuk mengintip dan mendengarkan pembicaraan mereka.


Berani sekali kamu bilang aku anjing !! kamu yang Anjingg !!! bentak Meliana keras


itu pantas sebutan untuk kamu wanita licik , kamu bilang kamu diselingkuhi oleh tunangan ternyata ini hanya akal2an mu saja , kamu dekati aku untuk menambah penghasilanmu tetapi setelah tau aku hampir bangkrut kamu mendekati laki-laki lain , Dasar ****** !!! ucap Juan Hao berapi-api.


Diam kamu !!! mulai saat ini jangan pernah menghubungi aku lagi , maaf aku gak mau hidup kere sama kamu . ucap Meliana sambil bergegas meninggalkan Juan Hao


Enyalahhhh Bangsat !!! teriak Juan Hao raut wajahnya begitu mengerikan melihat dia Yang


Akan masuk kerumah aku segera bergegas masuk kedalam kamar.

__ADS_1


***


Sejak peristiwa malam itu Juan Hao agak berubah kepada kami dia juga sudah tak pernah keluar malam tapi entahlah hatiku yang awalnya dulu sudah ingin membuka hati untuknya setelah peristiwa "Meliana" rasa-rasanya aku sudah tidak berminat lagi .dan walupun sedikit demi sedikit Juan Hao sudah berubah sikapnya bagiku semua ini sudah terasa Hambar.


Siang tadi Nadine menelponku memberitahu kalau ibu sakit ,jadi kuputuskan sore ini aku kerumah Ibu dengan diantar Juan Hao .


Nadia , aku ada perlu penting untuk usaha baru yang sedang aku kelola , nanti malam kamu aku jemput ya kalau sudah selesai semua , ujar Juan Hao lalu mencium gemas Anzell dan berlalu pergi meninggalkan kami.


Hati-hati Koh , dia hanya membalas dengan lambaian tangan.


Ibu hanya masuk angin biasa setelah kubelikan obat dan vitamin beliau sudah agak mendingan sebenarnya aku ajak ke dokter cuman ibu menolak ku dengan alasan Badanya sudah baikan apalagi dengan kedatangan Anzell yang makin menggemaskan yang mungkin bis menjadi pelipur lara .


Nadia Ibu tolong belikan Soto di mbak Pur yaa ? ucap Ibu menyuruhku aku bergegas mengiyakan karena aku senang sekali kalau Ibu mau makan, mbak Pur jualan soto dan bakso warungnya berada persis di sebelah rumah Abi .


Aku berjalan sendirian membawa mangkok menuju ke warung mbak Pur , terlihat warungnya nya ramai ada beberapa orang yang sedang mengantri mungkin karena cuaca hujan jadi banyak orang yang ingin jajan bakso untuk menghangatkan badannya .


Aku duduk di pojokan Karena mbak Pur bilang aku lumayan mengantri lama , jadi aku duduk sambil memainkan Handphone ku.


Sayup-sayup terdengar suara gitar dan aku merasa tidak asing dengan suara gitar itu , nada itu , itu adalah permainan gitar mas Abi yang sering dilantunkan saat bersama aku.


Jantungku berdebar-debar tak karuan suara gitar itu semakin jelas dan aku yakin itu adalah permainan gitar dari Mas Abi yang sering di mainkan saat aku masih bersama dengannya perlahan-lahan aku berdiri ,aku ingin memastikan kalau itu memang " Mas Abi"


Aku memberanikan diri melongok ke teras rumah nya. rumah dengan sejuta kenangan ku bersamanya , saat aku melihat ke arah teras aku melihat jelas sosok yang sangat aku rindukan , yang sangat aku cintai , dan sangat aku impikan ..."Ya Allah" itu benar-benar Mas Abi ... sudah sedekat ini aku dengannya ingin sekali rasanya hati ini menghambur kepelukanya melepaskan kerinduanku selama ini kepadanya ,


Saat aku sedang termangu melihat Mas Abi tiba-tiba ,karena mungkin dia merasa diperhatikan dia menoleh ke arah ku dan langsung berhenti memainkan gitarnya , dari mulutnya terlihat dia mengucap "Nadiaa" .

__ADS_1


__ADS_2