Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
60


__ADS_3

Sebulan sudah aku menjalani pernikahan dengan Juan Hao . aku pindah di rumah Juan jadi Nadine dan Ibu tinggal berdua saja di rumah , saat ini aku sudah tak bekerja karena memang Juan Hao melarang aku untuk bekerja lagi . Lagipula jatah yang diberikan untukku lebih dari cukup bahkan aku masih bisa memberi Ibuku dan membiayai Nadine kuliah .


***


hoekk hoekk ... aroma masakan bibik dibelakang tercium ketika aku keluar dari kamarku dan membuat aku sangat merasa mual.


Bu Nadia kenapa ? lagi gak enak badan ya ? tutur wanita yang ber umuran sekitar 45 tahun an .


"Gak siy Bik" , cuman tadi aku mencium bau masakan entah kenapa perut aku jadi mual Bik ,keluhku ...


Oalahh jangan2 Bu Nadia hamil !! ucap Bik tun sambil senyum2


Aku terdiam tetapi memang tamu bulananku belum datang padahal seharusnya sudah seminggu yang lalu... apa bener yaa aku hamil gumanku dalam hati .


Coba aja di cek Bu ... siapa tau memang sudah hamil Khan ? tambah Bik Tun memaksaku untuk segera mengecek .


Bener juga ya Bik ... sepertinya aku masih menyimpan test pack biar nanti aku coba cek Bik ...tapi jangan bilang pak Juan dulu ya , kataku pada bibik.


Aku lalu masuk lagi ke kamarku ku lihat handphone ku yang ternyata ada pesan dari Juan Hao yang bilang tidak bisa pulang kerumah untuk makan siang , lalu aku berpikir lebih baik aku ke rumah ibu mumpung suamiku tak pulang untuk makan , sudah lama juga aku gak mengunjungi ibuku .


Aku memesan taxi online untuk menuju kerumah ibu sebetulnya ada mobil cuman aku belum terlalu lancar untuk mengendarainya,karena aku baru kursus seminggu yang lalu jadi aku belum berani untuk membawa sendiri tanpa di dampingi .


Pak , nanti mampir ke Hanaama food ya ? saya ada mau beli sesuatu dulu nanti bapak tunggu aja di depan , perintah ku pada pak supir .


Ohh iya Bu silahkan , jawab pengemudi itu sopan .


Hanaama food adalah tempat makan sekaligus kios2 yang menjual berbagai macam makanan ringan , aku sengaja kemari untuk membelikan sedikit oleh2 untuk Ibu dan Nadine.


Aku membeli 6 bungkus makanan yang disukai oleh adik dan ibuku . pada saat akan membayar pandangan ku mengitari orang2 yang sedang makan siang .


Pandanganku terhenti pada sosok yang teramat sangat ku kenal , dia sedang menikmati makan siang nya ditemani oleh 2 perempuan yang sepertinya adalah seorang SPG Rokok yang terkenal dengan SPG2 cantik nya. aku kembali melihat sosok itu "Ko ' Hao" ya itu adalah suamiku , sedang apa dia disana dengan mereka ??

__ADS_1


Bu , ini kembaliannya , ucap penjual Snack yang langsung membuat aku kaget.


Ohh iya makasih Bu , ujarku yang bergegas meninggalkan tempat itu .


Sepanjang jalan aku memikirkan apa yang barusan aku lihat ," Ya Allah" apa mungkin pernikahan kami yang baru berjalan sebulan ini Ko ' Hao sudah bermain dengan perempuan lain dibelakang ku , aku menutup wajahku dan menggeleng kepalaku , "tidak mungkin aku harus berpikir positif mungkin saja itu memang rekan kerja Ko ' Hao ... ujarku menenangkan diriku sendiri .


***


Sendirian aja Nad ? tanya Ibu ,ketika aku masuk kedalam rumah yang selalu kurindukan dengan segala kesederhanaan dan kenangan nya.


Iyaa Bu , jawabku singkat aku meletakan oleh2 yang barusan aku beli lalu aku segera membuka tudung saji di meja makan ibu ku dapati "sayur asem" kesukaan ku .


Makanlah nak , ujar ibu sambil menyodorkan piring untukku .


Tanpa membutuhkan waktu lama aku segera menyantap makanan dengan lauk favoritku.


Nadine biasanya pulang jam berapa Bu ? tanya ku


Sebentar lagi paling Nad ... Oiya gimana suami kamu ? dia baik Khan terhadap mu ? ujar Ibu .


Nad , kok ngalamun siy ?? tegur Ibu


Ehh enggak kok Bu ,jawabku gugup yang langsung menyadari kebodohanku .


Kamu lagi gak bohong sama ibu Khan ?? tegas ibuku sambil menatap tajam terhadapku.


Engga Bu Nadia gak bohong , jawabku lirih, kenapa ya Ibu itu hatinya peka terhadap perasaan anak nya pasti Ibu juga tau kalau aku sedang memikirkan sesuatu .


***


Ketika aku pulang aku belum melihat mobil Ko ' Hao padahal sudah hampir magrib , apa memang jangan2 dia sedang pergi dengan kedua wanita tadi yaa hatiku terus bertanya2 ya walaupun aku belum mencintai sepenuhnya suamiku tetapi tetap saja aku tidak terima kalau dia ada main di belakangku .

__ADS_1


Hingga jam 9 malam Ko ' Hao belum juga menampakan dirinya aku mencoba menelponnya tetapi tidak ada jawaban .


Hingga akhirnya jam 1 malam Ko' Hao baru pulang , dan yang lebih bikin kaget dia pulang dalam keadaan mabuk . dia tidak berkata2 apa2 waktu aku tanya darimanapun tidak ada jawaban pasti dia langsung tidur tanpa berkata apa2.


Setelah sholat subuh aku segera ke kamar mandi berniat untuk periksa test pack hatiku berdebar2 mudah2an memang sudah ada kehidupan lagi di dalam perutku .


"Alhamdulillah" aku mengucap syukur melihat hasil test pack yang menunjukan tanda (+) aku betul2 bahagia , segera aku bangunkan Ko 'Hao ...


Koh ... Koh ... panggilku pelan, dia hanya menggeliat aku panggil lagi sambil menggoyangkan badannya pelan .


Koh... Koh... bangun donk, ucapku lebih keras .


Duhh apaa siy kamu Naddd !!! bentak Koh ' Hao yang langsung membuatku reflek terdiam baru kali ini aku dibentak sedemikian kerasnya olehnya padahal pernikahan kami baru berlangsung sebulan .


Maaf Koh , bukanya aku mau menganggu tidurmu ," aku hanya mau menunjukan ini" coba deh Koh lihat dulu , ujarku mencoba mencairkan suasana walopun hatiku perih .


Sudahlah nanti sajaa !!! dasar goblok tau suami lagi capek malah dibangunin gak jelas !!Umpatnya


Aku tertegun sebegitu kasarnya dia padaku apa kesalahanku hingga dia berubah seperti itu ? ku usap air mata yang sudah menetes kuletakan lagi hasil test pack nya sudah tak ada minat untuk memberitahunya lagi .


Sampai jam 12 siang Ko ' Hao belum juga bangun tapi aku biarkan saja berkali2 handphone nya bunyi tapi diabaikan olehnya .


Bik ' Tun aku boleh tanya ? tanyaku mendekati Bibik di dapur


Iya kenapa Bu ? jawabnya


Apa dulu sebelum menikah Bapak sering pulang larut malam dan dalam kondisi mabuk ? tanya ku lagi.


Bik ' Tun gak langsung menjawab dia meneruskan pekerjaan nya sepertinya dia takut untuk menjawab pertanyaanku .


Bik , gakpapa Jujur ajaa aku gak akan bilang apapun kok sama Bapak , ucapku pelan memberi keyakinan padanya .

__ADS_1


Emm , sebetulnya dulu setiap malam Bapak selalu pulang dalam keadaan mabuk Bu . dan sebulan ini sudah enggak, bibik pikir Bapak sudah berubah tapi melihat Bapak semalem bibik ikut sedih Bu karena ternyata kebiasaan buruk Bapak diulangi lagi , ucapnya lirih.


Aku menghela nafas panjang entah kenapa tiba2 aku ingat perkataan Pak Guan , padahal ini baru sebulan pernikahan kami tetapi dia sudah berani kasar kepadaku .


__ADS_2