
Nadia sudah sampai depan rumahnya,sepi sekali batinya.
ceklekk,ternyata pintu gak dikunci .dia melongok ke kamar ada Nadine yang tertidur lelap.
Nadine...dine....panggil Nadia, sambil menggoyangkan badan Nadine,
hoammmmm,apaaa kak ? jawab nadine sambil kucek2 mata.
kamu kalo tidur pintu dikunci dine, kalo tiba2 siy udin masuk kerumah gimana hahhh !! (udin adalah tetangga mereka yang ada gangguan jiwa) ngomong2 ibu sama bapak kemana dine ? kok sepi banget ! tanya Nadia.
ibu lagi anter bapak ke RS ,tadi pakdhe windu kemari dan langsung mengajak bapak ke RS . jawab Nadine.
syukurlah dine ,ak legaa akhirnya bapak bisa ke rumah sakit. Nadia tersenyum
pakdhe windu adalah kakak nya Bapak yang nomer 3 ,jadi pertama pak dhe wira , nomer 2 bude winar dan yang ke 3 pakdhe windu .beliau menurutku yang terbaik dibanding saudara2 bapak yang lain.
tok..tok...
Nadia membuka pintu ,lelaki hitam manis tinggi tegap langsung menyambut dengan senyum khasnya.
Ada aPa Belo ? Nadine gak adaa!! kata Nadia.
yaa dia pacar Nadine, nama aslinya tio tapi sering dipanggil belo ,karna matanya memang belo alias lebar
.
kakaaa Nadiaaaa aku udah janjiann samaaa adekmu jawab belo sambil manyun.
haii honey ,Nadine berlari kecill menghampiri belo.
__ADS_1
kak ,aku mau ke toko buku .dahhhh, kata Nadine sambil meninggalkan Nadia sebelum menjawab apapun.
hemm, Nadia beranjak mulai membersihkan rumah.yaaa selama ini hanya Nadia yang membantu ibunya melakukan tugas rumah, nadine tidak pernah mau melakukanya dan ibunya pun tidak pernah menyuruh.sering sekali Nadia merasa tidak diperlakukan adil oleh ibunyaa, tapi Nadia hanya diam.
bahkan ada apapun selalu yang diutamakan Nadine,ketika bertemu sodara2 atau teman2nya ibuku pasti membanggakan Nadine.saat ini pun Nadine sekolah di sekolah menengah atas ,karna dia memang tidak mau di sekolah kejuruan ,Nadine mau kuliah.
dan lagi2 Nadia yang mengalah dia bersekolah di sekolah kejuruan berharap sekali setelah lulus nanti dia akan segera mendapatkan pekerjaan agar bisa membantu kedua orang tuanya.
suara mobil berhenti didepan rumah Nadia,Nadia berlari kecil membukakan pintu,
Nadia melihat pakdhenya turun dari mobil , segera Nadia menghampiri.
Apa kabar pakdhe windu ? pakdhe dan keluarga sehat khan ? tanya Nadia sambil mengulurkan tanganya.
sehat Nadia , sudah pulang sekolah kamu ?jawab pakdhenya.
tidak terimakasih Nadia , saya mau langsung pulang .masih ada kepentingan lainya, sahut pak dhenya.
gimana pak ?sudah baikan ? tanya Nadia sambil mendudukan bapak nya dikursi.
mudah2an setelah minum obat yang diberikan dokter tadi sakit Bapak menghilang Nad, jawab Bapak nya.Bapak juga sudah pengin jualan lagi kasihan ibumu sudah gak ada pegangan uang lagi untuk sehari2 ,belum lagi kebutuhan kalian juga bayaran2 sekolah kalian , sahut bapaknya lagi ,terlihat matanya berkaca2.
Nadia terdiam , dia hanya mengelus tangan bapak nya
rasanya dia pengin sekali membantu kedua orang tuanya
ibunya masuk rumah setelah mengantarkan pakdhe windu, apa cucian ibu sudah kamu selesaikan Nad ? sambil melongok ke kamar , kemana adekmu Nad ?
sudah selesai semua bu, Nadine pergi ke toko buku bu,jawab Nadia.
__ADS_1
ibu capek Nad, kamu goreng telur ya untuk makan malam nanti, kata ibunya sambil jalan menuju meja makan,dia melihat makanan dalam dus ,kiriman siapa ini nad ?
iya bu, ohh itu dari tetangga depan bu ,
ya sudah biar ini nanti buat makan Nadine saja , jawab ibunya.
bagi 2 saja nak ... bapaknya menyahut...
pak , itu makanan cuma sedikit ayam nya juga cuma 1 kalau dibagi 2 ya kurang lah ,teriak ibunya dari kamar
sudah pak ,nanti nadia makan sama telur dadar saja kesukaan nadia hehe, jawab nadia menenangkan bapaknya,
bapak nya diam saja terlihat kekecewaan diwajahnya,padahal nadia sudah membuat raut wajah sebiasa mungkin,nadia sudah terbiasa diperlakukan seperti ini oleh ibunya.
nadia capex sekali ,setelah makan malam dia langsung tidur ,bahkan dia tidak tau nadine pulang jam berapa.
pranggg !!!! nadine membanting sendoknya ke piring, jadi kapan bu aku bayar spp aku malu sama teman2ku ? bentak nadine memecah keheningan pagi itu.
ibu hari ini akan selesaikan jahitan bu rt dine ...nanti ongkos jahitnya bisa buat bayar spp kamu ,sabar ya nak jawab ibunya pelan.
nadine sudah berlari keluar tanpa pamit bapak ibunya, belo sudah menunggu diatas motornya.
selesai makan nadia langsung membereskan piring dan siap2 berangkat sekolah.
bu, Nadia berangkat dulu ya ,pamit nadia sambil mengulurkan tanganya mencium tangan ibunya,lalu menghampiri bapak nya dan melakukan hal yang sama.
hati2 ya nak,jawab bapaknya
iya pak , nadia melangkah keluar menemui rere dan yunda yang sudah menunggu didepan rumah
__ADS_1