Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
91


__ADS_3

Kak, kalau memang kakak mau kesana ya udah cukup nengok aja !! Tapi gak usah ikut Jagain . Saran Nadine


Aku tidak menjawab omongan Nadine tapi aku rasa pendapatnya ada benarnya juga , setidaknya aku masih kelihatan memperhatikan Mami Johana.


Nadine rasa kalau cuma menengok satu atau dua hari Ibu gak akan keberatan kak , lanjut Nadine lagi .


Yaa coba nanti kakak bicarakan lagi sama Ibu Dine , jawabku


***


Pagi ini Ibu masih mendiamkan aku mungkin dia masih marah dengan keinginan ku ,


Ibu , sini minum teh bareng Nadia ? Sengaja aku membuat dua gelas teh untuk mengajak Ibu berbicara mumpung Nadine sudah berangkat sambil mengantar Anzel .


Ibu sudah minum teh tadi pagi , jawab Ibu singkat .


Yahh mubazir donk , bikinan Teh Nadia dibuang aja dehh !!! Ucapku mengancam Ibu karena aku tau Ibu tak akan mengijinkan Teh itu dibuang .


Sudah sini !!! mau bicara apa kamu Nad ?? Gak usah basa basi , kalau kamu masih bersikukuh ingin merawat mantan mertua kamu !!! Ibu tetap tidak mengijinkan !!! ucap Ibu tegas.


Tidak Ibu , Nadia hanya pergi bila Ibu mengijinkan . Guman ku pelan sambil menatap wajah Ibu yang terlihat lega ketika mendengar jawabanku .


Syukurlah !! Ucap Ibu sambil meneguk teh buatanku


Tetapi Ibu , Ijinkan Nadia untuk menengok Mami Johana ya ? Gak lama paling hanya Dua hari , apa Ibu setuju ?? Ucap ku lagi pelan .


Hem , tapi ada syaratnya Nad ? Ujar Ibu


Katakan saja Bu ? Jawabku cepat


Kamu gak boleh pergi sendiri kesana !!! ajak saja Nadine kesana . Timpal Ibu .


Baiklah ibu , mudah - mudahan Nadine mau, ucapku mengalah.


Sebenarnya aku ingin mengajak Anzel turut serta ,tetapi setelah dipertimbangkan kasihan Anzel hanya capek dijalan karena kami tidak lama disana .

__ADS_1


***


Anzel sayang , Mamah berangkat dulu ya ? Ingat Anzel jangan nakal sama nenek ya ?? Ucapku memberi pesan pada Anzel pagi ini aku dan Nadine akan ke jakarta menengok Mami Johana .


Tapi mama jangan lupa pesanan Anzel ya ?? Jawab Anzel polos , aku memang tidak mengatakan akan pergi ke Jakarta karena dia pasti akan merengek meminta ikut .


" Pasti Jagoan " jawabku lalu memeluk dan mencium nya berkali - kali.


Aku dan Nadine sampai di stasiun kereta , lima jam mendatang kami sudah ada di ibukota , entah kenapa hati ini seperti memutar kejadian - kejadian pahit yang telah aku alami kemarin di sana .


Kak , kita ke rumah Cik ' Paula dijemput atau gak ? Tanya Nadine ketika kita sudah turun dari kereta .


Naik Taxi online aja , kakak gak mengabari mereka kalau kakak kemari hari ini . Ucapku .


Nadine mengiyakan sambil terus berjalan dari peron menuju ke luar stasiun , setelah sampai di luar aku segera membuka aplikasi untuk memesan taxi online , entah kenapa tiba - tiba pikiran ku kembali ke beberapa bulan lalu ketika aku pulang melewati stasiun ini dengan air mata berderai .


Kak !!! Apaan sie ngalamun Mulu !!! Ucap Nadine sambil menepuk bahuku keras yang membuat aku tersentak , tak lama taxi online yang kami tunggu datang .


Sekitar satu jam kami sampai didepan rumah Cik ' Paula , kembali bayangan - bayangan ketika aku pergi dari rumah ini hadir kembali .


Ibu ada ? ucapku sambil tersenyum kepadanya.


Adaa Bu , tapi mereka gak tau kalau Bu Nadia yang datang , ujarnya kebingungan


Sengaja aku tidak memberi kabar mereka Bik , ucapku sambil melangkah masuk di ikuti Nadine .


Nadiaaa !!! pekik Cik ' Paula kaget melihat kehadiranku yang tiba - tiba segera saja dia mendekati aku dan kamu berpelukan tak terasa air mata kami berderai menahan haru .


Kenapa kamu gak bilang ? Khan bisa dijemput !!! Protes Paula pada Nadia .


Gak papa Cik' taxi online banyak !!! Timpalku yang membuat dia langsung melotot padaku.


Dasar kamu yaa !!!


Dimana sayangnya aku cik , kivaro , Aveo dan Annava ?? Ucapku sambil melihat sekeliling

__ADS_1


Mereka sedang pergi dengan papinya , paling mereka sebentar lagi kembali . Ucap Paula menjelaskan


Aku meletakan tas dan sedikit oleh - oleh yang aku bawa dari rumah .


" Hai Nadine " semakin cantik saja kamu ?? Sapa Paula yang langsung memeluk dan mencium Nadine


Cik ' Paula juga iyaa cantik sekali , ucap Nadine yang memang sangat mengagumi Paula dia kaya, cantik tetapi tidak sombong .


saat Paula dan Nadine ngobrol , Nadia memandang ke sekeliling rumah yang pernah dia tempati lumayan lama ,pandangan matanya tertuju kepada photo keluarga disitu lengkap Mami Johana dengan anak , menantu dan cucu nya . Masih ada photo nya di sana walaupun dia sudah bukan bagian dari keluarga ini lagi tetapi ternyata photonya belum diganti .


Cik ' Paula ? Panggil Nadia pelan .


Iya Nadia , jawab Paula lembut


Kenapa photo ku masih ada disitu ?? Kenapa belum diganti dengan photo Kumairah Cik ? Ucapku


Kamu selamanya tetap menjadi bagian dari Kami Nad ? Dan selamanya photo itu gak akan aku ganti ! Ucap Paula tegas


Air mataku tak terasa menetes mendengar penuturan dari cik ' Paula yang begitu tulus , aku betul - betul terharu karena ternyata mereka sangat sayang terhadapku .


Aunty Nadia !! Terdengar teriakan Aveo dan Annava yang berlari ke arahku , aku menyambut mereka dengan pelukan melepas kerinduanku terhadap mereka.


Setelah beristirahat sebentar , aku , Cik' Paula dan Koh' Hasan menuju rumah sakit dimana Mami Johana dirawat .


Aku merasa sakit ketika mendengar kalau Mami disana hanya ditunggu oleh perawat , tidak ada anaknya yang mau menjaganya.


Kenapa kamu hanya sebentar di sini Nad ? Tanya koh' Hasan


Iya Koh , saya Khan kerja koh jadi gak bisa ijin lama - lama , ucapku berbohong karena kenyataanya sebetulnya saat ini aku sedang tidak berkerja .


Yaa gak papa, setidaknya kamu masih tetap memberi perhatian kepada Mami , dia pasti akan senang sekali melihat kedatangan mu, kamu tau sendiri dia sangat menyayangi mu Nad , ujar Koh' Hasan lagi


Iyaa Koh ,


Rumah sakit tempat Mami Johana dirawat lumayan Jauh , rumah sakit yang terkenal mahal karena melihat bangunannya dan fasilitas yang lebih layak di sebut hotel , itu memang membuat nyaman pasien Karena tidak berasa seperti di rumah sakit .

__ADS_1


__ADS_2