Panggil Aku Nadia....

Panggil Aku Nadia....
49


__ADS_3

Raungan bunyi sirene terdengar memekakan telinga , kupandangi keranda yang sudah ditutup kain hijau air mata terus mengalir deras di pipiku , Ya Allah Jika ini mimpi bangunkanlah aku ... saat ini aku berasa didalam mobil Ambulans dan yang paling menyesakan hati jenazah yang berada di depanku adalah jenazah Bapak ku...


Bapak Kita pulang kerumah yaaa... walaupun kepulangan Bapak tidak sesuai dengan apaa yang Nadia inginkan ...sia2 pengorbanan Nadia untuk Bapak .... ku peluk keranda Bapak aku menangis tersedu2 ... tak henti2nya kupanggil nama Bapak.


Tubuhku bergetar ketika mobil Ambulans memasuki gang rumah ku ... hatiku semakin perih karena kepulanganku kali ini membawa Jenazah Bapak . Entah berapa kali Ibu jatuh pingsan ketika mengetahui kepergian Bapak ...tepat didepan rumah ku bendera putih sudah berkibar kenapa aku harus melihat bendera ini didepan rumahku , hu... hu... hu... kembali aku Ter Isak .


Rumah ku sudah ramai ketika aku turun dari Ambulans aku disambut banyak orang kulihat saudara2 Bapak dan Ibu juga tetangga sekitar sudah berkumpul tangisku kembali pecah lalu pandangan ku gelap dan aku sudah tak ingat apa2 lagi .


***


kakak Nadia ... kakak... samar2 kudengar suara Nadine memanggilku aku mencoba membuka mataku lalu Nadine memelukku sesaat aku kembali tersadar "Bapak sudah pergi "


Isak tangisku kembali pecah dalam pelukan Nadine .


Nadiaaa ... sudah yaa kamu harus kuat , kasihan Bapak kalau kamu seperti ini ,kasihan Nadine Tante takut nanti dia ikut drop lagi melihat keadaan mu dan Ibu kamu , ayok kuat sayang , ucap Tante lisda lirih ...sambil mengusap2 punggungku membangkitkan semangatku .


Benar kata Tante Lisda aku harus kuat kuseka air mataku kupeluk kencang Nadine lalu aku menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka ku, kuganti bajuku dengan baju gamis hitam lengkap dengan kerudung hitam ... kubisikan Nadine agar juga segera mengganti bajunya .ku kuatkan hatiku untuk menemui para pelayat didepan .


Aku begitu terharu dengan begitu banyak pelayat yang datang mereka pasti ingin sekali mengantar Bapak ke peristirahatan terakhir karena aku tau Bapak adalah orang yang sangat baik makanya begitu banyak orang yang ingin mengantar beliau.

__ADS_1


Mbak Nadia ... sebelum Hujan lebih baik pak Wiji segera kita Makam'kan kebetulan semua juga udah selesai sholat Jumat , ucap pak RT mendekatiku .


Sebentar ya Pak saya bilang Ibu dulu , sahutku lirih , aku menuju kamar ibu kulihat ibu masih menangis sesenggukan di kelilingi oleh kerabat dan tetangga .


Bude Winar kata pak RT bagaimana kalau Bapak segera kita Makam'kan , tanya ku pada Bude Winar yang keluar dari kamar Ibu .


Yaaa itu lebih baik Nad , Ibu kamu gak usah diajak yaa kondisinya gak memungkinkan kalau diajak ke makam , ucap Bude Winar sambil mengusap air mata nya yang menetes.


Iyaa Bude ... sahutku.


Iring2an Jenazah Bapak diberangkatkan aku dan Nadine berjalan ber iringan tadi Ibu sempat memaksa untuk ikut tetapi ketika sampai didepan rumah Badan ibu kembali lemah lunglai tak sadarkan diri akhirnya kami semua memutuskan untuk tidak mengajak Ibu.


Bapak pergi di hari Baik ... "hari Jumat "


Semoga Allah mengampuni segala dosa2 Bapak ..dan menerima segala amal ibadah Bapak ... Amin...


***


Ibu masih belum bisa menerima kepergian Bapak terkadang menangis sendiri dan bahkan sering memanggil2 Bapak ... aku betul2 khawatir dengan kondisi Ibu.

__ADS_1


Ibu... Nadia bawakan makan ,ibu makan yaa Ucapku pelan


Ibu hanya menggeleng lemah lalu berbalik badan memunggungi ku. aku menghela nafas panjang segala upaya aku lakukan agar bisa mengembalikan semangat Ibu.


Aku letakan Piring dimeja , aku merebahkan badan di samping Ibuku.


Ibu ... Tau gaa ? Bapak disana pasti mengkhawatirkan Ibu ... Ibu ingat gaa , Bapak itu selalu marah kalau anak atau istrinya gak mau makan !!! dan pasti Bapak akan marah kalau ibu melupakan kedua putri cantiknya karena Bapak pasti merasa Ibu mengabaikan anak2nya ... Apa Ibu mau Kalau Bapak marah ke Ibu ?? bisiku pelan ditelinga Ibu.


Usahaku rupanya berhasil Ibu membalikan badanya kearahku ... terlihat air mata nya menetes ..


"Nadiaaa Ibu kangen Bapak " hu...hu...hu...


Tubuh ibu bergetar hebat ...Isak tangisnya semakin kencang kupeluk tubuh Ibuku yang semakin kurus ... kupeluk erat sekali tubuh ibu


Ibu ..mari kita bangkit lagi ...Ibu tidak sendiri masih ada Nadia dan Nadine ... jangan biarkan Bapak sedih di atas sana melihat kondisi Ibu ... ucapku pelan sambil masih terus memeluk Ibuku.


Iyaa Nadia maafkan Ibu ... hu...hu...hu...ratap ibuku , entah sudah berapa lama Nadine masuk ke kamar melihat kami berdua lalu dia memeluk Kami berdua ... malam itu Ibu kembali menjadi Ibu yang semestinya ... ku suapi Ibu dan kami bertiga berjanji akan mulai bangkit dan semangat lagi menjalani hidup yang harus terus berjalan ...walau tanpa sosok pahlawan kami


" Bapak "

__ADS_1


Bapak sesekali datanglah ke mimpi kami ketika kami membutuhkan pelukan mu ....karena "Tidak ada cinta setulus dan semurni cintamu Terima kasih untuk semua hal indah dan terbaik yang Bapak berikan untuk Ibu ,Nadia dan juga Nadine ..."


__ADS_2