Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan

Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan
Bab 10


__ADS_3

Setelah sedikit lebih tenang dan perasaan nya juga sudah bisa dikondisikan. Dia segera bangkit dari berbaringnya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan wajahnya sebelum pulang kerumah.


"Antarkan gue pulang. Gue males nyetir" ucap David yang memerintahkan pada Adi asisten pribadinya.


"Siap bos" jawab Adi dengan jawaban yang sedikit terpaksa. Karena jika dia sedang dihukum oleh orang tuanya, dia akan mengganggu ketenangan nya dan selalu ingin diantarkan jika kemana-mana.


"Kenapa loe. Kagak suka anterin gue balik?" tanya David dengan tatapan sinisnya.


"Tidak bos, mana saya berani melakukan itu bos" jawab Adi dengan senyuman dibibirnya menatap pada David.


"Gampang sih kalo loe nggak mau nurut lagi sama gue. Gue bakalan cari pengganti buat loe yang lebih nurut dan tidak kayak loe" ucap David lagi yang melangkahkan kakinya lebih dulu keluar dari ruangan nya.


"Bos tunggu. Jangan dong bos, saya akan melakukan apapun yang anda inginkan. Tolong jangan pecat saya ya bos, kasihani saya yang misquen ini bos" ucap Adi yang mensejajarkan langkahnya dengan langkah David.


David hanya menyeringai licik melihat Adi menurut padanya. Dia benar-benar sangat senang karena dengan ancaman pecat saja dia akan mendapatkan apa yang dia inginkan dari Adi.


"Oke, dengan satu syarat" ucap David dengan senyuman smirks dibibirnya.


GLEK...


Adi menelan slivanya dengan susah payah karena melihat David sudah seperti itu. Karena dia pasti akan disusahkan oleh David jika sudah seperti ini.


"Apa yang anda inginkan bos?" tanya Adi yang menatap horor jika melihat David sudah tersenyum seperti itu.


"Antarkan gue pulang dulu" ucap David yang melangkahkan kakinya menuju pintu lift.


"Huft. Nasib-nasib, beginilah nasib sebagai bawahan" gumamnya sambil berlari mengikuti langkah David.


"Bos, apa saya bisa tahu apa yang harus saya lakukan untuk anda bos?" tanya Adi yang ingin tahu apa yang harus dia lakukan.


"Tenang saja dulu, yang penting gue pulang dulu. Setelah itu baru gue kasih tahu loe" jawab David dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.


"Ayolah bos, saya sangat penasaran" ucap Adi yang memohon pada David.


"Diam dan cepat jalan" ucap David dengan tatapan tajamnya pada Adi.


"Iya bos, maaf" ucap Adi yang segera melajukan mobilnya menuju rumah bosnya.


'Aduh, kenapa perasaan gue nggak enak ya? Sebenarnya apa yang bos David rencanakan buat gue? Kenapa jantung gue jedag jedug sih' ucap Adi hanya dalam hati dan dia terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Ah, kenapa dia malah tidak bisa dihubungi?" gumM David saat menghubungi Kimmy yang tiba-tiba terlintas didalam fikiran nya.

__ADS_1


"Coba gue hubungi Lolita saja kali ya" gumamnya lagi dan benar saja. Panggilan nya tersandung dan dengan dering pertama sudah dijawab oleh Lolita.


"Halo sayang, ada apa? Tumben sekali menghubungi ku sesore ini?" tanya Lolita pada David.


"Hallo baby apa kabar kamu hari ini?" tanya David saat sudah dijawab oleh orang yang dia hubungi.


"Kabar baik sayang. Kenapa tidak menjawab pertanyaan dari ku?" tanya Lolita dengan nada manjanya pada David.


"Oke baby maaf, aku hanya tiba-tiba sangat merindukan mu. Bagaimana dong baby" jawab David dengan senyuman dibibirnya yang tentu saja tidak dapat dilihat oleh orang yang sedang dia rayu.


"Owh so sweet banget sih kekasihku ini. Kenapa kamu selalu mengatakan kata-kata yang sangat manis sih sayang, jangan-jangan kamu bohong ya? Kamu hanya gombal saja?" ucap Lolita dengan sangat manja dan dia tidak pernah berhenti tersenyum.


"Sungguh baby, mana ada aku seperti itu. Aku bersungguh-sungguh mengatakan nya pada mu, percayalah" jawab David dengan mengatakan kata-kata rayuan nya itu.


"Mana buktinya jika kamu bersungguh-sungguh?" tanya Lolita lagi yang sudah sangat bahagia dan dia sudah tahu jika apa yang dia inginkan pasti akan dikabulkan oleh David.


"Apa yang kamu inginkan baby? Aku akan memberikan apa yang kamu inginkan, asal... " tanya David yang menggantungkan ucapan nya.


"Asal apa? Jangan membuat aku penasaran dong sayang" ucap Lolita yang manja juga dengan suara yang mendayu-dayu miliknya.


"Oke baby sudah dulu ya. Nanti aku hubungin kamu kembali, tapi kamu harus ingat apa yang kamu inginkan harus sudah kamu fikirkan" ucap David yang ingin memutuskan sambungan ponselnya.


"Oke sayang, nanti akan aku fikirkan. Oke, kamu hati-hati ya, see you" ucap Lolita yang langsung memutuskan sambungan ponselnya setelah mengatakan itu pada David.


"Bos kita sudah sampai sejak tadi" ucap Adi yang merasa mual akan ucapan-ucapan dari David yang selalu mengatakan kata-kata manis dan berakibat diabetes.


"Sudah tahu. Loe boleh pulang sekarang, besok seperti biasa jemput gue jam enam pagi" ucap David yang langsung keluar dari mobil lalu menuju teras. Dimana sudah ditunggu oleh Mama Lulu didepan pintu.


"Assalamualaikum Ma" ucap David saat sudah berada didepan sang Mama.


"Wa'allaikumsalam, tumben cepat pulang? Biasanya juga malem terus" jawab Mama Lulu yang menyindir David yang baru kali ini pulang tepat waktu.


"Pulang cepat salah. Apa lagi pulang malam, makin salah saja kan" gumam David yang mengatakan nya lumayan kencang.


"Memang kamu ini selalu salah. Makanya jangan pernah bikin kesalahan" ucap Mama Lulu yang melangkah masuk lebih dulu kedalam rumah.


"Ma, bisa tidak hukuman David jangan lama-lama. Aku tidak bisa apa-apa Ma, tolong ya Ma... Please" ucap David yang memohon-mohon sambil berlutut dihadapan Mama Lulu.


"Mama nggak akan nyabut hukuman kamu sampe kamu benar-benar bertobat. Jika masih pura-pura jangan harap itu bisa terjadi! Sudah untung Mama tidak langsung mengusir dan mencoret kamu dari kartu keluarga!" ucap Mama Lulu yang masih kesal akan kelakuan putranya yang satu ini.


"Mama tega banget sih Ma. Masa anak sendiri mau diusir sih? Mama nggak lihat, jika anak Mama ini sangat tampan dan juga berkarisma. Masa mau dibuang sih" ucap David yang mengatakan penuh dengan drama.

__ADS_1


"Sudah cukup. Mama tidak mau mendengar kata-kata kamu yang membuat Mama semakin kesal dan benar-benar akan membuang kamu" ucap Mama Lulu yang langsung masuk kedalam kamarnya.


"Yah, gagal lagi deh gue ngerayu Mama. Apa mungkin Mama sedah eneg ya mendapatkan rayuan? Apa lagi dulu Papa itu adalah mantan Casanova sejati, sudah pasti Mama sudah kebal akan rayuan" gumamnya sambil berjalan menuju kamarnya dengan gontai.


"Huh, sehari saja rasanya sudah seperti satu tahun. Bagaimana jika lama? Bisa-bisa gue benar-benar karatan nih" gumamnya lagi sambil merebahkan dirinya diatas ranjang dan dia menatap langit-langit kamarnya.


"Kenapa gue terus mengingat gadis dalam mimpi itu ya? Aromanya juga sepertinya gue kenal. Tapi dimana ya?" gumamnya lagi sambil mengingat-ingat siapa yang memiliki aroma seperti itu.


"Aha, Mama. Ya, Mama yang memiliki aroma Vanilla ini, tapi bukan hanya Mama yang memilikinya. Tapi siapa sebenarnya dia? Apa gue mengenalnya? Jawaban nya tentu saja tidak. Tapi rasanya gue pernah mencium aroma itu selain pada Mama" gumamnya yang terus memikirkan dan mengingat-ingat siapa dan dimana dia bertemu dengan sosok yang memiliki aroma sama dengan Mama Lulu.


"Tau ah, pusing gue" ucapnya yang langsung pergi menuju kamar mandi. Dia benar-benar dihantui oleh bayang-bayang gadis yang akan menembaknya tadi dalam mimpinya.


.


Saat makan malam mereka bertiga berkumpul bersama dimeja makan. Devon yang tumben sekali bisa bertemu dan makan malam bersama dengan David merasa bingung dan dia lupa jika David sedang dihukum oleh istrinya.


"Kenapa wajah kamu ditekuk begitu boy?" tanya Devon yang menatap putranya tidk bersemangat untuk makan malam.


"Lagi nggak mood Pa" jawabnya singkat jelas dan padat.


"Kenapa? Apa kamu kalah tender hari ini?" tanya Papa Devon yang menanyakan itu malah semakin membuat David kesal.


"Jika sedang makan dilarang berbicara atau mengobrol. Jika mau mengobrol atau berbicara silahkan keluar dan jangan pernah kembali!" ucap Mama Lulu yang mengatakan nya penuh dengan penekanan disetiap katanya.


GLEK...


papa Devon tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Karena istrinya sudah dalam mode seriusnya dan terlihat sangat garang jika sudah seperti itu.


David malah dengan santainya menyiram bensin pada api yang sedang berkobar dengan mengatakan jika papa Devon bertemu dengan seseorang wanita dikantor tadi. walau sudah tua, Papa Devon juga masih aktif dikantor walau tidak setiap hari.


"Ma, Papa sudah milai nakal lagi. Masa tadi dia jalan berdua dengan sekertarisnya dan bertemu dengan seorang wanita disebuah restaurant. Dan aku tidak sengaja melihat mereka yang sedang mengobrol dengan sangat akrab sekali loh Ma" ucap David yang menatap wajah Papa Devon menjadi picat pasi dan juga terlihat sangat menakutkan jika mentap maanik matanya.


"Apa!! Apa benar itu mas? Pantas saja anaknya akan sama seperti itu. Orang Bapak nya juga tidak jauh berbeda!" ucap Mama Lulu yang langsung pergi dari hadapan kedua pria beda usia itu dengan perasaan kesalnya.


David malah tersenyum saat Papanya juga mendapatkan amarah dari Mama Lulu. Sungguh ini adalah contoh suami bucin dan suami takut istri.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya.....


Happy reading... 🤗🤗🤗


__ADS_2