
"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang? Tidak mungkin kita kesana dan menanyakan hal itu pada mereka bukan?" tanya David yang menatap kearah tiga sahabatnya.
"Kita tunggu saja sampai ada laporan dari orang-orang kita" jawab Galang yang menatap mereka bertiga.
"Kenapa kita tidak datangi saja pengacara Ben untuk memeriksa kebenaran nya. Karena hanya beliau yang tahu wajahnya Belinda Franklin itu, karena dia adalah orang kepercayaan dari Ben" ucap Guntur yang membuat ketiganya mengangguk setuju dan mereka tidak menyangka jika pria yang selalu tidak pernah disaring dulu jika bicara. Sekarang malah berbicara dengan benar dan memberikan ide bagus.
"Tumben otak loe bener?" tanya Bima dan diangguki oleh yang lainnya.
"Emangnya kenapa dengan otak gue sebelumnya?" tanya Guntur dengan tatapan tajamnya pada ketiga sahabatnya.
"Kagak, otak loe tumben waras dan ngasih saran bener" jawab David yang membuat Guntur mendengus kesal padanya.
"Tapi, apa yang dikatakan oleh Guntur memang benar. Jika memang Belinda sudah kembali dan dia tidak tahu, harus ada yang memastikan nya. Karena dia memang yang paling berhak dan membacakan surat wasiat milik Ben. Yang memang ditujukan pada adik satu-satunya itu" ucap Bima yang langsung diangguki oleh ketiga sahabatnya itu.
"Apa kita datangi saja sekarang?" tanya Guntur yang mengajak sahabat-sahabatnya untuk segera menuju ketempat pengacaranya Benjamin Franklin.
"Ayo" ucap David yang langsung bangkit dari duduknya.
Baru dia akan menuju mobilnya, ponselnya berdering dan menampilkan nama sayang dilayar ponselnya.
"Kenapa sayang?" tanya David setelah mengangkat panggilan dari Zahiya.
"Aku ingin Hubby pulang sekarang dan membelikan aku soto betawi. Tapi Hubby belinya harus pada orang betawinya langsung, aku nggak mau jika Hubby tidak membelinya pada orang berawi" jawab Zahiya yang membuat David mengernyitkan keningnya bingung.
Pasalnya ini adalah kali pertama Zahiya mengatakan itu padanya dan mengatakan nya pun dengan nada yang aneh menurutnya.
"Iya sayang, akan aku carikan sekarang juga. Kamu tunggu saja ya" ucap David yang tersenyum senang. Karena istrinya memintanya untuk mencarikan makanan ngidamnya.
"Iya, cepetan ya By. Aku sudah sangat menginginkan nya" jawab Zahiya yang langsung memutuskan sambungan ponselnya sepihak, membuat David menghela nafasnya kasar lalu dia menuju pada sahabatnya yang sedang menunggunya.
"Bro, sorry. Gue nggak bisa ikut loe pada ketempat pengacaranya Ben, karena gue harus segera nyari pesenan bini gue, gue nggak mau jika bini gue ngamuk-ngamuk nantinya. Sorry ya" ucap David yang merasa tidak enak, karena dia tidak ikut dengan mereka semua.
"It's okay Vid. Kita ngerti kok, lebih baik loe cari sekarang. Sebelum keduluan oleh para asisten nya itu" ucap Galang yang mengerti maksud David.
"Iya, dari pada loe misuh-misuh kagak jelas kan nantinya" lanjut Guntur yang merasa kaseal juga jika melihat David yang misuh-misuh.
"Oke deh, gue pergi duluan. Bye" ucap David yang langsung masuk kedalam mobilnya.
Setelah mencari-cari yang menjual soto betawi dan kebetulan tidak jauh dari tempatnya nongkrong ada penjual soto betawi legend. Jadi tidak perlu nyari-nyari yang jauh dan tidak tentu arah.
__ADS_1
David juga mengirimkan foto spanduk yang terpajang dengan sangat besarnya. Supaya Zahiya percaya, jika ini adalah tempat dan pemiliknya orang betawinya langsung.
"By, apa Hubby sudah sampai sana?" tanya Zahiya yang langsung menghubungi David setelah membuka foto yang dikirimkan oleh David.
"Udah sayang, ini aku lagi pesan sotonya. Apa kamu menginginkan yang lainnya lagi, hmm?" tanya David setelah menjawab pertanyaan dari Zahiya.
"Iya, aku ingin sate kambing, soto babat, tongseng, gulai dan nasi uduknya jangan lupa" ucap Zahiya disebrang sana sambil beberapa kali menelan lidahnya sendiri.
"Ada lagi sayang? Mumpung disini masih banyak dan aku juga masih ada disini" tanya David tersenyum senang saat menanyakan itu pada Zahiya.
"Emm, itu saja dulu. Karena aku nggak mungkin habis sendirian, aku minta kita makan berdua. Emm... Salah, kita bertujuh" jawab Zahiya yang tersenyum juga saat mengatakan nya pada David.
"Kenpa bertujuh sayang? Apa aku harus membeli semua yang ada disini untuk kita makan bersama saja?" tanya David yang membuat Zahiya berfikir dulu sebum memutuskan semuanya.
"Boleh juga, pasti akan lebih seru. Beli saja semua yang ada disana sayang, aku sudah tidak sabar" ucap Zahiya yang membuat David merasa bahagia dan juga sangat senang saat Zahiya untuk pertama kalinya dia memanggilnya dengan sebutan sayang juga.
"Baiklah sayang, akan aku beli semuanya. Bila perlu aku borong untuk kita, sudah dulu ya. Bye sayang, Assalamualaikum" ucap David yang tersenyum bahagia dan dia segera memutuskan sambungan ponselnya setelah mengatakan itu pada Zahiya.
"Wa'allaikumsalam" jawab Zahiya yang melihat layar ponselnya sudah gelap.
"Pak, saya pesan semuanya yang ada disini semuanya. Saya minta bungkus semuanya, dan jangan lama. Karena itu semua untuk istri saha yang sedang mengidam. Jadi jangan terlalu lama" ucap David yang memesan semuanya. Lalu mereka segera menyiapkan apa yang dipesan oleh David.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pesanan nya sudah siap semuanya dengan sangat banyak sekali. Membuat pegawai soto betawi itu langsung membantu David memasukan kedalam mobilnya. David segera pulang dan memberikan nya pada Zahiya yang sedang menunggunya dirumah.
"Sayang, kenapa kamu malah berdiri disini?" tanya David saat sudah berdiri dihadapan Zahiya yang tersenyum sangat manis padanya.
"Aku sengaja nungguin Hubby disini. Mana pesanan aku By?" tanya Zahiya yang sudah tidak sabar untuk segera menikmati makanan nya.
"Sabar sayang, biar para pelayan menyiapkan segalanya untuk kamu. Eh salah, maksud aku untuk kita semua" ucap David yang tersenyum dan memeluk pinggang Zahiya lalu mengusap perut Zahiya dan dia berjongkok dihadapan perutnya.
"Apa kalian sudah tidak sabar? Pipi sengaja membelikan berbagai macam dan juga banyak, sekarang kita masuk yuk" ucap David yang mencium perut Zahiya lalu mengajaknya masuk.
Sedangkan para pelayan sibuk menyiapkan segalanya untuk mereka yang akan makan. Mama Lulu dan yang lainnya merasa heran akan semua makanan berbahan daging kambing sudah ada diatas meja.
"Mama jangan tanya ini dari mana, kita hanya perlu menghabisakan semua makanan ini. Karena jika hanya kamu berdua yang memakan nya, tidak akan bisa habis" ucap David menyela Mama Lulu yang akan bertanya.
"Yey, makan-makan kita" ucap Safia dan anak-anak mereka yang juga sudah ikut berkumpul bersama.
"Apa kakak ipar sedang mengidam ini semua?" tanya Dava yang melihat Zahiya yang sudah makan lebih dulu, mungkin saja dia sudah tidak sabar untuk segera menikmati makanan nya.
__ADS_1
"Iya Dav, sebaiknya kamu diam dan makan saja semua ini" ucap Mama Lulu yang merasa senang, karena Zahiya tidak mengidam yang aneh dan juga tidak merasakan mual muntah.
"Jagoan, apa yang kamu inginkan dari ini semua?" tanya David yang melihat Alvarez bingung mau mengambil yang mana.
"Ez bingung Pi" jawab Alvarez yang merasa bingung dengan apa yang dia inginkan.
"Jangan bingung boy, ini semua sangat enak" jawab Zahiya yang sedang sangat semangat menikmati semua makanan didepan nya.
"Oke Mi" jawab Alvarez yang segera memakan makanan diatas meja dengan sangat lahap.
Mereka semua menikmati makanan nya dengan lahap dan segera beranjak menuju ruang keluarga, mereka semua bercerita tentang pekerjaan dan juga anak-anak. Anak-anak juga tidak mau kalah, mereka bercerita tentang sekolah dan pertemanan nya.
Saat sedang bersama David menerima telpon dari seseorang yang tidak dinal dan memberikan ancaman juga padanya. Membuat semua orang heran akan wajah David yang terlihat tegang.
"Kenapa By? Apa ada masalah dikantor?" tanya Zahiya yang menatap kearah David.
"Tidak, tidak ada apa-apa sayang. Hanya orang salah sambung saja" jawab David yang mengatakan nya dengan lembut pada Zahiya.
"By, Hubby jangan bohong. Kami semua tahu jika ada sesuatu dengan Hubby barusan" ucap Zahiya yang menatap lekat dan dia menginginkan jawaban yang memang dia inginkan.
"Tidak apa-apa sayang. Hanya masalah kecil saja dan aku bisa menyelesaikan semuanya" jawab David dengan tersenyum dan mengusap pipi Zahiya.
'Maafkan aku sayang, aku harus berbohong dan ini semua demi keselamatan kamu dan baby kita. Aku akan meminta bantuan pada Angga dan Marcos. Aku tidak akan membuat kalian semua khawatir' ucap David dalam hati dan dia akan melakukan rencana pada mereka yang sudah mengancam kita.
'Aku tahu Hubby menyembunyikan sesuatu dari aku By, aku akan mencari tahu sendiri apa yang Hubby sembunyikan' ucap Zahiya dalam hati dan dia menatap kearah David.
David pamit untuk bertemu dengan Angga dan Marcos. Dia ingin mendiskusikan masalah ini, ternyata dia sedang ditunggu oleh Zahiya juga didalam ruangan rahasia.
"Kenapa kaget gitu By? Hubby tidak bisa menyembunyikan apa-apa dari aku" ucap Zahiya yang ternyata sudah duduk dikursi kesayangan nya.
"Sayang, kenapa kamu selalu bisa membaca ekspresi wajah aku sih?" tanya David yang sudah duduk disamping Zahiya.
"Karena ekspresi Hubby sangat mudah untuk ditebak" jawab Zahiya dengan santainya dan dia malah bergelayutan manja dilengan David.
"Kenapa kamu begitu menggemaskan seperti ini sayang?" tanya David yang mengusap kepala Zahiya dan dia juga sangat bahagia.
"Sebenarnya siapa yang tadi menelpon Hubby? Sebaiknya kita bicarakan sekarang dan mencari jalan keluarnya bersama-sama" ucap Zahiya yang merangkul lengan David.
"Iya sayang, tapi itu ada seseorang yang mengatakan jika mereka akan selalu mengintai kita dan akan menghancurkan keluarga kita. Aku takut akan ada sesuatu pada kamu dan juga anak-anak kita nantinya, aku memang sangat takut" ucap David yang sudah sangat takut.
__ADS_1
"Kita berusaha saja, semoga semuanya baik-baik saja" ucap Zahiya yang memberikan ketenangan pada David.
Zahiya mengajak Angga dan Marcos untuk berdiskusi untuk menangani masalah ini.