Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan

Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan
Bab 40. Yang dipotong bawang, bukan jari!!


__ADS_3

David dan Bima sudah sampai dengan paper bag yang David bawa lumayan besar dan masih ada beberapa yang David bawa juga.


"Thanks bro, sudah anter gue belanja" ucap David yang tersenyum geli saat melihat barang-barang belanjaan nya yang banyak.


"Iya, sama-sama. Gue juga mau jemput anak-anak gue balik" ucap Bima yang ikut masuk kedalam bersama dengan David.


"Eh tapi, kenapa rame banget ya?" tanya David yang mendengar suara anak-anak sedang bermain.


"Iya juga, tidak seperti biasanya. Mungkin saja kakak loe juga datang kesini juga, makanya rame" jawab Bima yang menebak-nebak, jika kakaknya David juga ada disana.


"Mungkin saja. Ayo masuk, Assalamualaikum" ucap David dan Bima bersama-sama lalu pandangan David tertuju pada bocah laki-laki gembul yang berdiri tidak jauh dari pintu menatap kearahnya juga.


"Wa'allaikumsalam, Pipi" teriaknya sambil berlari menuju David.


"Hay, jagoan. Jangan lari-lari, nanti ja... Tuh" ucap David yang melihat anak itu terjatuh dan bangkit kembali untuk menghampirinya.


"Kenapa lari-lari? Jadi jatuh kan?" ucap David yang langsung menggendongnya saat dia sudah dekat.


"Kangen Pipi" jawabnya yang langsung memeluk leher David dengan sangat erat dan tidak mau melepasakan nya.


"Benarkah? Apa bersungguh-sungguh?" tanya David menggodanya.


"Emm" jawabnya mengangguk lalu mencium pipi David dengan senyuman mengembang dibibirnya.


"Wah, ternyata memang benar. Oh iya kesini dengan siapa?" tanya David yang melupakan jika dia membawa hadiah untuk Alvarez.


"Mimi" jawabnya singkat jelas dan padat.


"Dimana dia sekarang? Kenapa tidak terlihat?" tanya David yang melihat sekeliling tidak terlihat adanya Zahiya.


"Dapur, masak" jawabnya lagi, yang tidak melepasakan pelukan nya dari David.


"Benarkah? Ayo kita lihat" tanya David lagi dan dijawab anggukan oleh Alvarez.


"Vid, gue balik ya. Sepertinya loe sibuk" sindir Bima yang melihat David langsung melupakan orang disekitarnya.


"Oke bro" jawab David yang langsung pergi dari ruang tamu langsung menuju dapur.


"Dasar" gumam Bima yang mengajak Julie dan Junior pulang, karena sudah sore dan mereka harus mandi.


"Dimana Mimi kamu itu jagoan?" tanya David yang melihat hanya Mama dan kakaknya saja didalam dapur.


"Itu..." tunjuk Alvarez pada dua wanita yang sedang menangis entah kenapa.


"Dia menangis? Apa gue tidak salah lihat? Bersama dengan Sonya juga?" gumam David yang tentu saja bisa didengar oleh Alvarez yang sangat dekat dengan nya.


"Aduh... Aw!!" teriak Zahiya yang tidak sengaja memotong jarinya, saat dia memotong bawang.


"Aduh, Zahiya. Jari kamu berdarah" ucap Sonya yang akan menolongnya tidak jadi, karena kalah cepat oleh David.


David membasuh tangan Zahiya dan dia menggunakan air mengalir untuk menghilangkan darah yang terus mengalir dijarinya. David tanpa sungkan lagi malah mengulum jari Zahiya yang ada darahnya lalu membawanya pergi dari dapur. Dengan diikuti oleh Alvarez dibelakangnya.


Sedangkan didalam dapur semua orang terdiam dan bingung. Pasalnya David sangat takut dan phobia pada darah, tapi saat melihat Zahiya terluka dia malah menolong dan tidak terjadi apa-apa padanya.


"Fia, cubit Mama Fi" ucap Mama Lulu yang melihat David menggendong Zahiya tanpa melepaskan ******* nya dari hati Zahiya yang berdarah.


"Aw, sakit Fi. Berarti ini nyata, David sudah sembuh. Dia tidak phobia lagi, Alhamdulilah. Terimakasih Ya Allah engkau mengabulkan do'a-do'a hamba" ucap Mama Lulu yang membuat kedua wanita yang ada disana mengangguk mengiyakan ucapan dari Mama Lulu.


Mereka saling berpelukan dan membuat dua pria beda usia yang baru datang menjadi bingung akan apa yang dilakukan oleh mereka.

__ADS_1


"Mereka kenapa Pa?" tanya Dava pada Papa Devon.


"Jika kamu tanya pada Papa, Papa harus bertanya pada siapa?" jawab Papa Devon yang menggeleng, lalu meninggalkan Dava yang sedang bingung dan ketiga wanita beda usia itu masih saling berpelukan.


Sedangkan didalam kamar David sedang mengobati luka Zahiya yang lumayan dalam. Dia baru menyadari jika jari Zahiya berdarah, dia mencoba untuk bisa mengendalikan dirinya supaya tidak pingsan saat melihat bekas darah.


"Apa yang anda lakukan, saya bisa sendiri dan anda tidak perlu seperti ini padanya saya" ucap Zahiya yang mencoba menarik tangan nya yang sedang dipegang oleh David.


"Diam dan jangan protes!" ucap David yang menggenggam tangan Zahiya dengan erat.


"Apa yang sedang kamu lakukan didapur? Sehingga jari kamu yang dipotong?" tanya David yang sedang mengobati lukanya dengan perlahan.


"Jika tidak mau menjawabnya, maka aku akan mengurung kamu semalaman disini dan memisahkan mu dengan putramu" ancam David tanpa mengalihkan pandangan nya dari tangan Zahiya yang sedang dia obati.


"Saya sedang membantu auntie Lulu mengupas bawang dan memotongnya" jawab Zahiya yang sejak tadi diam saja ditanya oleh David.


"What!! Kau ini, yang dipotong itu seharusnya bawang. Bukan malah jari kamu sendiri!!! Aku tahu, jika kamu ini tidak berbakat dalam masak memasak, bukan begitu?" ucap David setelah berteriak saat mendengar ucapan dari Zahiya.


"Anda jangan meledek saya. Saya memang tidak bisa melakukan apa-apa, tapi setidaknya mau berusaha" jawab Zahiya yang tangan nya sudah selesai diobati oleh David.


"Terimakasih" ucap Zahiya lagi setelah mengatakan jika dia mau berusaha untuk bisa memasak, lalu dia segera keluar dari kamar David.


"Menarik, dia memang type wanita yang irit bicara. Tapi boleh juga" gumamnya yang langsung mengikutinya keluar dari kamar.


"Mimi, tidak apa-apa?" tanya Alvarez saat Zahiya keluar dari kamar David.


"Ya Mimi baik-baik saja boy. Eh, bagaimana caranya kamu bisa naik kemari?" jawab Zahiya yang bertanya pada Alvarez.


"Kakak" jawab Alvarez sambil menunjuk Leonard yang ada diujung tangga.


"Oh, syukurlah. Mimi kira kamu naik sendiri, ayo kita turun" ucap Zahiya yang akan menggendongnya, tapi kalah cepat oleh David. David yang menggendong Alvarez lebih dulu.


"Mau melihatnya Pi" jawabnya sangat antusias, dan mau tidak mau Zahiya ikut turun dengan David masih merangkulnya dan tidak mau melepasakan rangkulan nya. Yang ada semakin erat dan mendekatkan tubuhnya.


Saat sudah sampai diujung tangga, mereka bertiga menjadi pusat perhatian semua orang yang ada disana. Dan membuat Mama Lulu juga Papa Devon sangat senang melihatnya. Zahiya yang merasa diperhatikan langsung melepasakan rangkulan tangan David padanya.


"Anda jangan macem-macem dan melewati batasan anda!" ucap Zahiya penuh dengan penekanan disetiap katanya dan dia mengatakan nya sambil berbisik ditelinga David.


"Tenang saja, masih banyak batasan yang aku lewati nantinya. Jadi, bersiaplah" jawab David dengan senyuman dibibirnya.


"Pi, ini untuk Ez?" tanya Alvarez sambil memegang robot yang David belikan untuknya.


"Tentu saja, masih banyak lagi untuk kamu. Apa kamu menyukainya, hmm?" jawab David yang melihat Alvarez sangat senang menerima hadiah darinya.


"Tentu. Thank you Pipi" ucapnya yang langsung merangkul David dan David menciumi seluruh wajah Alvarez dengan gemasnya.


"You're welcome jagoan. Sekarang bermainlah, jangan lupa berbagi juga dengan yang lain. Didalam masih banyak yang lain, oke" ucap David yang langsung diangguki oleh anak berusia satu tahun lebih itu.


"Terimakasih, anda sudah membelikan mainan untuk anak saya" ucap Zahiya yang menatap kebahagiaan diwajah putranya, yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.


"Dia juga anak ku. Jadi kenapa tidak jika aku memberikan yang terbaik untuknya" jawab David malah meninggalkan Zahiya yang masih berdiri menatap kearahnya.


Saat Zahiya sedang menatap kearah David yang sudah menjauh darinya. Tidak lama kemudian seluruh keluarganya datang dengan sangat ramai, apa lagi Zaniya dan dua anak kembarnya juga ikut.


Mereka semua mengobrol santai dulu sebelum akhirnya mereka semua makan malam, dan mereka lalui melanjutkan membicarakan tentang perjodohan antara David dan Zahiya. Dimana mereka hanya saling diam saja, jika Zahiya yang diam. Itu sudah biasa, tapi ini, David yang diam dan tidak membantah atau menolaknya.


Dia malah asik bermain dengan Alvarez yang sedang berceloteh mengatakan ini dan itu pada David. David malah jadi pendengar dan dia tidak menghiraukan obrolan pada orang tua yang sedang membahas masalah pernikahan mereka berdua.


"Bagaimana jika pernikahan mereka dilangsungkan secepatnya saja, saya tidak mau jika anak nakal aku ini akan menolaknya jika terlalu lama" ucap Azalya yang membuat Zayn menggelengkan kepalanya saat Azalya mengatakan itu semua pada keluarga Tomlinson.

__ADS_1


"Jika saya sih terserah saja. Toh mereka bukan anak-anak lagi, mau sekarang atau besok juga tidak masalah. Yang penting bujangan lapuk itu menikah" jawab Mama Lulu yang malah menistakan anaknya sendiri.


"Baiklah jika begitu. Pernikahan mereka akan dilangsungkan seminggu lagi, dan kita akan melakukan semuanya dengan sempurna dan mewah juga" ucap Azalya yang sangat antusias untuk menikahkan Zahiya.


"Mom, bisa tidak jika pernikahan nya biasa dan sederhana saja? Karena aku tidak ingin jika nanti akan ada ketidaknyamanan baik untukku atau dia" ucap Zaniya yang mengatakan nya dengan sangat datar dan dingin nya.


"No, kamu ingin mempermalukan calon suami kamu yang sudah terkenal sebagai seorang CEO muda dan bahkan sudah masuk jajaran CEO muda dan paling ternama! Jangan macam-macam Zahiya, Mommy tidak ingin mendengar bantahan atau penolakan. Sudah cukup kamu membuat Mommy malu, jadi jangan membuat malu untuk yang kedua kalinya. Mengerti kamu" ucap Azalya dengan sangat tegas dan tidak menerima bantahan sedikit pun juga.


"Terserah Mommy, maaf sudah membuat Mommy malu" ucap Zahiya yang mengepalkan tangan nya disamping kiri dan kanan nya menahan amarahnya.


"Itu lebih baik" ucap Azalya yang sudah sepakat dengan kedua orang tua David untuk melangsungkan pernikahan seminggu dari sekarang.


David hanya bisa tersenyum senang saat mendengar ucapan dari Azalya. Tentu saja dia sangat senang, dia bisa mengikat seorang Zahiya yang sangat sulit untuk diartikan dekati dan juga sangat sulit untuk bicara berdua dengan nya.


'Akhirnya kau akan menjadi milik gue seutuhnya Zahiya Z Malik. Gue akan membuat loe bisa mencintai gue dengan sepenuh hati mu. Gue juga sudah berjanji pada diri sendiri akan menjaga kalian berdua dan akan menjadi yang terbaik untuk kalian, Entah siapa yang sudah menyia-nyiakan wanita secantik loe. Hanya pria bodoh yang melakukan itu semua, dengan teganya hanya menanamkan benihnya saja. Aku akan tetap menyayanginya dan tidak akan membeda-bedakan dia dengan anak-anak kita nantinya Zahiya. Ah, anak-anak' ucap David dalam hati yang malah senyum-senyum sendiri tidak jelas.


Sedangkan sekarang seluruh keluarga Zahiya dan Zahiya sudah pulang. Tapi tidak dengan Alvarez yang tidak mau pulang, karena dia selalu bilang sepi dan tidak ingin tinggal disana. Dia menginap dan sekarang dia sedang tidur nyenyak dikamar David.


"Apa dia sudah tidur?" tanya Mama Lulu saat melihat David keluar dari kamarnya.


"Sudah Ma, tumben Mama belum tidur? Apa Mama menginginginkan sesuatu?" jawab David yang bertanya juga pada Mama Lulu.


"Mama belum bisa tidur nak. Mama minta maaf karena memaksa kamu untuk segera menikah dan Mama meminta kamu menikah dengan wanita yang sudah memiliki anak. Mama minta maaf Vid" ucap Mama Lulu yang menunduk dan meneteskan air matanya.


"Mama ini ngomong apa sih Ma? Aku justru sangat senang, karena Mama tahu. Tidak pernah aku sadari jika aku sudah sangat mencintainya sejak dulu dan sejak pertemuan pertama waktu itu. Dan masalah anak, aku sangat menerimanya. Apa lagi dia adalah anak yang baik dan pengertian, juga tidak sulit untuk mengambil hatinya. Justru karena dia Zahiya mau menikah dengan ku dan tidak menolaknya. Jadi jangan membahas masalah ini lagi ya Ma, Mama tetap menerimanya sebagai cucu Mama kan? Karena entah kenapa aku sangat menyayanginya dan juga tidak ingin jauh-jauh darinya" ucap David yang mengatakan nya dari dalam hatinya dan Mama Lulu sangat senang.


David nya sudah banyak berubah dan dia juga sangat bertanggung jawab sekarang. Bahkan dia sudah lebih dewasa dalam menyikapinya.


"Tentu saja Mama akan menerimanya. Karena bagi Mama kebahagiaan kamu kebahagiaan Mama juga. Jika kamu bahagia, Mama juga akan bahagia. Jadi jangan meragukan Mama" ucap Mama Lulu yang langsung mendapatkan pelukan dari David.


"Terimakasih Ma, terimakasih banyak untuk segalanya yang sudah Mama berikan untuk ku yang terbaik. Aku sayang Mama" ucap David yang memeluk Mama Lulu sambil terisak dalam pelukan hangat seorang Ibu.


"Sama-sama sayang. Mama juga sangat-sangat menyayangi kamu lebih dari kamu menyayangi Mama. Sekarang istirahatlah, dan mulai besok kamu tidak perlu kekantor lagi. Mama sudah bilang pada Adi dan Jamil yang akan menghandle semua pekerjaan kamu. Karena Mama tidak mau jika kamu sampai sakit saat akan menikah seminggu lagi. Besok kamu hanya akan pergi untuk membeli cincin pernikahan kalian saja. Lalu mencoba gaun pengantin dan lain sebagainya, jadi itu waktu untuk kalian berdua" ucap Mama Lulu yang mengatakan nya dengan panjang lebar pada David.


"Bukan berdua Ma, tapi bertiga. Mama lupa dengan Alvarez, mana mau dia tidak ikut kemanapun kami pergi. Lagiankan sekalian mencoba pakaian untuknya juga, supaya serasi dengan kami berdua" ucap David yang meralat ucapan Mama Lulu, yang mengatakan akan jalan berdua saja.


"Iya Mama lupa. Sana tidur, nanti anak kamu nyariin kamu lagi" ucap Mama Lulu yang langsung bangkit dari duduknya menuju kamarnya sendiri.


"Hah, akhirnya gue bisa kawin juga. Gue harus ngabarin group somvlak dulu nih" gumam David yang merogoh kantong celananya dan mengeluarkan ponselnya untuk memberikan kabar heboh darinya.


"Assalamualaikum wahai penghuni group somvlak. Gue mau ngasih kabar, jika seminggu dari sekarang gue mau married dengan seseorang yang sangat gue inginkan. Besok gue jelaskan, karena sekarang gue harus nyicil dulu. Oke, bye. Wasalamualaukum" kira-kira begitu isi chat David pada group somvlak miliknya.


Ternyata ada yang membalasnya, siapa lagi jika bukan duda beranak dua yang ternyata belum tidur itu.


"Wa'allaikumsalam, selamat bro. Semoga dilancarkan hingga hari H kalian, do'a yang terbaik untuk kalian berdua. Jangan lupa undangan real nya, jangan hanya melalui group. Modal dikit. 🤣🤣🤣" balas Bima dengan emoji tertawa terbahak-bahak.


"Tenang saja, nanti juga akan ada undangan datang untuk loe pada. Oke, gue mau nyicil dari sekarang. Jadi jangan ganggu😎" balas David yang tersenyum saat menuliskan kata-kata itu pada Bima.


David langsung masuk kedalam kamarnya dan melihat kearah Alvarez yang masih terlelap dengan sangat nyenyaknya. Lalu dia merebahkan dirinya disamping Alvarez, dia mengecup keningnya cukup lama dan akhirnya dia terlelap juga sambil memeluk Alvarez.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya....


Karena Othor sudah up 3bab ya hari ini....

__ADS_1


Thanks and happy reading...🤗🤗🤗


__ADS_2