
David kembali melanjutkan pekerjaan nya dalam keadaan lebih baik. Karena dia sudah bisa mendapatkan dukungan dari para sahabatnya yang selalu ada disaat dia sedang membutuhkan dukungan.
"Mereka memang selalu bisa membuat gue gila dan juga bahagia. Tapi, apa yang mereka katakan tadi? Taruhan? Gue jadi barang taruhan? His, yang benar saja" gumam David yang baru mengingat jika dirinya menjadi barang taruhan sahabat-sahabatnya yang gila itu.
"His!! Kenapa malah jadi runyam gini sih... Mana gue belum bisa membuat Mama percaya lagi dengan gue? Sekarang datang lagi masalah baru dari para pria bastard itu" gumamnya lagi yang merasa tidak semangat dengan apa yang dia lakukan lagi.
David benar-benar dibuat kalangkabut oleh para sahabatnya dan juga mencoba mendapatkan maaf juga kepercayaan dari sang Mama. Dia sungguh dibuat sangat frustasi dengan semua ini.
.
Berbeda dengan Yunara yang sangat bahagia karena dia sudah memiliki hubungan yang pasti dengan David. Dinner memang sudah lama menyukai David dan sekarang mereka sudah bisa bersama menjadi sepasang kekasih.
"Kamu kenapa nak? Kelihatan nya sedang bahagia sekali?" tanya Maminya yang sekarang duduk disamping putrinya.
"Aku memang sangat bahagia Mi, apa Mami tahu? Jika pria yang selalu aku ceritakan, sekarang sudah menjadi kekasihku Mi. Aaa... Aku bahagia sekali Mi" ucap Yunara dengan tersenyum sangat bahagia dan dia juga langsung memeluk tubuh Maminya.
"Apa maksud kamu apa sayang? Mami benar-benar tidak mengerti dengan maksud kamu ini? Pria mana?" tanya sang Mami pada putri tunggalnya itu.
"Mami, apa Mami lupa dengan pria yang selalu aku ceritakan? Mami sangat tega sekali padaku. Dia adalah David Tomlinson Mi, tadi siang kita berdua sudah sepakat untuk menjalin hubungan. Dan jika berjodoh maka akan melanjutkan kejenjang yang lebih serius lagi" jelas Yunara dengan mengerucutkan bibirnya kesal. Karena Mami Yuni malah melupakan semua yang dia ceritakan padanya.
"Oh, pria playboy itu. Mami kira kamu sudah melupakan nya, Mami sebenarnya kurang respect padanya. Dia itu seorang playboy dan Mami tidak mau jika kamu akan dipermainkan olehnya dan kamu juga akan sakit hati nantinya. Mami tidak mau itu terjadi pada kamu sayang, Mami tidak bisa melihat kamu sakit hati" ucap Mami Yuli yang memang kurang suka dengan David yang selalu mempermainkan wanita-wanita diluaran sana.
"Kenapa Mami mengatakan itu semua? Apa Mami tidak ingin melihat aku bahagia walau hanya saat ini atau mungkin nanti? Aku hanya ingin bersamanya saat ini. Jika memang Mami tidak suka dengan nya, setidaknya Mami mendukung ku. Putri Mami sendiri bukan malah menghancurkan kepercayaan dari dan membuat aku sedih sekarang" ucap Yunara dengan memalingkan wajahnya dan melipat kedua tangan nya didepan dada.
"Papi, Mami kenapa sih selalu tidak mendukung ku? Apa aku tidak boleh merasakan jatuh cinta? Bahkan aku sendiri memang tidak tahu jika Mas David memang benar-benar mencintaiku atau hanya merasa kasihan saja padaku yang memang sangat mencintainya. Tapi tidak bisakah Mami mendo'akan supaya aku dan dia bisa berjodoh kelak? Aku hanya ingin meminta do'a kalian dan meminta dukungan dari kalian. Bukan malah menghancurkan nya" ucap Yunara yang mengadu pada Papi Winata.
__ADS_1
"Papi akan mendukungmu sayang. Yang akan Papi selalu ingatkan pada kamu adalah jangan pernah mencintainya dengan dalam. Karena jika sakit hati akan lama dan sulit disembuhkan, lebih baik mencintainya dengan biasa-biasa saja dan tidak berlebihan. Apa lagi kamu adalah seorang wanita, jadi tetaplah menjadi wanita yang bermartabat dan juga selalu berpegangan teguh pada kebenaran juga kepercayaan pada diri sendiri. Ingat itu baik-baik apa yang Papi katakan pada kamu sayang" ucap Papi Winata dengan sangat bijaksana.
"Pasti Pi, akan aku ingat apa yang Papi katakan sekarang pada ku. Semoga saja memang kami berjodoh, jika tidak pun juga tidak apa-apa. Aku masih terlalu muda untuk memikirkan itu semua. Belum lagi aku harus menggantikan Papi diperusahaan. Jadi Papi tidak perlu khawatir akan hal itu, oke" jawab Yunara dengan sangat ceria dan tersenyum mengembang dibibirnya.
"Ini baru putri Papi" ucap Pak Winata pada Yunara dan mengusap rambutnya.
"Kalian berdua memang sama saja. Sama-sama tidak sependapat dengan Mami" ucap Mami Yuli yang sekarang gantian kesal.
"Mami kamu ngambek sayang" ucap Papi Winata yang menggoda istrinya itu.
"Mami... Aku sangat menyayangi Mami" ucap Yunara dengan memeluk tubuh Maminya dan dia juga meminta Papinya untuk mendekat lalu memeluk keduanya dengan penuh senyuman.
.
Sedangkan didalam rumah utama milik Devon. Sedang berkumpul anak, menantu juga para cucu mereka yang sedang bermain bersama. Lalu mereka menatap wajah Mama Lulu yang sudah kembali ceria setelah kepergian David dari rumah.
"Papa sudah berusaha untuk membuat David pulang dan kita berkumpul lagi disini. Tapi saat David pulang sikap Mama kamu masih sama seperti biasa. Bahkan David sampai berlutut dan bersujud pun tetap belum bisa menerima kesalahan yang telah David lakukan" jawab Papa Devon dengan menghela nafasnya sedikit kasar.
"Apa Papa sudah mencoba bertanya pada Mama, apa yang Mama inginkan dari David? Aku sangat sedih dengan semua ini. Sebenarnya aku juga ingin disini menemani Mama, tapi Papa tahu kan. Jika aku dan suamiku tinggal bersama dengan Mommy Sofia. Dan beliau akan selalu mencari masalah dengan Mama" ucap Safia yang memang sangat sulit untuk memutuskan untuk memilih Mama atau Mommy nya.
"Kamu jangan memikirkan keadaan Mama kamu. Disini Dava dan istrinya juga anak-anaknya tinggal disini untuk sementara waktu. Ya, Syukur-syukur Dava dan istrinya akan tetap disini walau David sudah kembali. Papa hanya bisa berdo'a supaya Mama kamu bisa membuka pintu maaf juga kepercayaan nya pada David" ucap Papa Devon yang meminta putrinya dengan Sofia tidak terlalu cemas memikirkan keadaan Mama sambungnya yang memang sangat baik padanya.
"Papa jangan khawatir, Dava dan Sonya akan tetap disini. Karena Sonya memutuskan untuk tidak bekerja lagi, dan itu pasti akan membuatnya bosan dan juga jenuh jika hanya dirumah sendirian saja. Makanya kami berdua sepakat untuk tinggal dengan kalian lagi. Supaya Sonya bisa menemani Mama dan begitu sebaliknya" ucap Dava yang diangguki oleh Sonya, istri dari Dava.
"Kamu benar Dav Papa dan Mama pasti sangat senang jika kamu memang akan tinggal disini dengan mereka. Karena kami tidak bisa melakukan itu" ucap Dimas, suami dari Safia yang sangat mencintainya dengan sangat tulus dan apa adanya.
__ADS_1
"Tentu saja Mas, kami akan disini saja. Karena kami juga sudah berencana untuk memiliki banyak anak supaya kakak David ingin segera menikah dan memiliki anak juga. Dia ini perjaka tua dan mungkin saja sudah karatan" ucap Dava yang mengejek David diujung kalimatnya.
"Kau benar Dav. Karena David masih saja senang dengan kesendirian nya itu. Tapi dia tidak sendiri juga, karena pasti sedang ditemani oleh para wanita yang menjadi gebetan nya itu" ucap Safia yang membenarkan ucapan adiknya itu.
"Yang Papa harapkan hanya kalian akan selalu kompak seperti ini. Kelak walau Papa dan Mama sudah tidak ada, karena kami akan bahagia jika melihat kalian juga bahagia dan saling akur keperti sekarang" ucap Papa Devon dan itu membuat Dava dan Safia merasa sedih dengan apa yang dikatakan oleh Papa mereka.
"Papa jangan pernah mengatakan seperti itu. Karena kami akan selalu seperti ini, jikapun kami bertengkar seperti dulu. Maka kalian akan segera berbaikan lagi, jadi Papa jangan mengatakan akan kematian. Karena itu adalah rahasia Allah Pa" ucap Safia yang meneteskan air matanya saat mendengar ucapan Papa nya yang sangat membuatnya sedih.
"Sudah-sudah, kenapa jadi mellow seperti ini? Kita harus bahagia dan bisa menjadi lebih baik lagi, karena semuanya jangan difikirkan. Ini semua harus dijalani" ucap Dimas yang mengatakan itu sambil memeluk tubuh istrinya yang sedang menangis.
Semua orang tidak menyadari jika ucapan mereka didengarkan dan juga membuatnya bersedih. Siapa lagi jika bukan Mama Lulu yang bersedih kembali akan kedekatan mereka semua. Hatinya terasa sakit saat mengingat dia bertindak sangat tegas dan terlalu keras pada David.
Maafkan Mama Vid. Mama memang yang bersalah sekarang pada kamu, tapi Mama ingin kamu benar-benar berubah dan menjadi pria yang baik dan tidak pernah mempermainkan perasaan wanita. Mama juga tahu jika kamu tidak pernah melakukan itu semua dengan Zahiya. Mama hanya ingin menguji kamu dengan kesabaran kami untuk melakukan itu semua. Mama tidak akan melarang kamu untuk dekat dengan wanita manapun. Mama hanya ingin kamu berubah, itu saja keinginan Mama pada kamu' ucap Mama Lulu hanya dalam hati dan dia mengusap air matanya yang menetes dipipinya menggunakan telapak tangan nya.
Semua orang tidak menyadari jika Mama Lulu sedang menangis dalam diam. Dia menyamarkan semuaya untuk tetap terlihat baik-baik didepan suami dan anak-anaknya. Dengan dia terus bermain dengan cucu-cucunya yang sangat lucu-lucu juga menggemaskan itu.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya buat Othor supaya makin semangat buat selalu up....
Maaf hari ini Othor baru bisa up malam. Karena Othor sibuk didunia nyata, semoga para reader kesayangan Othor selalu sabar menunggu dan selalu setia untuk membaca karya-karya Othor ini...
__ADS_1
Terimakasih dan happy reading... 🤗🤗🤗😉